Senin, 20 Januari 2020

Festival Isen Mulang 2019 Tampilkan Warna Budaya Suku Dayak

Festival Isen Mulang 2019 menyajikan beragam keseruan dari budaya suku Dayak. Keunikan yang tersaji pada gelaran event ini jelas menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani optimistis event yang digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada 17-22 Juni ini akan menarik lebih banyak wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun nusantara, khususnya masyarakat lokal dari provinsi lain di wilayah Kalimantan.

"Atraksi yang ditampilkan pasti keren dan membuat event ini berlangsung meriah. Dalam bahasa lokal, Isen Mulang berarti tidak pernah mundur. Ini merupakan motto Palangkaraya yang menggambarkan keberanian masyarakat setempat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (17/6/2019).

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung menambahkan, Festival Iseng Mulang 2019 akan diisi beragam kegiatan. Selain Pemilihan Putra Putri Pariwisata Kalteng, ada banyak lomba yang digelar mulai hari kedua hingga hari terakhir event ini.

"Hari kedua festival ada lomba Malamang atau membuat kuliner lamang, lomba Balogo atau permainan tradisional, lomba lagu daerah, serta lomba Maneweng, Manetek, dan Menyila Kayu atau pemotongan kayu. Ada pula lomba karnaval budaya dan lomba Panginan Sukup Simpan alias tumpeng khas Dayak Kalimantan," ungkapnya.

Selanjutnya di hari ketiga ada Lomba Manyipet (menyumpi), lomba Jukung Tradisional, dan lomba Sepak Sawut (sepak kaki menggunakan bola api). Lalu di hari keempat ada lomba Mangenta (masakan tradisional), lomba Lawang Sakepeng (seni bela diri), lomba Memahat Patung & Ukir Talawang, dan lomba Basei Kambe (tarik tambang di atas kapal). Hari berikutnya ada lomba Habayang/Bagasing (permainan pemintalan), lomba Karungut (lagu rakyat), lomba Mangaruhi (menangkap ikan), dan lomba Jukung Hias.

Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono menyatakan, Festival Isen Mulang memang sarat kegiatan. Di samping Pemilihan Putra Putri Pariwisata Kalteng dan aneka lomba, masih ada keseruan lain yang sayang dilewatkan seperti pentas Tari Pesisir dan Tari Pedalaman.

"Festival Isen Mulang kali ini kental dengan nuansa budaya. Jadi, event tahun ini dijamin lebih semarak dari tahun sebelumnya. Kemasannya dibuat dengan standar nasional. Keren banget," ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun menuturkan bahwa Festival Isen Mulang 2019 menjadi momentum yang pas untuk membangkitkan industri pariwisata di Kalimantan Tengah.

"Kalteng harus bangkit dan berkibar seperti daerah lain. Konsep acaranya sudah bagus. Sekarang yang dibutuhkan adalah branding secara masif. Kemenpar akan bantu itu. Tapi penyelenggara festival ini juga harus aktif. Manfaatkan semua jenis media, termasuk media sosial," terang Arief.

Hutan yang Indah di Bandung Saat Malam

Bandung punya banyak tempat wisata menarik. Salah satunya, Orchid Forest yang indah di saat siang maupun saat malam.

Bandung memiliki banyak obyek wisata yang menarik. Letaknya yang tidak jauh dari Jakarta pun membuat kota ini menjadi favorit warga Jakarta untuk menghabiskan liburan. Salah satu wisata yang bisa dijadikan tujuan adalah Orchid Forest, datanglah saat menjelang senja dan pengunjungpun akan mendapatkan suasana yang berbeda.

Hawa sejuk segera menyambut kami saat memasuki area Orchid Forest, dari jalan utama kami harus masuk sekitar 2 km untuk sampai ke lokasi. Suasana senja yang mulai tiba semakin menambah sejuknya udara yang kami rasakan. Setelah membayar tiket bagi pengunjung dan parkir kendaraan kamipun menuju lokasi. Ada 2 tempat parkir di sini, di bagian bawah dan di bawah.

Sore itu kawasan Orchid forest ramai, tempat parkirpun penuh. Kami turun dari kendaraan dan dari tempat parkir setelah melewati warung-warung kami sampai di pintu masuk Orchid Forest. Gapura dari bambu dengan lampu-lampu menyambut pengunjung, tulisan Orchid Forest berukuran besar juga ada tak jauh dari situ. Dan akhirnya gerbang megah dengan hiasan anggrek menandakan bahwa pengunjung telah memasuki lokasi, ada petugas yang memeriksa tiket dan menjelaskan bahwa tempat ini akan tutup pukul 19.00.

Lampu-lampu sudah menyala di sekitar kami, hari pun mulai gelap. Udara sejuk dan temaramnya lampu menciptakan suasana romantis di sekitar tempat ini. Menyusuri jalan yang sudah tertata rapi, pegunjung akan dibawa ke bebeapa spot yang menarik. Ada restoran besar yang nyaman dengan suasana santai, ada lapangan dengam bangku-bangku kayu setengah lingkaran, dan banyak tempat cantik yang berhiaskan lampu warna-warni.

Kursi Berdiri di Pesawat Belum Laku, Masih Jadi Perdebatan

Inovasi pesawat berupa kursi berdiri menjadi perdebatan. Bisakah digunakan di seluruh penerbangan pesawat dan amankah?

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Kamis (30/6/2019) kursi berdiri merupakan inovasi dari pabrikan terkemuka asal Italia, Aviointeriors. Kursi berdiri tersebut diberi nama Skyrider.

Kursi Skyrider menempati ruang yang jauh lebih sedikit daripada rata-rata kursi ekonomi, hanya 23 inch atau 58 cm. Jika duduk di sana, rasanya seperti duduk di atas sadel sepeda.

"Kami tidak ingin menempatkan ribuan orang di kabin, kami ingin menawarkan konfigurasi multi-kelas, yang saat ini tidak mungkin terjadi jika Anda ingin mencapai jumlah penumpang maksimum," kata Gaetano Perugini, penasihat teknik di Aviointeriors.

"Itu berarti di kabin yang sama akan bisa memiliki ekonomi standar, ekonomi premium atau kelas bisnis dan ekonomi ultra-dasar yang merupakan inovasi untuk maskapai dan penumpang. Ini adalah alasan sebenarnya untuk Skyrider," sambungnya.

Bisa dibilang, Skyrider punya nilai positif untuk pihak maskapai. Singkatnya, bangkunya lebih hemat ruangan, yang artinya bisa lebih banyak bangku di dalam kabin dan bisa mendatangkan uang lebih banyak

Pun bagi penumpang pesawat sendiri, tentu pilihan penerbangan lebih banyak bangkunya. Bisa mengurangi masalah 'kehabisan bangku di pesawat'.

Tapi sayangnya, kursi berdiri masih jadi perdebatan. Sebabnya, spesifikasi pesawat A380, A320, A321 atau 737 yang tidak dibolehkan pemasangan kursi dengan konfigurasi jarak kurang dari 28 inch, sementara Skyrider adalah 23 inch.

Selain itu, segi keamanan dari kursi berdiri Skyrider belum teruji. Misalnya saja, apakah kursinya kuat jika pesawat melakukan pendaratan darurat serta apakah penumpang aman berlindung di kursinya dengan cara menundukan diri.

Otoritas penerbangan tiap negara pun tampaknya juga harus butuh waktu untuk uji kelayakan. Juga soal tipe tubuh penumpang, mereka yang bertubuh besar dinilai tidak akan nyaman duduk di sana.

Dilansir The Sun, pihak Aviointeriors mengaku sudah ada beberapa maskapai yang berminat untuk memesan kursi berdiri Skyrider. Hanya saja sampai kini, kursi berdirinya belum laku alias belum ada maskapai yang memesannya.

Kulineran di Medan, Lontong Bumbu Pecal Kak Lin Siap Goyang Lidah

Kalau jalan-jalan ke Medan, jangan lupa cicipi aneka kuliner khasnya yang nikmat. Salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah Lontong Kak Lin. Warung yang terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro ini sudah berdiri sejak 1994.

Sebenarnya, Warung Lontong Kak Lin menjual aneka menu nikmat. Mulai dari lontong pecal, lontong sayur, lontong mi, nasi uduk, hingga camilan khas Medan seperti lupis dan sate kerang.

Namun yang paling khas di warung ini adalah lontong bumbu pecal. Sekilas, tampilannya mirip seperti pecel atau gado-gado karena tekstur kuahnya tidak encer.

Satu porsi lontong pecal berisi lontong yang dipadukan sayuran segar kemudian ditambah topping telur balado. Tak lupa dilengkapi dengan taburan kuah kacang yang gurih dan pedas. Makin nikmat jika disantap dengan sate kerang. Cocok disantap untuk sarapan!

Dilansir dari Instagram resmi Grab Indonesia, awalnya Kak Lin memulai usahanya dengan berjualan lontong sayur di depan SMAN 1 Medan. Lontong sayur buatan Kak Lin menjadi sarapan favorit bagi para pelajar di sana.

Namun seiring waktu berjalan, Kak Lin memindahkan dagangannya ke sebuah ruko yang lebih luas dan tak jauh dari tempat awal mula Kak Lin berjualan, yakni di seberang SMAN 1 Medan.

Kalau traveler tak sempat menyambangi Warung Lontong Kak Lin saat liburan ke Medan, pesan saja dengan layanan GrabFood.