Sabtu, 15 Februari 2020

Yang Turis Mesti Tahu Kalau ke Perbatasan Korea Utara

Turis bisa datang ke kawasan DMZ atau Korean Demilitarized Zone yang berada di perbatasan Korea Utara dan Selatan. Tapi ada aturannya.

Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) adalah zona bebas senjata yang dibentuk oleh Korea Selatan dan Korea Utara pada 27 Juli 1953 silam. Walaupun kunjungan ke wilayah ini sangat terbatas, tetapi beberapa tempat dibuka untuk wisata khusus.

Dilansir dari CNN Travel, Kamis (14/3/2019) ada yang perlu diperhatikan traveler yang ingin datang ke wilayah yang dulunya terkenal dengan kesan menegangkan ini. Wisatawan harus membooking tur dari operator resmi seperti Koryo Tours di Utara dan Viator di Selatan.

Di Korea Utara ada dua titik destinasi yang ditawarkan di kawasan DMZ. Yaitu Panmunjom dan Pos Pantau (Concrete Wall) yang menghadap ke penghalang anti-tank Korea Selatan di ujung selatan zona perjanjian.

Sedangkan di DMZ wilayah Korea Selatan, terdapat beberapa taman, menara pandang, museum dan beberapa trek perjalanan. Perlu nih kamu ketahui, wisatawan AS dilarang mengunjungi Korea Utara semenjak 1 September 2017 dan satu-satunya akses melalui Korea Selatan.

Jika traveler memesan jasa tur, kemungkinan nantinya juga akan dibawa ke Infiltrasi Tunnel (terowongan yang dibangun Korea Utara), Freedom Bridge yang dibarikade, Taman Perdamaian Nuri, Dora Observatory dan Mount Odu Observatory.

Adapun tempat utama yang ditawarkan dalam tur ini yaitu Mount Odu Observatory atau dikenal juga Unification Hill, yang menyediakan spot untuk turis menggunakan teropong menikmati pemandangan 360 derajat melintasi semenanjung.

Dari spot ini kamu bisa meliat kota-kota modern dan mobil-mobil Korea Selatan dalam satu arah yang bersanding dengan pemandangan rawa-rawa Korea Utara. Meski sepi, namun bila beruntung kamu akan melihat elang, beruang, kambing atau rusa di kawasan rawa ini.

Beberapa tur juga memberikan kesempatan wisatawan untuk ngobrol dengan orang Korea Utara yang membelot dari negaranya. Mereka nantinya akan menceritakan bagaimana kehidupan di Korea Utara.

Meski traveler yang berkunjung dikawal dan dililit oleh aturan yang cukup ketat, namun jangan lupa untuk menikmati keindahan dan atraksi yang ada di sini ya. Di sini ada museum seni kotemporer, lapangan golf 3 lubang dan tempat bertemu selebriti.

Meskipun kawasan DMZ adalah tempat wisata di Korea Selatan, namun bukan berarti wisatawan bisa sebebasnya ke sana kemari atau berkeliaran. Di kedua sisi perbatasan, turis harus bersama pemandunya dan pengawalan militer setiap saat. Dan juga turis nantinya diminta mengisi formulir yang akan memberi ganti rugi jika membelot atau melenceng dari paket yang disediakan. Serta harus selalu membawa pasport.

Kamu pasti berpikir bahwa aturan di Utara sangat ketat dan menegangkan bukan? Ternyata di kawasan Selatan juga menetapkan aturan lho. Di Panmunjom, tepatnya saat kamu mencicipi kuliner Dak Galbi turis diminta memperhatikan busananya.

Tidak ada pakaian ketat, celana jeans robek, tidak ada sandal ataupun celana pendek. Juga dilarang melambaikan tangan, memberi isyarat, menujuk ataupun mengambil gambar tanpa izin.

Singkatnya, ini poin penting yang perlu diperhatikan turis yang berkunjung ke kawasan DMZ.

1. Selalu membawa paspor
2. Pakaian
Jika di Korea Selatan tidak boleh pakai celana pendek ataupun robek, tidak memakai rok ataupun baju kamuflase. Sedangkan di Korea Utara dilarang melambaikan tangan, menujuk atau memberi isyarat, dilarang mengambil foto tanpa izin.
3. Harus ditemani tur guide resmi. Pemesanannya biasanya dilakukan satu minggu sebelum keberangkatan.
4. Waktu perginya Selasa-Jumat
5. Waktu terbaik berkunjung musim semi atau gugur.
6. Situs utama yang dikunjungi di kawasan ini Joint Security Are (JSA) Freedom Bridge, Infiltration Tunnels, Mount Odu Observatory.

Pesona Burung Cendrawasih di Hutan Tambrauw

Ada satu kegiatan wisata yang umumnya dilakukan di tanah Papua yaitu bird watching. Di Tambrauw kamu bisa dengan mudah menikmati wisata ini.

Kita sepakat bahwa tanah Papua sangatlah eksotis. Lekuk bentang alamnya yang aduhai bisa dengan mudah membuat siapa pun jatuh hati. Menjelajahi Papua Barat dengan lebih dalam, detikcom dalam Press Tour 2019 bersama Kementerian Pariwisata menyambangi Kabupaten Tambrauw.

Hutan konservasi yang luas dan pantai cantik siap menyambut wisatawan yang datang ke Kabupaten Tambrauw. Dari semua tempat wisata menarik di Tambrauw, melihat cendrawasih di tanah aslinya adalah hal yang tak boleh dilewatkan.

Cendrawasih adalah hewan asli Papua yang dilindungi. Ada beberapa jenis cendrawasih yang bisa traveler temui di Tambrauw. Bahkan ada cendrawasih khas Tambrauw.

Kegiatan bird watching di Papua bisa dinikmati di Distrik Miyah dan Sausapor. Kemarin, rombongan media dari Jakarta mencoba untuk menikmati bird watching di Distrik Sausapor.

Untuk bisa menikmati bird watching di Distrik Sausapor, wisatawan harus menempuh perjalan ke Hutan Desa Nangguo atau Kawasan Observasi Burung Nangguo selama 50 menit. Dari pintu masuk, wisatawan bisa harus treking selama 15 menit untuk sampai di titik pengamatan.

Bird watching di Sausapor cukup baik. Ada petakan jalan yang dibuat untuk memudahkan wisatawan. Warga lokal menyusun dahan dan akar di tanah sehingga membentuk jalan berundak. Panjang jalan yang ditempuh sekitar 300 meter dengan keadaan jalan menanjak yang cukup curam, mencapai 45 derajat.

Wisatawan akan disediakan tempat bersembunyi. Tempat ini dibangun dari kayu dan ditutup dengan dedaunan. Sehingga wisatawan tidak terlalu terlihat mencolok.

Seperti bird watching pada umumnya, ada beberapa hal yang harus traveler taati. Datanglah sepagi mungkin, karena burung cendrawasih akan mulai mencari makan pukul 06.00-08.00 WIT.

Usahakan untuk menggunakan baju berwarna gelap. Pakaian terang akan dengan mudah menarik perhatian dan membuat burung takut. Kemudian jangan gunakan parfum atau wewangian apa pun karena indra penciuman burung sangatlah tajam.

Setelah sampai di titik persembunyian, traveler diminta tenang dan tidak bersuara. Perlahan, suara kicauan burung akan terdengar bersahutan. Kamu yang belum tahu suara cendrawasih mungkin agak sedikit kaget.

Suara cendrawasih berbeda dengan burung lainnya. Bukan seperti siulan, suara cendrawasih justru seperti monyet yang menggema.

Yang membuat kawasan ini berbeda adalah kemungkinan untuk melihat cendrawasih sangatlah besar. Sesekali burung akan berpindah ke dahan pepohonan dan mengepakkan sayap.

Kamu bisa membedakan cendrawasih betina dan jantan berdasarkan ekornya. Ekor cendrawasih jantan lebih panjang dari betina.

Harga tiket bird watching di Tambrauw Rp 150.000 per orang. Untuk jasa pemandu lokal, wisatawan bisa membayar Rp 150.000 untuk 4 orang. Karcis bisa traveler dapatkan di Tourist Information Center (TIC) di Bandara Douglas Mc Arthur di Sausapor atau Bandara Domine Eduard Osok di Sorong. Selamat liburan!