Jumat, 07 Februari 2020

Planetarium Jakarta, Wisata Edukasi tentang Angkasa

Kalau biasanya cuma ke mal, jalan-jalan saat weekend bisa dimanfaatkan untuk wisata edukasi tentang angkasa. Planetarium Jakarta merupakan salah satu tempat favorit wisata edukasi di Jakarta.

Planetarium Jakarta dibangun pada tahun 1964 oleh Presiden Soekarno, pencetus ide untuk membangun tempat tersebut. Usai dibangun, tempat ini diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 1969.

Lokasi tempat wisata ini berada di Jalan Cikini Raya No. 73, Menteng, Jakarta Pusat. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum seperti bus TransJakarta, atau pun transportasi yang dipesan via online.

Nah, perlu diketahui jam buka Planetarium Jakarta. Karena jika tidak tahu jadwal bukanya kamu akan rugi karena sudah capek-capek datang.

Jadwal buka pada Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu yakni pukul 08.00-15.00 WIB. Sedangkan hari Senin tutup. Hari Senin libur untuk pemeliharaan barang dan maintenance. Namun kegiatan kantor tetap buka dan melayani berbagai informasi. Untuk teater bintang, rombongan harus reservasi lebih dulu. Sedangkan perorangan hanya mengantre di loket.

Tiket untuk Rombongan

Siswa dan Mahasiswa : Rp 5.000/orang
Non Pelajar dan Umum : Rp 10.000/ orang

Untuk rombongan minimal harus 100 orang. Jika kurang dari jumlah tersebut, tetap dikenakan biaya sejumlah 100 orang.

Tiket Perorangan

Anak-anak : Rp 7.000/orang (2 tahun hingga usia SD)
Dewasa : Rp 12.000/orang (tingkat SMP hingga dewasa)

Tiket perorangan dapat dibeli langsung di loket. 1 Orang dapat membeli maksimal 4 tiket.

Setelah mengetahui harga tiket, kamu bisa mencari tahu ada apa saja di tempat yang berada di area Taman Ismail Marzuki. Kamu akan diajak memahami konsep alam semesta.

Edukasi lainnya yakni akan diperoleh informasi tentang perbintangan dan berbagai benda langit. Informasi dunia luar angkasa dan astronomi juga bisa didapat di tempat ini.

Di sini, ada juga pameran benda luar angkasa yang ditampilkan dalam gambar dan foto. Di tempat ini bisa jadi referensi tempat spot foto terbaik. Ada juga berbagai teori pembentukan galaksi dan tokoh-tokoh penemu teori tersebut.

Yang lainnya, ruangan galeri khusus yang digunakan untuk mengamati benda langit dari berbagai macam teleskop. Bentuk bangunan ini juga sangat unik. Pada bagian atapnya punya struktur setengah bola yang dapat terbuka secara berputar maupun horizontal ke segala arah.

Di kawasan wisata ini ada 3 ruang observasi yang digunakan untuk pengamatan baik secara geografis maupun visual untuk memudahkan para wisatawan mendapatkan informasi dan ilmu bintang.

Di tempat ini kamu dapat mengamati kubah langit dari sektor utara dan selatan, bisa juga secara bersamaan. Namun masalah yang dihadapi yakni polusi udara dan cahaya yang sangat tinggi.

Jadi sudah siap wisata ke Planetarium Jakarta weekend ini?

Aceh Pamer Keindahan Bahari di Deep and Extreme 2019

Aceh ikut serta dalam pameran Deep and Extreme 2019. Traveler bisa tahu lebih banyak soal wisata bahari Aceh lewat stand di pameran ini.

Wisata bahari di Aceh semakin populer di kalangan traveler. Promosi makin giat dilakukan terutama di pameran tingkat nasional hingga internasional.

Kali ini, wisata bahari Aceh dipromosikan dalam pameran Deep and Extreme (DXI) Indonesia 2019. Ini sebuah pameran terbesar di Asia Tenggara yang berbasis petualangan dan atraksi bawah laut, dan telah menjadi salah satu pameran tetap yang diikuti Tanah Rencong setiap tahunnya.

Pameran yang digelar sejak 4 hingga 7 April 2019 ini berlangsung di Hall B, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Dalam pameran ini, stand Aceh tampil meriah dengan desain unik, milenial serta futuristik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin, mengatakan, Aceh ikut ambil bagian dalam pameran tersebut untuk terus mempromosikan beragam wisata bahari yang ada di Serambi Mekah. Tujuannya untuk menggenjot jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah paling barat Indonesia itu.

"Pameran DXI 2019 adalah salah satu pameran bergengsi internasional yang bertajuk bahari yang setiap tahunnya diikuti oleh Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh," kata Jamal dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Minggu (7/4/2019).

Jurnalis Asing Eksplorasi Empat Destinasi Wisata Bintan

Batam Trail Run 5K dimanfaatkan media asing untuk mengeksplorasi eksotisnya alam Bintan. Total ada 4 destinasi Bintan yang disinggahi mereka melalui program Famtrip Media Partner, Sabtu (6/4).

Batam Trail Run 5K digelar Minggu (7/4). Venuenya di Objek Wisata Tebing Langit, Jalan Ir Sutami Patam Lestari, Sekupang, Batam, Kepri. Lomba ini juga diikuti peserta dari Malaysia, Singapura, bahkan Kenya. Bergabung juga 23 orang awak media dari Singapura dan Malaysia.

"Kami gembira karena ada program famtrip ke Bintan. Kehadiran media dari Singapura dan Malaysia tentu bagus bagi pariwisata Bintan. Destinasi-destinasi di Bintan akan semakin dikenal di mancanegara. Apalagi, spot bagus-bagus," ungkap Kadisbudpar Bintan Wan Rudi didampingi Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Bintan Dahsyat Gafnesia, Minggu (7/4/2019).

23 Awak media asing ini bertolak dari Batam pukul 08.00 WIB. Menggunakan akses dari Pelabuhan Punggur, Sekupang, Batam, mereka menyeberang dengan Kapal Ro-Ro. Durasi perjalanan sekitar 60 menit. Mereka membaur dan merasakan langsung keramahan masyarakat Kepri. Setelah mendarat di Tanjung Uban, rombongan langsung mengeksplorasi 4 destinasi di Batam.

Destinasi tersebut adalah Padang Pasir Busung, Pemancingan Poyotomo, Madu Tiga Beach & Resort, dan Desa Wisata Ekang. Padang Pasir Busung pun dipilih sebagai persinggahan pertama. Area ini memiliki luas sekitar 1.000 Hektar. Karakter uniknya adalah pasir kuarsa yang bergunung-gunung dan warna biru air danau. Sensasi terbaik untuk menikmati eksotisnya destinasi ini adalah pukul 12.00-13.00 WIB.

"Batam dan Bintan tidak terlalu jauh. Kalau memakai speedboat mungkin hanya 15 menit saja. Program famtrip ini tentunya memberikan experience terbaik bagi media asing. Sebab, komposisi destinasinya sangat lengkap. Dan, Padang Pasir Busung memang sedang populer," terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Popularitas tinggi dimiliki Padang Pasir Busung. Parameternya pergerakan wisatawannya. Dari rentang Januari hingga Maret 2019, kawasan ini sudah dikunjungi 35.128 wisatawan. Menariknya, pergerakan wisman terus meninggi sejak awal tahun. Pada Januari, arus wisman berada di angka 4.197 orang. Angka ini lalu naik 1.623 orang wisman di bulan berikutnya. Angka riil pada Februari adalah 5.820 wisman.

Pergerakan wisman di Padang Pasir Busung juga terkoreksi positif pada Maret. Angka pergerakannya mencapai 7.213 orang wisman. Angka positif pergerakan wisman berbanding terbalik dengan wisnus. Sebab, dalam 3 bulan pergerakan wisnus cenderung menurun. "Destinasi Padang Pasir Busung menarik bagi wisman. Untuk wisnus, tampaknya selama ini didominasi oleh masyarakat Kepri," terang Rizki.

Menjadi destinasi utama, sebaran wisman yang berkunjung ke Padang Pasir Busung sangat beragam. Ada Tiongkok, Singapura, Malaysia, Inggris, dan Belanda. Wisman juga datang dari Amerika Serikat dan Brazil.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati pun menerangkan, komposisi destinasi Famtrip Media Partner sudah lengkap.

"Padang Pasir Busung memang naik daun. Karakternya unik. Lebih penting, peserta famtrip mendapat slot destinasi yang lengkap. Madu Tiga dan Desa Wisata Ekang memiliki karakter kuat. Pun demikian Poyotomo yang sejuk dengan beragam koleksi tanaman buah dan kolam pemancingan," terang Dessy.

Kesejukan ditawarkan Pemancingan Poyotomo di Teluk Bintan. Area seluas 5 Hektar fasilitas lengkap. Ada camping gound, pemancingan, perkebunan buah, dan view eksotis Gunung Bintan. Destinasi ini dikunjungi 12.132 wisatawan sejak Januari 2019. Slot wismannya ada 47 orang di Januari, lalu Februari 49 nama. Untuk Maret ada 36 wisman. Porsi dominannya terdiri dari, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia.

"Setelah dieksplorasi oleh media dari Singapura dan Malaysia, popularitas Bintan pasti akan naik terus. Artinya, peluang naiknya arus wisman akan terus terjadi ke depan. Sebab, konsep famtrip selalu efektif karena ada TA/TO yang menyertainya seperti di program ini," jelas Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.

Memikat wisatawan, paket-paket terbaik ditawarkan Pemancingan Poyotomo. Ada Small Pax dengan banderol Rp180 Ribu per 2 orang. Fasilitasnya, tenda dengan 1 sleeping bag, makan malam ala BBQ, dan sarapan. Untuk Medium Pax dibanderol Rp500 Ribu per 6 orang. Paket ini menawarkan 2 tenda, meski konsep makannya sama. Atau, paket Big Pax Rp1 Juta bagi 12 orang dengan fasilitas tenda besar.

"Bintan punya banyak destinasi. Momentum branding tepat didapat bersamaan dengan Batam Trail Run 5K. Kehadiran media asing ini akan mempercepat promosinya. Silahkan datang ke Bintan dan nikmati beragam experiencenya. Aksesibilitas dan amenitasnya juga terbaik di sana," tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.