Sabtu, 18 Januari 2020

30 Juni, Penerbangan Domestik AirAsia di Bandung Pindah ke Kertajati

Penumpang AirAsia yang akan hendak terbang dari atau menuju Jawa Barat, kini harus berpindah bandara. Dari Bandara Internasional Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara Internasional Kertajati (KJT).

Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari AirAsia, Rabu (26/6/2019) penerbangan yang dipindahkan adalah rute domestik. Bandara Kertajati berlokasi di Majalengka, Jawa Barat sesuai instruksi Kemenhub RI. Sekitar 3 jam perjalanan dari ibukota Jabar, Bandung.

Terkait perubahan bandara, nomor penerbangan menuju Denpasar, Bali juga berubah. Penerbangan Bali-Kertajati bernomor QZ 720 yang berangkat pukul 7:10 WIB dan tiba pada 8:00 WIT. Sedangkan sebaliknya, Kertajati-Denpasar bernomor QZ 271 berangkat pukul 8:25 WIT dan tiba pukul 11:15 WIB setiap harinya.

Apabila traveler sudah terlanjur membeli tiket dari atau menuju Bandara Husen Sastranegara Bandung, bisa memilih layanan kompensasi berupa perubahan jadwal, akun kredit dan refund kepada customer service AirAsia. Perubahan jadwal berlaku dalam wakyu 30 hari dari jadwal keberangkatan tanpa biaya, akun kredit dengan tujuan ke mana saja berlaku 90 hari dan pengembalian uang sesuai yang dibayarkan.

Namun, untuk pemesanan yang dilakukan lewat agen perjalanan, pengajuan akun kredit dan pengembalian yang hanya dapat dikembalikan pada agen perjalanan ditempat penumpang membeli tiket.

Tetapi, untuk penumpang rute internasional yang menuju atau berangkat dari Bandara Husein Sastranegara tidak perlu melakukan sejumlah prosedur di atas. Penerbangan internasional masih beroperasi di Bandara Husein Sastranegara.

Pengalaman Serunya Mengarungi Sungai di River Safari Singapura

Nama River Safari sebagai objek wisata di Singapura mungkin masih belum terlalu akrab di telinga para traveler. Tak kalah di 2 saudaranya, Singapore Zoo dan Night Safari, konon berkunjung ke River Safari bisa mendapat sensasi seperti sedang berada di sungai terkenal di dunia lho.

Apa saja yang membuat River Safari tak sepatutnya dilewatkan? Simak aktivitas menarik yang membuat River Safari harus ada di dalam agenda perjalanan kamu ke Singapura berikut ini:

1. Tur Mengenal Aneka Binatang Unik

Bertemu manatee atau sapi laut bukan mimpi lagi di River Safari. Selama tur, pengunjung bisa ikut berinteraksi langsung dengan keluarga manatee dengan memberi makan dan melatih mereka sambil bermain.

Manatee sendiri adalah spesies mamalia yang hidup di laut dengan ukuran cukup besar. Seekor manatee dewasa bisa memiliki panjang 4 meter dengan berat lebih dari 500 kg. Tak banyak kebun binatang yang memiliki manatee sebagai koleksinya. Jadi, kamu beruntung jika menemukan manatee di River Safari. Selain manatee, pengunjung juga bisa melihat langsung koleksi binatang endemik Sungai Amazon seperti ikan piranha dan belut listrik.

2. Menyusuri Aquarium Raksasa

Sekilas, aquarium raksasa ini tampak seperti Seaworld Ancol. Berjalan sepanjang aquarium raksasa terasa seperti menyusuri sungai liar dengan pemandangan perairan yang menjadi habitat banyak jenis ikan. Selama penelusuran, pengunjung juga bisa ditemani pemandu wisata yang akan menjelaskan beragam informasi menarik seputar zona yang sedang dilewati, mulai dari binatang endemik yang ada hingga sejarahnya.

3. Bertemu dan Berinteraksi Langsung dengan Panda

River Safari adalah satu dari sedikit kebun binatang yang diberi keleluasaan untuk memiliki panda sebagai binatang koleksinya. Hewan lucu berwarna monokrom ini menjadi favorit banyak orang, jadi tak mengherankan kalau zona ini menjadi salah satu titik yang paling ramai.

Dengan mengikuti tur yang disediakan oleh River Safari, pengunjung bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan Kai Kai dan Jia Jia, 2 panda idola di sini. Saat mengikuti tur, pengunjung bisa ikut serta menyiapkan sarapan, melakukan pemeriksaan rutin, dan membersihkan kandang panda tersebut. Selepasnya, jangan lupa mencicipi Panda Pau di Panda Restaurant yang kelezatannya sudah diakui oleh banyak pengunjung.

Jakarta Masuk Kota yang Bakal Kena Overtourism

Overtourism merupakan suatu fenomena di mana sudah terlalu banyak kunjungan turis di suatu destinasi. Jakarta, salah satu yang akan mengalaminya.

Overtourism sudah dinilai sebagai suatu musibah. Sebabnya, suatu destinasi yang sudah kepenuhan turis bakal terkena dampak yang buruk. Dari tingkah turis nakal yang tidak terkontrol, kemacetan hingga rusaknya destinasi tersebut akibat vandalisme dan lainnya.

Nah, fenomena overtourism sudah melanda berbagai negara. Beberapanya seperti Amsterdam dan Roma. Bahkan, Amsterdam pun sudah tidak mau lagi menerima turis alias tidak lagi mempromosikan kotanya sebagai destinasi wisata.

Dilansir dari South China Morning Post, Rabu (26/6/2019) World Travel & Tourism Council, oranisasi non profit dari Inggris yang bergerak pada bidang pariwisata, melansir kesiapan 50 destinasi yang bakal terkena overtourism di tahun 2030. Salah satu destinasinya, adalah Jakarta.

Kota-kota lainnya yakni Bangkok, Seoul, Auckland, Ho Chi Minh, Cape Town, Istanbul, Mexico City dan New Delhi. Satu hal yang dititikberatkan, akankah infrastruktur pariwisata di kota-kota tersebut mampu memenuhi pertumbuhan pariwisata?

"Ada risiko ketegangan di masa depan terkait dengan volume kunjungan, infrastruktur atau aktivitas yang menguji kesiapan untuk pertumbuhan kunjungan turis," kata laporan dari World Travel & Tourism Council.

Oleh sebab itu, infrastruktur pariwisata dari aksesbilitas hingga manajemen tata kota perlu diperhatikan. Supaya turis yang datang merasa nyaman, pun warga kotanya sendiri.

Lain sisi, beberapa kota di dunia dinilai sudah siap menghadapi fenomena overtourism. Sebut saja Singapura, Beijing, Chicago, Dubai, Hong Kong, Munich, Osaka, Shanghai, Tokyo dan Washington.

World Tourism Organisation dari PBB, menyatakan bahwa tahun 2018 lalu, ada 1,4 miliar kunjungan turis internasional di seluruh dunia. Ada peningkatan 6 persen dari tahun sebelumnya, dan angkanya diperkirakan akan tumbuh 3 persen menjadi 4 persen tahun ini.

30 Juni, Penerbangan Domestik AirAsia di Bandung Pindah ke Kertajati

Penumpang AirAsia yang akan hendak terbang dari atau menuju Jawa Barat, kini harus berpindah bandara. Dari Bandara Internasional Husein Sastranegara (BDO) ke Bandara Internasional Kertajati (KJT).

Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari AirAsia, Rabu (26/6/2019) penerbangan yang dipindahkan adalah rute domestik. Bandara Kertajati berlokasi di Majalengka, Jawa Barat sesuai instruksi Kemenhub RI. Sekitar 3 jam perjalanan dari ibukota Jabar, Bandung.

Terkait perubahan bandara, nomor penerbangan menuju Denpasar, Bali juga berubah. Penerbangan Bali-Kertajati bernomor QZ 720 yang berangkat pukul 7:10 WIB dan tiba pada 8:00 WIT. Sedangkan sebaliknya, Kertajati-Denpasar bernomor QZ 271 berangkat pukul 8:25 WIT dan tiba pukul 11:15 WIB setiap harinya.

Apabila traveler sudah terlanjur membeli tiket dari atau menuju Bandara Husen Sastranegara Bandung, bisa memilih layanan kompensasi berupa perubahan jadwal, akun kredit dan refund kepada customer service AirAsia. Perubahan jadwal berlaku dalam wakyu 30 hari dari jadwal keberangkatan tanpa biaya, akun kredit dengan tujuan ke mana saja berlaku 90 hari dan pengembalian uang sesuai yang dibayarkan.

Namun, untuk pemesanan yang dilakukan lewat agen perjalanan, pengajuan akun kredit dan pengembalian yang hanya dapat dikembalikan pada agen perjalanan ditempat penumpang membeli tiket.

Tetapi, untuk penumpang rute internasional yang menuju atau berangkat dari Bandara Husein Sastranegara tidak perlu melakukan sejumlah prosedur di atas. Penerbangan internasional masih beroperasi di Bandara Husein Sastranegara.