Jumat, 17 Januari 2020

Tokoh Otomotif Nasional Tertarik Bangun Sirkuit Balap di Banyuwangi

Banyuwangi jadi daya tarik bagi Tinton Soeprapto. Sekali datang, Direktur Utama Sirkuit Internasional Sentul tersebut langsung tertarik membuat sirkuit.

"Saya tidak menyangka bila Pak Tinton langsung tercetus ingin membuka sirkuit di Banyuwangi. Beliau banyak mendengar tentang Banyuwangi dan penasaran akhirnya kemari. Setelah tiba di sini, beliau bahkan langsung menyatakan keinginan membuka sirkuit tersebut," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada wartawan, Senin (1/7/2019).

Anas mengatakan akan membantu Tinton untuk mewujudkan idenya. Menurut Anas, dengan dibangunnya sirkuit di Banyuwangi akan berdampak pada perkembangan pariwisata daerah.

"Pembangunan sirkuit ini akan bisa menarik wisatawan pecinta otomotif untuk datang ke Banyuwangi. Mereka ini ceruk tersendiri," kata Anas.

Sementara itu, Tinton Soeprapto mengaku muncul keinginan membuat sirkuit di Banyuwangi setelah mengunjungi Banyuwangi dan bertemu langsung dengan Bupati Anas. Dia terkesan dengan kiprah Bupati Anas yang tidak henti berinovasi, mewujudkan sesuatu untuk kemajuan daerahnya.

"Setelah berdiskusi bersama beliau, muncul keinginan untuk mendirikan sirkuit di Banyuwangi. Bagi saya, ini adalah bagian dari membangun Banyuwangi lewat otomotif," kata Tinton.

"Banyuwangi sudah punya banyak festival, tapi belum ada yang terkait otomotif. Saya ingin membuat sirkuit motocross dulu, baru kemudian untuk mobil," ujar ayahanda dari pebalap nasional Ananda Mikola dan Moreno Soeprapto.

Menurut Tinton, otomotif adalah sumber devisa yang cukup menjanjikan di dunia. "Otomotif itu devisanya besar. Bayangkan, di Spanyol itu ada puluhan sirkuit. Kejuaraan motor internasional saja ada 4 kali dalam setahun, mengalahkan olahraga lainnya yang terkadang dilaksanakan 4 tahun sekali," beber Tinton.

Sama halnya dengan di Sentul Bogor, kejuaraan balap motor ini diminati orang. Saking diminatinya sampai-sampai tiap minggu ada lomba.

"Minimal 500 kamar hotel bintang 5 penuh. Menarik sekali kalau ini kita bikin di Banyuwangi. Akan banyak orang yang datang ke sini. Dan ini akan meningkatkan perekonomian Banyuwangi," tandasnya.

Untuk membuktikan keseriusannya, Tinton akan membangun joglo berbentuk rumah Osing di Sirkuit Sentul.

"Satu bulan lagi, kami akan bangun rumah Osing di kawasan Sirkuit Sentul untuk mempromosikan Banyuwangi di kalangan penggemar olahraga otomotif," pungkas Tinton.

Taksi Terbang Airbus Diproduksi Tahun 2020

 Tak perlu waktu lama lagi, taksi terbang buatan Airbus akan siap mengudara buat traveler. Mobil terbang ini sukses diuji coba pada bulan Mei lalu.

Vahana, begitulah nama taksi terbang besutan Airbus ini. Inovasi terbaru dari Airbus ini sudah diuji coba terbang di Oregon, AS pada awal Mei silam. Pada tes terbang ke-66 itu, Vahana berhasil mengudara dan mendarat dengan sempurna.

Dihimpun detikcom dari beberapa sumber, Senin (1/7/2019), Vahana merupakan moda transportasi yang disematkan teknologi VTOL (Vertical Take Off and Landing) alias bisa terbang dan mendarat secara vertikal, seperti layaknya drone dan helikopter.

Taksi Terbang Airbus Diproduksi Tahun 2020Foto: Istimewa/Airbus
Dalam video uji coba yang beredar, tampak Vahana bisa take off dan maju secara vertikal. Sayap Vahana juga bisa berputar ke konfigurasi penuh saat pesawat mencapai kecepatan 90 knot. Vahana sendiri bisa berakselerasi hingga mencapai kecepatan 160 km per jam.

"Setelah pesawat mencapai kecepatan penuh, transisi sudah komplet, maka pesawat ini bisa juga bersiap untuk melambat, dan mendarat," kata Zach Lovering, CEO Vahana.

Setelah melalui 2 tahun riset dan pengembangan, Vahana diuji coba pertama kali pada bulan Februari 2018 lalu. Saat itu, Vahana bisa mengudara hingga ketinggian 5 meter. Setelahnya, Vahana sudah menjalani puluhan kali uji coba.

Kamis, 16 Januari 2020

Strategi Menteri Pariwisata Arief Yahya Menuju Tourism 4.0

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mempersiapkan langkah menuju tourism 4.0. Ada lima langkah yang dipersiapkan.

Dalam Rakornas Pariwisata II Tahun 2019, Menpar Arief Yahya membuka sekaligus menjadi pembicara di di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Dalam paparannya, Menpar Arief mengatakan kunci utama untuk perubahan menghadapi era industri adalah SDM.

"Kunci dalam grand strategi pariwisata era industri 4.0 adalah Sumber Daya Manusia dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM," kata Menpar Arief.

Adapun strategi yang dipersiapkan Kemenpar untuk menuju Tourism 4.0 mulai dari strategi tema pariwisata hingga pelatihan SDM.

"Strategi besar (grand strategy) tersebut meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0, Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0, 5 Technology Enabler, 9 Key Initiatives for Discipline Executions, dan Pentahelix Collaboration Approach," ungkap Arief.

Arief juga menegaskan bahwa pada fokus awal untuk digital tourism ini dimulai dari mahasiswa STP dan ASN di Kemenpar.

"Adapun pentaholix yang menjadi sasaran pengembangan SDM kita yaitu pertama akademisi (mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata), Aparat Sipil Negara di Kemempar, selanjutnya pelaku industri, komunitas dan juga media. Namun di awal ini kita fokus pada akademisi dan ASN," tambah Arief.

Untuk masalah kesiapan, Arief menegaskan bahwa semuanya telah siap dan akan dieksekusi.

"Sekarang semua sudah siap dan tinggal pelaksanaannya saja. Kita telah menyusupi program-program Kemenpar di kurikulum sekolah pariwisata. Dan nanti juga akan ada pelatihan untuk staff Kemenpar menghadapi Tourism 4.0 ini. Tinggal penyempurnaan saja untuk ke lima pentahelix tadi," tutup Arief.

Liburan ke Eropa, Ada Asuransi Visa Schengen Traveloka

Proses pengajuan visa Schengen dan liburan di Eropa bikin harap-harap cemas. Oleh sebab itu, Traveloka menawarkan jasa asuransi visa Schengen.

Sebagai perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel online, Traveloka pun terus berinovasi. Yang terbaru, Traveloka menawarkan jasa asuransi visa Schengen.

Diterima detikcom dari siaran persnya, Kamis (4/7/2019), Traveloka menghadirkan produk Asuransi Visa Schengen, satu produk dengan dua solusi untuk memudahkan para pengguna dalam aplikasi visa Schengen dan solusi perlindungan selama
berada di Eropa.

Dengan Traveloka, kemudahan tersebut bisa didapatkan hanya dalam satu genggaman untuk mewujudkan perjalanan Eropa yang aman dan nyaman. Mulai dari membeli
tiket pesawat, kamar hotel, membeli tiket atraksi, dan sekarang pengguna bisa langsung membeli asuransi perjalanan visa Schengen tanpa harus berpindah situs atau aplikasi.

Laporan Mastercard Future of Outbound Travel in Asia Pacific (2016 to 2021) menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan outbound travel terbesar di Asia, yaitu sebesar 8,6% per tahun.

Menurut Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, untuk wilayah Uni Eropa sendiri ada 360.000 wisatawan Indonesia yang mengunjungi sejumlah negara anggota Uni Eropa pada 2015.

Lebih lanjut data tersebut menyatakan bahwa jumlah wisatawan Indonesia ke Eropa terus meningkat setiap tahunnya. Selain untuk liburan, Uni Eropa juga menjadi tujuan berbisnis dan studi.

"Dengan menghadirkan Asuransi Visa Schengen, kami berkomitmen untuk memastikan setiap perjalanan para pengguna ke Eropa aman, nyaman, dan mudah karena semua kebutuhan termasuk asuransi perjalanan kini sudah dapat diakses dalam satu genggaman," ujar Head of Global Partnership Traveloka, Yady Guitana.