Kamis, 16 Januari 2020

Pulihkan Pariwisata Anyer, Pemkab Gelar Festival Silat Kaserangan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kembali menggelar Festival Silat Kaserangan dalam rangkaian Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) Tahun 2019. Kompetisi para pesilat keempat ini akan digelar Selasa, 16 Juli 2019 mendatang di Pantai Pal Anyer, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Serang Beni Kusnandar mengatakan, jurus Silat Kaserangan digagas langsung Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang diciptakan oleh 13 sesepuh pendekar dari 12 paguron di Kabupaten Serang.

"Jurus ini sudah diajarkan di seratus lebih paguron di Kabupaten Serang," kata Beni dalam keterangannya, Kamis (4/7/2019).

Menurut Beni, jurus Silat Kaserangan ini sudah menjadi pelajaran muatan lokal (mulok) di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

"Jurus ini digagas dalam rangka memperkuat persatuan antar paguron. Setiap aliran silat tentu punya khas berbeda, tetapi dipadukan dalam jurus Silat Kaserangan," ujarnya.

Festival Jurus Silat Kaserangan sendiri, kata Beni, memperebutkan Piala Bupati Serang dan sudah memasuki tahun keempat. "Jurus silat ini ditargetkan bisa mendunia. Bahkan saat ini rutin ditampilkan di objek wisata Tasikardi setiap Minggu sore," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Hamdani mengungkapkan, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah telah berkomitmen untuk terus membangkitkan wisata Pantai Anyer dan Cinangka pasca-tsunami Selat Sunda akhir tahun lalu. Sebagai andalan promosi, Pemkab Serang menggelar rangkaian event Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF).

Event rutin AKCF sudah memasuki tahun ketiga sejak dimulai pada 2017. Setiap tahun, selalu ada rangkaian event yang berbeda untuk menarik wisatawan untuk datang, terutama para komunitas. Terbaru dan sudah dilaksanakan, yakni Lomba Burung Berkicau dan Fun Bike Sejabat yang telah digelar akhir Maret lalu.

Kemudian Festival Silat Kaserangan Serang. Gemarikan, Beach Clean Up, Color Fun Run, Ngagurah Dano, Lomba Mancing Selat Sunda, Anyer Krakatau Bike Festival, dan Anyer Krakatau Adventure Destination.

"Direncanakan pada Oktober seiring dengan hari jadi Kabupaten Serang, ada AKCF Surfing Competition, Pameran UMKM, dan Festival Bedol Pamarayan," ujar Hamdani.

AKCF telah mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. Bahkan, kata Hamdani, Bupati Serang sudah memaparkan rangkaian AKCF 2019 kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya. "Insya Allah, kami yakin Anyer akan bangkit dan dunia pariwisata di Kabupaten Serang akan maju," jelasnya.

Pariwisata Memang Harus Bermain dengan Digital

Pariwisata Indonesia sedang dipersiapkan untuk menuju Tourism 4.0. Namun, siapakah sekarang yang paling tidak siap menyambut digital?

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rakornas Pariwisata II tahun 2019 yang dilaksanakan pada hari ini, Kamis (4/7/2019) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Dalam Rakornas ini Kemenpar mengangkat tema 'Curriculum & Training Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDI) Champion 4.0'.

Adapun pembahasan Rakornas II 2019 ini untuk mempersiapkan pariwisata Indonesia menuju era digital yautu tourism 4.0. Ada lima pihak yang menjadi sasaran penting dalam pariwisata digital ini.

"Untuk penerapan program tranformasi pariwisata menuju tourism 4.0 ada 5 unsur (pentahelix) yang menjadi sasaran untuk pengembangan digital. Yaitu akademisi, industri, pemerintah, komunitas dan media," ungkap Menteri Pariwisata (Menpar) Arief yahya.

Siapa yang paling tidak siap menghadapi era digital? Menpar Arief pun punya pandangan terhadap masalah ini.

"Yang paling tidak siap adalah industri. Kemarin saja ada yang bertanya perlu atau tidak bergabung dengan OTA? Saya jawab tidak ada pilihan. Jika memang tetap mau hidup, kamu harus berhadapan langsung dengan digital. Nah itu salah satu bentuk ketidaksiapan hingga muncul pertanyaan seperti itu," kata Menpar Arief.

Untuk mempersiapkan pelaku industri pariwisata siap berhadapan dengan era digital, Kemenpar nanti akan memberikan pelatihan. Sekarang Kemenpar fokus pada dua unsur dahulu.

"Untuk awal ini kita akan fokus pada mahasiswa pariwisata dan staff Kemenpar dahulu. Setelah itu baru kita akan menyiapkan industri dengan mengenalkan dan memberikan pelatihan untuk menggunakan digital," tutup Arief.

Upaya Kemenpar Jadikan Banyuwangi Tujuan Wisata Kelas Dunia

Suksesnya Banyuwangi menjadi destinasi wisata yang paling dikagumi, tidak lepas dari peran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang ikut andil dalam pengembangan wisata melalui berbagai Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus (GTC), di Politeknik Negeri Banyuwangi, Rabu (3/7/2019).

Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi Son Kuswandi mengatakan, andil Kemenpar untuk kemajuan pariwisata Banyuwangi memang luar biasa. Daerah ini menjadi salah satu prioritas yang dikembangkan sebagai tujuan wisata. Selain memiliki beragam destinasi menarik, Banyuwangi juga menyimpan kekayaan budaya yang bisa dikemas dalam agenda festival.

"Di sektor pariwisata, Banyuwangi sudah memiliki segalanya. Tiga unsur utama pariwisata yakni 3A juga terpenuhi dengan baik. Banyuwangi punya banyak atraksi. Bukan hanya destinasi, tetapi juga event-event yang spektakuler," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (4/7/2019).

Terkait amenitas, kata Kuswandi, banyak hotel-hotel di Banyuwangi yang siap menampung wisatawan. Begitupun aksesibilitas, sangat memadai sehingga perjalanan menuju Banyuwangi bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Bandara Banyuwangi bahkan sudah terhubung dengan rute internasional, yang memungkinkan jumlah kunjungan wisatawan asing kian terdongkrak.

"Di sisi lain, kami sadar bahwa peranan SDM pariwisata sangat dibutuhkan. Karenanya, kami terus berbenah di segala bidang. Kini performa Poltikenik Negeri Banyuwangi jauh berbeda. Kami sudah bisa bersaing dengan SDM di luar negeri. Kami bangga Kemenpar hadir di tengah-tengah kami, ini memicu kami untuk menciptakan SDM yang andal," ungkapnya.

Kuswandi juga mengapresiasi para milenial yang memilih melanjutkan pendidikan di jurusan pariwisata. Terlebih, saat ini pariwisata menjadi core bisnis di Indonesia. Bahkan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar untuk negara.

Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, pesona alam Banyuwangi semakin memikat banyak wisatawan. Jumlah kunjungan turis pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Banyuwangi memang memiliki segudang potensi. Antara lain Pantai Plengkung, Kawah Ijen, The Seven Giant Waves Wonder, Pantai Pulau Merah, Pantai Watu Dodol, Teluk Hijau, hingga Pantai Rajegwesi.

"Selain pesona alam, Banyuwangi juga memiliki sejumlah festival budaya. Sejak tahun 2014, Banyuwangi bahkan sudah mencatat prestasi Triple Growth. Ini jelas sebuah hal yang membanggakan dan wajib untuk terus ditingkatkan," jelasnya.

Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Kemenpar Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, dulu Banyuwangi hanyalah daerah yang kotor dan tidak aman. Namun, semua berubah total setelah Banyuwangi mengalami transformasi sebagai daerah pariwisata. Sekarang, tempatnya menjadi bersih. Ribuan orang datang setiap minggu untuk menikmati destinasi-destinasi yang tersedia.

"Beragam penyelenggaraan festival juga menjadi motor pendorong pariwisata di Banyuwangi. Hasilnya, Banyuwangi pernah mendapat penghargaan dari UNWTO sebagai wakil Indonesia, untuk negara paling inovatif dalam menyelenggarakan festival di dunia. Ini luar biasa," bebernya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Indonesia berada pada sebuah revolusi sosial yang secara fundamental mengubah cara hidup. Revolusi industri 4.0 membawa banyak perubahan dengan segala konsekuensinya. Banyuwangi sendiri sudah pada track yang benar karena menempatkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan daerah.

"Banyuwangi cukup dikenal sebagai destinasi pariwisata yang ikonik. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga mancanegara. Banyuwangi sudah diakui menjadi destinasi tujuan wisata kelas dunia. Global standar ini penting, untuk mendorong kita terus berbenah," tandasnya.