Rabu, 05 Februari 2020

Indonesia Perkenalkan 86 Spot Menyelam ke Wisman Singapura

Indonesia perkenalkan 86 spot menyelam di Asia Dive Expo (Adex) Singapura 2019. Indonesia juga baru dapat Adex Best Tourism Destination of The Year.

Spot selam yang dipilih mencakup 10 destinasi prioritas diving berdasarkan maturity dari sejumlah daerah. 10 destinasi selam ditambah destinasi prioritas diving itu adalah Bali, Lombok (Gili), Bajo/Komodo, Alor, Manado-Bunaken-Lembeh, Togean, Wakatobi, Derawan-Sangalaki-Kakaban-Maratua, Ambon-Banda, Raja Ampat, ditambah Sabang (Pulau Weh).

Pada Adex 2019 digelar di Suntec Singapore Convention & Exhibition Center, Level 4, Hall 401-405, Singapura, 11-14 April 2019, Anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Abimanju Carnadie mengatakan Indonesia memiliki banyak spot diving keren dengan karakter yang sangat khas dan unik.

"Spot menyelam di Indonesia sangat banyak. Karakternya di setiap daerah sangat khas dan unik. Kami juga tawarkan spot-spot ini pada publik Singapura. Wisatawan bisa berkunjung ke sana dan menikmati sensasinya setiap waktu. Kami yakin pergerakan wisatawan dengan background Adex akan terus naik di sepanjang tahun ini," kata Abimanju dalam keterangan tertulis, Minggu (14/4/2019).

Menurutnya, 86 spot menyelam yang diperkenalkan tersebar dari area tengah hingga timur Indonesia. Di antaranya Bali, Lombok, Komodo, Labuan Bajo, Alor, hingga Kalimantan Timur. Ada juga Togean, Wakatobi, Banda-Ambon, Lembeh-Manado, dan Raja Ampat.

"Ini adalah destinasi-destinasi yang luar biasa. Setiap destinasi memiliki komposisi spot dan jumlah beragam," tutur Abimanju.

Dari destinasi besar tersebut, Bali dan Labuan Bajo memiliki 11 spot menyelam. Spot di Labuan Bajo di antaranya Miersi Wall, Tatawa Besar, Tatawa Kecil, Matt's Wall, dan Sabotan. Sedangkan Pulau Komodo memiliki 10 spot menyelam. Untuk 8 spot menyelam masing-masing dimiliki Alor, Togean, Lembeh-Manado, dan Raja Ampat. Pulau Lombok dan Wakatobi juga memiliki 7 spot menyelam.

Sementara wilayah Kalimantan Timur memiliki 6 spot menyelam seperti di Derawan, Kakaban, dan Maratua. Komposisi spot menyelam Pulau Derawan terdiri dari Shark Point dan Blue Trigger Wall. Untuk Kakaban memiliki Barakuda Point dan Coral Garden. Ada juga spot menyelam Sleeping Turtle dan Fish Country yang ditawarkan destinasi Maratua.

"Indonesia memang memiliki banyak spot menyelam terbaik. Dalam 1 destinasi memiliki beragam spot menyelam dengan karakter berbeda. Dengan komposisi seperti ini, kami optimis bisa menarik wisman dalam jumlah besar," terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Sementara di Ambon terdapat 6 spot menyelam unik dan menarik. Sebut saja Hative, Kauri Point, Maluku Divers Housereef, Batu Badiri, hingga Middle Point. Jumlah spot serupa juga dimiliki Banda. Komposisi area ini seperti Batu Kapal, Pasir Putih Lighthouse, Mandarin City, Tanjung Burong, dan Tanjung Batu.

"Wilayah ini memiliki spot menyelam terbaik. Para divers bisa memilihnya sesuai dengan karakter yang diinginkannya. Silakan berkunjung ke 86 spot menyelam terbaik ini. Paket-paketnya juga informasi terkait lainnya bisa didapatkan di paviliun Indonesia. Dijamin wisatawan puas berada di Indonesia," tegas Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Perairan Indonesia memang terkenal dengan panoramanya. Sebab, sekitar 76% kekayaan spesies karang di dunia ada di nusantara. Untuk terumbu karangnya ada sekitar 600 spesies. Indonesia juga memiliki 37% dari spesies ikan karang di dunia dan 3 ribu jenis ikan di perairan nusantara. Selain itu, bawah laut di Indonesia juga ramah bagi divers pemula, apalagi para penyelam profesional.

"Jumlah spot menyelam terbaik di Indonesia ada ratusan. Semuanya terbaik dan berkelas dunia. 86 spot di perairan timur Indonesia yang direkomendasikan memang luar biasa. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitasnya juga bagus," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

GenWI Christchurch Perkuat Promosi Kemenpar di Selandia Baru

Generasi Wonderful Indonesia (GenWI) gencar mempromosikan pariwisata Indonesia di Selandia Baru. Sudah ada 6 ribuan postingan lebih selama tahun 2018 lalu.

Aktifnya kegiatan promosi GenWI Selandia Baru bisa dilihat dari 7 cabang yang mereka miliki. Cabang GenWI Selandia Baru yang diresmikan Sabtu (13/4/2019), telah berdiri di Kota Christchurch. GenWI juga sudah berada di Auckland, Wellington, Hamilton, Palmerston North, Dunedin, dan Invercargil.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, memberikan acungan jempol untuk GenWI Selandia Baru.

"Promosi pariwisata Indonesia di New Zealand (Selandia Baru) luar biasa aktif. Terutama di media sosial. Kita beruntung memiliki GenWI New Zealand. Mereka lah yang menggerakkan promosi tersebut melalui platform media sosial. Langkah GenWI sangat membantu. Mereka sangat aktif," papar Don Kardono, dalam keterangan tertulis, Minggu (14/4/2019).

Don menjelaskan, Genwi Selandia Baru mempunyai lebih dari 20 akun Instagram dengan ribuan follower. Di tahun 2018, GenWI Selandia Baru mengirim 6.000 postingan. Dan mempertegas mereka sebagai media promosi wisata Indonesia melalui platform digital.

"Yang harus diingat, GenWI New Zaeland baru diresmikan 22 September 2018. Sedangkan 6.000 postingan itu adalah target dalam satu tahun. Berarti, GenWI New Zealand mampu mencapai target itu dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Itu luar biasa," ulas Don.

Selain itu, Don menambahkan, GenWI juga tidak hanya aktif di media sosial, tapi juga terlibat aktif dalam berbagai event. Seperti menggelar Community Marketing di Invercargil tahun 2018. Event ini menjadi bagian dari promosi Indonesia oleh Kemenpar di Selandia Baru.

GenWI juga aktif di sport tourism event di Auckland, kemudian Salesman Mission di Christchurch, serta Travel Axpo Wonderful Indonesia di Christchurch.

Berbagai rancangan kegiatan juga sudah disiapkan untuk tahun 2019. Seperti melakukan Workshop Wegenerasi GenWI di Christchurch. Sekaligus, merangkul anggota baru yang diyakini akan semakin memperluas jangkauan promosi Wonderful Indonesia di Selandia Baru.

Tidak hanya itu, GenWI Selandia Baru juga akan menggelar dalam Community Marketing Wellington, serta Community Marketing di Christchurch. Dua event ini juga menjadi bagian promosi pariwisata Indonesia.

Tidak mengherankan jika Kementerian Pariwisata terus menggoda pasar Selandia Baru melalui berbagai promosi. Sebab, kunjungan wisman Negeri Kiwi ke Indonesia selalu tumbuh positif.

Berdasarkan data yang ada di Kementerian Pariwisata tahun 2016 lalu jumlah wisman Selandia Baru yang datang sebanyak 105.000 orang. Di tahun 2017, jumlah itu meningkat tipis menjadi 106.000 wisman. Lonjakan besar terjadi tahun 2018 yang menunjukkan kunjungan wisman Selandia Baru mencapai 128.000 orang.

Untuk tahun 2019, Kemenpar memasang target kunjungan wisatawan asal Selandia Baru sebanyak 150.000. Selain dengan berbagai event, Kemenpar juga optimis target itu terealisasi dengan dukungan GenWI yang sangat aktif.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan tren wisatawan dunia memang telah mengalami pergeseran, menjadi lebih digital. Menurutnya, pariwisata adalah sektor utama penyumbang devisa Indonesia.

"Dan kita harus mengikuti tren wisatawan dunia. Oleh karena itu, kita sudah beralih ke digital untuk promosi. Makanya kita membentuk komunitas GenWI. Semangat GenWI adalah untuk mempromosikan pariwisata Indonesia melalui komunitas Indonesia yang ada di negara-negara pasar utama. Terlebih yang memiliki banyak jejaring melalui sosial media," papar Arief.

Oleh karena itu, Arief berharap GenWI untuk aktif mempromosikan pariwisata Indonesia melalui media sosial mereka masing-masing.

"GenWI telah terbentuk di 10 negara. Dan mereka sangat aktif mempromosikan pariwisata Indonesia. Termausk juga GenWI New Zealand. Kita berharap mereka terus melakukan inovasi dan membuat promosi yang semakin gencar," harapnya.