Jumat, 17 Januari 2020

Libur Sekolah Tiba, Lombok Punya Wahana Air dan Lukis

Mengisi masa libur panjang kenaikan kelas di Desa Sesaot, ada wahana air seru untuk si kecil. Kolam renang ini sediakan alat lukis untuk mengedukasi si kecil.

Ramainya pengunjung tampak di salah satu objek wisata kolam renang Micky Mouse di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Sejak pagi Minggu, objek wisata itu sudah dipadati pengunjung yang didominasi anak-anak. Selain bisa bermain air, pengunjung juga bisa menikmati wahana edukasi.

Sebab di sepanjang pelataran di sana tersedia perlengkapan mewarnai. Ada papan bergambar karakter lucu berbahan styrofoam sebagai media gambar dan alat mewarnai.

"Wahana edukasi seperti ini kami lakukan dan bergerak karena saya perihatin sama anak saya sendiri karena selalu main gadget. Nah, dengan jenis wahana mewarnai untuk anak-anak bisa mengurangi main gadget," ucap salah satu warga Desa Sesaot, Imam Ibnu Umar, Senin (1/7/2019).

Imam mengaku wahana edukasi miliknya cukup ramai. Dalam sehari, peminat wahana yang sudah dibuka sejak 26 Juni ini bisa mencapai 50 anak. Untuk satu gambar, Imam mematok harga Rp 10.000 per anak.

"Mainan itu memang sedang digandrungi anak-anak. Bagi orang tua, mewarnai sekaligus melatih kemampuan anak kita untuk menggambar dan memberi warna yang tepat pada kanvas berbahan gabus itu," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Desa Sesaot, Azudinnur mengaku kawasan ini merupakan salah satu pengembangan dari destinasi wisata Sesaot untuk kelompok masyarakat (pokmas) Sesaot.

"Tidak hanya wisata edukasi saja, nanti kita kembangkan untuk wisata religi dan wahana-wahana lainnya. Rencananya kita sekarang dengan teman pokdarwis untuk menyiapkan pemandian air panas di kawasan Vetong Hill," aku Azudinnur.

Dia dan kelompoknya juga sudah berencana akan membuat semacam souvenir khas produk desa yang ada di sana.

"Kita coba belajar buat topeng. Nanti kalau teman-teman sudah bisa bagaimana mengkreasikan kayu-kayu bekas itu menjadi topeng yang unik dan souvenir khas Desa Sesaot," imbuh dia.

Ada Bau Aneh, Pesawat Ini Putar Balik ke Bandara

Spirit Airlines lagi-lagi mengalami masalah yang sama. Ada bau aneh saat terbang, pesawat ini kembali ke bandara awal.

Dunia penerbangan memang tak pernah kehabisan cerita. Spirit Airlines nampaknya punya masalah dengan bau aneh di pesawatnya.

Diintip detikcom dari Fox News, Senin (1/7/2019) maskapai Spirit Airlines memiliki jadwal terbang dari Atlantic City menuju Tampa, Florida.

Namun saat sudah terbang, pesawat ini justru mengalami masalah. Tiba-tiba saja ada laporan soal bau aneh di pesawat.

Tak mau mengambil risiko, pilot dan awak kabin sepakat untuk terbang kembali Bandara Atlantic City di New Jersey. Pesawat tiba di landasan tanpa ada penumpang yang terluka.

Menanggapi hasil laporan pilot, tim teknisi langsung turun tangan untuk memeriksa keadaan pesawat. Bahkan empat pramugari dilaporkan membawa tandu keluar dari pesawat.

Untuk memberikan kepastian tentang apa yang terjadi, juru bicara Spirit Airlines pun menanggapi kejadian tersebut.

"Penerbangan 341 dari Atlantic City ke Tampa kembali ke gerbang setelah adanya laporan tentang bau yang tidak biasa. Laporan asap di kabin dan kokpit tidak berdasar dan tidak akurat. Tidak ada tamu yang melaporkan adanya cedera dan kami bekerja sekarang untuk membawa mereka ke tujuan akhir. Karena sangat berhati-hati, Petugas Penerbangan sedang dievaluasi oleh tenaga medis. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar juru bicara Spirit Airlines.

Hal ini bukanlah yang pertama bagi Spirit Airlines. Karena maskapai ini juga pernah memutar balik penerbangannya karena masalah yang sama.

Turis Asing ke Nusa Penida Dikenai Retribusi Rp 25 Ribu

Mulai hari ini, turis asing ke Nusa Penida dikenai retribusi. Uang ini nantinya untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana kawasan wisata di sana.

Mulai hari ini turis asing yang berkunjung ke Nusa Penida, Klungkung, Bali dikenai retribusi. Uang hasil retribusi ini bakal digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana kawasan wisata yang populer dengan Pantai Kelingking dan Devil's Tear itu.

"Sudah diberlakukan 2018, cuma untuk Nusa Penida baru ini. Uang-uang pendapatan kita ini untuk pembangunan infrastruktur utamanya, karena banyak yang rusak, besarannya untuk dewasa Rp 25 ribu, anak-anak Rp 15 ribu," kata Kadis Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta saat dihubungi detikcom via telepon, Senin (1/7/2019).

Pemberlakuan retribusi ini mengacu pada Perda nomor 5 tahun 2018 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga. Pihak Pemerintah Kabupaten Klungkung menggandeng para pengiat pariwisata dan masyarakat setempat untuk menyosialisasikan hal ini.

"Sudah tersosialisasikan dengan baik, sudah lama, hampir setahun sosialisasi, biasa ada saja yang bilang belum tersosialisasi. Sosialisasi lewat travel agennya lewat pengusaha secara umum dan berjalan lancar," tuturnya.

Pemungutan retribusi ini dipusatkan di beberapa lokasi, yaitu di Pelabuhan Banjar Nyuh I, dan Banjar Nyuh II untuk di Pulau Nusa Gede. Sementara di Pulau Lembongan, pemungutan retribusi dipungut di Pelabuhan Tanjung Sang Hyang dan di halaman Balai Desa Jungutbatu.

"Sementara 4 titik bertahap, nanti kita kembangkan ke tempat lainnya," terang Sukasta.

Dihubungi terpisah, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan penarikan retribusi ini dilakukan sebagai salah satu cara meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, selama ini pemerintah daerah kekurangan dana untuk melakukan perbaikan infrastruktur di obyek wisata yang sedang ngetren itu.

"Pertama pastilah kita memenuhi atau potensi-potensi pendapatan asli daerah jangan sampai terlewatkan dan ini sudah sering catatan DPK, teman-teman dari kejaksaan, itu potensi lewat begitu saja, otomatis ini ada pendapatan itu sebagai pundi-pundi untuk PAD," terangnya.

"Saya yakin ke depan objek wisata di Klungkung makin bagus dengan infrastruktur dan sarana jalan yang memadai," imbuh Suwirta.

Suwirta menargetkan ada 3.000-5.000 wisatawan asing yang bakal menyumbang PAD Klungkung lewat retribusi ini. Dia pun mewanti-wanti seluruh masyarakat dan petugasnya agar melaksanakan Perda ini dengan penuh tanggung jawab.

"Dijaga lengkap, karena saya tidak mau aturan yang dibuat bersama ada yang mengganggu dengan berbagai macam alasan. Saya juga sudah ultimatum ke polisi kalau ada macem-macem foto orangnya, mobilnya, supaya dimintai keterangan supaya ngerti pembangunan dan ikut partisipasi," tegasnya.

Dihubungi terpisah, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan penarikan retribusi ini dilakukan sebagai salah satu cara meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, selama ini pemerintah daerah kekurangan dana untuk melakukan perbaikan infrastruktur di obyek wisata yang sedang ngetren itu.

"Pertama pastilah kita memenuhi atau potensi-potensi pendapatan asli daerah jangan sampai terlewatkan dan ini sudah sering catatan DPK, teman-teman dari kejaksaan, itu potensi lewat begitu saja, otomatis ini ada pendapatan itu sebagai pundi-pundi untuk PAD," terangnya.

"Saya yakin ke depan objek wisata di Klungkung makin bagus dengan infrastruktur dan sarana jalan yang memadai," imbuh Suwirta.

Suwirta menargetkan ada 3.000-5.000 wisatawan asing yang bakal menyumbang PAD Klungkung lewat retribusi ini. Dia pun mewanti-wanti seluruh masyarakat dan petugasnya agar melaksanakan Perda ini dengan penuh tanggung jawab.

"Dijaga lengkap, karena saya tidak mau aturan yang dibuat bersama ada yang mengganggu dengan berbagai macam alasan. Saya juga sudah ultimatum ke polisi kalau ada macem-macem foto orangnya, mobilnya, supaya dimintai keterangan supaya ngerti pembangunan dan ikut partisipasi," tegasnya.