Kamis, 06 Februari 2020

Kemenpar Siap Pamerkan 32 Wisata Diving Unggulan di Asia Dive Expo

Asia Dive Expo (ADEX) 2019 segera digelar pada 11-14 April di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre. Indonesia bakal mengikutkan 32 industri pariwisata bahari dari berbagai tempat di nusantara.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan ADEX 2019 merupakan pameran diving terbesar se-Asia yang dilaksanakan setiap tahun di Singapura dan diorganisir oleh Underwater3some Group (uw3some.com).

Pameran ini menjadi referensi bagi warga Singapura dalam mencari alternatif tujuan wisata diving ke luar negeri. Sebagai gambaran, tahun lalu kegiatan ini dikunjungi kurang lebih 62.079 orang selama tiga hari.

"Pameran ini juga menjadi referensi bagi pecinta dan pemerhati kehidupan laut untuk menentukan tujuan/destinasi diving site bagi warga Singapura ke luar negeri. Sehingga partisipasi pada pameran ini menjadi sangat penting apabila Indonesia ingin meningkatkan jumlah kunjungan Singapura ke Indonesia," ujar Rizki, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/4/2019).

Rizki menambahkan, inti dari kegiatan ini dilakukan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dan mengenali potensi kerja sama industri wisata diving antarnegara. Selain itu, untuk mendukung pengembangan industri wisata diving dalam negeri dan memaksimalkan jumlah pertumbuhan wisatawan ke Indonesia, khususnya wisatawan Singapura.

Sementara itu, Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Dessy Ruhati menambahkan, ADEX 2019 juga dimaksudkan untuk memperkenalkan keindahan dan keanekaragaman destinasi diving Indonesia melalui penyelenggaraan event pameran yang bertema diving.

"Singapura sendiri merupakan salah satu pasar utama untuk wisatawan mancanegara ke Indonesia dengan menempati peringkat ke-3 dengan jumlah kunjungan pada tahun 2018 sebesar 1.768.598. Pada tahun 2019, Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah wisman Singapura sebesar 2.120.000 wisatawan, naik 24,7 % dibandingkan tahun 2018," bebernya.

Dessy menjelaskan, salah satu strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara asal Singapura adalah dengan cara peningkatan promosi dalam bentuk partisipasi pada kegiatan pameran diving internasional terbesar se-Asia, yaitu ADEX 2019 ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan potensi pariwisata bahari Indonesia perlu dikembangkan lebih maksimal. Sebagai negara kepulauan, wisata bahari dinilai mampu memberi pemasukan yang cukup signifikan bagi Indonesia.

"Kekayaan bahari Indonesia amat beragam. Selain pantai, 70 persen jenis koral yang hidup di dunia terdapat di Indonesia. Sayangnya, kelebihan itu belum dikelola dengan baik, sehingga tidak memberi dampak positif bagi perekonomian negara dan kesejahteraan masyarakat. Perlu terobosan yang lebih efektif untuk mendorong kemajuan wisata bahari kita," tegasnya. 

Berkat Ajang Lari, Wisman Malaysia Hingga China Serbu Paket Wisata

Ajang lari Batam Trail Run 5K membawa berkah bagi pariwisata Kota Batam dan Kepulauan Riau. Usai acara tersebut, peserta dan media mancanegara yang berpartisipasi di Batam Trail Run 5K menyerbu paket wisata dengan promo menarik yang ditawarkan oleh beberapa travel agent.

Pasalnya, paket kunjungan ke Batam dan Bintan tersebut ditawarkan dengan harga yang ramah dan berlaku hingga akhir tahun. Salah satu travel agent yang menawarkan paket tersebut adalah PT Windy Berkah Sukses-Win Travel.

"Destinasi Batam dan Bintan ini luar biasa. Ada banyak spot yang bisa dieksplorasi wisatawan. Destinasi yang dikunjungi dalam program famtrip merupakan favorit yang jelas ada banyak destinasi yang kami tawarkan melalui paket-paket wisata. Konten-konten ini juga kami sampaikan kepada media Malaysia dan Singapura tersebut," kata Direktur PT Windy Berkah Sukses-Win Travel, Windy Budiarti Soedibyo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/4/2019).

Adapun paket yang ditawarkan Win Travel, antara lain paket One Day Tour Bintan seharga Rp 250 ribu per pax untuk pembelian minimum 6 pax. Destinasi yang ditawarkan ada 7 spot, yakni Jembatan Barelang, Welcome to Batam, Masjid Agung Batam, Nagoya Lama/Nagoya Hill, Masjid Cheng Ho, Miniatur Rumah Mini, dan Kedai Oleh-Oleh Batam.

Selain mengeksplorasi Batam, wisatawan juga bisa menikmati eksotisnya destinasi dalam waktu singkat. Ada paket One Day Tour Bintan yang dibanderol Rp 300 ribu per pax untuk menjelajahi Pelabuhan Punggur. Paket ini sudah termasuk transportasi kapal menuju Bintan, makan, tiket, serta guide.

Ke Singapura, Menpar Diagendakan Bahas Tourism Hub

Menteri Pariwisata Arief Yahya akan kunjungan kerja ke Singapura pada 12-13 April mendatang. Beberapa agenda akan dijalani, salah satunya melakukan rapat di kantor Wonderful Indonesia Tourism Office (WITO) Singapura untuk membahas tourism hub.

Menurut Arief pasar Singapura cukup signifikan yang selama puluhan tahun ini, Singapura menjadi pasar utama pariwisata Indonesia. Bahkan, Singapura sempat menjadi negara pemasok wisatawan terbesar sebelum akhirnya disalip China pada 2016 silam.

"Karena itu, keberadaan WITO Singapura menjadi sangat penting untuk membangun jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan di pasar Singapura. Tidak terbatas hanya pada hotel, agen perjalanan, maskapai, maupun asosiasi," ujar Arief, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/4/2019).

Tak kalah penting, lanjut Arief, Manajer Pemasaran WITO Singapura juga berperan menjadi juru bicara promosi pariwisata Indonesia, terutama dalam perihal pemasaran paket wisata unggulan Kemenpar di pasar Singapura.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan kantor WITO Singapura sendiri sudah diresmikan pada 16 November 2018. WITO Singapura memiliki fungsi market intelligence. Antara lain membuat profil pasar wisatawan dari aspek demografis, geografis, psikografis, ekonomi, dan perkembangan tren wisatawan.

"WITO juga membuat analisis pasar dan pasar pesaing serta market intelligence pasar dan pasar pesaing. Termasuk membuat data statistik dan analisis perkembangan jumlah kunjungan wisatawan out bound dan in bound dari negara fokus pasar, dan lain-lain," ujarnya.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Dessy Ruhati menambahkan, dalam fungsi peningkatan jejaring, WITO Singapura berperan membangun networking dan menjadi juru bicara promosi pariwisata Indonesia dengan industri pariwisata lokal (hotel, travel agent/tour operator, transportasi) dan pemerintah setempat untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi tujuan wisata.

WITO juga memiliki fungsi untuk memfasilitasi kegiatan promosi, seperti secara real melakukan koordinasi dengan Tim Pokja Mitra Kerja Pelaksana dan Koordinator WITO dalam mempersiapkan kampanye pemasaran pariwisata Indonesia yaitu melalui kegiatan misi penjualan, festival, dan pameran serta mendukung kegiatan kampanye melalui publikasi multimedia dan media digital.

"Selanjutnya, melakukan komunikasi secara intensif dengan perwakilan Republik Indonesia setempat (KBRI/ KJRI), Tim Pokja Mitra Kerja Pelaksana dan Koordinator WITO terkait dengan aktivitas atau permasalahan yang timbul di lapangan. Termasuk melakukan perjalanan dinas yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata di Indonesia," ungkapnya, yang diamini Asisten Deputi Strategi Komunikasi Pemasaran I Kemenpar, Hariyanto. 

Kemenpar Siap Pamerkan 32 Wisata Diving Unggulan di Asia Dive Expo

Asia Dive Expo (ADEX) 2019 segera digelar pada 11-14 April di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre. Indonesia bakal mengikutkan 32 industri pariwisata bahari dari berbagai tempat di nusantara.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan ADEX 2019 merupakan pameran diving terbesar se-Asia yang dilaksanakan setiap tahun di Singapura dan diorganisir oleh Underwater3some Group (uw3some.com).

Pameran ini menjadi referensi bagi warga Singapura dalam mencari alternatif tujuan wisata diving ke luar negeri. Sebagai gambaran, tahun lalu kegiatan ini dikunjungi kurang lebih 62.079 orang selama tiga hari.

"Pameran ini juga menjadi referensi bagi pecinta dan pemerhati kehidupan laut untuk menentukan tujuan/destinasi diving site bagi warga Singapura ke luar negeri. Sehingga partisipasi pada pameran ini menjadi sangat penting apabila Indonesia ingin meningkatkan jumlah kunjungan Singapura ke Indonesia," ujar Rizki, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/4/2019).

Rizki menambahkan, inti dari kegiatan ini dilakukan untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dan mengenali potensi kerja sama industri wisata diving antarnegara. Selain itu, untuk mendukung pengembangan industri wisata diving dalam negeri dan memaksimalkan jumlah pertumbuhan wisatawan ke Indonesia, khususnya wisatawan Singapura.