Senin, 20 Januari 2020

Kulineran di Medan, Lontong Bumbu Pecal Kak Lin Siap Goyang Lidah

Kalau jalan-jalan ke Medan, jangan lupa cicipi aneka kuliner khasnya yang nikmat. Salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Lontong Kak Lin. Warung yang terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro ini sudah berdiri sejak 1994.

Sebenarnya, Warung Lontong Kak Lin menjual aneka menu nikmat. Mulai dari lontong pecal, lontong sayur, lontong mi, nasi uduk, hingga camilan khas Medan seperti lupis dan sate kerang.

Namun yang paling khas di warung ini adalah lontong bumbu pecal. Sekilas, tampilannya mirip seperti pecel atau gado-gado karena tekstur kuahnya tidak encer.

Satu porsi lontong pecal berisi lontong yang dipadukan sayuran segar kemudian ditambah topping telur balado. Tak lupa dilengkapi dengan taburan kuah kacang yang gurih dan pedas. Makin nikmat jika disantap dengan sate kerang. Cocok disantap untuk sarapan!

Dilansir dari Instagram resmi Grab Indonesia, awalnya Kak Lin memulai usahanya dengan berjualan lontong sayur di depan SMAN 1 Medan. Lontong sayur buatan Kak Lin menjadi sarapan favorit bagi para pelajar di sana.

Namun seiring waktu berjalan, Kak Lin memindahkan dagangannya ke sebuah ruko yang lebih luas dan tak jauh dari tempat awal mula Kak Lin berjualan, yakni di seberang SMAN 1 Medan.

Kalau traveler tak sempat menyambangi Warung Lontong Kak Lin saat liburan ke Medan, pesan saja dengan layanan GrabFood. 

Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner Lezat di Sekitar Jakarta

Ragam kuliner lezat bisa ditemukan di sekitar Jakarta. Tidak hanya lezat, bahkan beberapa diantaranya bisa dikategorikan sebagai restaurant legendaris ada di Jakarta.
Tidak perlu galau saat harus pulang kembali dari kampung halaman menuju Jakarta, terlebih jika harus berpisah dengan keluarga dan kuliner lezat khas kampung halaman.
Namun demikian, kuliner lezat dan menggugah selera tidak hanya terdapat di kampung halaman, sebab di Jakarta terdapat kuliner lezat dan legendaris yang tidak boleh dilewatkan bagi pecinta kuliner.
Mulai dari mie ayam nikmat, gado-gado sampai nasi uduk yang gurih bisa traveller nikmati di Jakarta. Berikut rekomendasi kuliner yang sudah terkenal kelezatannya di Jakarta.


1. Mie Ayam Gondangdia
Mie ayam yang sudah terkenal ke penjuru Jakarta ini, memiliki tekstur yang berbeda dari mie ayam pada umumnya. Tidak hanya mie ayam, tersedia juga aneka macam menu chinese food di tempat ini. Cuma untuk mencari lokasinya mungkin agak membingungkan, sebab tidak ada papan nama restaurant di depannya.


2. Gado - gado Bonbin
Gado-gado ini boleh jadi berusia lebih tua dari saya atau sebagian besar traveller, sebab restaurant ini sudah berdiri sejak kebun binatang masih berlokasi di lahan yang saat ini menjadi tempat berdirinya Taman Ismail Marzuki. Gado-gadonya sendiri lebih menyerupai gado-gado siram ala Semarang, sehingga tekstur bumbu kacangnya lembut.


3. Nasi Uduk Kebon Kacang
Di sepanjang Jl. Kebon Kacang terdapat cukup banyak penjual nasi uduk. Namun salah satu yang cukup terkenal dan menjadi favorit saya adalah warung Nasi Uduk Puas Hati Ibu Tati. Yang unik, nasi uduk disajikan terpisah dan dibungkus dengan daun pisang, aroma nasi uduknya pun harum. Disantap dengan ayam goreng atau ayam bakar, dengan cocolan sambal kacang dan sambal terasi, membuat nafsu makan lebih berselera.


4. Pusat Jajanan Lenggang Jakarta
Terletak di kawasan Monas, Lenggang Jakarta merupakan pusat jajanan yang menyediakan hidangan khas Jakarta, seperti ketoprak dan kerak telur, maupun hidangan lain dari seluruh penjuru Indonesia. Walau terletak di kawaaan wisata, namun harga makanan dan minuman di tempat ini cukup bersahabat.


5. Gubug Mang Engking
Salah satu cabang Gubuk Mang Engking berlokasi di kawasan wisata Ancol. Menyajikan hidangan khas Sunda seperti ikan gurame goreng, karedok dan masih banyak lagi. Untuk harga sebanding dengan rasa dan porsi hidangannya yang cukup besar. Kapan lagi bisa menikmati hidangan khas Sunda di pinggir pantai.

Kursi Berdiri di Pesawat Belum Laku, Masih Jadi Perdebatan

Inovasi pesawat berupa kursi berdiri menjadi perdebatan. Bisakah digunakan di seluruh penerbangan pesawat dan amankah?

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Kamis (30/6/2019) kursi berdiri merupakan inovasi dari pabrikan terkemuka asal Italia, Aviointeriors. Kursi berdiri tersebut diberi nama Skyrider.

Kursi Skyrider menempati ruang yang jauh lebih sedikit daripada rata-rata kursi ekonomi, hanya 23 inch atau 58 cm. Jika duduk di sana, rasanya seperti duduk di atas sadel sepeda.

"Kami tidak ingin menempatkan ribuan orang di kabin, kami ingin menawarkan konfigurasi multi-kelas, yang saat ini tidak mungkin terjadi jika Anda ingin mencapai jumlah penumpang maksimum," kata Gaetano Perugini, penasihat teknik di Aviointeriors.

"Itu berarti di kabin yang sama akan bisa memiliki ekonomi standar, ekonomi premium atau kelas bisnis dan ekonomi ultra-dasar yang merupakan inovasi untuk maskapai dan penumpang. Ini adalah alasan sebenarnya untuk Skyrider," sambungnya.

Bisa dibilang, Skyrider punya nilai positif untuk pihak maskapai. Singkatnya, bangkunya lebih hemat ruangan, yang artinya bisa lebih banyak bangku di dalam kabin dan bisa mendatangkan uang lebih banyak

Pun bagi penumpang pesawat sendiri, tentu pilihan penerbangan lebih banyak bangkunya. Bisa mengurangi masalah 'kehabisan bangku di pesawat'.

Tapi sayangnya, kursi berdiri masih jadi perdebatan. Sebabnya, spesifikasi pesawat A380, A320, A321 atau 737 yang tidak dibolehkan pemasangan kursi dengan konfigurasi jarak kurang dari 28 inch, sementara Skyrider adalah 23 inch.

Selain itu, segi keamanan dari kursi berdiri Skyrider belum teruji. Misalnya saja, apakah kursinya kuat jika pesawat melakukan pendaratan darurat serta apakah penumpang aman berlindung di kursinya dengan cara menundukan diri.

Otoritas penerbangan tiap negara pun tampaknya juga harus butuh waktu untuk uji kelayakan. Juga soal tipe tubuh penumpang, mereka yang bertubuh besar dinilai tidak akan nyaman duduk di sana.

Dilansir The Sun, pihak Aviointeriors mengaku sudah ada beberapa maskapai yang berminat untuk memesan kursi berdiri Skyrider. Hanya saja sampai kini, kursi berdirinya belum laku alias belum ada maskapai yang memesannya.

Kulineran di Medan, Lontong Bumbu Pecal Kak Lin Siap Goyang Lidah

Kalau jalan-jalan ke Medan, jangan lupa cicipi aneka kuliner khasnya yang nikmat. Salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Lontong Kak Lin. Warung yang terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro ini sudah berdiri sejak 1994.

Sebenarnya, Warung Lontong Kak Lin menjual aneka menu nikmat. Mulai dari lontong pecal, lontong sayur, lontong mi, nasi uduk, hingga camilan khas Medan seperti lupis dan sate kerang.

Namun yang paling khas di warung ini adalah lontong bumbu pecal. Sekilas, tampilannya mirip seperti pecel atau gado-gado karena tekstur kuahnya tidak encer.

Satu porsi lontong pecal berisi lontong yang dipadukan sayuran segar kemudian ditambah topping telur balado. Tak lupa dilengkapi dengan taburan kuah kacang yang gurih dan pedas. Makin nikmat jika disantap dengan sate kerang. Cocok disantap untuk sarapan!

Dilansir dari Instagram resmi Grab Indonesia, awalnya Kak Lin memulai usahanya dengan berjualan lontong sayur di depan SMAN 1 Medan. Lontong sayur buatan Kak Lin menjadi sarapan favorit bagi para pelajar di sana.

Namun seiring waktu berjalan, Kak Lin memindahkan dagangannya ke sebuah ruko yang lebih luas dan tak jauh dari tempat awal mula Kak Lin berjualan, yakni di seberang SMAN 1 Medan.

Kalau traveler tak sempat menyambangi Warung Lontong Kak Lin saat liburan ke Medan, pesan saja dengan layanan GrabFood.