Kamis, 16 Januari 2020

Seberapa Penting Digital untuk Pariwisata Indonesia?

 Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sedang menuju tranformasi menuju tourism 4.0. Seberapa pentingkah digital untuk pariwisata Indonesia?

Kemenpar menggelar Rakornas Pariwisata II tahun 2019 yang dilaksanakan pada hari ini, Kamis (4/7/2019) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Dalam Rakornas ini Kemenpar mengangkat tema 'Curriculum & Training Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDI) Champion 4.0'.

Untuk era sekarang, kekuatan digital sangat mempengaruhi perkembangan pariwisata Indonesia. Hal ini diungkapkan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bahwa pariwisata sedang menuju tranformasi ke tourism 4.0.

"Digital sangat berpengaruh dan penting bagi pariwisata karena penggunaan digital lebih lebih dekat dengan kita. Sekarang saja hampir 70 persen melakukan search and share di digital, salah satunya medsos. Contohnya dulu orang beranggapan bahwa ponsel tidaklah penting, namun sekarang hampir 100 persen orang memakai ponsel di kesehariannya. Begitu juga dengan ranah digital yang tak punya titik balik dan terus berkembang," ungkap Arief.

Menyikapi perkembangan dunia digital, Kemenpar dihadapkan banyak hal untuk dikerjakan. Namun yang jadi fokus utama untuk menghadapi dunia digital adalah SDM.

"Untuk bisa menghadapi era digital, Kemenpar dihadapkan banyak hal untuk dikerjakan. Namun sekarang fokus utama adalah kesiapan sumber daya manusia unyuk berhadapan dengan era digital itu. Kita akan masuk ke dalam kurikulum perguruan tinggi pariwisata dan juga memberikan pelatihan pada staff Kemenpar," jelas Arief.

Setelah 2 faktor di atas dipersiapkan, sasaran Kemenpar selanjutnya adalah industri. Kemenpar nantinya akan mempersiapkan industri pariwisata siap berhadapan dengan era digital.

"Setelah akademis dan staff Kemenpar siap, program dilanjutkan ke pelaku industri. Kita nanti akan mengenalkan, memberikan pelatihan dan mengajarkan cara menggunakan digital untuk wisata kepada industri" tutup Arief.

Strategi Menteri Pariwisata Arief Yahya Menuju Tourism 4.0

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mempersiapkan langkah menuju tourism 4.0. Ada lima langkah yang dipersiapkan.

Dalam Rakornas Pariwisata II Tahun 2019, Menpar Arief Yahya membuka sekaligus menjadi pembicara di di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Dalam paparannya, Menpar Arief mengatakan kunci utama untuk perubahan menghadapi era industri adalah SDM.

"Kunci dalam grand strategi pariwisata era industri 4.0 adalah Sumber Daya Manusia dan ini sebagaimana program yang ditetapkan Presiden Jokowi tahun ini yakni fokus pada SDM," kata Menpar Arief.

Adapun strategi yang dipersiapkan Kemenpar untuk menuju Tourism 4.0 mulai dari strategi tema pariwisata hingga pelatihan SDM.

"Strategi besar (grand strategy) tersebut meliputi Strategic Theme: Wonderful Indonesia Digital Tourism 4.0, Strategic Imperatives for Transforming Tourism HR to Win Global Competition in Industry 4.0, 5 Technology Enabler, 9 Key Initiatives for Discipline Executions, dan Pentahelix Collaboration Approach," ungkap Arief.

Arief juga menegaskan bahwa pada fokus awal untuk digital tourism ini dimulai dari mahasiswa STP dan ASN di Kemenpar.

"Adapun pentaholix yang menjadi sasaran pengembangan SDM kita yaitu pertama akademisi (mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata), Aparat Sipil Negara di Kemempar, selanjutnya pelaku industri, komunitas dan juga media. Namun di awal ini kita fokus pada akademisi dan ASN," tambah Arief.

Untuk masalah kesiapan, Arief menegaskan bahwa semuanya telah siap dan akan dieksekusi.

"Sekarang semua sudah siap dan tinggal pelaksanaannya saja. Kita telah menyusupi program-program Kemenpar di kurikulum sekolah pariwisata. Dan nanti juga akan ada pelatihan untuk staff Kemenpar menghadapi Tourism 4.0 ini. Tinggal penyempurnaan saja untuk ke lima pentahelix tadi," tutup Arief.

Apa Rasanya Jalan Kaki 17 Bulan Menyusuri Tembok Besar China?

Mari kenalan sama Dong Yao-hui. Seorang pria yang jalan kaki 17 bulan menyusuri Tembok Besar China. Bagaimana rasanya?

Dong Yao-hui dan dua temannya, Wu De-yu dan Zhang Yuan-hua mencatatakan tinta sejarah. Mereka adalah orang-orang pertama yang jalan kaki menyusuri Tembok Besar China. Mereka menghabiskan waktu 17 bulan lamanya!

Perjalanan Dong dimulai dari Laolongtou alias Si Kepala Naga Tua di Shanhai Pass pada Mei 1984. Mereka bergerak ke barat menuju rangkaian pegunungan di provinsi Hebei sampai ke Jiayu Pass, pada September 1985. Total jarak yang ditempuh mencapai 8 ribu kilometer.

BBC pernah mewawancarai Dong Yao-hui tentang pengalamannya tersebut. Dirangkum detikcom, Kamis (4/7/2019) berikut petikan wawancaranya:

Apa tantangan terberat menyusuri Tembok China dengan berjalan kaki?

"Kami merasakan panasnya terik matahari sampai salju yang sangat dingin. Tapi, tantangan terberat utamanya adalah dari sisi psikologi," kata Dong yang saat perjalanan itu berusia 25 tahun.

Maksudnya?

"Setiap hari kita melihat pemandangan yang sama, pemandangan yang monoton. Belum lagi, jalurnya yang mendaki dan menurun yang seolah tak habis-habis," ujarnya.

Bagaimana dengan persediaan makanan?

"Ada desa-desa di berbagai bagian Tembok Besar China. Mereka sangat baik kepada kami dan memberikan makan," kata Dong.

Kalau air?

"Itu juga tantangan terberatnya. Untuk mendapat air, kita harus keluar dari jalur utama bahkan sampai menuruni pegunungan atau masuk ke hutan mencari sumber air. Itu cukup menguras energi, jadi kita harus hemat-hemat air," papar Dong.

Bagaimana dengan trek sepanjang perjalan?

"Karena kita tidak ada map dan hanya mengikuti rangkaian Tembok Besar China, jadi kita tidak tahu medan yang akan dihadapi. Beberapa medan sulit dilewati, tapi kami lagi-lagi dibantu warga desa yang kami temui. Mereka menunjukan jalur yang aman dilewati," terangnya.

Bagaimana dengan rekan seperjalanan?

"Wu De-yu adalah teman sekolah saya, yang awalnya memang ide kami berdua berjalan kaki menyusuri Tembok Besar China dan kemudian Zhang Yuan-hua ikut. Wu De-yu orangnya sangat puitis dan tempramental, sedangkan Zhang Yuan-hua bekas tentara. Jadi ya, kita sering beradu argumentasi," jelas Dong sambil tertawa.

Apa tujuan dari jalan kaki menyusuri Tembok Besar China ini?

"Kami ingin mendokumentasikannya, kami ingin menjaga sejarahnya dan kami ingin merawat bangunannya. Saat itu belum banyak buku atau referensi yang menjelaskan tentang Tembok China. Maka kami dalam ekspedisi ini, mendokumentasikan semuanya sampai kehidupan di sekitar Tembok Besar China," ungkap Dong.

Pemandangan di sepanjang jalan, bagus nggak?

"Kita menyisir hampir seluruh bagian utara China. Kami melewati berbagai destinasi terkenal seperti Pegunungan Yan dan Taihang, sampai melihat Gurun Gobi," kenangnya.

Anda menjadi orang pertama yang jalan kaki menyusuri Tembok Besar China, bagaimana rasanya saat finish?

"Semua orang mengucapkan selamat dan kami dianggap pahlawan. Kami menjadi terkenal, tapi bukan itu yang kami mau. Sesuai tujuan kami tadi, perjalanan kami adalah untuk bisa menjaga dan merawat Tembok Besar China," tegas Dong.

Tahun 2014, Dong mendirikan sebuah organisasi bernama Great Wall Society. Tujuannya untuk memelihara Tembok Besar China, sekaligus mengedukasi kepada masyarakat untuk menjaga peninggalan mahakarya tersebut.

Hingga kini, Dong masih terus mempelajari dan mengunjungi Tembok Besar China. Awalnya hanya sekadar penasaran dan sebagai petualangan, kini sudah menjadi jalan hidupnya. Mencintai Tembok Besar China, sampai akhir hayat.

"Saat saya di Tembok Besar China, saat saya menyentuh temboknya, saya seperti berkomunikasi dengan orang-orang di zaman dulu. Bayangkan, berapa banyak tangan untuk membangun Tembok Besar China ini selama ratusan tahun. Saya seperti menyentuh mereka," pungkas Dong.