Rabu, 05 Februari 2020

Kim Kardashian Inapi Resort Mewah yang Sama Seperti Obama di Bali

Baru-baru ini selebriti Kim Kardashian menunjukkan momen liburan bersama suaminya di Bali. Agaknya ia juga menginap di resort mewah yang sama seperti Obama.

Dalam unggahan Instagram Story kemarin Sabtu (13/4), selebriti dunia Kim Kardashian mengunggah momen liburan bersama keluarganya di Pulau Dewata Bali. Hal itu pun diperkuat oleh atraksi tari Bali yang juga diunggahnya.

Walau tak menyebut lokasi persis, tapi tak sulit menebak lokasi di mana Kim Kardashian beserta suaminya Kanye West menginap. Dalam salah satu unggahannya, Kim sempat memamerkan panorama jembatan serta venue berlatar bunga teratai dan pepohonan hijau.

Dicari tahu detikcom, Minggu (14/3/2019), besar kemungkinan kalau itu adalah Four Seasons Resort Bali at Sayan yang ada di Ubud, Gianyar. Jauh sebelum Kim Kardashian, mantan Presiden AS, Barrack Obama dan keluarga juga menginap di resort yang sama tahun 2017 silam.

Bukan tanpa alasan, resort bintang lima yang satu ini memang memiliki beberapa hal yang membuatnya kerap dipilih sebagai tempat liburan orang penting dan selebriti dunia.

Untuk diketahui, resort ini berada di Desa Sayan yang masuk dalam wilayah Gianyar. Berjarak sekitar 1 jam dari Bandara Ngurah Rai. Lokasinya juga dekat dengan Ubud, hanya berjarak 5 km dengan kontur jalanan naik turun dan lanskap sawah serta hutan di kiri dan kanan.

Namun, alasan privasi adalah salah satu yang dijunjung tinggi oleh resort ini. Mulai dari akses masuk yang kecil hingga pengamanan sebelum area lobi, tentu tidak bisa sembarangan orang masuk ke dalamnya. Harus tamu atau minimal sudah melakukan reservasi lebih dulu.

Kesan privat pun juga terlihat lewat akses masuk menuju meja reservasi hotel yang harus ditempuh lewat jembatan dan tangga menurun. Dari lobi, sekilas traveler tidak akan bisa melihat meja reservasi maupun kamar hotel. Semua dirancang begitu privat.

Untuk kamarnya, Four Seasons Resort Bali at Sayan memiliki suite hingga villa. Keduanya pun dibuat dengan begitu tersembunyi, malah Anda tidak akan sadar apabila tidak mencari tahu.

Suasana ekslusif dan privat adalah apa yang dicari oleh semua orang. Hal itu tentu juga berlaku bagi Kim Kardashian dan keluarganya yang populer lewat serial 'Keeping Up With The Kardashians' tersebut.

Pelaku Industri Wisata RI Tawarkan Diskon Paket Diving di Singapura

Beragam paket wisata diving ditawarkan Indonesia dalam event Asia Dive Expo (Adex) Singapura 2019. Semuanya ada di Top 10 Indonesia Diving Destination.

Dalam event yang digelar sejak 11-14 April 2019 di Suntec Singapore Convention & Exhibition Center, Level 4, Hall 401-405, Singapura itu, paket tersebut ditawarkan melalui 32 industri pariwisata. Anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Abimanju Carnadie mengatakan, 32 industri pariwisata tersebut menawarkan paket kompetitif.

"Paket-paket wisata terbaik sejak awal sudah diberikan kepada publik Adex 2019. Komposisinya bagus dan sangat beragam. Paket ini tetap mengacu lokasi diving terbaik di Indonesia. Kami berharap cara ini akan memudahkan mobilitas wisatawan selama di Indonesia nanti," kata Abimanju, dalam keterangan tertulis, Minggu (14/4/2019).

Untuk menarik perhatian publik Adex 2019, paket terbaik dirilis dengan rentang diskonnya antara 15% hingga 50%. Bentuknya beragam, termasuk paket akomodasi dengan diskon 20% sebelum 30 April. Industri wisata bahari juga memberi diskon 15% untuk durasi 3 malam. Untuk paket berdurasi 4D5N dan 5D4N diberi rentang harga SGD 350-SGD 490.

"Mayoritas industri pariwisata memberikan diskon besar di Adex 2019. Harga-harga yang ditampilkan tentunya sangat spesial. Untuk itu, kami berharap momentum terbaik ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh publik Adex 2019. Sebab, paket terbaik dengan harga miring ini cukup jarang," jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Penawaran lainnnya dibanderol dengan diskon 25%. Paket ini bisa dinikmati pada rentang 2-12 November. Jika penghobi diving datang 6 orang, maka mendapatkan gratis untuk satu orang. Ada juga paket yang bisa dinikmati langsung 14-26 April dengan label potongan harga maksimal 50,2%.

Wisata Bir yang Jadi Legenda di China

Membahas tentang tempat wisata di China memang tidak ada habisnya. Tapi kalau soal wisata bir ada satu yang jadi legenda, namanya Tsingdao.

detikcom mendapat kesempatan untuk jalan-jalan ke Provinsi Shandong, China bersama Dwidaya Tour, beberapa waktu lalu. Provinsi Shandong sendiri memiliki ibukota bernama Qingdao.

Qingdao dikenal sebagai Kota Pantai di daratan China. Memang, pantai menjadi hal yang menarik bagi masyarakat China, karena kebanyakan kota tidak memilikinya.

Selain pantai, Qingdao juga menarik karena suasananya yang berbeda dengan kota China lainnya. Kota Qingdao pernah dijajah Jerman selama 14 tahun dari tahun 1894.

Sehingga kota ini benar-benar berwarna layaknya Eropa. Atap rumah yang berwarna merah, tata kota yang rapih dan bangunan gaya Eropa menjadi daya tarik dari Qingdao.

Bukan cuma memberikan sentuhan dalam pembangunan, Jerman juga meninggalkan minuman khasnya yaitu bir. Bisa dibilang minuman ini jadi 'nafas' bagi orang Jerman.

Jerman membangun pabrik Bir Tsingdao pada tahun 1903. Saat itu, para pedagang dari Inggris dan Jerman berinvestasi senilai 400.000 dollar perak Meksiko. Brewery ini lahir dengan nama Tsingtao Branch of German Brewery Co.

Brewery pertama dibangun dengan seluruh material dikirim langsung dari Jerman. Pabrik bir ini menjadi yang pertama di China. Menurut catatan sejarah, brewery ini dapat menghasilkan 2.000 ton bir per tahunnya.

Sadar bahwa pabrik ini didirikan di Negeri Tirai Bambu, bir ini menggunakan lambang yang familiar. Pagoda dari Zhan Qiao Pier pun menjadi lambang dari bir ini hingga sekarang. Sehingga siapa pun di daratan China tahu kalau bir menjadi bagian dari Qingdao.

Saat ini, Tsingtao tak hanya jadi pabrik bir, tapi juga sebuah atraksi bagi wisatawan. Letaknya di Beer Street, tak jauh dari kota. Berbalut sejarah, wisatawan bisa melihat langsung perjalan dari Bir Tsingtao pada saat itu sampai sekarang.

Bahkan, tempat ini mendapat nilai atraksi AAAA dari kementerian pariwisatanya. Wisatawan yang datang akan ditemani oleh pemandu yang akan memberikan informasi dalam bahasa Inggris.

Ada dua gedung yang bisa traveler kunjungi. Di gedung pertama bernama The World of Tsingtao, traveler akan dibawa masuk melihat perjalanan brewery ini. Botol-botol jadul yang pernah digunakan dipajang sebagai bukti.

Setelah Perang Dunia I pecah di tahun 1914, tentara Jepang datang ke Qingdao. Pada 16 September 1916, Dai Nippon Beer Company dari Tokyo membeli pabrik Tsingtao.

Namun pemerintah China kembali membeli brewery ini pada tahun 1922. Tapi Jepang masih menjalankan pabrik ini dan mengeluarkan produk dengan naman Tsingtao, Asahi dan Kirin.

Produk yang dihasilkan kini sudah beragam. Dulu hanya pilsener dan Munich dark beer, sekarang sudah lebih variatif.

Bukan cuma perjalanan Tsingtao yang dipamerkan. Traveler juga bisa melihat iklan jadul dari bir ini. Mulai dari bentuk kertas sampai dihidupkan kembali dengan proyektor.

Sertifikat dan bukti kepemilikan Tsingtao yang berpindah-pindah juga dijabarkan dengan menggunakan foto dan layar proyeksi. Sudah berumur ratusan tahun, berbagai penghargaan pun telah disabet oleh Tsingtao.

"Kini Tsingtao berhasil masuk jadi 5 besar pabrik bir terbaik dunia," ujar Dennis, pemandu dari China Travel International Service.

Dennis juga menceritakan awal mula masyarakat beradaptasi dengan bir. Dulunya hanya ada arak China, namun minuman tersebut dirasa keras oleh tentara Jerman.

Punya rasa yang lembut, bir kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Kota Qingdao. Pada awal-awal penjualan bir, masyarakat minum bir dengan menggunakan plastik putih dan sedotan.

"Kalau sekarang kan sudah dikemas dalam bentuk kaleng. Dulu minumnya pakai plastik, kalau banyak belinya pakai jerigen," ungkap Dennis.

Qingdao juga punya festival bir yang diadakan tiap musim panas. Festival ini memberikan banyak lomba yang berkaitan dengan bir. Misalnya minum bir tercepat dan terbanyak.

Gedung kedua dari brewery ini adalah Tsingtao Beer Museum. Traveler yang penasaran, tunggu artikel selanjutnya ya!