Minggu, 19 Januari 2020

Banyuwangi Gombengsari Plantation Run 2019 Diramaikan Ribuan Pelari

Event sport tourism Banyuwangi Gombengsari Plantation Run 2019 berlangsung meriah. Kompetisi lari yang menyuguhkan trek perkebunan ini diikuti ribuan pelajar.

Mengambil start di kawasan wana wisata Sumbermanis, Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, ribuan peserta ini menempuh jarak lima kilometer dengan rute yang menantang, Minggu (23/6/2019). Menembus hutan Gombengsari, mereka menyusuri rapatnya rerimbunan pohon mahoni dan pinus.

Track yang harus dilalui naik turun, terjal, berbatu, terkadang licin, becek, dan terhalang akar pohon. Namun, udara yang sejuk sangat membantu peserta menjaga staminanya.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, kompetisi lari ini dibuat untuk merespon keinginan kaum milenial.

"Ini bagian dari respon kita terhadap keinginan milenial. Mereka menyukai dua hal. Pertama olahraga, dan kedua budaya. Karena itu kita gelar beberapa kegiatan berbasis budaya dan alam. Salah satunya Gombengsari Plantation Run ini," ujar Anas pada detikcom, Minggu (23/6/2019) saat membuka Gombengsari Plantation Run 2019.

Selain menarik dari segi tempat, event ini juga mengakomodir potensi lokal. Gombengsari memiliki potensi lokal yang kuat. Selain alamnya yang indah, Gombengsari juga terkenal dengan kopi dam susu kambing ettawa.

"Berbekal potensi yang kami miliki, Banyuwangi terus menggarap sporttourisme, olahraga berbalut pariwisata dengan memanfaatkan kekayaan alam kami. Tahun ini ada 12 event sporttourisme, antara lain yang akan dihelat dalam waktu dekat adalah Durian Cycling, Savana duathlon, hingga Tour de Ijen," kata Anas.

Menurut Anas, Gombengsari bisa menerapkan pariwisata berbasis rakyat dan kearifan lokal. Ini akan lebih kuat jika dibanding wisata buatan yang kadang memaksakan apa yang tidak sesuai dengan tradisi atau pengembangan masyarakat di tingkat lokal.

"Kami akan dorong halal friendly tourism yang berbasis plantation tumbuh di tempat ini. Saya senang datang ke sini. Pengembangan kerajinannya juga luar biasa," kata Anas.

Banyuwangi Gombengsari Plantation Run 2019 ini terdiri dari kategori pelajar SD, SMP dan SMA. Selain itu juga ada kategori umum yang ikut memeriahkan kompetisi ini.

Untuk juara kategori SD putra diraih Rizki Sugiarto dari SDN Bakungan Glagah. Juara SD putri, Dwi Ainun R dari SDN 2 Gumirih, Singojuruh. Di kategori SMP putra diraih Wahyu Hidayat dari SMP 2 Genteng, dan Innes Aditya dari SMP 2 Banyuwangi di kategori putri.

Kategori SMA putra dijuarai oleh Anggi F dari SMA Muhamadiyah 2 dan Ernofian dari SMA 2 Genteng di kategori putri. Juara kategori umum putra diraih oleh Buang dari Kecamatan Kalipuro. Di kategori putri juara diraih Sarah Adnanova, peserta Bea Siswa Budaya Indonesia (BSBI) asal Cekoslowakia.

"Saya tidak menyangka bisa menjadi pemenang. Saya lihat tadi semuanya berlari dengan kencang, terutama anak-anak. Treknya asik, menantang. Ini pengalaman seru bagi peserta seperti saya, menjajal kompetisi lari di negeri orang," kata Sarah.

Rasa senang juga diungkapkan oleh Wahyu Hidayat, juara 1 di kategori SMP putra. "Saya memang rutin berlatih lari. Namun di Gombengsari ini tantangan tersendiri buat saya yang biasa berlatih di jalan aspal. Syukur bisa menang juga di trek pegunungan," ungkapnya.

Iyeth Bustami & Tika Zeins Goyang Festival Badau 2019

Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 dijamin super meriah. Sedikitnya ada 18 lagu dangdut hits yang akan ditebar. Penyanyinya beken. Ada Iyeth Bustami dan Tika Zeins.

Festival Crossborder Badau 2019 jilid 2 akan digelar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Nanga Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

"Ayo seru-seruan bareng di Festival Crossborder Badau. Pokoknya semua harus datang pada Minggu (23/6). Kami tunggu semuanya di PLBN Nanga Badau. Sampai bertemu di sana ya," ungkap Tika Zeins singkat, Minggu (23/6/2019).

Tika Zeins adalah juara Bintang Pantura 3. Selain dangdut, Tika Zeins juga aktif di jalur Pop Sunda bersama group Barakatak. Beberapa album Pop Sunda yang dihasilkannya seperti, OAEO dan Boro-Boro Ngimpi.

Dari jalur dangdut, album yang direleasnya adalah Panas (Pacarku Nakal Sekali). Single hitsnya ada Kena Rasanya dan Jamur (Janda Muda di Bawah Umur).

Tika Zeins akan membawakan sekitar 10 lagu. Seperti Selow. Selain itu, ada juga lagu Ku Tak Bisa, Ditinggal Rabi, Aku Takut, hingga Kemarin.

"Tika Zeins dan Iyeth Bustami pasti akan memberikan penampilan terbaiknya. Pasti akan ada kejutan-kejutan. Mereka itu terkenal interaktif dan ramah di atas panggung. Dengan banyaknya lagu yang akan dibawakan oleh 2 pesohor ini, kami yakin seluruh pengunjung akan puas," terang Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Sedangkan Iyeth Bustami akan membawakan 8 lagu. Ada beberapa lagu hits miliknya yang sudah disiapkan, seperti Laksmana Raja di Laut, Laila Canggung, dan Sabda Cinta. Beberapa lagu populer lainnya adalah Syantik dan Kata Pujangga. Lagu Syantik tersebut dipopulerkan oleh Siti Badriah, lalu Kata Pujangga menjadi milik Rhoma Irama.

"Yang jelas pangung Festival Crossborder Badau kali ini akan heboh. Mereka akan menampilkan ciri dan kekuatannya masing-masing. Iyeth Bustami secara figur tentu laus biasa. Pokoknya event ini jangan sampai terlewatkan. Pengunjung harus datang lebih awal agar tidak kehilangan momentumnya," jelas Adella lagi.

Nama besar memang dimiliki Iyeth. Pemiliki nama asli Sri Barat banyak memiliki koleksi lagu hits genre Melayu. Salah satu album terkenal, Zapin-Dut: Laksmana Raja di Laut (2003).

Lagu andalan Laksmana Raja di Laut pun meledak di pasaran waktu itu. Pada tahun yang sama, Iyeth juga dinobatkan sebagai Penyanyi Wanita Terbaik versi Anugerah Dangdut TPI 2003.

Dengan karakter suara khasnya, Iyeth pun sudah memiliki sekitar 7 album. Dibuat di rentang 1994-2011, albumnya diantaranya, Rumah Cinta, Cinta Hanya Sekali, Mana, juga Sudahlan. Penyanyi kelahiran Bengkalis, Riau, juga rutin muncul di layar televisi. Ada 4 program televisi yang dihandle-nya yaitu, Liga Dangdut Indonesia, D'Academy Asia, D'Academy, dan Kontes Dangdut Indonesia.

"Panggung Festival Crossborder Badau jilid 2 ini akan semakin menarik. Iyeth Bustami dan Tika Zeins pasti akan tampil all out demi memuaskan publik di perbatasan. Untuk itu, kami juga mengundang warga Malaysia untuk bergoyang bersama di Badau," kata Kepala Bidang Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono.

Memberikan kenyamanan, kemudahan akses sebelumnya sudah diberikan pada publik Malaysia. Sebab, Imigrasi Kelas III Non TPI Putussibau membolehkan pemilik Identity Card (IC) masuk di 5 kecamatan, Minggu (23/6). Selain area event, warga Negeri Jiran bisa berkunjung ke Kecamatan Empanang, Puring Kencana, Badau, Batang Lupar, hingga Embaloh Hulu.

"Menampilkan 2 penyanyi dalam satu waktu tentu menarik. Festival Crossborder Badau jilid 2 pasti lebih meriah karena jumlah lagu yang ditampilkan lebih banyak. Silahkan bergoyang bersama di Badau. Yang penting berlaku tertib sehingga penyelenggaraan event lancar," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN tersebut.