Kamis, 06 Februari 2020

Sambut Bandara Baru Yogyakarta, Pramuwisata Ikuti Sertifikasi

Disporapar Jawa Tengah mengadakan sertifikasi kompetensi untuk 50 pramuwisata. Hal ini dilakukan seiring akan dibukanya Bandara Internasional Yogyakarta.

Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah menyertifikasi 50 pramuwisata. Hal tersebut dilakukan agar para pramuwisata siap diterjunkan untuk memandu turis lokal dan mancanegara ketika Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kulon Progo beroperasi.

Puluhan pramuwisata dari Kabupaten Purworejo, Magelang, Wonosobo dan Banjarnegara itu mengikuti sertifikasi kompetensi di Purworejo, pada Rabu dan Kamis (10-11/4). Pemprov menginginkan nantinya mereka menjadi pramuwisata yang kompeten dan siap diterjunkan untuk memandu turis lokal dan mancanegara, saat Bandara Internasional Yogyakarta telah beroperasi.

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Disporapar Jawa Tengah, Trenggono SIP MPar mengatakan, sertifikasi merupakan upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia pariwisata.

"Mereka (pramuwisata) memang harus dipersiapkan. Jika mereka semakin berkualitas maka pembangunan pariwisata di Jawa Tengah juga semakin maju. Apalagi jika dikaitkan akan adanya Bandara Internasional Yogyakarta," katanya di sela-sela acara sertikasi, Rabu (10/4/2019).

(Rinto Heksantoro/detikcom)(Rinto Heksantoro/detikcom)
Sertifikasi tersebut, Trenggono menambahkan, juga merupakan amanah Perda 9 Tahun 2012 tentang Pramuwisata Jawa Tengah. Aturan itu mensyaratkan pramuwisata wajib bersertifikat ketika melayani wisatawan. Selain itu, aturan tersebut juga memuat sanksi berupa teguran resmi dan pembinaan ketika pramuwisata yang tidak bersertifikat kedapatan masih melayani konsumen.

"Sertifikasi juga berguna bagi biro perjalanan untuk mengikuti lelang. Sertifikat pramuwisata merupakan syarat ikut proses pengadaan. Sekarang sudah banyak stakeholder pariwisata yang menanyakan kepemilikan sertifikat kepada pramuwisata yang menawarkan layanan mereka," imbuh Trenggono.

Disporapar Jateng secara rutin menganggarkan program sertifikasi untuk pramuwisata. Untuk tahun 2019, sertifikasi direncanakan menyasar minimal 500 pramuwisata. Untuk tahun 2018, pemprov dibantu Kemenpar mensertifikasi kurang lebih 800 pramuwisata.

"Data Disporapar Jateng menyebut kurang lebih 2.000 pramuwisata menjalankan profesinya di Jawa Tengah. Baru sekitar 900-an pramuwisata yang bersertifikat, ada seribuan lebih yang belum dan terus disertifikasi secara bertahap," tambahnya.

(Rinto Heksantoro/detikcom)(Rinto Heksantoro/detikcom)
Sebelum mengikuti sertifikasi, pramuwisata dibekali wawasan tentang tugas pramuwisata oleh praktisi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jawa Tengah. Titik berat sertifikasi antara lain kemampuan kerjasama dengan kolega dan wisatawan, antar jemput, kode etik dan teknik, keramahtamahan dan teknik menyampaikan informasi wisata.

Sementara itu, ketua HPI Jawa Tengah, Pandhu Satyabrata menambahkan, sertifikasi akan meningkatkan penghasilan pramuwisata. Namun, di sisi lain penguasaan bahasa menjadi kendala bagi pramuwisata. Baru sekitar 20 persen saja pramuwisata di Jawa Tengah yang menguasai lebih dari dua bahasa asing.

"Standar penghasilan pemandu bersertifikat lebih tinggi, para pengguna jasa sudah paham akan hal tersebut. Namun ada kendala biasanya dalam penguasaan bahasa. Kalau secara umum, mereka pasti kuasai satu bahasa asing, terutama Bahasa Inggris dan hanya sebagian yang menguasai lebih dari dua bahasa, mereka kebanyakan melayani wisatawan di Borobudur, Semarang, Dieng dan Prambanan," ucapnya.

Rabu, 05 Februari 2020

Indonesia Perkenalkan 86 Spot Menyelam ke Wisman Singapura

Indonesia perkenalkan 86 spot menyelam di Asia Dive Expo (Adex) Singapura 2019. Indonesia juga baru dapat Adex Best Tourism Destination of The Year.

Spot selam yang dipilih mencakup 10 destinasi prioritas diving berdasarkan maturity dari sejumlah daerah. 10 destinasi selam ditambah destinasi prioritas diving itu adalah Bali, Lombok (Gili), Bajo/Komodo, Alor, Manado-Bunaken-Lembeh, Togean, Wakatobi, Derawan-Sangalaki-Kakaban-Maratua, Ambon-Banda, Raja Ampat, ditambah Sabang (Pulau Weh).

Pada Adex 2019 digelar di Suntec Singapore Convention & Exhibition Center, Level 4, Hall 401-405, Singapura, 11-14 April 2019, Anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Abimanju Carnadie mengatakan Indonesia memiliki banyak spot diving keren dengan karakter yang sangat khas dan unik.

"Spot menyelam di Indonesia sangat banyak. Karakternya di setiap daerah sangat khas dan unik. Kami juga tawarkan spot-spot ini pada publik Singapura. Wisatawan bisa berkunjung ke sana dan menikmati sensasinya setiap waktu. Kami yakin pergerakan wisatawan dengan background Adex akan terus naik di sepanjang tahun ini," kata Abimanju dalam keterangan tertulis, Minggu (14/4/2019).

Menurutnya, 86 spot menyelam yang diperkenalkan tersebar dari area tengah hingga timur Indonesia. Di antaranya Bali, Lombok, Komodo, Labuan Bajo, Alor, hingga Kalimantan Timur. Ada juga Togean, Wakatobi, Banda-Ambon, Lembeh-Manado, dan Raja Ampat.

"Ini adalah destinasi-destinasi yang luar biasa. Setiap destinasi memiliki komposisi spot dan jumlah beragam," tutur Abimanju.

Dari destinasi besar tersebut, Bali dan Labuan Bajo memiliki 11 spot menyelam. Spot di Labuan Bajo di antaranya Miersi Wall, Tatawa Besar, Tatawa Kecil, Matt's Wall, dan Sabotan. Sedangkan Pulau Komodo memiliki 10 spot menyelam. Untuk 8 spot menyelam masing-masing dimiliki Alor, Togean, Lembeh-Manado, dan Raja Ampat. Pulau Lombok dan Wakatobi juga memiliki 7 spot menyelam.

Sementara wilayah Kalimantan Timur memiliki 6 spot menyelam seperti di Derawan, Kakaban, dan Maratua. Komposisi spot menyelam Pulau Derawan terdiri dari Shark Point dan Blue Trigger Wall. Untuk Kakaban memiliki Barakuda Point dan Coral Garden. Ada juga spot menyelam Sleeping Turtle dan Fish Country yang ditawarkan destinasi Maratua.

"Indonesia memang memiliki banyak spot menyelam terbaik. Dalam 1 destinasi memiliki beragam spot menyelam dengan karakter berbeda. Dengan komposisi seperti ini, kami optimis bisa menarik wisman dalam jumlah besar," terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Sementara di Ambon terdapat 6 spot menyelam unik dan menarik. Sebut saja Hative, Kauri Point, Maluku Divers Housereef, Batu Badiri, hingga Middle Point. Jumlah spot serupa juga dimiliki Banda. Komposisi area ini seperti Batu Kapal, Pasir Putih Lighthouse, Mandarin City, Tanjung Burong, dan Tanjung Batu.

"Wilayah ini memiliki spot menyelam terbaik. Para divers bisa memilihnya sesuai dengan karakter yang diinginkannya. Silakan berkunjung ke 86 spot menyelam terbaik ini. Paket-paketnya juga informasi terkait lainnya bisa didapatkan di paviliun Indonesia. Dijamin wisatawan puas berada di Indonesia," tegas Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Perairan Indonesia memang terkenal dengan panoramanya. Sebab, sekitar 76% kekayaan spesies karang di dunia ada di nusantara. Untuk terumbu karangnya ada sekitar 600 spesies. Indonesia juga memiliki 37% dari spesies ikan karang di dunia dan 3 ribu jenis ikan di perairan nusantara. Selain itu, bawah laut di Indonesia juga ramah bagi divers pemula, apalagi para penyelam profesional.

"Jumlah spot menyelam terbaik di Indonesia ada ratusan. Semuanya terbaik dan berkelas dunia. 86 spot di perairan timur Indonesia yang direkomendasikan memang luar biasa. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitasnya juga bagus," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.