Senin, 20 Januari 2020

Hong Kong Masih Demo, Turis Perlu Jauhi Admiralty dan Central

Unjuk rasa besar di Hong Kong masih berkepanjangan. Wisatawan sebaiknya menjauh dulu dari daerah Admiralty dan Central.

Demonstran antipemerintah yang memprotes RUU Ekstradisi di Hong Kong masih menguasai ruas jalanan utama. Ini terjadi sehari setelah demo besar membanjiri jalanan Hong Kong dalam aksi bersejarah untuk menuntut mundur pemimpin Hong Kong, Carrie Lam.

Pada Minggu (16/6) terjadi demo besar-besaran di kawasan Admiralty dan Central yang diklaim oleh Civil Human Rights Front (CHRF) sampai 2 juta orang meskipun polisi menyebut 338 ribu orang saja. Nah, dilansir AFP pada Senin (17/6/2019) pagi waktu setempat, jumlah demonstran dilaporkan menurun hingga hanya beberapa ratus orang.

Namun, ratusan demonstran yang didominasi anak muda itu menduduki ruas jalan raya utama di luar Gedung Parlemen Hong Kong dan beberapa ruas jalan lainnya. Sejumlah personel kepolisian tampak berbaris dan siaga di lokasi. Beberapa polisi membujuk para demonstran untuk pulang tanpa aksi kekerasan apapun.

Sejumlah negara seperti Inggris, Kanada, Amerika Serikat dan Indonesia sudah mengeluarkan travel advice. Liburan ke Hong Kong tetap aman, asal wisatawan menjauhi area unjuk rasa seperti dalam peta demonstrasi di atas ini.

Unjuk rasa ini terjadi di daerah Admiralty yang merupakan kantor pusat pemerintahan di Hong Kong. Massa meluber sampai ke daerah Central dan sekitarnya. Polisi melakukan blokade jalan dalam radius 500 meter termasuk Tim Wa Avenue, Tamar Park dan Central Government Complex.

Jalan Harcourt Road dikuasai oleh pengunjuk rasa. Pacific Place Mall Hong Kong juga jadi tempat berkabung karena ada demonstran yang meninggal.

Destinasi yang wajib dihindari

1. Tamar Park, Ini adalah taman kota di dekat pusat pemerintahan Hong Kong
2. Central and Western District Promenade, ini adalah taman kota di tepi laut menghadap Kowloon.

Destinasi yang sebaiknya dihindari dulu karena diakses dari Stasiun Central

1. Hong Kong Maritime Museum, ini museum maritim di dermaga Hong Kong.
2. Hong Kong Observation Wheel, ini bianglala dekat Hong Kong Maritime Museum
3. Statue Square dan Chater Garden, ini taman kota tempat nongkrong buruh migran Filipina dan sering jadi meeting point buat walking tour
4. The Peak Tram Station. The Peak adalah destinasi favorit, tapi stasiun untuk naik ke The Peak ada di dekat lokasi unjuk rasa, cuma 600 meter.

Tempat wisata di Hong Kong lainnya di luar kawasan Admiralty dan Central, aman untuk dikunjungi. Silakan berwisata di daerah Kowloon, Victoria Park, Disneyland, Tsim Sha Tsui dll. Makin jauh dari Admiralty dan Central, maka semakin aman.

Pantau terus perkembangan berita terkini di Hong Kong di detikcom. Stay safe ya, Traveler!

Masturbasi di Pesawat, Penumpang Ini Ditangkap Polisi

Seorang penumpang pesawat di Amerika Serikat harus berurusan dengan polisi dan bakal dikenai hukuman. Sebabnya, dia melakukan masturbasi dalam penerbangan.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Senin (17/6/2019) hal itu terjadi dalam penerbangan United Airlines dari Los Angeles ke San Antonio. Penumpang pria bernama Enrique Gonzalez, diketahui masturbasi di dalam pesawatnya.

Menurut saksi mata, begitu lampu kabin redup, Enrique melakukan aksinya. Enrique sebenarnya sadar kalau dia diperhatikan penumpang-penumpang lain, tapi dia tetap melakukannya.

"Enrique melakukan aksinya selama 30 menit," kata agen khusus FBI Gregory Pratt.

Parahnya, istri Enrique juga terlibat. Dia membantu suaminya masturbasi di pesawat.

Begitu pesawat mendarat, Enrique langsung diringkus pihak kepolisian San Antonio. Enrique dinilai melakukan tindakan cabul di tempat umum dan menganggu kenyamanan.

Dia pun dihadapi dalam persidangan dengan sanksi berupa denda senilai USD 500 (sekitar Rp 7,1 juta) atau kurungan penjara selama 90 hari. Sedangkan istrinya, terbebas dari tuntutan.

Hutan yang Indah di Bandung Saat Malam

Bandung punya banyak tempat wisata menarik. Salah satunya, Orchid Forest yang indah di saat siang maupun saat malam.

Bandung memiliki banyak obyek wisata yang menarik. Letaknya yang tidak jauh dari Jakarta pun membuat kota ini menjadi favorit warga Jakarta untuk menghabiskan liburan. Salah satu wisata yang bisa dijadikan tujuan adalah Orchid Forest, datanglah saat menjelang senja dan pengunjungpun akan mendapatkan suasana yang berbeda.

Hawa sejuk segera menyambut kami saat memasuki area Orchid Forest, dari jalan utama kami harus masuk sekitar 2 km untuk sampai ke lokasi. Suasana senja yang mulai tiba semakin menambah sejuknya udara yang kami rasakan. Setelah membayar tiket bagi pengunjung dan parkir kendaraan kamipun menuju lokasi. Ada 2 tempat parkir di sini, di bagian bawah dan di bawah.

Sore itu kawasan Orchid forest ramai, tempat parkirpun penuh. Kami turun dari kendaraan dan dari tempat parkir setelah melewati warung-warung kami sampai di pintu masuk Orchid Forest. Gapura dari bambu dengan lampu-lampu menyambut pengunjung, tulisan Orchid Forest berukuran besar juga ada tak jauh dari situ. Dan akhirnya gerbang megah dengan hiasan anggrek menandakan bahwa pengunjung telah memasuki lokasi, ada petugas yang memeriksa tiket dan menjelaskan bahwa tempat ini akan tutup pukul 19.00.

Lampu-lampu sudah menyala di sekitar kami, hari pun mulai gelap. Udara sejuk dan temaramnya lampu menciptakan suasana romantis di sekitar tempat ini. Menyusuri jalan yang sudah tertata rapi, pegunjung akan dibawa ke bebeapa spot yang menarik. Ada restoran besar yang nyaman dengan suasana santai, ada lapangan dengam bangku-bangku kayu setengah lingkaran, dan banyak tempat cantik yang berhiaskan lampu warna-warni.

Hong Kong Masih Demo, Turis Perlu Jauhi Admiralty dan Central

Unjuk rasa besar di Hong Kong masih berkepanjangan. Wisatawan sebaiknya menjauh dulu dari daerah Admiralty dan Central.

Demonstran antipemerintah yang memprotes RUU Ekstradisi di Hong Kong masih menguasai ruas jalanan utama. Ini terjadi sehari setelah demo besar membanjiri jalanan Hong Kong dalam aksi bersejarah untuk menuntut mundur pemimpin Hong Kong, Carrie Lam.

Pada Minggu (16/6) terjadi demo besar-besaran di kawasan Admiralty dan Central yang diklaim oleh Civil Human Rights Front (CHRF) sampai 2 juta orang meskipun polisi menyebut 338 ribu orang saja. Nah, dilansir AFP pada Senin (17/6/2019) pagi waktu setempat, jumlah demonstran dilaporkan menurun hingga hanya beberapa ratus orang.

Namun, ratusan demonstran yang didominasi anak muda itu menduduki ruas jalan raya utama di luar Gedung Parlemen Hong Kong dan beberapa ruas jalan lainnya. Sejumlah personel kepolisian tampak berbaris dan siaga di lokasi. Beberapa polisi membujuk para demonstran untuk pulang tanpa aksi kekerasan apapun.

Sejumlah negara seperti Inggris, Kanada, Amerika Serikat dan Indonesia sudah mengeluarkan travel advice. Liburan ke Hong Kong tetap aman, asal wisatawan menjauhi area unjuk rasa seperti dalam peta demonstrasi di atas ini.

Unjuk rasa ini terjadi di daerah Admiralty yang merupakan kantor pusat pemerintahan di Hong Kong. Massa meluber sampai ke daerah Central dan sekitarnya. Polisi melakukan blokade jalan dalam radius 500 meter termasuk Tim Wa Avenue, Tamar Park dan Central Government Complex.

Jalan Harcourt Road dikuasai oleh pengunjuk rasa. Pacific Place Mall Hong Kong juga jadi tempat berkabung karena ada demonstran yang meninggal.