Kamis, 06 Februari 2020

8 Tempat Wisata di Kepulauan Seribu yang Takkan Terlupakan

Jakarta memiliki pantai yang eksotis loh. Namanya Kepulauan Seribu dan keindahannya takkan terlupakan. Yuk wisata ke Kepulauan Seribu.

Untuk menuju Kepulauan Seribu cukup mudah. Tinggal menyeberang naik kapal dari Pelabuhan Muara Angke atau Pelabuhan Marina Ancol. Lamanya perjalanan di atas kapal tergantung pulau tujuan.

Harga penyeberangannya juga relatif murah, hanya puluhan ribu apabila memilih naik kapal nelayan. Bila naik kapal feri via Marina Ancol yang lebih cepat, harus mengocek kantong lebih dalam.

Berikut adalah 8 tempat wisata di Kepulauan Seribu.

1. Pulau Perak

Pulau Perak terletak di Kepulauan Seribu Utara. Pulau ini memiliki bibir pantai dengan hamparan pasir putih nan bersih serta air laut yang bening kebiru-kebiruan. Hal ini karena lokasi pulau cukup jauh dari kota Jakarta sehingga cukup terbebas dari polusi.

Untuk ke Pulau Perak dapat ditempuh menggunakan kapal dari Muara Angke kira-kira 4 hingga 5 jam menuju Pulau Harapan. Dapat juga berangkat dari Dermaga Marina Ancol menggunakan speed boat yang bisa dijangkau dalam waktu yang lebih singkat sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan.

Dari Pulau Harapan kamu dapat menuju ke Pulau Perak dengan menggunakan kapal atau boat yang bisa disewa di sekitar dermaga dengan harga yang bervariasi tergantung jenis dan ukuran kapal. Waktu tempuh dari Pulau Harapan menuju Pulau Perak ini adalah sekitar 30 menit perjalanan.

2. Pulau Pari

Pulau Pari merupakan salah satu pulau favorit dari beberapa pulau di Pulau Seribu. Pulau ini memiliki hamparan pasir putih dengan air yang jernih kehijauan.

Terdapat pula pulau-pulau kecil berwarna hijau yang indah. Letak Pulau Pari ini tidak terlalu jauh dari Jakarta. Hanya butuh perjalanan selama 2 jam dari Pelabuhan Kali adem yang terletak di Muara Angke. Dari Marina Ancol, perjalanan sekitar satu jam dengan speedboat.

3. Pulau Pramuka

Pulau Pramuka merupakan destinasi favorit di Kepulauan Seribu. Pulau ini menyuguhkan bahari bawah laut yang luar biasa indah sehingga cocok untuk snorkeling.

Pengunjung dapat melihat keindahan terumbu karang dan ikan-ikan karang berwarna-warni di pulau ini. Pulau Pramuka juga terkenal akan penangkaran penyu. Pengunjung bisa mengamati penyu-penyu muda maupun dewasa. Penyu dewasa akan dilepas kembali ke pantai.

4. Pulau Tidung

Pulau Tidung merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau Tidung ini terbagi dua yaitu, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil.

Di antara Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil ada jembatan fenomenal yang bisa dilewati untuk membelah lautan yang biru, yakni Jembatan Cinta. Di Jembatan Cinta ini, banyak pengunjung menikmati sunset. Di Pulau Tidung juga tersedia permainan air seperti banana boat.

5. Pulau Harapan

Pulau Harapan berlokasi lebih jauh dibandingkan dengan Pulau Pari, Tidung, maupun Pulau Pramuka. Pulau ini memiliki bibir pantai yang putih kebiruan, dengan air laut yang jernih. Pasir pantainya juga berwarna putih yang indah.

6. Pulau Dolphin

Pulau Dolphin tidak kalah eksotis dengan pulau lain. Pulau ini cocok sekali untuk tempat camping karena masih sepi dan alami. Pengunjungnya juga tidak terlalu banyak dibanding Pulau Tidung.

Di sini kamu tidak boleh melewatkan snorkeling. Namun harus hati-hati karena terdapat bulu babi di sekitar perairan.

7. Pulau Macan

Pulau Macan terletak di utara Kepulauan Seribu. Pulau ini memiliki perairan berwarna biru kehijauan yang eksotis. Pulau ini berada di selatan Pulau Harapan.

Di Pulau Macan ini terdapat penginapan atau resort sederhana namun indah di bibir pantai. Meskipun penginapan umumnya terbuat dari kayu, tapi tetap keren dan nyaman seperti Maldives. Tertarik?

8. Pulau Bidadari

Pulau Bidadari merupakan salah satu resor di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Perjalanan menuju resor ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena masih berdekatan dengan daratan Jakarta. Dari dermaga marina Taman Impian Jaya Ancol, perjalanan menuju ke resor ini hanya membutuhkan waktu setengah jam dengan speedboat. Pengunjung juga bisa datang menggunakan jetski.

Sepanjang perjalanan menuju resor ini, bisa disaksikan gugusan pulau yang sarat dengan nilai sejarah seperti Pulau Cipir (Pulau Kahyangan), Onrust dan Kelor. Pulau-pulau tersebut pernah digunakan oleh Belanda sehingga banyak terlihat bangunan-bangunan peninggalan Belanda seperti benteng.

Jadi tertarik melepas penat di pulau yang mana?

Sambut Bandara Baru Yogyakarta, Pramuwisata Ikuti Sertifikasi

Disporapar Jawa Tengah mengadakan sertifikasi kompetensi untuk 50 pramuwisata. Hal ini dilakukan seiring akan dibukanya Bandara Internasional Yogyakarta.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah menyertifikasi 50 pramuwisata. Hal tersebut dilakukan agar para pramuwisata siap diterjunkan untuk memandu turis lokal dan mancanegara ketika Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kulon Progo beroperasi.

Puluhan pramuwisata dari Kabupaten Purworejo, Magelang, Wonosobo dan Banjarnegara itu mengikuti sertifikasi kompetensi di Purworejo, pada Rabu dan Kamis (10-11/4). Pemprov menginginkan nantinya mereka menjadi pramuwisata yang kompeten dan siap diterjunkan untuk memandu turis lokal dan mancanegara, saat Bandara Internasional Yogyakarta telah beroperasi.

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Disporapar Jawa Tengah, Trenggono SIP MPar mengatakan, sertifikasi merupakan upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pariwisata.

"Mereka (pramuwisata) memang harus dipersiapkan. Jika mereka semakin berkualitas maka pembangunan pariwisata di Jawa Tengah juga semakin maju. Apalagi jika dikaitkan akan adanya Bandara Internasional Yogyakarta," katanya di sela-sela acara sertikasi, Rabu (10/4/2019).

(Rinto Heksantoro/detikcom)(Rinto Heksantoro/detikcom)
Sertifikasi tersebut, Trenggono menambahkan, juga merupakan amanah Perda 9 Tahun 2012 tentang Pramuwisata Jawa Tengah. Aturan itu mensyaratkan pramuwisata wajib bersertifikat ketika melayani wisatawan. Selain itu, aturan tersebut juga memuat sanksi berupa teguran resmi dan pembinaan ketika pramuwisata yang tidak bersertifikat kedapatan masih melayani konsumen.

"Sertifikasi juga berguna bagi biro perjalanan untuk mengikuti lelang. Sertifikat pramuwisata merupakan syarat ikut proses pengadaan. Sekarang sudah banyak stakeholder pariwisata yang menanyakan kepemilikan sertifikat kepada pramuwisata yang menawarkan layanan mereka," imbuh Trenggono.

Disporapar Jateng secara rutin menganggarkan program sertifikasi untuk pramuwisata. Untuk tahun 2019, sertifikasi direncanakan menyasar minimal 500 pramuwisata. Untuk tahun 2018, pemprov dibantu Kemenpar mensertifikasi kurang lebih 800 pramuwisata.

"Data Disporapar Jateng menyebut kurang lebih 2.000 pramuwisata menjalankan profesinya di Jawa Tengah. Baru sekitar 900-an pramuwisata yang bersertifikat, ada seribuan lebih yang belum dan terus disertifikasi secara bertahap," tambahnya.

(Rinto Heksantoro/detikcom)(Rinto Heksantoro/detikcom)
Sebelum mengikuti sertifikasi, pramuwisata dibekali wawasan tentang tugas pramuwisata oleh praktisi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Tengah. Titik berat sertifikasi antara lain kemampuan kerjasama dengan kolega dan wisatawan, antar jemput, kode etik dan teknik, keramahtamahan dan teknik menyampaikan informasi wisata.

Sementara itu, ketua HPI Jawa Tengah, Pandhu Satyabrata menambahkan, sertifikasi akan meningkatkan penghasilan pramuwisata. Namun, di sisi lain penguasaan bahasa menjadi kendala bagi pramuwisata. Baru sekitar 20 persen saja pramuwisata di Jawa Tengah yang menguasai lebih dari dua bahasa asing.

"Standar penghasilan pemandu bersertifikat lebih tinggi, para pengguna jasa sudah paham akan hal tersebut. Namun ada kendala biasanya dalam penguasaan bahasa. Kalau secara umum, mereka pasti kuasai satu bahasa asing, terutama Bahasa Inggris dan hanya sebagian yang menguasai lebih dari dua bahasa, mereka kebanyakan melayani wisatawan di Borobudur, Semarang, Dieng dan Prambanan," ucapnya.