Kamis, 16 Januari 2020

Tempat Terbaik Memandangi Tokyo

 Ada banyak destinasi wisata di Tokyo, Jepang. Salah satunya adalah Tokyo Tower, untuk melihat pemandangan Tokyo dari ketinggian.

Tokyo Tower bisa jadi adalah simbol kota Tokyo. Dengan tinggi 333 meter, menara ini merupakan menara dengan self-supported baja yang paling tinggi di dunia dan lebih tinggi 13 meter dari menara Eiffel di Paris.

Dengan bentuk mirip Eiffel Tower, menara yqng juga menjadi antena siaran ini selesai dibangun pada tahun 1958. Sebelumnya pernah menjadi bangunan tertinggi di Jepang setelah pada tahun 2012 tersusul oleh Tokyo Skytree.

Dek utama dari menara ini memiliki tinggi 150 meter yang bisa dicapai dengan lift atau tangga sebanyak 600 anak tangga. Di ketinggian ini pun kita sudah bisa melihat kota Tokyo dengan cukup jelas. Yang menarik di dek ini adalah adanya sebuah kaca transparan yang terletak di lantai sehingga kita bisa melihat apa yang ada di bawah. Agak ngeri-ngeri tapi bikin penasaran.

Dari dek utama pengunjung bisa naik ke dek atas setinggi 250 meter dengan lift. Di lantai bagian bawah ada toko souvenir, termasuk juga toko souvenir Conan dan yang pasti karakter Jepang yaitu One Piece, sesuai dengan nama tower ini, One Piece Tokyo Tower.

Di lantai bawahnya kita juga bisa membeli berbagai macam oleh-oleh, termasuk di antaranya Tokyo Banana, oleh-oleh terkenal dari Jepang. Dek utama (150 meter) dibuka dari pukul 9 pagi hingga 11 malam, sedangkan dek atas hingga 22.45.

Biaya untuk tiap dek berbeda, jika hanya sampai dek utama tiketnya sebesar 900 yen, sedangkan jika kita memilih hingga dek atas harganya 2.800 Yen. Tokyo Tower bisa dicapai dengan subway, stasiun terdekatnya adalah Onarimon Station (Mita Subway Line), Akabanebashi Station (Oedo Subway Line) dan Kamiyacho (Hibiya Subway Line) bisa juga berjalan sekitar 15-20 menit dari Hamamatsucho Station (JR Yamanote Line) atau Daimon Station (Asakusa atau Oedo subway line).

Pujian Menteri BUMN Pada Kebumen

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno kunjungi beberapa tempat wisata di Kebumen, Jawa Tengah. Dia memuji destinasi wisatanya.

Beberapa tempat wisata di Kebumen dikunjungi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno, Kamis (4/6/2019). Setelah singgah di Pantai Menganti, Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Rini kemudian melanjutkan perjalannya ke Goa Jatijajar Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah dan LIPI Karang Sambung di Kecamatan Karang Sambung.

Di sela-sela kunjungannya itu, Rini berkeinginan untuk mengemas kawasan tersebut menjadi lebih menarik dan menghubungkan dengan Yogyakarta Internasional Airport (YIA) yang jaraknya lebih dekat daripada bandara Adi Sucipto.

"Bagaimana kita mengemasnya jadi lebih menarik, termasuk Karang Sambung Geopark. Dengan adanya bandara baru di Kulon Progo (YIA) itu kebumen sudah semakin dekat. Saya ingin bagaimana memgemas program wisata ini dengan juga mendorong bandara yang baru dan tentunya kita ingin hubungkan dengan situs-situs seperti Prambanan," kata Rini di sela-kunkernya di Kebumen, Kamis (4/7/2019).

Selain itu, pihaknya juga ingin berinvestasi demi mendukung pariwisata di Kebumen sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat karena Kebumen dianggap masih memiliki pendapatan rendah.

"Bangaimanapun Kebumen salah satu kabupaten dengan pendapatan rendah. Kita harus dorong perbaikan. Investasi, oh iya, kita sedang melihat kemungkinannya terutama yang kita ingin dorong adalah bagaimana memberdayakan masyarakat," lanjutnya.

Kunjungan tersebut memang dimaksudkan untuk mengetahui potensi yang ada serta rencana pengembangannya. Rini pun marasa takjub dengan tempat wisata yang ada di Kebumen.

"Iya tadi pantainya bagus banget. Hari ini kita sedang melihat titik-titik potensi dimana kita bisa membantu masyarakat desa misalkan untuk bikin homestay, membina mereka juga untuk meningkatkan kerajinan anyaman daun pandan itu potensinya sangat bagus. Kebumen juga surplus gabah nanti kita kerjasama dengan gapoktan sini," tutupnya.

Yuk Berburu Kelezatan Kuliner Lokal di Aceh Culinary Festival 2019

Salah satu kekuatan atraksi pariwisata Aceh adalah kulinernya. Banyak makanan legendaris yang susah ditemukan detail rasanya namun begitu mudah didapatkan di provinsi paling barat laut Indonesia itu. Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 yang diselenggarakan pada 5-7 Juli 2019 di Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh bisa jadi momen para travelers untuk merasakan kuliner Aceh yang khas tersebut

Ada pun kuliner apa saja yang harus dicoba travelers, beberapa kuliner Aceh rekomendasi Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono ini patut dicoba

"Kalau saya harus menyebut lima top of mind culinary Aceh, saya hafal," kata Don dalam keterangannya Kamis (4/7/2019).

Pertama, kata Don, Ayam Tangkap yang sangat legendaris sekali. "Ayamnya dipotong kecil-kecil, digoreng sampai garing, bersama beberapa helai sayur dan bumbu. Hasilnya kering, asin, dan gurih. Coba deh Ayam Tangkap, kalian bisa ketagihan," ucap Don.

Lalu Kedua ada Mie Aceh yang sebenarnya sudah banyak tersedia di kota-kota besar di Indonesia. Mie Aceh sudah merebak ke mana-mana karena cocok dengan lidah banyak orang. "Pedas dan warna kemerahan membuat mie jenis ini sangat mudah masuk ke kota-kota di tanah air. Bagi penggemar mie dengan nuansa sea food, cobain deh," ajak Don.

Selanjutnya ketiga ada Gule Kambing. Menurut Don, inilah yang bikin penasaran para penghobi gule. Seni gule kambing dari Aceh adalah beberapa tulang yang ikut dimasak. Don menyarankan travelers yang ingin mencoba gule kambing ini apalagi yang sensitif dengan daging kambing untuk minum air mentimun sebagai penetralisir. Menurutnya, rasa kuliner gule kambing menjadi kekuatan kuliner Aceh.

"Lalu apa lagi? Ada Gule Plik U, Martabak Aceh, Roti Canai, Ikan Kayu, Sate Matang, Bubur Kanji Rumbi, Daging Masak Putih, dan yang tidak bisa ditinggalkan saat ke Aceh adalah kopi gayo," ujar Don.

Don mengatakan event Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 adalah sebuah ajang berkumpulnya beragam kuliner Aceh dalam satu kesempatan. Don juga mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan festival kuliner ini lalu mengupload keseruannya di media sosial.

"Yuk ramaikan Aceh Culinary Festival 2019 di Banda Aceh. Jangan lupa posting di media sosial. Upload foto dan video kalian di Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube. Jangan lupa juga review di Google Local Guide kalian dan semua destinasi kuliner yang asyik di sana," ungkap Don.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan kuliner adalah produk kultural dari destinasi pariwisata yang paling dicari oleh travelers. Dengan digital mereka mudah mencari dan ke mana harus menemukan lokasi kuliner yang enak.

"Anak anak milenial saat ini selalu mencari review, membaca testimoni orang secara langsung di digital, dan itulah yang mereka percayai," ungkap Arief.

Berbicara mengenai kuliner, kata Arief, Aceh memang salah satu jawaranya. Kekuatan bumbu rempahnya selalu membuat pemburu kelezatan tak ingin berhenti menikmatinya. Belum lagi kekuatan kopinya yang telah mendunia.

Aceh Culinary Festival (ACF) tahun 2019 kali ini mengusung tema 'The Authentic Food Experience' dan menjamin bakal memanjakan wisatawan yang datang. Pasalnya ACF 2019 akan menyajikan 1.000 jenis makanan dan minuman.

Festival yang akan diselenggarakan selama tiga hari ini nantinya akan diisi berbagai acara menarik seputar kuliner seperti The Food Market yang tersebar dalam enam zona utama. Zona tersebut yakni Zona Rumoh Makan Aceh, Aceh Food Market, Nusantara Food Market, The World Gourmet, Fusion Food, dan Food Innovation. Selain itu, ada berbagai kelas menarik seputar kuliner yang turut mengisi kegiatan Culinary Camp. Mulai dari 50 sesi demo masak, workshop, dan diskusi mengenai kuliner.

"Selamat atas penyelenggaraan event Aceh Culinery Festival 2019, sukses. Kuliner Aceh itu cuma ada dua. Kuliner enak dan yang enak banget," pungkas Arief.