Sabtu, 08 Februari 2020

Tahu Nggak, Wonosobo Punya Tempat Seindah Ini

Pernah dengar nama Andongsili? Inilah kawasan di Wonosobo, Jawa Tengah yang indah. Bisa melihat gunung-gunung, udaranya sejuk dan asyik buat liburan.

Ada spot wisata yang jarang orang tahu di Wonosobo, Andongsili namanya. Lokasinya tak jauh dari pusat Kota Wonosobo, cuma 7 kilometer. Infrastruktur ke sana pun mulus.

Traveler akan disuguhkan dengan bentangan bukit sepanjang jalan serta gagahnya 3 gunung yang akan memanjakan mata memandang yaitu Sindoro, Kembang serta Sumbing. Cantiknya!

Hamparan sawah yang hijau dan gumpalan awan membuat panorama di Andongsili makin elok dilihat. Asyik banget foto-foto di sini apalagi pakai drone.

Warga setempat pun memanfaatkan potensi wisata dan semoga bisa terus merawatnya. Andongsili dapat menjadi destinasi liburan kamu selanjutnya di Wonosobo.

Mengapa Harus Membuka Penutup Jendela Pesawat Saat Take Off & Landing?

Saat pesawat take off atau landing, penumpang diminta membuka penutup jendela. Ternyata, itu ada alasannya dan penting untuk keselamatan.

Dilansir dari USA Today dengan rubrik 'Ask the Captain', dilihat detikcom, Selasa (2/4/2019) John Cox seorang mantan kapten pilot US Airways dan konsultan keselamatan penerbangannya Safety Operating Systems menjawab berbagai pertanyaan dari netizen. Salah satunya, mengapa harus membuka penutup jendela pesawat saat take off dan landing?

Seperti diketahui, saat posisi pesawat hendak take off dan landing, awak kabin akan meminta penumpang untuk membuka penutup jendela pesawat. Bahkan, awak kabin benar-benar mengecek sampai ke bangku penumpang.

"Itu untuk melihat kondisi di luar pesawat, apakah ada kebakaran atau lainnya di landasan pacu yang membahayakan penerbangan," jawab John Cox.

Jika penumpang melihat hal yang membahayakan di landasan pacu tersebut, maka penumpang dapat langsung memberitahu awak kabin. Awak kabin akan meneruskan ke pilot, untuk langsung mengambil tindakan.

Jadi kalau disuruh awak kabin membuka penutup jendela saat pesawat take off dan landing, harus dipatuhi ya. Demi keselamatan bersama. 

Belanja Barang Branded Serba Diskon di Singapura, Ini Tempatnya

Belanja barang branded tidak selamanya mahal. Buktinya di Singpura, ada mal yang memberi diskon setiap hari!

Inilah Changi City Point, sebuah mal factory outlet yang letaknya berada di kawasan Changi Business Park Central Singapura. Kalau dari bandara Changi, bisa ditempuh melalui kendaraan bermotor selama 5-7 menit.

Factory Outlet merupakan sebuah pusat perbelanjaan barang bermerk yang menampung barang edisi sebelumnya yang tidak laku dijual di butik. Bisa juga, sejumlah barang yang memang dijual untuk factory outlet, tanpa tangan distributor.

Di sini, banyak sejumlah barang bermerk yang memberikan harga miring untuk pelanggan. Misalnya saja, sepatu merk Nike yang dijual mulai SGD 49 (Rp 500 ribu). Belum lagi ada sejumlah potongan tambahan.

Ada juga pakaian di Cotton On, Timberland, Aldo dan sejumlah merk lainnya. Tidak tanggung-tanggung, diskonnya mencapai 60 persen!

Namun, bisa jadi barang-barangnya merupakan koleksi lama dari butik di toko lain. Jadi, tidak selamanya yang dijual adalah barang terkini. Namun, kualitasnya tetap asli alias orisinal 100 persen.

Selain itu, Changi City Point juga memiliki ruang terbuka yang nyaman. Traveler pun bukan hanya bisa berbelanja, tetapi bisa menikmati suasana santai dan nyaman di sana.

Bagi traveler Muslim, jangan khawatir apabila ingin bersantap seusai berbelanja. Ada food court yang menjual aneka hidangan Halal bersertifikat. Peralatan makanan pun dipisah, agar menjaga kehalalannya.

Ternyata, Setiap Kapal Pesiar Punya Kamar Mayat

Liburan di kapal pesiar, jadi pengalaman liburan yang berbeda. Tapi ternyata, di balik kemewahannya ternyata ada kamar mayat...

Berlayar naik kapal pesia, umumnya memakan waktu sampai berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Meski terdengar aneh, namun ada saja kemungkinan seseorang mengalami kejadian tidak mengenakkan saat berlayar. Termasuk, kematian.

Tentunya, ini jadi sangat sulit apabila terjadi hal darurat karena pusat bantuan berada di daratan. Namun, ternyata, setiap kapal pesiar umumnya memang memiliki kamar mayat, untuk menyimpan jenazah yang meninggal saat berlayar.

Dilansir detikTravel dari The Telegraph, Selasa (2/4/2019) rata-rata penumpang kapal pesiar Inggris berusia 57 tahun, yang artinya 40% berumur 65 tahun ke atas. Hal ini, membuat kapal pesiar mempersiapkan apapun yang bisa terjadi, meski buruk sekali pun, termasuk kematian.

Kapal pesiar legal untuk memiliki kantung jenazah dan kamar mayat. Umumnya, tempat untuk menyimpan mayat berukuran 3-4 jenazah. Selain itu, letaknya juga harus jauh dari ruang penyimpanan makanan.

Lalu, apa yang terjadi jika seseorang meninggal saat berlayar di kapal pesiar?

Awalnya, pihak kapal harus memberi pengumuman "Operation Bright Star", hal ini artinya menandakan sinyal aturan medis. Jika pengumuman menjadi "Operation Rising Star" berarti seorang penumpang telah meninggal dunia.

Selanjutnya, jenazah akan dimasukkan ke dalam kantong mayat dan ditempatkan di kamar mayat.

Kapal pesiar umumnya akan singgah ke sejumlah pelabuhan. Ada pelabuhan yang memiliki aturan untuk melepas mayat sesegera mungkin. Caranya, dengan mengeluarkan diam-diam agar penumpang lain tidaak melihatnya. Baru, kemudian sertifikat kematian bisa dikeluarkan baru mayat diterbangkan ke kota asal.

Namun, ada juga pelabuhan yang memiliki aturan untuk menjaga jenazah sampai kembali ke tempat asalnya. Hal ini dapat meminimalisir proses administrasi, selain itu kerabat juga bisa melanjutkan liburannya. 

Tahu Nggak, Wonosobo Punya Tempat Seindah Ini

Pernah dengar nama Andongsili? Inilah kawasan di Wonosobo, Jawa Tengah yang indah. Bisa melihat gunung-gunung, udaranya sejuk dan asyik buat liburan.

Ada spot wisata yang jarang orang tahu di Wonosobo, Andongsili namanya. Lokasinya tak jauh dari pusat Kota Wonosobo, cuma 7 kilometer. Infrastruktur ke sana pun mulus.

Traveler akan disuguhkan dengan bentangan bukit sepanjang jalan serta gagahnya 3 gunung yang akan memanjakan mata memandang yaitu Sindoro, Kembang serta Sumbing. Cantiknya!

Hamparan sawah yang hijau dan gumpalan awan membuat panorama di Andongsili makin elok dilihat. Asyik banget foto-foto di sini apalagi pakai drone.

Warga setempat pun memanfaatkan potensi wisata dan semoga bisa terus merawatnya. Andongsili dapat menjadi destinasi liburan kamu selanjutnya di Wonosobo.

Mengapa Harus Membuka Penutup Jendela Pesawat Saat Take Off & Landing?

Saat pesawat take off atau landing, penumpang diminta membuka penutup jendela. Ternyata, itu ada alasannya dan penting untuk keselamatan.

Dilansir dari USA Today dengan rubrik 'Ask the Captain', dilihat detikcom, Selasa (2/4/2019) John Cox seorang mantan kapten pilot US Airways dan konsultan keselamatan penerbangannya Safety Operating Systems menjawab berbagai pertanyaan dari netizen. Salah satunya, mengapa harus membuka penutup jendela pesawat saat take off dan landing?

Seperti diketahui, saat posisi pesawat hendak take off dan landing, awak kabin akan meminta penumpang untuk membuka penutup jendela pesawat. Bahkan, awak kabin benar-benar mengecek sampai ke bangku penumpang.

"Itu untuk melihat kondisi di luar pesawat, apakah ada kebakaran atau lainnya di landasan pacu yang membahayakan penerbangan," jawab John Cox.

BACA JUGA: Siapa yang Berhak Buat Sandaran Tangan di Bangku Tengah Pesawat?

Jika penumpang melihat hal yang membahayakan di landasan pacu tersebut, maka penumpang dapat langsung memberitahu awak kabin. Awak kabin akan meneruskan ke pilot, untuk langsung mengambil tindakan.

Jadi kalau disuruh awak kabin membuka penutup jendela saat pesawat take off dan landing, harus dipatuhi ya. Demi keselamatan bersama.