Jumat, 14 Februari 2020

Mengenal Sydney Opera House yang Disebut Ma'ruf Amin Dalam Debat

Cawapres Ma'ruf Amin berwacana untuk membangun gedung ala Sydney Opera House jika terpilih. Sebelumnya, kenali dulu aneka fakta dari Sydney Opera House.

Dalam acara debat Cawapres yang berlangsung pada hari Minggu malam kemarin (17/3), Cawapres kubu nomor 1, Ma'ruf Amin menyatakan keinginnannya untuk mempopulerkan kebudayaan Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Dalam upaya mempopulerkan kebudayaan Indonesia, Ma'ruf menekankan pentingnya wadah atau infrastruktur pendukung. Contohnya seperti Australia yang memiliki Sydney Opera House.

Di kalangan traveler, nama Sydney Opera House memang sudah sangat populer. Tak sedikit turis yang datang ke Sydney untuk melihat bangunan tempat pameran budaya sekaligus landmark kenamaan Negeri Kanguru tersebut.

Mengenal Sydney Opera House yang Disebut Ma'ruf Dalam DebatDiresmikan oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 1973 (dok. CNN)
Oleh sebab itu, tak ada salahnya kita mengenal Sydney Opera House lebih dulu. Dilihat detikcom dari situs resmimya, Senin (18/3/2019), Sydney Opera House memang merupakan landmark sekaligus bangunan budaya.

Diresmikan pada 20 Oktober 1973 oleh Ratu Elizabeth II, Sydney Opera House dibangun setelah menunggu selama 14 tahun. Padahal, desainnya telah ada sejak tahun 1956.

Memiliki luas sekitar 1,62 hektar, disebut kalau 7 pesawat A380s dapat dijajar di sana berdampingan. Berada di Bennelong Point atau tepi Pelabuhan Sydney, Sydney Opera House dilengkapi dengan panorama indah.

Walau lebih dikenal sebagai landmark dan objek wisata, nyatanya Sydney Opera House dibangun sebagai tempat pertunjukan budaya Australia. Diketahui, venue ini telah menjadi tuan rumah untuk sekitar 1.500 event setiap tahunnya.

Dikenal akan bentuknya yang mirip seperti kerang atau siput, ada sejumlah fasilitas dan ruang publik di dalam Sydney Opera House. Mulai dari Concert Hall, Theater, studio, ruang rekaman dan lainnya ada di dalamnya.

Mengenal Sydney Opera House yang Disebut Ma'ruf Dalam DebatBentuknya menyerupai kerang (shell) atau siput (Getty Images)
Berfungsi sebagai pusat seni dan kebudayaan, Sydney Opera House juga dilengkapi dengan cafe, restauran, bar hingga outlet belanja. Traveler yang ingin lebih mengenal Sydney Opera House juga dapat mengikuti tur yang tersedia di sana hingga melihat backstagenya.

Fakta menarik lainnya, Sydney Opera House juga telah masuk Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 2007 lalu. Keren!

Di dalam negeri, Indonesia telah memiliki beberapa bangunan dan pusat budaya seperti Sydney Opera House. Contohnya seperti Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta dan Aula Simfonia di Kemayoran.

Jerinx 'SID' Gerah dengan Kelakuan Turis di Bali

Lewat Instagram, Jerinx 'SID' mengungkapkan soal kelakuan turis-turis yang suka bikin ulah di Bali. Dia terlihat gerah, minta pemerintah Bali segera bertindak.

Dilihat detikcom dari laman Instagram pribadinya, @jrxsid pada Senin (18/3/2019) Jerinx me-report foto dari akun Instagram @tele.bali. Dia mengungkapkan, banyak turis yang berkelakuan buruk di kawasan Kuta.

Bahkan, Jerinx ingin ada sistem filterisasi turis yang masuk Bali. Dia meyakini, hal itu akan didukung oleh masyarakat Pulau Dewata.

"Ayo lekas susun sistem filterisasi turis yg masuk Bali. Mayoritas warga Bali pasti support 100%," tegasnya.

Memang tidak dipungkiri, beberapa kali ada peristiwa turis yang bikin ulah di Bali. Misalnya saja, seorang turis Denmark yang duduk di bagian suci Linggih Padmasana di Pura Puhur Luhur Batukaru. Turis tersebut terlihat berjongkok di atas takhta, yang seharusnya dibiarkan kosong untuk Dewa Hindu Bali.

Ada juga seorang vlogger Spanyol juga mendapat kecaman setelah dia memposting video dirinya mendaki sebuah pura. Volgger tersebut terpaksa mengeluarkan permintaan maaf. Dan pada tahun 2016, seorang wanita muda mengenakan bikini memicu kemarahan di Bali ketika dia difoto dalam pose yoga di depan sebuah pura.

Kemenpar Dukung Penanganan Dampak Banjir Sentani dan Gempa Lombok

Kemenpar sampai saat ini terus memantau dan mendukung penuh penanganan dampak banjir bandang di Sentani, Papua dan gempa tektonik di Lombok Timur, NTB.

Sesaat setelah kejadian dua bencana yang menelan korban meninggal itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menginstruksikan bagian Managemen Krisis Kepariwisataan (MKK) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk terus memantau kejadian bencana di Tanah Air dan jika skala kedua bencana berdampak berat terhadap ekosistem pariwisata maka Tourism Crisis Center akan segera diaktifkan.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti di Jakarta, Senin (18/3/2019), mengatakan pihaknya sedang terus memberikan perhatian penuh dan memantau secara berkala dampak dari dua bencana yang menelan korban tewas tersebut.

"Bencana banjir Bandang di Sentani dan Gempa di Lombok Utara kemarin saat ini sedang menjadi atensi penuh TCC kemenpar dan Menpar minta disiapkan laporan berkala," kata Guntur sakti yang juga Ketua Tim Tourism Crisis Center Kemenpar itu.

Khusus untuk bencana gempa tektonik Lombok pada Minggu 17 Maret 2019, ia mengatakan, pihaknya telah dan sedang memberikan layanan informasi kepada semua pihak khususnya media dan kedutaan besar Malaysia terkait dengan penanganan korban meninggal yakni dua wisman asal Malaysia dan juga seorang warga lokal asli Lombok.

"Hari ini kami akan mengeluarkan Holding Statement terkait gempa lombok dan membantu memfasilitasi proses kepulangan dua jenazah wisatawan asal Malaysia dengan pihak maskapai yang rencananya akan dipulangkan besok, Selasa, 19 Maret 2019," katanya.

Laporan terkini dari tempat kejadian, sampai saat ini seorang wisatawan asal Malaysia masih dalam proses evakuasi dan satu orang lainnya sedang menjalani otopsi di rumah sakit. Guntur juga memastikan bahwa pihak Kedutaan Malaysia untuk Indonesia saat ini juga sudah berada di Lombok.

Guntur mengapresiasi kerja keras dan cepat tanggapnya Pemerintah Provinsi NTB khususnya Gubernur NTB dan jajarannya yang bergerak cepat hingga turun ke lokasi kejadian longsor akibat gempa di Air Terjun Tiu Kelep Kabupaten Lombok Utara untuk memantau dan membantu proses evakuasi korban sampai ke layanan rumah sakit.

"Kami akan terus memantau dan berkoordinasi dengan pemda untuk kelancaran dan proses mitigasi di sektor pariwisata," kata Guntur.

Infrastruktur Pariwisata Aman

Kemenpar juga memantau sampai saat ini aksesibilitas, amenitas, atraksi pariwisata di Lombok baik di Lombok Utara maupun Lombok Timur yang berada di dekat pusat episentrum gempa secara umum tidak terdampak nyata.

Hanya di Lombok Utara, Guntur Sakti mengatakan daerah tujuan wisata di kabupaten tersebut termasuk Air terjun Desa Senaru Bayan yang terdampak dan longsor yakni Air terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile. Namun untuk aksesibilitas udara yakni Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok tidak terdampak dan masih beroperasi normal.

"Aksesibilitas laut juga berjalan normal melalui Dermaga Pelabuhan Kayangan, Dermaga Gili Mas, dan Dermaga Labuhan Haji," katanya.

Sementara aksesibilitas darat terutama di wilayah Lombok Utara sedikit terganggu akibat longsor di wilayah itu karena muncul retakan pada jalan setapak menuju destinasi air terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile. Tetapi Guntur memastikan bahwa untuk akomodasi dan penginapan di wilayah itu sama sekali tidak terdampak.

Sementara di daerah tujuan wisata di Kabupaten Lombok Timur yakni Montong Gading, Sambeli, Sambamun, Aikmel, dan beberapa wilayahnya juga terdampak dan saat ini masih dalam proses pendataan.

Namun aksesibilitas di wilayah itu tidak terdampak dan masih berjalan dengan normal karena tidak terjadi longsor. Hal yang sama juga untuk akomodasi dan penginapan yang tidak terdampak bencana gempa sehingga masih beroperasi secara normal sebagaimana hari-hari biasa.

Guntur Sakti mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab yang mengundang keresahan.

"Kami segenap jajaran Kemenpar menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal atas bencana yang terjadi," katanya.