Kamis, 16 Januari 2020

Yuk Berburu Kelezatan Kuliner Lokal di Aceh Culinary Festival 2019

Salah satu kekuatan atraksi pariwisata Aceh adalah kulinernya. Banyak makanan legendaris yang susah ditemukan detail rasanya namun begitu mudah didapatkan di provinsi paling barat laut Indonesia itu. Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 yang diselenggarakan pada 5-7 Juli 2019 di Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh bisa jadi momen para travelers untuk merasakan kuliner Aceh yang khas tersebut

Ada pun kuliner apa saja yang harus dicoba travelers, beberapa kuliner Aceh rekomendasi Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono ini patut dicoba

"Kalau saya harus menyebut lima top of mind culinary Aceh, saya hafal," kata Don dalam keterangannya Kamis (4/7/2019).

Pertama, kata Don, Ayam Tangkap yang sangat legendaris sekali. "Ayamnya dipotong kecil-kecil, digoreng sampai garing, bersama beberapa helai sayur dan bumbu. Hasilnya kering, asin, dan gurih. Coba deh Ayam Tangkap, kalian bisa ketagihan," ucap Don.

Lalu Kedua ada Mie Aceh yang sebenarnya sudah banyak tersedia di kota-kota besar di Indonesia. Mie Aceh sudah merebak ke mana-mana karena cocok dengan lidah banyak orang. "Pedas dan warna kemerahan membuat mie jenis ini sangat mudah masuk ke kota-kota di tanah air. Bagi penggemar mie dengan nuansa sea food, cobain deh," ajak Don.

Selanjutnya ketiga ada Gule Kambing. Menurut Don, inilah yang bikin penasaran para penghobi gule. Seni gule kambing dari Aceh adalah beberapa tulang yang ikut dimasak. Don menyarankan travelers yang ingin mencoba gule kambing ini apalagi yang sensitif dengan daging kambing untuk minum air mentimun sebagai penetralisir. Menurutnya, rasa kuliner gule kambing menjadi kekuatan kuliner Aceh.

"Lalu apa lagi? Ada Gule Plik U, Martabak Aceh, Roti Canai, Ikan Kayu, Sate Matang, Bubur Kanji Rumbi, Daging Masak Putih, dan yang tidak bisa ditinggalkan saat ke Aceh adalah kopi gayo," ujar Don.

Don mengatakan event Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 adalah sebuah ajang berkumpulnya beragam kuliner Aceh dalam satu kesempatan. Don juga mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan festival kuliner ini lalu mengupload keseruannya di media sosial.

"Yuk ramaikan Aceh Culinary Festival 2019 di Banda Aceh. Jangan lupa posting di media sosial. Upload foto dan video kalian di Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube. Jangan lupa juga review di Google Local Guide kalian dan semua destinasi kuliner yang asyik di sana," ungkap Don.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan kuliner adalah produk kultural dari destinasi pariwisata yang paling dicari oleh travelers. Dengan digital mereka mudah mencari dan ke mana harus menemukan lokasi kuliner yang enak.

"Anak anak milenial saat ini selalu mencari review, membaca testimoni orang secara langsung di digital, dan itulah yang mereka percayai," ungkap Arief.

Berbicara mengenai kuliner, kata Arief, Aceh memang salah satu jawaranya. Kekuatan bumbu rempahnya selalu membuat pemburu kelezatan tak ingin berhenti menikmatinya. Belum lagi kekuatan kopinya yang telah mendunia.

Aceh Culinary Festival (ACF) tahun 2019 kali ini mengusung tema 'The Authentic Food Experience' dan menjamin bakal memanjakan wisatawan yang datang. Pasalnya ACF 2019 akan menyajikan 1.000 jenis makanan dan minuman.

Festival yang akan diselenggarakan selama tiga hari ini nantinya akan diisi berbagai acara menarik seputar kuliner seperti The Food Market yang tersebar dalam enam zona utama. Zona tersebut yakni Zona Rumoh Makan Aceh, Aceh Food Market, Nusantara Food Market, The World Gourmet, Fusion Food, dan Food Innovation. Selain itu, ada berbagai kelas menarik seputar kuliner yang turut mengisi kegiatan Culinary Camp. Mulai dari 50 sesi demo masak, workshop, dan diskusi mengenai kuliner.

"Selamat atas penyelenggaraan event Aceh Culinery Festival 2019, sukses. Kuliner Aceh itu cuma ada dua. Kuliner enak dan yang enak banget," pungkas Arief.

Rabu, 15 Januari 2020

Tempat Wisata Wajib di Korea Selatan Saat Musim Dingin

Liburan musim dingin di Korea Selatan baru lengkap jika bermain di atas salju putih yang indah. Wisatawan bisa mencoba Vivaldi Park Ski Resort di Negeri Ginseng.

Berdomisili di negara beriklim tropis seperti Indonesia membuat kita tidak bisa merasakan musim dingin. Karena itu, kami menjatuhkan keinginan untuk berlibur ke negara empat musim. Salah satu negara yang sedang musim dingin di awal tahun yang letaknya masih di daerah Asia dan tidak terlalu jauh dari Indonesia, yaitu, Korea Selatan.

Kami mengawali tahun dengan mengunjuki negeri Gingseng dan ini menjadi kali pertama kami berpergian pada musim dingin. Banyak kegiatan-kegiatan seru yang bisa dilakukan saat musim salju di Korea Selatan. Namun perjalanan musim dingin kurang lengkap jika kami tidak merasakan bermain ski. Inilah olahraga salju yang permainannya dimainkan dengan cara menyusuri salju menggunakan dua papan ski yang dipasang di kaki dan tongkat yang dipegang dengan tangan untuk membantu keseimbangan kita.

Perjalanan kami tanpa didampingi seorang tourguide, namun kami tetap tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bermain ski. Tempat untuk bermain Ski di Seoul itu cukup banyak, tak heran, karena seperti yang diketahui Korea Selatan memiliki musim dingin di setiap Desember hingga Februari. Kami memilih untuk bermain ski yang tidak terlalu jauh dari penginapan kami, yaitu Vivaldi Park Ski Resort, yang terletak di Hongcheon, Gangwondo sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Seoul.

Tidak perlu bingung untuk pembelian tiket masuk ataupun transport menuju Vivaldi Park, karena dapat membeli tiket secara online seperti kami saat itu booking tiket masuk Vivaldi Park hanya dengan membayar Rp 940.000. Harga ini termasuk: transportasi PP Hongdae-Vivaldi, tiket masuk Vivaldi Ski, Ski Lift Pass, rental baju ski (jaket dan celana, sarung tangan opsional), rental peralatan ski, rental snow sled rental, unlimited gondola.

Cukup lengkap bukan? Kami pun bisa memilih untuk skiing atau snowboard, yang membedakan keduanya adalah jika skiing yaitu yang menggunakan 2 papan, jika snowboard itu hanya satu papan seperti skateboard.

Selama perjalanan kami di Seoul, skiing adalah hari yang paling kami tunggu-tunggu. Ketika hari itu tiba kami sangat excited, dari pukul 6 pagi kami sudah keluar penginapan untuk menuju ke tempat penjemputan kami, yang hanya dengan menyebrangi Hongik University Metro Station exit 7, kami sudah bisa sampai di tempat penjemputan kami.

Saat kami tiba di lokasi penjemputan kami, ternyata di sana banyak wisatawan yang berasal dari Indonesia. Namun mereka menggunakan travel agent yang juga dari Indonesia. Dikarenakan yang menggunakan guide sangat banyak, akhirnya kami memutuskan untuk memilih tempat duduk di paling belakang bersama dengan para tour guide, dan kami membuat para tour guide tersebut terheran-heran karena kami ke Seoul serta bermain ski pertama kali tanpa didampingi seorang guide.

Perjalanan dari Hongdae ke Vivaldi memakan waktu kurang lebih 2 jam. Bus kami berangkat jam 7 dan sampai di lokasi sekitar jam 9. Pagi itu di Vivaldi bersuhu -9 derajat celcius. Namun semua rasa dingin tersebut tertutup dengan rasa gembira kami untuk bermain ski.

Sesampainya kami di Vivaldi, kami langsung menuju tempat penukaran tiket, dan langsung diarahkan untuk menuju ke tempat persewaan jaket dan celana, tidak lupa juga diarahkan untuk menuju ke tempat pengambilan Ski Equipment seperti sepatu, papan ski dan juga tongkatnya. Tidak perlu khawatir sepatunya akan kebesaran atau kekecilan, karena sepatu akan disesuaikan dengan ukuran kaki kita.

Setelah semua perlengkapan sudah kami terima semua, kami menaruh barang-barang bawaan kami di sebuah loker dengan merogoh kocek sekitar 120-700 Won atau sekitar Rp 1.500-8.500.

Tidak mau membuang waktu lebih lama, kami langsung memasuki lokasi untuk bermain ski yang sangat luas. Namun saat itu kami cukup bingung bagaimana cara bermain ski dan di manakah bukit yang tepat untuk seorang pemula seperti kami, dikarenakan terdapat banyak bukit di Vivaldi. Vivaldi Park memiliki total 12 lereng bukit yang dimana 2 untuk pemula, 5 untuk menengah ke atas, 4 untuk lanjutan dan 1 untuk para ahlinya.