1.029 Anak yatim piatu menjadi tamu pertama Trans Studio Theme Park Cibubur. Mereka menonton pertunjukan dan menikmati aneka wahana yang seru untuk pertama kalinya.
Trans Studio Theme Park Cibubur berlokasi di lantai 3, Trans Studio Mall Cibubur (TSMC), Jalan Alternatif Cibubur No 230, Depok. Sebelum dibuka untuk publik Jumat besok, Kamis (11/7/2019) mereka mengundang 1.029 anak yatim dari 12 panti asuhan. Kebanyakan panti asuhan berada di sekitar Jakarta.
Anak-anak ini mendapat kesempatan untuk menjajal belasan wahana seru Trans Studio Theme Park untuk pertama kalinya sebelum dibuka untuk wisatawan umum. Acara ini didahului oleh tausiyah dari Ustaz Maulana dan kata sambutan dari Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung.
Atraksi pertama yang disaksikan adalah teater Rusia berupa Spectacular Multimedia Show. Ini adalah atraksi akrobat dengan dukungan multimedia dan pertunjukan akrobat.
"Senang sekali, baru pertama kali ke sini," Raras, dari Yayasan Gemah Jati Bening, Bekasi.
Danau Toba Digarap Serius Jadi Destinasi Wisata Kuliner dan Belanja
Kementerian Pariwisata terus berupaya memoles Danau Toba. Sebagai destinasi super prioritas, daya tarik pariwisata Danau Toba semakin dilengkapi. Kali ini, yang menjadi fokus Kemenpar adalah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi belanja dan kuliner.
Menurut Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar Lokot Ahmad Enda, pengembangan Danau Toba, Sumatera Utara, harus dilakukan.
"Danau Toba adalah destinasi super prioritas. Dan kita harus mengembangkan destinasi ini agar lebih menjual lagi. Agar lebih banyak wisatawan mancanegara yang datang tentunya. Dan lewat workshop, kita coba kembangkan hal itu. Berbagai stakeholder di sekitar Danau Toba juga kita libatkan," papar Lokot dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).
Menurut Lokot, Kemenpar akan terus menggali potensi yang ada di Danau Toba. Tujuannya agar bisa ditawarkan ke wisatawan. Termasuk menggali potensi wisata dan belanja.
"Kita lihat ada potensi itu. Potensi untuk melakukan aktivitas belanja dan kuliner. Makanya kita melibatkan daerah-daerah penunjang Danau Toba agar menyatukan visi tersebut," paparnya.
Dalam workshop kali ini, Kemenpar mengajak Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir, juga Humbang Hasundutan. Hal itu disampaikan dalam Workshop Wisata Kuliner dan Belanja dalam Rangka Pemberian Dukungan Prioritas Nasional: Perintisan Destinasi Pariwisata Prioritas Pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional Toba.
Sementara Kasubid Destinasi Area 1B Kemenpar Andhy Marpaung menambahkan, dalam workshop nanti akan disampaikan juga agar Danau Toba menjadi destinasi ramah buat seluruh wisatawan. Termasuk ramah untuk wisatawan muslim.
"Kenapa hal ini harus kita pikirkan. Karena faktanya kunjungan wisatawan Malaysia di Danau Toba dan Sumatera Utara cukup besar. Porsinya selalu dominan bisa dikomparasi dengan paspor asing lainnya. Makanya kita ingin agar Danau Toba ramah terhadap semua wisatawan," paparnya.
Sementara Kabid Pengembangan Destinasi Area I Kemenpar Wijanarko menambahkan, pergerakan wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Sumatera Utama, termasuk Danau Toba, sangat menjanjikan.
"Indikasi yang kita lihat sangat positif. Selama triwulan pertama 2019, kunjungan wisatawan Negeri Jiran mencapai 30.003 orang. Sementara wisatawan Singapura berada di strip 2 dengan angka 4.098 orang wisatawan. Jadi tak salah jika treatment lebih kita berikan untuk wisatawan Malaysia," katanya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pengembangan memang harus dilakukan. Apalagi Danau Toba menyandang status Destinasi Super Prioritas.
"Tuntutan dari Danau Toba adalah menghadirkan lebih banyak wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, kita harus melakukan berbagai treatment untuk mendukungnya. Inovasi harus dilakukan. Promosi juga terus dijalankan. Kita ingin Danau Toba selalu di-upgrade. Dan selalu ada yang baru untuk menarik minat wisatawan," papar mantan Dirut PT Telkom itu.