Minggu, 19 Januari 2020

Akibat Noda di Paspor, Mantan Miss Universe Australia Tertahan di Bali

Mantan Miss Universe Australia, Tegan Martin harus menunda kepulangannya usai liburan di Bali. Alasan pihak imigrasi karena noda air di paspornya..

Lewat unggahan Instagram Story-nya Sabtu lalu (21/6/2019), Tegan Martin (26) menunjukkan kekecewaannya karena gagal pulang ke Australia. Dalam captionnya, ia menyebut kalau pihak imigrasi Bali menolaknya terbang akibat noda air di paspornya.

"Tidak diperbolehkan terbang karena noda air di pojok pasporku. Apa ada yang pernah mengalami masalah serupa?" ujar Tegan di captionnya.

Dijelaskan olehnya, Tegan seharusnya menghadiri acara Friday Night Gala di Sydney untuk acara penggalangan dana. Namun, kejadian itu menahannya kembali dan membuatnya harus tinggal di Bali lebih lama.

Dalam unggahan foto di Instagramnya, diketahui Tegan tengah berada di Bali selama seminggu penuh untuk menjalani sesi relaksasi mewah di Bliss Sanctuary for Women, Ubud. Dilihat detikcom dari Instagram Storynya hari Minggu ini (23/6), Tegan juga masih diketahui berada di Bali.

Sebelumnya, kejadian turis tertahan atau batal liburan ke Bali juga pernah terjadi sebelumnya. Awal tahun 2018 ini, seorang gadis asal Australia bernama Lexi Karakostas (16) juga gagal liburan ke Bali dari Melbourne karena paspornya.

Saat ia tiba di Denpasar, pihak imigrasi terpaksa menahannya lebih dulu sebelum kembali memulangkannya. Alasannya, paspor milik Lexi memiliki robekan dari punggung paspor hingga ke bagian dalam. Alhasil, Lexi pun batal liburan ke Bali.

Seperti diketahui, paspor menjadi identitas utama seseorang saat bepergian. Selain wajib dimiliki, paspor juga harus berada dalam kondisi baik sebagai salah satu syarat utama pengecekan di imigrasi.

Terbuai Indahnya Pulau Semak Daun di Dekat Jakarta

Merupakan bagian dari Kepulauan Seribu, Pulau Semak Daun kerap disinggahi oleh traveler ibukota. Walau tak jauh dari Jakarta, airnya jernih dan indah.

Di antara beberapa pulau di Kepulauan Seribu, Pulau Semak Daun menjadi tujuan favorit para traveler yang ingin menikmati keindahan asri pantai dan bawah lautnya. Terkenal dengan pantainya yang memiliki gradasi warna yang cantik dan jernih, banyak traveler melakukan snorkeling di sekitar pulau ini. Jika berangkat dari Pulau Pramuka, maka Pulau Semak Daun dapat dicapai kurang lebih 45-60 menit.

Pulau Semak Daun sangat cocok untuk istirahat makan siang dan bersantai bersama keluarga dan sahabat, apalagi setelah dari pagi melakukan perjalanan mengarungi laut dan snorkeling. Sepanjang pantai di Pulau Semak Daun ini bisa digunakan oleh traveler untuk bersantai untuk menikmati keindahan laut dan segarnya angin semilir.

Uniknya, warna laut di sekitar Pulau Semak Daun memiliki gradasi warna yang cantik yakni biru dan biru kehijauan yang segar. Ada dermaga kecil dan pos pantau yang juga bisa digunakan traveler untuk menikmati pemandangan sekaligus spot foto yang instagramable. Pastikan traveler membawa properti yang pas selama di Pulau Semak Daun seperti topi pantai, kacamata hitam, selendang pantai, dan lain sebagainya.

Di pulau ini tersedia kamar mandi umum yang dapat digunakan traveler untuk bersih-bersih setelah puas bermain air di laut. Di pulau ini pun ada pedagang yang berjualan tapi tidak menetap di sana. Mereka berasal dari pulau sekitar yang memang berpenghuni.

Meskipun Pulau Semak Daun kerap digunakan sebagai lokasi makan siang para traveler, pastikan untuk selalu membawa sampah yang traveler bawa untuk dibuang ke tempatnya. Pulau ini sangat indah dan masih asri, jadi akan sayang sekali jika tidak terawat dan terjaga kebersihan. Yuk, bersama jaga alam dan keasrian pulau-pulau di Indonesia!

Dancing Fountain dan Via Vallen Lengkapi Kemeriahan di Saloka

Kemeriahan tercipta dari Grand Opening Saloka Theme Park. Pemicunya adalah Fountain Dancing dan aksi menawan penyanyi dangdut Via Vallen. Setelah penampilan inti, acara ini diakhiri dengan pesta kembang api.

Usai peresmian Sabtu (22/3), acara Grand Opening sempat dijeda. Kegiatan baru dilanjutkan sekitar pukul 19.30 WIB. Sebagi pembuka, pengelola Saloka Theme Park menyajikan Water Fountain, yaitu aksi air mancur yang menari.

Namun, kemasannya dibuat berbeda. Kali ini dirangkai sebuah jalan cerita. Tepatnya cerita mengenai naga bernama Loka. Seluruh visual yang ditampilkan berlatar belakang air mancur yang begitu menarik perhatian. Atraksi ini membuat seluruh pengunjung takjub.

Setelah itu, tampil band beraliran pop The Rain. Band ini membawakan lagu-lagu hitsnya. Seperti Terlatih Patah Hati. Selain itu, The Rain juga membawakan lagu Andaikan Kau Datang Kembali milik Koes Plus dan lagu Oasis Don't Look Back in Anger.

Namun, aksi yang paling ditunggu jelas Via Vallen. Penyanyi dangdut berparas cantik ini mengawali aksinya dengan lagu Selow. Dengan perpaduan irama reggae dan dangdut, Via terlihat sangat luwes.

Di lagu kedua, Via Vallen langsung menggebrak panggung. Lagu andalannya, Sayang, dilantunkan. Tapi kali ini ia tidak sendiri, Via Vallen berhasil membawa Menteri Pariwisata Arief Yahya dan CEO Saloka, David Sentosa Prasetyo ikut bernyanyi di atas panggung.

"Salatiga dan Kabupaten Semarang beruntung ya punya Saloka. Dari awal tiba, Via sudah ingin loh naik beberapa wahana. Mudah-mudahan lain waktu bisa ya," paparnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/6/2019).

Via menambahkan, masyarakat Kabupaten Semarang dan sekitarnya kini tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mencari destinasi buat keluarga. Karena, ada Saloka Theme Park.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga berharap Saloka Theme Park memiliki peran dalam sektor pariwisata Jawa Tengah.

"Dengan aksesnya yang semakin lancar, Saloka harus bisa mengambil peran di kawasan Joglosemar. Karena kawasan ini masuk dalam Destinasi Prioritas dengan hadirnya Borobudur. Tapi itu tidak cukup. Makanya kita dorong Kota Lama Semarang agar menjadi Unesco World Heritage untuk mendukung pariwisata Joglosemar," paparnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/6/2019).

Dua destinasi ini pun belum dianggap cukup oleh Menpar. Oleh karena itu, ia akan mencoba mendatangkan wisatawan cruise ship.

"Kita akan mencoba mengarahkan wisatawan cruise ship ke Saloka. Potensinya ada. Dan Saloka juga didukung akses yang bagus. Kita akan mendukung Saloka yang menjadi taman rekreasi tematik terbesar di Jawa Tengah," papar mantan Dirut PT Telkom itu.

Akibat Noda di Paspor, Mantan Miss Universe Australia Tertahan di Bali

Mantan Miss Universe Australia, Tegan Martin harus menunda kepulangannya usai liburan di Bali. Alasan pihak imigrasi karena noda air di paspornya..

Lewat unggahan Instagram Story-nya Sabtu lalu (21/6/2019), Tegan Martin (26) menunjukkan kekecewaannya karena gagal pulang ke Australia. Dalam captionnya, ia menyebut kalau pihak imigrasi Bali menolaknya terbang akibat noda air di paspornya.

"Tidak diperbolehkan terbang karena noda air di pojok pasporku. Apa ada yang pernah mengalami masalah serupa?" ujar Tegan di captionnya.

Dijelaskan olehnya, Tegan seharusnya menghadiri acara Friday Night Gala di Sydney untuk acara penggalangan dana. Namun, kejadian itu menahannya kembali dan membuatnya harus tinggal di Bali lebih lama.

Dalam unggahan foto di Instagramnya, diketahui Tegan tengah berada di Bali selama seminggu penuh untuk menjalani sesi relaksasi mewah di Bliss Sanctuary for Women, Ubud. Dilihat detikcom dari Instagram Storynya hari Minggu ini (23/6), Tegan juga masih diketahui berada di Bali.

Sebelumnya, kejadian turis tertahan atau batal liburan ke Bali juga pernah terjadi sebelumnya. Awal tahun 2018 ini, seorang gadis asal Australia bernama Lexi Karakostas (16) juga gagal liburan ke Bali dari Melbourne karena paspornya.

Saat ia tiba di Denpasar, pihak imigrasi terpaksa menahannya lebih dulu sebelum kembali memulangkannya. Alasannya, paspor milik Lexi memiliki robekan dari punggung paspor hingga ke bagian dalam. Alhasil, Lexi pun batal liburan ke Bali.

Seperti diketahui, paspor menjadi identitas utama seseorang saat bepergian. Selain wajib dimiliki, paspor juga harus berada dalam kondisi baik sebagai salah satu syarat utama pengecekan di imigrasi.