Senin, 10 Februari 2020

Kemenpar Dinilai Baik Terapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Kemenpar mendapat predikat sangat baik dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pencapaian itu diberikan oleh Kemen-PAN/RB.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendapat predikat sangat baik dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari hasil evaluasi selama 2018 yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN/RB). Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara pun menyambut baik hasil evaluasi SPBE 2018 yang merupakan kegiatan evaluasi yang diikuti oleh 616 instansi pemerintah.

Penyerahan hasil evaluasi SPBE 2018 dilaksanakan di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/3). Penyerahan piagam dilakukan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan ada juga pemaparan benchmarking oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Untuk kategori kementerian, dari 34 kementerian, 3 kementerian mendapatkan piagam termasuk Kemenpar dengan predikat sangat baik," kata Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara dalam keterangan tertulis, Jumat (29/3/2019).

Tercatat selama 2018 hasil evaluasi SPBE dari 616 instansi menunjukkan hasil 13% kategori baik, baik sekali, dan memuaskan, serta 87% kategori cukup dan kurang. Sementara itu 2 kementerian lain, yakni Kementerian Keuangan mendapat predikat memuaskan dan Kementerian PUPR dengan predikat sangat baik. Nilai Indeks SPBE Kemenpar pun berada di kisaran nilai 3,71 dengan kategori sangat baik dari nilai maksimal 5.

Total ada 18 instansi yang menerima penghargaan (kategori kementerian, LPNK, provinsi, kabupaten, kota, lembaga lainnya) dan masing-masing instansi mendapatkan hasil indeks SPBE tahun 2018 yang berisi hasil kekuatan dan kelemahan, serta rekomendasi yang harus ditindaklanjuti.

"Kami berharap hasil predikat ini semakin memacu kami untuk terus dapat meningkatkan penerapan SPBE dalam hal kebijakan, tata kelola, dan layanan dengan lebih baik," kata Ukus Kuswara.

Pada kesempatan itu, Men-PAN/RB Syafruddin memaparkan kegiatan evaluasi SPBE bertujuan untuk mengetahui capaian kemajuan pelaksanaan SPBE pada instansi pusat dan daerah, serta memberikan saran kenaikan untuk peningkatan kualitas pelaksanaan SPBE.

Tahapan pelaksanaan SPBE dimulai dari sosialiasi, evaluasi mandiri, evaluasi dokumen, wawancara, dan observasi lapangan. Sedangkan domain yang masuk dalam penilaian adalah kebijakan, tata kelola, dan layanan/aplikasi. Ada juga 35 indikator pertanyaan mengenai 11 aplikasi yang tersedia di masing-masing instansi.

Untuk melaksanakan kegiatan itu, Kemen-PAN/RB bekerja sama dengan Universitas Indonesia, UGM, Gunadarma, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Universitas Telkom untuk menjadi juri independen.

Bali Spirit Bikin Wisman Ingin Selalu Kembali ke Pulau Dewata

Event Bali Spirit Festival 2019 telah berlangsung sejak Minggu lalu. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari kalangan wisman. Tak sedikit yang datang lagi.

Salah satu wisman, Nora Wendel, asal Swiss mengaku sudah beberapa kali ke Bali dan mengikuti Bali Spirit Festival. Nora merupakan pengisi konten untuk akun Instagram Bali Spirit Festival. Ia kerap melakukan live reporting dan melaporkan berbagai kegiatan dan komentar peserta.

"Ya, saya sudah beberapa kali ke Bali dan mengikuti event ini. Kamu tahu, sangat menyenangkan berada di event ini. Karena banyak aktivitas yang bisa kita lakukan dan mengikuti workshop serta yoga. Dan tentu saja bisa menikmati Bali. Bali akan selalu membuat kita ingin kembali lagi, benar kan?," ujar Nora, dalam keterangan tertulis, Jumat (29/3/2019).

Saat ditemui di Media Center Bali Spirit Festival, beberapa waktu lalu, Nora menjelaskan yang membuat ia senang, karena bisa terlibat dalam akun resmi Bali Spirit Festival. Artinya, ia memiliki akses untuk mengikuti semua rangkaian event juga berbincang dengan instruktur serta founder.

Imbauan Jokowi Untuk Traveler, 17 April Nyoblos Dulu Baru Liburan

Masyarakat yang doyan traveling pasti akan memanfaatkan hari Pemilu 17 April 2019 untuk liburan day trip. Kata Capres Jokowi silakan liburan, asal nyoblos dulu.

Capres Joko Widodo (Jokowi) tidak mempermasalahkan jika ada masyarakat yang liburan dan traveling saat Pemilu 2019 yang jatuh pada 17 April. Namun ia mengimbau masyarakat menyuarakan pilihannya di kotak suara terlebih dahulu.

"Saya ajak sekali lagi jangan ada yang berlibur, atau mau berlibur silakan nyoblos dulu. Setelah itu baru jam sepuluh, jam delapan nyoblos kan bisa. Jam delapan nyoblos bless, jam sembilan nyoblos bless, jam sepuluh langsung terbang libur silakan," kata Jokowi ditemui wartawan usai salat Jumat di Masjid Baitussalam, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019).

Jokowi meminta masyarakat tidak ada yang golput. Karena pencoblosan menentukan arah negara ke depan.

"Jangan sampai ada yang golput, jangan sampai ada yang tidak mencoblos di hari Rabu 17 April 2019," tegas Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan Pemilu 2019 menghabiskan anggaran hingga triliunan rupiah. Oleh sebab itu akan rugi besar jika masyarakat tidak menyalurkan hak suaranya.

"Karena pemilu ini, pileg, pilpres ini menghabiskan biaya triliunan. Sangat rugi besar kita kalau tidak menggunakan hak pilih kita. Karena itu menentukan arah negara ini ke depan," ujar Jokowi.

Kemenpar Dinilai Baik Terapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Kemenpar mendapat predikat sangat baik dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pencapaian itu diberikan oleh Kemen-PAN/RB.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendapat predikat sangat baik dalam menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari hasil evaluasi selama 2018 yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN/RB). Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara pun menyambut baik hasil evaluasi SPBE 2018 yang merupakan kegiatan evaluasi yang diikuti oleh 616 instansi pemerintah.

Penyerahan hasil evaluasi SPBE 2018 dilaksanakan di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/3). Penyerahan piagam dilakukan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan ada juga pemaparan benchmarking oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

"Untuk kategori kementerian, dari 34 kementerian, 3 kementerian mendapatkan piagam termasuk Kemenpar dengan predikat sangat baik," kata Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara dalam keterangan tertulis, Jumat (29/3/2019).

Tercatat selama 2018 hasil evaluasi SPBE dari 616 instansi menunjukkan hasil 13% kategori baik, baik sekali, dan memuaskan, serta 87% kategori cukup dan kurang. Sementara itu 2 kementerian lain, yakni Kementerian Keuangan mendapat predikat memuaskan dan Kementerian PUPR dengan predikat sangat baik. Nilai Indeks SPBE Kemenpar pun berada di kisaran nilai 3,71 dengan kategori sangat baik dari nilai maksimal 5.

Total ada 18 instansi yang menerima penghargaan (kategori kementerian, LPNK, provinsi, kabupaten, kota, lembaga lainnya) dan masing-masing instansi mendapatkan hasil indeks SPBE tahun 2018 yang berisi hasil kekuatan dan kelemahan, serta rekomendasi yang harus ditindaklanjuti.

"Kami berharap hasil predikat ini semakin memacu kami untuk terus dapat meningkatkan penerapan SPBE dalam hal kebijakan, tata kelola, dan layanan dengan lebih baik," kata Ukus Kuswara.