Sabtu, 18 Januari 2020

Menyusun Pedoman Wisata Halal di Indonesia

Kemenpar (Kementerian Pariwisata) segera menyusun dan menyiapkan pedoman wisata halal. Itu akan jadi panduan bagi pengembangan pariwisata di Indonesia.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat menjadi pembicara dalam Pra Konvensi Nasional Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal Indonesia di Hotel Hermitage Jakarta, Selasa, (25/6) kemarin mengatakan pihaknya optimistis panduan yang akan disusun tersebut akan berperan dalam mempercepat pertumbuhan wisata halal di Indonesia.

Pedoman wisata halal sendiri akan meliputi empat bidang yaitu destinasi, pemasaran, industri, dan kelembagaan. Dalam penyusunan panduan, Kemenpar mengacu pada standar terbaik wisata dunia.

"Kita harus mengikuti strategi umum seperti pelayanan dan harga terbaik dan berlaku di dunia," ujar Arief seperti dalam siaran pers yang diterima detikTravel, Rabu (26/6/2019).

Lebih lanjut mengenai standar layanan pariwisata, Menpar menjelaskan pentingnya sertifikasi pariwisata halal bagi pelaku dan produk pariwisata. Sertifikasi dapat dijadikan sebagai jaminan halal bagi produk pariwisata yang diproduksi oleh para pengusaha.

"Untuk langkah awal ada empat bidang usaha yang akan disertifikasi yakni kuliner, hotel, biro perjalanan, dan spa. Sebaiknya para pelaku usaha tidak ragu untuk melakukan sertifikasi bagi bidang usahanya karena dengan demikian ada jaminan produknya halal dan sesuai dengan standar," katanya.

Potensi pawisata halal di Indonesia dinilainya besar namun pencapaiannya belum optimal. Belum banyak daerah yang menjadikan wisata halal sebagai ciri khas wisata. Salah satu daerah yang sudah menerapkan wisata halal yakni Lombok.

"Kita masyarakat Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Terkadang ada anggapan pelaksanaan sertifikasi tidak berguna, padahal di situlah kita menerapkan standar yang juga mendorong pihak lain untuk meningkatkan kualitas secara bersamaan," terang Arief.

Di Indonesia, prosentase kedatangan wisman halal mencapai 20% dan akan terus didorong untuk meningkat. Sementara kalau dibandingkan dengan negara tetangga, yakni Singapura, angka kedatangan wisman halalnya lebih dari 20%.

Pengembangan wisata halal yang sedang dilakukan Kemenpar juga disetujui oleh KH Ma'aruf Amin. Dalam kesempatan yang sama, dia mengapresiasi langkah Kemenpar dalam mengembangkan wisata halal Indonesia.

"Semoga pedomannya segara ada dan dapat mempercepat pertumbuhan wisata Indonesia. Kita harap wisata halal Indonesia dapat menjadi yang terbaik di dunia," ujar Ma'ruf Amin.

Ia menilai pelayanan terbaik sebaiknya selalu diberikan kepada wisatawan. Salah satu upayanya dapat dilakukan dengan menghadirkan layanan berstandar halal.

"Kita jangan hanya mengandalkan halal dan status mayoritas muslim saja, tapi kalau tidak bisa memberikan pelayanan terbaik, wisatawan tidak mau datang", kata Ma'ruf Amin.

Dilanjutkannya, label halal yang diberikan merupakan penyempurna dan berfungsi sebagai nilai tambah. Hal tersebut juga harus diimbangi dengan sejumlah perbaikan seperti dalam bidang regulasi dan kelembagaan.

Jumat, 17 Januari 2020

Jakarnaval 2019 Jadi Etalase Budaya Nusantara

 Event Jakarnaval 2019 menjadi etalase budaya nusantara. Berbagai seni budaya nusantara hadir mewarnai karnaval. Ada Reog Ponorogo, Tari Bregodo Yogyakarta, Ondel-Ondel Jakarta hingga kirab pasukan Keraton Yogyakarta. Event ini dibuka langsung oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan.

"Jakarnaval menjadi sebuah panggung kebesaran ibu kota. Apalagi karnaval ini menjadi pamungkas rangkaian perhelatan HUT ke-492 Jakarta. Konsepnya pun dibuat lebih atraktif dan berbeda dari tahun sebelumnya," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangannya, Senin (1/7/2019).

Ada satu atraksi yang sangat atraktif dari penampilan kesenian Reog Ponorogo. Para penari Reog seolah tak kenal lelah beratraksi. Bahkan Anies Baswedan pun sempat diangkat naik ke atas kepala Reog.

Jakarnaval masih terus berlanjut hingga malam hari. Malam puncaknya diadakan di Monas. Panggung ini akan dimeriahkan oleh penampilan deretan artis papan atas ibu kota. Ada Krisdayanti, Iwa K, Ada Band, dan Irma Darmawangsa.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calender of Event (CoE), Esthy Reko Astuty yang hadir pada perhelatan tersebut mengatakan, warga Jakarta patut berbangga diri karena memiliki karnaval yang unik dan beragam. Konsepnya sangat berbeda dengan karnaval-karnaval lainnya yang ada di Indonesia. Hal ini jelas semakin melengkapi konsep karnaval di tanah air.

"Jakarnaval bukan hanya berisi parade seni budaya, tetapi juga berisi berbagai keunggulan kota Jakarta. Lihat saja parade kendaraan hias yang memamerkan ikon pariwisata dari 5 daerah di Jakarta. Belum lagi berbagai kemajuan teknologi dan pembangunan di Jakarta. Ini sangat luar biasa," kata Esthy.

Sementara Anies Baswedan dalam sambutannya, menyebut warga Jakarta akan lebih sering melihat karnaval. Menurutnya, karnaval akan menjadi salah satu atraksi yang baik dalam mengundang wisatawan. Dengan itu, laju perekonomian dari kepariwisataan diharapkan akan semakin kencang.

"Semoga karnaval ini menjadi karnaval yang menyenangkan dan insya Allah warga Jakarta akan bisa lebih sering merasakan karnaval seperti ini. Karena kita menyadari ketika puluhan ribu orang berkumpul menyaksikan sebuah karnaval maka yang sangat merasakan manfaatnya adalah mereka yang bergerak di sektor utamanya informal utamanya mikro kecil," kata Anies.

Ucapan Anies terbukti, gelaran Jakarnaval membuat kawasan Monas penuh sesak oleh wisatawan bahkan sejak pagi hari. Hal ini membuat geliat perekonomian semakin besar. Penjual minuman, makanan, cendera mata, hingga penarik andong pun panen rejeki.

Sentra kuliner dan cinderamata IRTI di Monas tak sedikit pun sepi pengunjung. Begitu juga pedagang minuman kaki lima yang biasa berjualan di seputaran Monas. Semua tampak sibuk melayani pembeli yang notabene wisatawan.

"Inilah fungsi pariwisata. Atraksi merupakan salah satu cara terbaik untuk mendatangkan wisatawan. Dengan hadirnya wisatawan tentunya akan terjadi perputaran perekonomian karena mereka pun berbelanja. Bayangkan jika satu orang berbelanja Rp 100 ribu, sudah berapa uang yang berputar di perhelatan Jakarnaval 2019," ujar Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Adella Raung yang diamini Kepala Bidang Pemasaran Area Jakarta-Banten Ni Komang Ayu Astiti.