Selasa, 11 Februari 2020

Nunggu Pesawat, Pria Ini Pasang Hammock di Bandara dan Tidur

Mungkin ini jarang terjadi atau bisa jadi kali yang pertama. Seorang pria memasang hammock di bandara untuk tidur siang, sembari menunggu pesawat.

Dirangkum detikcom dari berbagai media internasional seperti News Australia dan Fox News, Rabu (27/3/2019) seorang calon penumpang pesawat pria di Bandara Charlotte Douglas International Airport, Charlotte, Amerika Serikat bikin heboh penumpang lainnya. Sebabnya, dia lagi tiduran di hammock yang dipasang di sela-sela tiang di dekat tembok.

Hammock merupakan tempat tidur gantung yang biasa dipasang di antara pohon di hutan atau di pesisir pantai. Paling enak buat leyeh-leyeh, menikmati angin sepoi-sepoi.

Namun rupanya, para petugas bandara setempat langsung bergerak cepat. Mereka membangunkan pria itu dan menyuruhnya turun serta membereskan hammock miliknya.

Traveler itu hanya mendapat peringatan, tidak sampai ditahan. Lain kali, kalau memang mau tiduran di hammock ya di gunung atau di pantai saja ya...

Menpar Siapkan Pengembangan KEK Pariwisata Kepulauan Selayar

Menteri Pariwisata Arief Yahya melakukan kick off perencanaan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar yang ditandai dengan penabuhan gendang di Pendopo Rumah Jabatan Bupati.

Arief mengatakan untuk menjadikan Kepulauan Selayar sebagai destinasi wisata berkelas dunia maka harus memiliki KEK bidang pariwisata dengan menerapkan rumus 3A, yaitu Atraksi, Akses, dan Amenitas atau akomodasi.

Namun yang terpenting menurutnya adalah persoalan akses. Ia mengatakan bandara yang tidak berkelas internasional akan sangat susah menjadikan pariwisata berkelas dunia. Hal itu bisa diwujudkan kalau Selayar sudah memiliki KEK.

Kemudian Arief juga mengatakan di Selayar harus ada seaplane yang menghubungkan antarpulau. Ia pun menginginkan para investor membangun marina berkelas dunia.

"Jangan khawatir, saya janjikan kalau Anda membangun marina maka Internasional Yacht Rally akan saya lewatkan di Kabupaten Kepulauan Selayar," kata Arief dalam keterangan tertulis, Selasa (26/3/2019).

Terkait dengan amenitas, Arief mengatakan cara tercepat untuk membangun amenitas pariwisata berkelas dunia adalah dengan memiliki KEK. Dengan alsan itulah ia menyebut KEK sangatlah penting.

"Mengapa KEK itu sangatlah penting, karena kalau di dalam sebuah Kawasan Ekonomi Khusus maka praktis kita tidak menemui kesulitan dalam perizinan. Sekali lagi mendapatkan KEK tidaklah mudah, tetapi sangat banyak kemudahan yang kita dapat kalau kita memiliki KEK," ungkapnya.

"Saya doakan Selayar miliki KEK tahun ini," imbuhnya.

Sementara itu Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali berharap kedatangan Menteri Pariwisata menjadi angin segar bagi pengembangan pariwisata, khususnya pada rencana pengusulan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai KEK pariwisata di wilayah Indonesia bagian timur.

Lebih dari itu, Basli berharap kunjungan Menteri Pariwisata dapat menjadi entry point dalam pengambilan kebijakan, untuk mempercepat akselerasi pembangunan di Kabupaten Kepulauan Selayar, sekaligus memberi kontribusi positif bagi kemajuan Indonesia secara makro.

"Kami sangat mengharapkan dukungan dari Menteri Pariwisata RI, semoga pengusulan Kabupaten Kepulauan Selayar untuk ditetapkan sebagai KEK pariwisata menjadi prioritas tingkat nasional," kata Basli.

Basli optimistis dengan ditetapkannya Selayar sebagai KEK pariwisata, maka dampak positif yang besar akan segera diperoleh, dengan efek pengganda yang dimilikinya, mulai dari peningkatan pembangunan fisik, berkembangnya ekonomi wilayah, meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, serta bertambahnya penerimaan dari sektor pariwisata. 

Wisata Oleh-oleh Batik dan Kopi Banyuwangi Ala Iriana Jokowi

 Iriana Jokowi saat mendampingi kampanye suaminya di Banyuwangi, sempat membeli kopi dan batik. Ini memang oleh-oleh wajib dari sana.

Kampanye perdana di Banyuwangi, Jawa Timur, Joko Widodo datang bersama Iriana Jokowi, Senin(25/3). Usai kampanye Iriana menyempatkan diri melihat booth UMKM yang ada di area Taman Blambangan.

Booth tersebut menjual sejumlah oleh-oleh khas Banyuwangi, mulai dari makanan hingga batik khas Banyuwangi. Di salah satu booth, Iriana langsung tertarik dengan batik Banyuwangi berwarna coklat bermotif warna hitam. Iriana pun langsung membeli batik tersebut.

Selain terkenal sebagai Kota Festival, Banyuwangi punya wisata oleh-oleh batik dan kopi khas. Informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (27/3/2019) Banyuwangi punya motif batik khas bernama Gajah Oling. Wisatawan yang mau melihat sentra pembuatan batik khas Banyuwangi bisa datang ke Batik Pringgokusumo di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat.

Batik Pringgokusumo rupanya lebih mirip industri rumahan. Ada satu ruang pamer, rumah yang tampaknya tempat tinggal pemilik, dan di samping rumah ada tempat pembuatan batik cetak, penjemuran dan pencelupan.

Ciri khas dari batik Gajah Oling adalah bagian seperti belalai gajah. Batang bunga yang digambar melengkung seperti belalai gajah. Kisaran harganya mulai dari Rp 75.000-300.000.

Namanya juga Banyuwangi si KoFeta Festival, sehingga batik pun punya tempat untuk memamerkan keindahannya. Banyuwangi punya Batik Festival yang menarik bagi wisatawan.

Untuk pecinta kopi, Banyuwangi mempersembahkan kopi Osing. Kopi Osing asli Banyuwangi ditanam di ketinggian 700-800 mdpl asal perkebunan Kalibendo.

Traveler bisa menikmati Osing di coffee shop Sanggar Genjah Arum. Ini bukanlah coffee shop biasa. Sanggar Genjah Arum, begitu namanya, punya 7 rumah adat Osing yang masih terjaga dengan baik.

Osing adalah nama suku yang mendiami Bumi Blambangan alias Banyuwangi. Coffee shop ini terletak di Desa Wisata Kemiren yang udaranya sejuk.

Selain Sanggar Genjah Arum, ada pula Kopi Osing di Pasar Sritanjung dan Kampung Lego yang lebih baru dan kekinian. Kopi digiling dan proses sendiri agar rasa lebih nikmat.

Punya cita rasa tersendiri, Banyuwangi menghadirkan tradisi ngopi bareng yang dikemas dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren. Ngopi Sepuluh Ewu sendiri jika diartikan ialah sepuluh ribu cangkir kopi.

Masyarakat Desa Kemiren nantinya akan mengeluarkan satu buah meja dan kursi untuk menerima tamu yang akan ikut serta ngopi bareng. Cangkir-cangkir khusus juga akan dikeluarkan untuk menghidangkan kopi yang merupakan hasil panen perkebunan rakyat di Banyuwangi. Meja-meja itu akan disusun sepanjang 1,5 Kilometer di sepanjang jalan utama Desa Kemiren.

Festival ini terus digelar tiap tahun dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Kamu sudah pernah ikut festival ini? 

Nunggu Pesawat, Pria Ini Pasang Hammock di Bandara dan Tidur

Mungkin ini jarang terjadi atau bisa jadi kali yang pertama. Seorang pria memasang hammock di bandara untuk tidur siang, sembari menunggu pesawat.

Dirangkum detikcom dari berbagai media internasional seperti News Australia dan Fox News, Rabu (27/3/2019) seorang calon penumpang pesawat pria di Bandara Charlotte Douglas International Airport, Charlotte, Amerika Serikat bikin heboh penumpang lainnya. Sebabnya, dia lagi tiduran di hammock yang dipasang di sela-sela tiang di dekat tembok.

Hammock merupakan tempat tidur gantung yang biasa dipasang di antara pohon di hutan atau di pesisir pantai. Paling enak buat leyeh-leyeh, menikmati angin sepoi-sepoi.

Namun rupanya, para petugas bandara setempat langsung bergerak cepat. Mereka membangunkan pria itu dan menyuruhnya turun serta membereskan hammock miliknya.

Traveler itu hanya mendapat peringatan, tidak sampai ditahan. Lain kali, kalau memang mau tiduran di hammock ya di gunung atau di pantai saja ya...