Minggu, 19 Januari 2020

Dancing Fountain dan Via Vallen Lengkapi Kemeriahan di Saloka

Kemeriahan tercipta dari Grand Opening Saloka Theme Park. Pemicunya adalah Fountain Dancing dan aksi menawan penyanyi dangdut Via Vallen. Setelah penampilan inti, acara ini diakhiri dengan pesta kembang api.

Usai peresmian Sabtu (22/3), acara Grand Opening sempat dijeda. Kegiatan baru dilanjutkan sekitar pukul 19.30 WIB. Sebagi pembuka, pengelola Saloka Theme Park menyajikan Water Fountain, yaitu aksi air mancur yang menari.

Namun, kemasannya dibuat berbeda. Kali ini dirangkai sebuah jalan cerita. Tepatnya cerita mengenai naga bernama Loka. Seluruh visual yang ditampilkan berlatar belakang air mancur yang begitu menarik perhatian. Atraksi ini membuat seluruh pengunjung takjub.

Setelah itu, tampil band beraliran pop The Rain. Band ini membawakan lagu-lagu hitsnya. Seperti Terlatih Patah Hati. Selain itu, The Rain juga membawakan lagu Andaikan Kau Datang Kembali milik Koes Plus dan lagu Oasis Don't Look Back in Anger.

Namun, aksi yang paling ditunggu jelas Via Vallen. Penyanyi dangdut berparas cantik ini mengawali aksinya dengan lagu Selow. Dengan perpaduan irama reggae dan dangdut, Via terlihat sangat luwes.

Di lagu kedua, Via Vallen langsung menggebrak panggung. Lagu andalannya, Sayang, dilantunkan. Tapi kali ini ia tidak sendiri, Via Vallen berhasil membawa Menteri Pariwisata Arief Yahya dan CEO Saloka, David Sentosa Prasetyo ikut bernyanyi di atas panggung.

"Salatiga dan Kabupaten Semarang beruntung ya punya Saloka. Dari awal tiba, Via sudah ingin loh naik beberapa wahana. Mudah-mudahan lain waktu bisa ya," paparnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/6/2019).

Via menambahkan, masyarakat Kabupaten Semarang dan sekitarnya kini tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mencari destinasi buat keluarga. Karena, ada Saloka Theme Park.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga berharap Saloka Theme Park memiliki peran dalam sektor pariwisata Jawa Tengah.

"Dengan aksesnya yang semakin lancar, Saloka harus bisa mengambil peran di kawasan Joglosemar. Karena kawasan ini masuk dalam Destinasi Prioritas dengan hadirnya Borobudur. Tapi itu tidak cukup. Makanya kita dorong Kota Lama Semarang agar menjadi Unesco World Heritage untuk mendukung pariwisata Joglosemar," paparnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/6/2019).

Dua destinasi ini pun belum dianggap cukup oleh Menpar. Oleh karena itu, ia akan mencoba mendatangkan wisatawan cruise ship.

"Kita akan mencoba mengarahkan wisatawan cruise ship ke Saloka. Potensinya ada. Dan Saloka juga didukung akses yang bagus. Kita akan mendukung Saloka yang menjadi taman rekreasi tematik terbesar di Jawa Tengah," papar mantan Dirut PT Telkom itu.

Akibat Noda di Paspor, Mantan Miss Universe Australia Tertahan di Bali

Mantan Miss Universe Australia, Tegan Martin harus menunda kepulangannya usai liburan di Bali. Alasan pihak imigrasi karena noda air di paspornya..

Lewat unggahan Instagram Story-nya Sabtu lalu (21/6/2019), Tegan Martin (26) menunjukkan kekecewaannya karena gagal pulang ke Australia. Dalam captionnya, ia menyebut kalau pihak imigrasi Bali menolaknya terbang akibat noda air di paspornya.

"Tidak diperbolehkan terbang karena noda air di pojok pasporku. Apa ada yang pernah mengalami masalah serupa?" ujar Tegan di captionnya.

Dijelaskan olehnya, Tegan seharusnya menghadiri acara Friday Night Gala di Sydney untuk acara penggalangan dana. Namun, kejadian itu menahannya kembali dan membuatnya harus tinggal di Bali lebih lama.

Dalam unggahan foto di Instagramnya, diketahui Tegan tengah berada di Bali selama seminggu penuh untuk menjalani sesi relaksasi mewah di Bliss Sanctuary for Women, Ubud. Dilihat detikcom dari Instagram Storynya hari Minggu ini (23/6), Tegan juga masih diketahui berada di Bali.

Sebelumnya, kejadian turis tertahan atau batal liburan ke Bali juga pernah terjadi sebelumnya. Awal tahun 2018 ini, seorang gadis asal Australia bernama Lexi Karakostas (16) juga gagal liburan ke Bali dari Melbourne karena paspornya.

Saat ia tiba di Denpasar, pihak imigrasi terpaksa menahannya lebih dulu sebelum kembali memulangkannya. Alasannya, paspor milik Lexi memiliki robekan dari punggung paspor hingga ke bagian dalam. Alhasil, Lexi pun batal liburan ke Bali.

Seperti diketahui, paspor menjadi identitas utama seseorang saat bepergian. Selain wajib dimiliki, paspor juga harus berada dalam kondisi baik sebagai salah satu syarat utama pengecekan di imigrasi.

Sabtu, 18 Januari 2020

Band Kotak Ingin Tampil Total di Konser Musik Atambua

Vokalis Kotak Tantri berjanji akan memberikan penampilan istimewa pada Konser Musik Perbatasan Atambua (KMPA) 2019 yang akan digelar pada 28-29 Juni 2019 di Lapangan Simpang Lima Atambua, Belu, NTT.

"Saya kasih bocoran ya. Kita akan bawakan Terbang, Energi, Tinggalkan Saja, Beranikan Dirimu, Masih Cinta, Inspirasi Sahabat, Haters, Pelan-Pelan Saja, Tendangan dari Langit, dan Beraksi. Pokoknya Kotak akan bikin tapal batas Indonesia memanas di Atambua," ucap Tantri dalam keterangan tertulis Rabu (26/6/2019).

Tantri cs mengaku sudah mempersiapkan matang penampilan mereka. Tantri bahkan berjanji akan memberikan penampilan istimewa apalagi konser ini digelar di perbatasan Indonesia. Menurutnya ini merupakan momentum untuk membuktikan gaharnya musik Kotak.

"Sudah pasti kami akan all out. Ini merupakan kebanggaan bagi kami untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Pokoknya semua energi positif akan kami salurkan di atas panggung bagi semua Kerabat Kotak di perbatasan," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Belu Willybrodus Lay juga mengutarakan garansi kemeriahan di KMPA 2019. Menurutnya, KMPA 2019 akan menjadi sajian yang luar biasa. Menurut Willybrodus, konser ini juga akan didukung dengan tampilan panggung yang megah, serta kualitas sound dan lighting yang maksimal. Selain itu Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga memboyong Andmesh dan Gerson Oliveira untuk memeriahkan KMPA 2019 dan yang tak ketinggalan ada parade Festival Seni dan Budaya.

"Bagi warga Timor Leste silakan menyeberang dan menikmati energi menghentak dari Kotak. Ini persembahan pemerintah pusat yakni dari Kemenpar. Mari nikmati acara ini," ucap Willybrodus.

Bagi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani, nama besar Kotak sudah tak diragukan di kancah musik rock. Bukan hanya di Indonesia, nama besarnya bahkan santer terdengar hingga negeri tetangga. Sebut saja Singapura, Malaysia, Brunei, dan Timor Leste sangat akrab dengan musik rock khas Kotak.

Semenjak kemunculannya di tahun 2004, nama band Kotak sudah mencuri perhatian penggemar musik pop dan rock di Tanah Air. Segudang prestasi pernah disematkan kepada band yang digawangi oleh Tantri Syalindri Ichlasari (Tantri), Swasti Sabdastantri (Chua), dan Marcelo Cella (Cella) menjadi garansi kehebatan musikalitas mereka. Nama mereka pun besar pengaruhnya di Timor Leste.

"Selamat menikmati indahnya Atambua dan kerennya musik Band Kotak," kata Rizky.

Totalitas yang dimunculkan KMPA 2019 kedua ini membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya yakin jika wisatawan Timor Leste akan kepincut datang. Apalagi dukungan akses dan amenitas yang dimiliki Atambua sangat lengkap. Jalannya mulus dengan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang megah.

"Untuk amenitas juga cenderung mudah. Kita ingin jadikan Atambua sebagai destinasi utama setelah Kepulauan Riau. Makanya atraksinya juga kita tampilkan yang terbaik. Saya jamin Kotak akan tampil meledak di atas panggung KMPA 2019. Silakan datang dan nikmati kehebohan KMPA 2019," ujar Arief.