Senin, 10 Februari 2020

Lewat WTLE 2019, Kemenpar Genjot Kunjungan Turis Filipina

Kemenpar siap menjaring wisatawan asal Filipina lewat World Travel Livestyle Expo (WTLE) 2019. Pelaku industri dan Wonderful Indonesia pun diajak serta promosi.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan pasar Filipina sangat penting bagi pariwisata Indonesia. Selain itu respon publik juga sangat positif. Oleh sebab itu Kemenpar menyiapkan konsep terbaik untuk event WTLE 2019.

"Demi mengoptimalkan potensi, kami siapkan konsep pameran sebaik-baiknya. Kapal Pinisi tetap menjadi tema utama venue. Nanti dikombinasikan dengan ornamen destinasi lain di Indonesia seperti Bali, Lombok, Jakarta, Manado, Yogyakarta, termasuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas," ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Jumat (29/3/2019).

"Treatment tersebut sejauh ini efektif untuk menarik pengunjung," sambungnya.

Kapal Pinisi yang akan ditampilkan menonjolkan sisi menariknya dengan layarnya yang khas Wonderful Indonesia. Pada sisi lain dari Kapal Pinisi dilengkapi coffee corner, pelayanan informasi, dan kursi untuk para sellers.

WTLE 2019 akan digelar pada 5-7 April 2019 di SMX Convention Center, Mall of Asia, Pasay City, Manila, Filipina.

Pameran yang digelar 2 kali dalam setahun ini akan menampilkan sekitar 33 kanal bisnis di dalam industri pariwisata. Ada maskapai, hotel, agen tour dan travel, wisata kapal pesiar dan telekomunikasi. Seperti biasa, Wonderful Indonesia tetap menampilkan ikon Kapal Pinisi.

Sedikitnya 13 TA/TO akan dilibatkan dalam kegiatan ini. Di antaranya, SIM O Travel & Tour, BIC, Royal Destination, BMW, juga Travelfront Tours. Ada juga Bidadari Tour, Everyjoe Travel and Tours, 3G-Y Travel-Tour Services, dan ASITA Sulawesi Utara.

"Fungsi industri akan dioptimalkan dalam WTLE 2019. Mereka sudah menyiapkan paket-paket wisata menarik. Harga dan experience yang ditawarkan sangat kompetitif. Paket wisata tersebut akan menjadi tawaran menarik bagi publik Filipina," ujarnya.

"Kami optimistis bisa menjual banyak paket karena status WTLE 2019 potensial sekali," tambahnya.

WTLE 2019 menyediakan 200 booth. Areanya 48 persen diperuntukan bagi paket tur. Slot untuk travel retail sebesar 24 persen, lalu akomodasi berikan 23 persen. Sisa venue diperuntukan bagi insurance.

Pameran ini diprediksi dihadiri minimal 10 ribu orang pengunjung yang berasal dari berbagai latar belakang. Ada trade buyers, trade partner, individu, juga para pengusaha.

Sedangkan target pengunjung pameran, 63 persen adalah para travelers, pelajar-mahasiswa sekitar 24 persen, lalu 13 persen adalah B2B.

"Industri memiliki peluang besar untuk mengeksplorasi pengunjung WTLE 2019. Proporsi terbesar pengunjung terdiri para travelers tentu menguntungkan. Sebab, informasi dan paket wisata yang ditawarkan tepat sasaran," kata Rizki.

Rizki menjelaskan beragam keramahan siap ditebar Wonderful Indonesia di WTLE 2019. Event ini akan menampilkan Kostum Karnaval. Selain itu ada juga parade seni budaya berupa Tari Bali, Tari Tifa NTT, dan Tari Gandrung Lombok.

Kemudian selain turut menghadirkan kehangatan kopi khas nusantara dari Toraja dan Bali, paviliun Indonesia juga membagikan suvenir berupa pouch, travel bag, hingga miniatur Kapal Pinisi.

Sementara itu Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan WTLE 2019 menjadi momentum terbaik untuk bisa melakukan branding dan selling sekaligus.

"Untuk itu, beragam potensi pariwisata Indonesia akan ditampilkan secara masif. Kami yakin, publik Filipina akan penasaran lalu melihat langsung dengan datang ke Indonesia," kata Ricky.

Pergerakan wisatawan Filipina sangat positif sepanjang 2018. Kunjungan wisatawannya mencapai 217.644 orang. Angka ini surplus 103,6 persen dari target 210 ribu orang wisatawan Filipina.

Selanjutnya, mengacu realisasi tahun lalu, target besar pun dipancang 2019. Kunjungan wisatawan Filipina ditargetkan 260 ribu orang. Artinya, dibutuhkan penambahan slot wisatawan Filipna hingga 23,8 persen.

"Pergerakan wisatawan Filipina akan terus tumbuh. Apalagi, kami gencar melakukan branding di area Filipina. Selain jangka pendek melalui WTLE 2019, arus besar wisatawan Filipina akan terjadi di waktu berikutnya. Sebab, paket lengkap yang ditawarkan sangat menarik," paparnya.

Berdasarkan data Euromonitor, outbound wisatawan Filipina mencapai 8,59 juta orang pada 2017. Lalu, share wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 4 persen. Filipina juga sudah memiliki destinasi favorit, seperti Bali, Jakarta, dan Batam (Kepulauan Riau).

Bali Spirit Bikin Wisman Ingin Selalu Kembali ke Pulau Dewata

Event Bali Spirit Festival 2019 telah berlangsung sejak Minggu lalu. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari kalangan wisman. Tak sedikit yang datang lagi.

Salah satu wisman, Nora Wendel, asal Swiss mengaku sudah beberapa kali ke Bali dan mengikuti Bali Spirit Festival. Nora merupakan pengisi konten untuk akun Instagram Bali Spirit Festival. Ia kerap melakukan live reporting dan melaporkan berbagai kegiatan dan komentar peserta.

"Ya, saya sudah beberapa kali ke Bali dan mengikuti event ini. Kamu tahu, sangat menyenangkan berada di event ini. Karena banyak aktivitas yang bisa kita lakukan dan mengikuti workshop serta yoga. Dan tentu saja bisa menikmati Bali. Bali akan selalu membuat kita ingin kembali lagi, benar kan?," ujar Nora, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/3/2019).

Saat ditemui di Media Center Bali Spirit Festival, beberapa waktu lalu, Nora menjelaskan yang membuat ia senang, karena bisa terlibat dalam akun resmi Bali Spirit Festival. Artinya, ia memiliki akses untuk mengikuti semua rangkaian event juga berbincang dengan instruktur serta founder.

"Saya di sini untuk melaporkan ke Instagram Bali Spirit. Sangat menyenangkan melakukan hal ini," tuturnya.

Pengalaman tidak terlupakan juga didapat Kayleigh Pritchard, wisatawan asal London Inggris yang menetap di Sydney, Australia. Buat Kayleigh, tahun ini adalah tahun pertamanya mengikuti Bali Spirit Festival.

"Saya sangat senang bisa mengikuti event ini. Karena saya bisa mendapatkan banyak sekali teman baru. Saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Banyak juga kegiatan yang menyenangkan di Bali Spirit. Saya sangat enjoy berada di sini," tutur wanita yang berprofesi sebagai hairstylist di Sydney.

Ketua Tim Calendar of Event Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty mengatakan sejak awal wisatawan mancanegara memang memberikan respon yang sangat positif terhadap pelaksanaan Bali Spirit Festival 2019. Wisatawan terlihat sangat antusias.

"Perhelatan event ini selalu mendapat sambutan. Selalu ditunggu-tunggu oleh wisatawan mancanegara. Karena, event ini kelasnya sudah kelas dunia. Makanya bisa hadir dan berpartisipasi dalam Bali Spirit Festival adalah kebanggaan buat para pelaku yoga mancanegara. Termasuk para instrukturnya," papar Esthy yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata.

Esthy menambahkan, sisi positif dari pelaksanaan event ini adalah bisa menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar venue. Tepatnya, sekitar Yayasan Purnati Center, Ubud.

"Event ini membuat masyarakat berinisiatif membuka warung-warung tenda. Mereka menyediakan makanan yang tidak disediakan di dalam venue. Sebab, sebagian besar kuliner di venue untuk vegetarian. Selain itu, banyak warga yang memanfaatkan event ini menjadi ojek. Mereka mengantarkan wisatawan mancanegara ke hotel. Jadi Bali Spirit benar-benar mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara nyata," paparnya.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Bali Spirit adalah salah satu event terbaik dalam Calendar of Event Kementerian Pariwisata.

"Pelaksanaan Bali Spirit Festival sangat konsisten. Dan selalu bisa mendatangkan wisatawan mancanegara dalam jumlah yang besar. Dan jelas impactnya sangat bagus buat pariwisata Indonesia. Bahkan, masyarakat juga bisa merasakan langsung manfaat dari event ini," paparnya.