Kamis, 20 Februari 2020

Saat Pantai Pink di Pulau Padar Tertutup Sampah

Pantai Pink di Pulau Komodo jadi daya tarik turis berkunjung ke sana. Apa jadinya jika pantai cantik ini tertutup sampah?

Negara Indonesia memang ditakdirkan memiliki bentang alam yang sangat indah dengan berbagai keunikan di dalamnya, salah satunya adalah pantai berwarna biru muda atau yang biasa disebut Pink Beach di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

Sudah lama kepopuleran Pink Beach tersohor hingga ke mancanegara dan menjadi destinasi unggulan saat berkunjung ke Labuan Bajo. Tapi baru kali inilah saya berkesempatan mengunjungi pantai tersebut untuk menikmati keindahannya secara langsung.

Demi mewujudkan hal itu, maka seperti biasa saya percayakan pemesanan tiket pesawat melalui aplikasi Tiket.com lewat layar ponsel. Dengan berbagai promo menarik serta fasilitas Smart Reschedule dan Smart Refund membuat perjalanan kita bisa lebih tenang bila terjadi perubahan rencana secara mendadak, karena customer service-nya siap melayani selama 24 jam setiap hari.

Akhirnya saya pilih pemberangkatan tanggal 24 Januari 2018 dari Jakarta langsung ke Labuan Bajo, pulang-pergi, karena di sini kita bisa mendapatkan diskon ekstra.

Sebagian besar orang yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo pasti mengunjungi Pink Beach yang terletak di Pulau Komodo. Dahulu, pantainya memang benar-benar berwarna merah muda. Memang belum pasti apa penyebab pasirnya berwarna merah muda. Namun ada yang berpendapat bahwa pasirnya berasal dari hewan mikroskopik yaitu foraminifera yang memproduksi warna merah muda di terumbu karang. Tapi sayangnya, kini warnanya tidak terlalu pink, hal ini disebabkan karena banyaknya pengunjung yang membawa pasirnya untuk oleh-oleh atau sekadar pajangan.

Sebenarnya, masih ada pantai lain yang berwarna lebih pink di kawasan Taman Nasional Komodo, yaitu Long Beach, letaknya berada di Pulau Padar. Menurut penuturan pemandu lokal di sana, Pulau Padar memiliki setidaknya 10 pantai yang berwarna pink dan tidak kalah indah dengan pink beach di Pulau Komodo.

Saat perahu yang dinaiki menepi ke Long Beach, saya dibuat tercengang. Memang, pasir di pantai ini lebih berwarna pink dan airnya jernih. Tapi sayang sekali, sepanjang pantai yang sebenarnya indah itu telah dipenuhi oleh sampah. Sampah-sampah ini berasal dari pemukiman di daratan lain yang terbawa gelombang pasang, karena bulan Januari cuaca di wilayah perairan Taman Nasional Komodo sedang buruk.

Material sampah yang terdampar ini sebagian besar berupa kayu-kayu dan sampah rumah tangga seperti kantung plastik, botol-botol, sendal, dan juga styrofoam. Tidak ada yang bisa saya nikmati saat itu. Bayangan pantai indah seperti foto-foto yang beredar di instagram selama ini sirna sudah akibat ulah manusia yang buang sampah sembarangan.

Untungnya, saat itu saya dan teman-teman membawa trash bag yang memang sengaja disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya hal seperti ini. Tanpa basa-basi dan malu-malu, kami semua memungut sampah-sampah tersebut dengan mengutamakan mengambil sampah non-organik yang dapat merusak lingkungan dan membahayakan satwa.

Memang tidak semuanya sepanjang Long Beach ini bisa dibersihkan karena keterbatasan personil dan juga waktu. Tapi setidaknya apa yang sudah dilakukan cukup mengurangi sampah yang ada dan sangat berpengaruh pada lingkungan tersebut. Selama 30 menit menyusuri pantai, kami dapat mengumpulkan 4 kantung sampah ukuran besar. Semua sampah yang dikumpulkan akan dibawa ke tempat pembuangan sampah di Labuan Bajo.

Malu sekali rasanya saat mengetahui kalau di Labuan Bajo ada komunitas peduli sampah yang digawangi oleh warga negara asing. Justru sebagian besar masyarakat Indonesia sendiri malah tidak peduli dan selalu menganggap “nanti ada petugas yang membersihkan.

Padahal soal kebersihan adalah tanggungjawab bersama di manapun berada. Sebenarnya, tidak cukup hanya dengan membuang sampah pada tempatnya, tapi juga harus dapat mengurangi konsumsi plastik sekali pakai dengan cara menggantinya dengan bahan yang ramah lingkungan dan bisa dipakai berulang kali.

Perjalanan ke Long Beach yang selama ini saya idamkan tidak berjalan sesuai harapan. Namun saya yakin di kesempatan yang lain akan lebih baik, karena sekarang ke manapun ada tiketnya, yaitu di Tiket.com.

Hai, Si Cantik Raja Ampat (4)

5. Menikmati Tarian Cendrawasih di Desa Sapokren

Kalian sudah pada pernah lihat film animasi Rio ? Sebuah film yang menampilkan tarian - tarian dari burung - burung yang ada di hutan. Hampir serupa dengan film tersebut. Burung Cendrawasih atau yang mempunyai julukan Bird of Paradise ini sangat spesial. Burung khas Papua ini mempunyai warna bulu yang indah dan elegan.

Burung ini bisa kita temukan di Desa Sapokren maupun Desa Sawingrai. Pada masa musim kawin tiba, cendrawasih jantan akan melakukan gerakan serupa tarian yang dinamis dan indah untuk merebut perhatian betina. Buat yang mau menenangkan pikiran, cukup datang kesini dan dengarkan kicauan burung cendrawasih. Wah kalau saya sih pasti mau.

6. Mempelajari kebudayaan Warga Papua

Hal yang paling ingin saya lakukan setiap kali saya traveling kemanapun adalah berbaur dengan penduduk lokal yang ada disana. Iya, saya ingin mengamati kehidupan sehari - hari dan tradisi unik mereka. Salah satunya adalah melihat langsung cara penduduk tersebut menangkap gurita dengan tangan kosong. Wow keren banget ya. Selain itu, penduduk Raja Ampat sangat ramah. Mereka biasanya melakukan tarian selamat datang tradisional di dermaga dan menyajikan berbagai lagu rakyat Papua. Pengalaman menakjubkan tersebut bisa kita dapatkan di desa wisata Arborek.

7. Makan Papeda dan Ikan Kuah Kuning

Kalau pergi ke Jepang tetapi tidak makan sushi kata orang kurang afdol namanya. Begitu juga dengan kalau kita ke Raja Ampat Papua kurang berkesan tanpa mencicipi Papeda dan ikan kuah kuning. Bahan dasar papeda adalah tepung sagu. Bagi masyarakat Raja Ampat, makanan ini adalah sebagai makanan pengganti nasi. Saat memakannya, jangan lupa menuangkan ikan kuah kuning atau ikan asam kuah. Semangkuk Papeda ditambah dengan ikan kuah kuning dibandrol dengan harga Rp 25.000 - Rp 30.000. Tertarik mencoba?

8. Mendaki alam di Raja Ampat? Siapa Takut!

Punya nyali yang lebih besar? Yuk jelajahi barisan gugusan karang yang ada di Wasai, Kabui dan Pianemo. Saya termasuk pecinta kegiatan yang menguji adrenalin. Kegiatan berfoto di atas bukit tersebut akan terasa menyenangkan sebab saya dapat berfoto dengan latar belakang gugusan pulau - pulau kecil yang ada di Raja Ampat. Kegiatan mendaki atau Trekking ini membutuhkan persiapan bukan sekedar perlengkapan perlengkapan saja tetapi juga mental. Usahakan pada waktu trekking kondisi tubuh sedang sehat dan pilihlah sepatu yang nyaman pada saat trekking. Buat yang takut sama trekking ini , bisa menikmati keindahan alam di tempat yang sudah dibuat khusus di Raja Ampat.

9. Memberi makan ikan

"Saya nggak bisa renang nih, apalagi nyelam.Terus mau ngapain dong di Raja Ampat?"
Kalau dari kalian punya kendala seperti teman - temanku. Jangan khawatir, kita masih bisa melakukan hal ini. Memberi makan ikan - ikan yang ada di Raja Ampat. Kita bisa langsung bersentuhan langsung dengan ikan yang berada dalam perairan. Jadi sensasinya berbeda dengan memberi makan di akuarium.

10. Bersantai di Telaga Bintang

Kalau sudah ke Raja Ampat, jangan sampai kelewatan ke Telaga Bintang atau Laguna Bintang. Bentuk Telaga Bintang yang alami ditambah dengan air yang jernih dan hijau sangat menyegarkan pikiran. Membaca buku, mengambil gambar foto, atau bahkan cuma sekedar berdiam diri disini , saya rasa sudah sangat cukup karena pemandangan di Telaga Bintang sangat mengagumkan.

11. Belajar sesuatu yang baru : Mewarnai Batik Affutra

Karena saya adalah termasuk orang seni, saya sangat ingin sekali mencoba seni mewarnai batik Affutra. Motif batik ini sungguh unik yaitu mengangkat kekayaan alam yang ada di Raja Ampat.

12. Bawa pulang souvenir unik khas dari Raja Ampat

Bingung cari oleh - oleh di Raja Ampat? Langsung datang saja ke toko art shop di Wasai dan Arborek. Ada bermacam - macam jenis oleh - oleh yang bisa kita bawa pulang dan semuanya unik. Contohnya : topeng, ukiran kayu, rahang hiu, Virgin Coconut Oil yang bisa menurunkan kadar kolesterol, patung suku Asmat, tas noken, topi , batik khas Raja Ampat, dan lain - lain.

Wow ternyata nggak ada habisnya ya keindahan yang ada di Raja Ampat. Indonesia nggak kalah menarik dari luar negeri, bukan? Masih bingung mau melakukan kemana saja dan mau apa saja di Raja Ampat?

Berikut ini adalah beberapa pulau yang bisa kita kunjungi selama berada di Raja Ampat :

1. Pulau Arborek

2. Pulau Friwen

3. Pulau Gam

4. Pulau Kri

5. Pulau Mansuar

6. Pulau Misool, Kofiau & Salawati

7. Pulau Pam

8. Pulau Waigeo & Waigeo Barat

9. Pulau Ronsiwon

10. Pulau Batanta

Tunggu apalagi? Raja Ampat menunggumu! Jangan lupa lakukan pemesanan di Tiket.com . Butuh tiket kemanapun beres deh. Karena hidupmu terlalu berharga untuk berada di rumah saja, jadi jangan lupa berpetulangan.