Selasa, 14 Januari 2020

Festival Sandalwood 2019 Tarik Banyak Turis, Okupansi Hotel Capai 90%

Daya tarik Festival Sandalwood 2019 memang terbukti menjadi magnet kunjungan wisatawan ke suatu daerah. Hal itu terbukti saat H-1 jelang pembukaan festival. Tingkat keterisian (Okupansi) Hotel di Sumba Timur mencapai hingga 90%. Selain itu, festival ini juga ramai diperbincangkan di media sosial hingga menjadi trending topic twitter.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunukasi, Don Kardono mengatakan, Festival Sandalwood memang memiliki daya tarik tersendiri, terlebih di event ini juga menawarkan berbagai spot keren yang bisa dinikmati pengunjung.

"Wajar saja jika wisatawan menyukai event ini. Ada beberapa alasan yang membuat mereka hadir, yang paling utama tentunya event ini memang sangat keren. Sangat menarik untuk menjadi objek foto. Kemudian alam Sumba juga menjadi alasan lain wisatawan untuk berkunjung," ujar Kardono dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).

Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty, juga menilai kuatnya daya tarik Festival Sandalwood terlihat dari okupansi hotel.

"Mengacu informasi Dispar Sumba Timur, tingkat okupansi hotel sehari jelang event mencapai 90%. Jumlah ini meningkat 30% dari hari biasa, dimana okupansinya sekitar 60%," terang Esthy.

Dari pergerakan wisatawan di Sumba Timur hingga jelang pembukaan, kata Esthy, wisatawan nusantara mendominasi dengan 90%. Sedangkan wisatawan mancanegara sekitar 10%. Mereka berasal dari Prancis dan Italia.

"Pergerakan wisatawan pada event Festival Sandalwood 2019 sangat positif. Kami berharap event ini juga berdampak positif buat perekonomian. Nilai transaksi yang dihasilkan bisa optimal, dengan begitu, masyarakat akan mendapat manfaat langsung dari event," jelas Esthy lagi.

Sumba Timur saat ini ditopang sedikitnya oleh 8 hotel besar. Posisinya juga dekat dengan venue Festival Sandalwood 2019. Diantaranya, Padadita Beach, Tanto, Elvin, Sacca, hingga Merlin. Komposisi homestaynya Umbo Dhigo, Baim, dan Ama Tukang.

Festival Sandalwood 2019 juga sudah meramaikan dunia maya. Melalui #SumbaTimurFestivalSandalwood2019 dan #FestParade1001Kuda2019. Hastag Sumba Timur Festival Sandalwood 2019 menjadi trending topic Twitter Senin (8/7/2019), dan mampu bersaing dengan beragam isu politik, hiburan, hingga kesehatan.

"Daya tarik besar dimiliki Festival Sandalwood 2019. Sebab, warna budaya dominan di sini. Festival ini memang selalu dinanti dan sangat potensial mendatangkan wisatawan. Saat ini okupansi hotel di Sumba Timur sudah maksimal," kata Kadispar Sumba Timur Umbu Maramba Meha.

Sedangkan hastag #FestParade1001Kuda2019 sudah menjadi trending topic Twitter, Selasa (9/7/2019). Total ada 3.297 postingan yang dihasilkan dengan reach 337.438. Hastag tersebut mendapat 51,54% Retweet, Replay 34,01%, juga 14,45% Like. Responnya positif hingga 74,7% dan 14,9% diantaranya netral.

Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani menilai Festival Sandalwood punya prospek bagus dan akan terus memiliki masa depan bagus di masa mendatang. Dengan potensinya, event tersebut akan terus efektif menarik kunjungan wisatawan dan menjadi penggerak ekonomi daerah dan yang terpenting inovasi dan ide segar tetap harus diberikan di tahun berikutnya.

"Sumba Timur ini sangat indah. Festival Sandalwood tentu menjadi media branding optimal. Setelah ini, beragam potensi di Sumba Timur akan optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang besar," ujar Arief

Cara Membatalkan Penerbangan, Tapi Refund 100 Persen

Beragam alasan menyebabkan harus batal terbang dan pasrah berapapun refund-nya. Namun, sekarang wisatawan bisa refund 100 persen.

Dalam jumpa pers, Kamis (11/7/2019) tiket.com meluncurkan fitur baru dengan nama 'Tiket Anti Galau'. Fitur ini membantu traveler yang sudah memesan tiket pesawat namun gagal terbang dan mendapatkan refund hingga 100 persen.

"Dengan memesan tiket pesawat melalui applikasi tiket.com, kamu bisa menggunakan fitur terbaru yaitu 'Tiket Anti Galau'. Dengan fitur ini kamu yang sudah pesan tiket namun berhalangan terbang bisa dapatkan refund hingga 100 persen," Gaery Undarsa, Co-Founder and Chief Marketing Officer tiket.com.

Adapun cara menggunakan fitur ini adalah dengan melakukan pemesanan via aplikasi tiket.com. Setelah itu swipe fitur 'Tiket Anti Galau' hingga berwarna hijau.

"Cara menggunakan fitur ini gampang. Lakukan pemesanan tiket pesawat seperti biasa di aplikasi, setelah itu geser fitur 'Anti Galau' dan pilih maskapai yang diinginkan. Dan setelahnya lakukan pembayaran seperti biasa," jelas Gaery.

Gaery juga mengatakan bahwa pembatalan tiket maksimal 4 jam sebelum penerbangan. Dan konsumen yang menggunakan fitur ini akan memiliki selisih harga tiket dibandingkan tanpa fitur.

"Harga tiket apabila menggunakan fitur anti galau ini memiliki selisih dengan tanpa fitur. Selisihnya mulai dari Rp 49 ribu. Nanti biaya anti galau akan tertera dibawah tiket yang kamu pesan. Bisa dibilang ini adalah uang jaminan yang mencover refund tiket 100 persen," tambah.

Selain meluncurkan fitur anti galau, tiket.com juga meluncurkan 3 fitur terbaru di aplikasinya.

"Selain anti galau, tiket.com juga punya fitur baru yaitu flight check in online, refund list dan access to Whatsapp. Dengan terakses ke Whatsapp semakin memudahkan pelanggan menghubungi costumer care," jelas Gaery.

Untuk sementara Tiket Anti Galau hanya bisa digunakan untuk penerbangan domestik. Sedangkan rute internasional sedang dipersiapkan.

"Di awal launching ini, fitur hanya bisa digunakan pada penerbangan domestik. Dalam waktu dekat kami akan luncurkan juga untuk penerbangan internasional. Fitur ini bisa dilihat di aplikasi tiket.com," ujar Gaery.

Festival Sandalwood 2019 Tarik Banyak Turis, Okupansi Hotel Capai 90%

Daya tarik Festival Sandalwood 2019 memang terbukti menjadi magnet kunjungan wisatawan ke suatu daerah. Hal itu terbukti saat H-1 jelang pembukaan festival. Tingkat keterisian (Okupansi) Hotel di Sumba Timur mencapai hingga 90%. Selain itu, festival ini juga ramai diperbincangkan di media sosial hingga menjadi trending topic twitter.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Media dan Komunukasi, Don Kardono mengatakan, Festival Sandalwood memang memiliki daya tarik tersendiri, terlebih di event ini juga menawarkan berbagai spot keren yang bisa dinikmati pengunjung.

"Wajar saja jika wisatawan menyukai event ini. Ada beberapa alasan yang membuat mereka hadir, yang paling utama tentunya event ini memang sangat keren. Sangat menarik untuk menjadi objek foto. Kemudian alam Sumba juga menjadi alasan lain wisatawan untuk berkunjung," ujar Kardono dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).

Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty, juga menilai kuatnya daya tarik Festival Sandalwood terlihat dari okupansi hotel.

"Mengacu informasi Dispar Sumba Timur, tingkat okupansi hotel sehari jelang event mencapai 90%. Jumlah ini meningkat 30% dari hari biasa, dimana okupansinya sekitar 60%," terang Esthy.