Jumat, 07 Februari 2020

Jurnalis Asing Eksplorasi Empat Destinasi Wisata Bintan

Batam Trail Run 5K dimanfaatkan media asing untuk mengeksplorasi eksotisnya alam Bintan. Total ada 4 destinasi Bintan yang disinggahi mereka melalui program Famtrip Media Partner, Sabtu (6/4).

Batam Trail Run 5K digelar Minggu (7/4). Venuenya di Objek Wisata Tebing Langit, Jalan Ir Sutami Patam Lestari, Sekupang, Batam, Kepri. Lomba ini juga diikuti peserta dari Malaysia, Singapura, bahkan Kenya. Bergabung juga 23 orang awak media dari Singapura dan Malaysia.

"Kami gembira karena ada program famtrip ke Bintan. Kehadiran media dari Singapura dan Malaysia tentu bagus bagi pariwisata Bintan. Destinasi-destinasi di Bintan akan semakin dikenal di mancanegara. Apalagi, spot bagus-bagus," ungkap Kadisbudpar Bintan Wan Rudi didampingi Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudpar Bintan Dahsyat Gafnesia, Minggu (7/4/2019).

23 Awak media asing ini bertolak dari Batam pukul 08.00 WIB. Menggunakan akses dari Pelabuhan Punggur, Sekupang, Batam, mereka menyeberang dengan Kapal Ro-Ro. Durasi perjalanan sekitar 60 menit. Mereka membaur dan merasakan langsung keramahan masyarakat Kepri. Setelah mendarat di Tanjung Uban, rombongan langsung mengeksplorasi 4 destinasi di Batam.

Destinasi tersebut adalah Padang Pasir Busung, Pemancingan Poyotomo, Madu Tiga Beach & Resort, dan Desa Wisata Ekang. Padang Pasir Busung pun dipilih sebagai persinggahan pertama. Area ini memiliki luas sekitar 1.000 Hektar. Karakter uniknya adalah pasir kuarsa yang bergunung-gunung dan warna biru air danau. Sensasi terbaik untuk menikmati eksotisnya destinasi ini adalah pukul 12.00-13.00 WIB.

"Batam dan Bintan tidak terlalu jauh. Kalau memakai speedboat mungkin hanya 15 menit saja. Program famtrip ini tentunya memberikan experience terbaik bagi media asing. Sebab, komposisi destinasinya sangat lengkap. Dan, Padang Pasir Busung memang sedang populer," terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Popularitas tinggi dimiliki Padang Pasir Busung. Parameternya pergerakan wisatawannya. Dari rentang Januari hingga Maret 2019, kawasan ini sudah dikunjungi 35.128 wisatawan. Menariknya, pergerakan wisman terus meninggi sejak awal tahun. Pada Januari, arus wisman berada di angka 4.197 orang. Angka ini lalu naik 1.623 orang wisman di bulan berikutnya. Angka riil pada Februari adalah 5.820 wisman.

Pergerakan wisman di Padang Pasir Busung juga terkoreksi positif pada Maret. Angka pergerakannya mencapai 7.213 orang wisman. Angka positif pergerakan wisman berbanding terbalik dengan wisnus. Sebab, dalam 3 bulan pergerakan wisnus cenderung menurun. "Destinasi Padang Pasir Busung menarik bagi wisman. Untuk wisnus, tampaknya selama ini didominasi oleh masyarakat Kepri," terang Rizki.

Menjadi destinasi utama, sebaran wisman yang berkunjung ke Padang Pasir Busung sangat beragam. Ada Tiongkok, Singapura, Malaysia, Inggris, dan Belanda. Wisman juga datang dari Amerika Serikat dan Brazil.

Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati pun menerangkan, komposisi destinasi Famtrip Media Partner sudah lengkap.

"Padang Pasir Busung memang naik daun. Karakternya unik. Lebih penting, peserta famtrip mendapat slot destinasi yang lengkap. Madu Tiga dan Desa Wisata Ekang memiliki karakter kuat. Pun demikian Poyotomo yang sejuk dengan beragam koleksi tanaman buah dan kolam pemancingan," terang Dessy.

Kesejukan ditawarkan Pemancingan Poyotomo di Teluk Bintan. Area seluas 5 Hektar fasilitas lengkap. Ada camping gound, pemancingan, perkebunan buah, dan view eksotis Gunung Bintan. Destinasi ini dikunjungi 12.132 wisatawan sejak Januari 2019. Slot wismannya ada 47 orang di Januari, lalu Februari 49 nama. Untuk Maret ada 36 wisman. Porsi dominannya terdiri dari, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia.

"Setelah dieksplorasi oleh media dari Singapura dan Malaysia, popularitas Bintan pasti akan naik terus. Artinya, peluang naiknya arus wisman akan terus terjadi ke depan. Sebab, konsep famtrip selalu efektif karena ada TA/TO yang menyertainya seperti di program ini," jelas Kabid Pengembangan Pemasaran Area II Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Trindiana M Tikupasang.

Memikat wisatawan, paket-paket terbaik ditawarkan Pemancingan Poyotomo. Ada Small Pax dengan banderol Rp180 Ribu per 2 orang. Fasilitasnya, tenda dengan 1 sleeping bag, makan malam ala BBQ, dan sarapan. Untuk Medium Pax dibanderol Rp500 Ribu per 6 orang. Paket ini menawarkan 2 tenda, meski konsep makannya sama. Atau, paket Big Pax Rp1 Juta bagi 12 orang dengan fasilitas tenda besar.

"Bintan punya banyak destinasi. Momentum branding tepat didapat bersamaan dengan Batam Trail Run 5K. Kehadiran media asing ini akan mempercepat promosinya. Silahkan datang ke Bintan dan nikmati beragam experiencenya. Aksesibilitas dan amenitasnya juga terbaik di sana," tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Kostum Bali Curi Perhatian Pengunjung World Travel Lifestyle Manila

Warna klasik diberikan Kemenpar di World Travel Lifestyle Expo 2019 (WTE 2019). Ada kostum karnaval Bali yang menjadi perhatian pengunjung di event tersebut. Kostum karnaval menjadi favorit pengunjung yang hadir ke Filipina.

Semua minta foto, minta selfie, bahkan tidak jarang ikut bergoyang dengan tarian nusantara dan kostum karnaval di booth. WTE saat ini menjadi daya tarik terbaik publik Manila, Filipina.

Event berlokasi di zona strategis SMX Comvention Centre Manila. Digelar 5 sampai dengan 7 April 2019, WTE 2019 secara full menyajikan warna eksotis Bali, Jakarta, Yogyakarta hingga Manado.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, Indonesia kaya dengan budaya terbaik.

"Kami kenalkan warna-warna budaya yang ada di nusantara melalui kostum kepada publik Manila dan Filipina secara umum. Indonesia ini kaya dengan budaya dan nilai tradisi yang luar biasa. Saat ini pun warisan terbaik ini masih terpelihara dengan baik. Respon publik sejauh ini sangat bagus. Mereka sangat antusias menggali informasi budaya yang ditampilkan," Ricky.

Bukan hanya eksotis, kostum representasi budaya nusantara ini juga sarat filosofi. Keagungan dan warna adiluhung kuat terpancar dari busana Kostum Karnaval. Tampilannya elegan dengan nilai dan makna besar. Sebab, konsep ini menampilkan kecantikan tradisional melalui wajah yang dibingkai dengan paes.

"Indonesia memang destinasi terbaik. Warna budaya yang dimiliki beragam dan kuat. Semua memberi banyak pengetahuan baru dan inspirasi. Apa yang ditampilkan di pameran ini hanya sebagian kekayaan dari Indonesia. Silahkan datang ke negara kami, akan semakin banyak budaya yang akan anda temui,"ujar Ricky ramah saat menemui para pengunjung Booth.

Merepresentasikan kecantikan nusantara, Kostum Karnaval Bali ini memberikan pesan penawar energi negatif. Komposisi utama dari kostum adalah penunggul, pengapit, penitis, dan godheg. Berada tepat di tengah dahi, penunggul ini memberikan makna paling tinggi, besar, dan baik. Berada di antara 2 alis, penunggul memiliki filosofi penyeimbang. Pengapit ini juga menjaga hati tetap bersih.

Pada sisi pengapit, terdapat penitis yang menjadi simbol kearifan. Kostum juga menampilkan godheg. Bentuknya menyerupai cambang dengan makna asal usul penciptaan manusia. Artinya, setiap yang hidup kelak akan kembali kepada asal penciptanya. Harapannya ada kesempurnaan amal. Pada sisi pengapit, terdapat penitis yang menjadi simbol kearifan. Yogya Paes Ageng juga menampilkan godheg.

Godheg ini berbentuk seperti cambang dengan makna asal usul penciptaan manusia. Artinya, setiap yang hidup kelak akan kembali pada asal penciptanya. Harapannya, ada kesempurnaan amal kebajikan. Dan, keindahan paes disempurnakan dengan prada. Warna keemasan yang menjadi simbol kemewahan. Ricky menambahkan, wisatawan Filipina bisa mengenal banyak hal bila berada langsung di Indonesia.

"Ada banyak pemaknaan besar terkait hidup dan tujuannya. Semuanya mengerucut kepada pemahaman individu dalam memaknai hidupnya. Silahkan publik Filipina datang langsung ke Indonesia. Anda bisa menggali kekayaan dan nilai tinggi nusantara secara utuh," lanjut pria asli Makassar itu.

Kekayaan nusantara lain dipotret melalui konsep busana Garuda Wisnu Kencana. Konsep ini menjadi warna terbaik Bali. Kostum Garuda Wisnu Kencana ini mengadopsi sifat pemelihara dari Dewa Wisnu. Ada pesan kebaikan yang disampaikan, seperti misi pemeliharaan dan penyelamatan lingkungan. Cara termudahnya yaitu menjaga alam sekitar beserta seluruh potensinya.

Lebih lanjut, konsep Garuda Wisnu Kencana menjadi bukti Indonesia sebagai bangsa besar. Melestarikan warisan masa lalu, sekaligus membangun peradaban baru melalui beragam mahakarya. Karya tersebut dimulai dari gagasan baru hingga keberanian memiliki mimpi besar. Berikutnya, melakukan lompatan untuk mewujudkan semua tujuan.

"Kostum yang ditampilkan di pameran ini sangat bagus. Detailnya luar biasa. Warna yang ditampilkan sangat menarik. Inilah warna sebenarnya dari destinasi wisata di Indonesia. Semuanya eksotis dengan harmoni yang kuat," terang Kabid Pemasaran Area Sulawesi & Filipina Kemenpar Ni Putu Gayatri.

Menegaskan warna terbaik nusantara, apresiasi pun diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Menpar mengungkapkan, konsep jelas harus diberikan kepada publik Filipina. "Filipina menjadi pasar penting bagi Indonesia. Untuk itu, konsep terbaiklah yang ditampilkan di sana. Bukan hanya indah, tapi juga ada nilai pengetahuan yang bisa dibagikan," tutup Menpar.