Selasa, 11 Februari 2020

Wisata Oleh-oleh Batik dan Kopi Banyuwangi Ala Iriana Jokowi

 Iriana Jokowi saat mendampingi kampanye suaminya di Banyuwangi, sempat membeli kopi dan batik. Ini memang oleh-oleh wajib dari sana.

Kampanye perdana di Banyuwangi, Jawa Timur, Joko Widodo datang bersama Iriana Jokowi, Senin(25/3). Usai kampanye Iriana menyempatkan diri melihat booth UMKM yang ada di area Taman Blambangan.

Booth tersebut menjual sejumlah oleh-oleh khas Banyuwangi, mulai dari makanan hingga batik khas Banyuwangi. Di salah satu booth, Iriana langsung tertarik dengan batik Banyuwangi berwarna coklat bermotif warna hitam. Iriana pun langsung membeli batik tersebut.

Selain terkenal sebagai Kota Festival, Banyuwangi punya wisata oleh-oleh batik dan kopi khas. Informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (27/3/2019) Banyuwangi punya motif batik khas bernama Gajah Oling. Wisatawan yang mau melihat sentra pembuatan batik khas Banyuwangi bisa datang ke Batik Pringgokusumo di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat.

Batik Pringgokusumo rupanya lebih mirip industri rumahan. Ada satu ruang pamer, rumah yang tampaknya tempat tinggal pemilik, dan di samping rumah ada tempat pembuatan batik cetak, penjemuran dan pencelupan.

Ciri khas dari batik Gajah Oling adalah bagian seperti belalai gajah. Batang bunga yang digambar melengkung seperti belalai gajah. Kisaran harganya mulai dari Rp 75.000-300.000.

Namanya juga Banyuwangi si KoFeta Festival, sehingga batik pun punya tempat untuk memamerkan keindahannya. Banyuwangi punya Batik Festival yang menarik bagi wisatawan.

Untuk pecinta kopi, Banyuwangi mempersembahkan kopi Osing. Kopi Osing asli Banyuwangi ditanam di ketinggian 700-800 mdpl asal perkebunan Kalibendo.

Traveler bisa menikmati Osing di coffee shop Sanggar Genjah Arum. Ini bukanlah coffee shop biasa. Sanggar Genjah Arum, begitu namanya, punya 7 rumah adat Osing yang masih terjaga dengan baik.

Osing adalah nama suku yang mendiami Bumi Blambangan alias Banyuwangi. Coffee shop ini terletak di Desa Wisata Kemiren yang udaranya sejuk.

Selain Sanggar Genjah Arum, ada pula Kopi Osing di Pasar Sritanjung dan Kampung Lego yang lebih baru dan kekinian. Kopi digiling dan proses sendiri agar rasa lebih nikmat.

Punya cita rasa tersendiri, Banyuwangi menghadirkan tradisi ngopi bareng yang dikemas dalam Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren. Ngopi Sepuluh Ewu sendiri jika diartikan ialah sepuluh ribu cangkir kopi.

Masyarakat Desa Kemiren nantinya akan mengeluarkan satu buah meja dan kursi untuk menerima tamu yang akan ikut serta ngopi bareng. Cangkir-cangkir khusus juga akan dikeluarkan untuk menghidangkan kopi yang merupakan hasil panen perkebunan rakyat di Banyuwangi. Meja-meja itu akan disusun sepanjang 1,5 Kilometer di sepanjang jalan utama Desa Kemiren.

Festival ini terus digelar tiap tahun dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Kamu sudah pernah ikut festival ini? 

Nunggu Pesawat, Pria Ini Pasang Hammock di Bandara dan Tidur

Mungkin ini jarang terjadi atau bisa jadi kali yang pertama. Seorang pria memasang hammock di bandara untuk tidur siang, sembari menunggu pesawat.

Dirangkum detikcom dari berbagai media internasional seperti News Australia dan Fox News, Rabu (27/3/2019) seorang calon penumpang pesawat pria di Bandara Charlotte Douglas International Airport, Charlotte, Amerika Serikat bikin heboh penumpang lainnya. Sebabnya, dia lagi tiduran di hammock yang dipasang di sela-sela tiang di dekat tembok.

Hammock merupakan tempat tidur gantung yang biasa dipasang di antara pohon di hutan atau di pesisir pantai. Paling enak buat leyeh-leyeh, menikmati angin sepoi-sepoi.

Namun rupanya, para petugas bandara setempat langsung bergerak cepat. Mereka membangunkan pria itu dan menyuruhnya turun serta membereskan hammock miliknya.

Traveler itu hanya mendapat peringatan, tidak sampai ditahan. Lain kali, kalau memang mau tiduran di hammock ya di gunung atau di pantai saja ya... 

Tugu Sepeda Instagramable di Pasar Bandarjo Ungaran

Ada yang beda di Plaza Bandarjo, Semarang. Selain bisa belanja dan kulineran, kamu juga bisa berburu foto instagramable di tugu sepeda.

Berkunjung suatu tempat wisata di Semarang akan menjadi semakin menarik jika menyempatkan diri mengambil foto berlatar lokasi-lokasi khas. Misalnya jika berkunjung ke Ungaran , Kabupaten Semarang, sempatkan diri untuk mengunjungi Plaza Bandarjo.

Berada tepat di jalur Semarang - Yogyakarta, menjadi Plaza Bandarjo sangat mudah dicari keberadaanya. Plaza Bandarjo merupakan wujud baru dari Pasar Bandarjo Ungaran.

Pemberian nama Plaza Bandarjo, karena sekarang ini selain memiliki bangunan modern, Pasar Bandarjo juga menyediakan berbagai gerai makanan di sepanjang food court. Berbagai makanan daerah seperti soto, sate ayam, kedai kopi dan aneka jajanan pasar juga tersedia

Ada yang unik dan menarik di Plaza Bandarjo, sebuah tugu yang terbuat dari instalasi sepeda tua. Tugu yang menjadi ikon Plaza Bandarjo itu selalu menarik perhatian wisatawan untuk mengambil foto Instagram.

Lokasi tugu berada tepat di atas basement yang menjadi lokasi parkir Plaza Bandarjo. Areal parkir boleh dibilang cukup luas dan terdapat penjagaan, sehingga semakin nyaman saat meninggalkan kendaraan di Basement.

Di kanan dan kiri Tugu Sepeda terdapat ruang terbuka hijau. Beberapa tanaman hias, kursi kayu dan kolam ikan menambah kesan alami Plaza Bandarjo.

Biaya untuk berkunjung ke Tugu Sepeda Plaza Bandarjo adalah gratis. Cukup membayar parkir, pengunjung dapat leluasa berfoto di Tugu Plaza sembari menikmati kuliner di areal food court.

Wisata Oleh-oleh Batik dan Kopi Banyuwangi Ala Iriana Jokowi

 Iriana Jokowi saat mendampingi kampanye suaminya di Banyuwangi, sempat membeli kopi dan batik. Ini memang oleh-oleh wajib dari sana.

Kampanye perdana di Banyuwangi, Jawa Timur, Joko Widodo datang bersama Iriana Jokowi, Senin(25/3). Usai kampanye Iriana menyempatkan diri melihat booth UMKM yang ada di area Taman Blambangan.

Booth tersebut menjual sejumlah oleh-oleh khas Banyuwangi, mulai dari makanan hingga batik khas Banyuwangi. Di salah satu booth, Iriana langsung tertarik dengan batik Banyuwangi berwarna coklat bermotif warna hitam. Iriana pun langsung membeli batik tersebut.

Selain terkenal sebagai Kota Festival, Banyuwangi punya wisata oleh-oleh batik dan kopi khas. Informasi yang dihimpun detikcom, Rabu (27/3/2019) Banyuwangi punya motif batik khas bernama Gajah Oling. Wisatawan yang mau melihat sentra pembuatan batik khas Banyuwangi bisa datang ke Batik Pringgokusumo di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat.

Batik Pringgokusumo rupanya lebih mirip industri rumahan. Ada satu ruang pamer, rumah yang tampaknya tempat tinggal pemilik, dan di samping rumah ada tempat pembuatan batik cetak, penjemuran dan pencelupan.

Ciri khas dari batik Gajah Oling adalah bagian seperti belalai gajah. Batang bunga yang digambar melengkung seperti belalai gajah. Kisaran harganya mulai dari Rp 75.000-300.000.

Namanya juga Banyuwangi si KoFeta Festival, sehingga batik pun punya tempat untuk memamerkan keindahannya. Banyuwangi punya Batik Festival yang menarik bagi wisatawan.

Untuk pecinta kopi, Banyuwangi mempersembahkan kopi Osing. Kopi Osing asli Banyuwangi ditanam di ketinggian 700-800 mdpl asal perkebunan Kalibendo.

Traveler bisa menikmati Osing di coffee shop Sanggar Genjah Arum. Ini bukanlah coffee shop biasa. Sanggar Genjah Arum, begitu namanya, punya 7 rumah adat Osing yang masih terjaga dengan baik.