Selasa, 14 Januari 2020

Serunya 1.029 Anak Yatim Jadi Tamu Perdana Trans Studio Cibubur

 1.029 Anak yatim piatu menjadi tamu pertama Trans Studio Theme Park Cibubur. Mereka menonton pertunjukan dan menikmati aneka wahana yang seru untuk pertama kalinya.

Trans Studio Theme Park Cibubur berlokasi di lantai 3, Trans Studio Mall Cibubur (TSMC), Jalan Alternatif Cibubur No 230, Depok. Sebelum dibuka untuk publik Jumat besok, Kamis (11/7/2019) mereka mengundang 1.029 anak yatim dari 12 panti asuhan. Kebanyakan panti asuhan berada di sekitar Jakarta.

Anak-anak ini mendapat kesempatan untuk menjajal belasan wahana seru Trans Studio Theme Park untuk pertama kalinya sebelum dibuka untuk wisatawan umum. Acara ini didahului oleh tausiyah dari Ustaz Maulana dan kata sambutan dari Founder & Chairman CT Corp, Chairul Tanjung.

Atraksi pertama yang disaksikan adalah teater Rusia berupa Spectacular Multimedia Show. Ini adalah atraksi akrobat dengan dukungan multimedia dan pertunjukan akrobat.

"Senang sekali, baru pertama kali ke sini," Raras, dari Yayasan Gemah Jati Bening, Bekasi.

Danau Toba Digarap Serius Jadi Destinasi Wisata Kuliner dan Belanja

Kementerian Pariwisata terus berupaya memoles Danau Toba. Sebagai destinasi super prioritas, daya tarik pariwisata Danau Toba semakin dilengkapi. Kali ini, yang menjadi fokus Kemenpar adalah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi belanja dan kuliner.

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Kemenpar Lokot Ahmad Enda, pengembangan Danau Toba, Sumatera Utara, harus dilakukan.

"Danau Toba adalah destinasi super prioritas. Dan kita harus mengembangkan destinasi ini agar lebih menjual lagi. Agar lebih banyak wisatawan mancanegara yang datang tentunya. Dan lewat workshop, kita coba kembangkan hal itu. Berbagai stakeholder di sekitar Danau Toba juga kita libatkan," papar Lokot dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).

Menurut Lokot, Kemenpar akan terus menggali potensi yang ada di Danau Toba. Tujuannya agar bisa ditawarkan ke wisatawan. Termasuk menggali potensi wisata dan belanja.

"Kita lihat ada potensi itu. Potensi untuk melakukan aktivitas belanja dan kuliner. Makanya kita melibatkan daerah-daerah penunjang Danau Toba agar menyatukan visi tersebut," paparnya.

Dalam workshop kali ini, Kemenpar mengajak Kabupaten Tapanuli Utara, Toba Samosir, juga Humbang Hasundutan. Hal itu disampaikan dalam Workshop Wisata Kuliner dan Belanja dalam Rangka Pemberian Dukungan Prioritas Nasional: Perintisan Destinasi Pariwisata Prioritas Pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional Toba.

Sementara Kasubid Destinasi Area 1B Kemenpar Andhy Marpaung menambahkan, dalam workshop nanti akan disampaikan juga agar Danau Toba menjadi destinasi ramah buat seluruh wisatawan. Termasuk ramah untuk wisatawan muslim.

"Kenapa hal ini harus kita pikirkan. Karena faktanya kunjungan wisatawan Malaysia di Danau Toba dan Sumatera Utara cukup besar. Porsinya selalu dominan bisa dikomparasi dengan paspor asing lainnya. Makanya kita ingin agar Danau Toba ramah terhadap semua wisatawan," paparnya.

Sementara Kabid Pengembangan Destinasi Area I Kemenpar Wijanarko menambahkan, pergerakan wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Sumatera Utama, termasuk Danau Toba, sangat menjanjikan.

"Indikasi yang kita lihat sangat positif. Selama triwulan pertama 2019, kunjungan wisatawan Negeri Jiran mencapai 30.003 orang. Sementara wisatawan Singapura berada di strip 2 dengan angka 4.098 orang wisatawan. Jadi tak salah jika treatment lebih kita berikan untuk wisatawan Malaysia," katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pengembangan memang harus dilakukan. Apalagi Danau Toba menyandang status Destinasi Super Prioritas.

"Tuntutan dari Danau Toba adalah menghadirkan lebih banyak wisatawan mancanegara. Oleh karena itu, kita harus melakukan berbagai treatment untuk mendukungnya. Inovasi harus dilakukan. Promosi juga terus dijalankan. Kita ingin Danau Toba selalu di-upgrade. Dan selalu ada yang baru untuk menarik minat wisatawan," papar mantan Dirut PT Telkom itu.

Ini Kunci Keberhasilan Peningkatan Pariwisata di Malang Raya

Sektor pariwisata Malang dinilai memiliki pertumbuhan yang sangat besar dalam menghadirkan banyak wisatawan. Hal itu membuat Kementerian Pariwisara (Kemenpar) serius memperkuat positioning Malang. Salah satunya lewat Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Pengembangan Wisata Perkotaan Malang Raya' yang digelar Kamis (11/7/2019).

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Pedesaan dan Perkotaan Kemenpar Vitria Ariani mengatakan peran pentahelix menjadi kunci kuatnya komunitas yang ada di Malang. Kampung-kampung kreatif seperti kampung biru dan kampung warna-warni lahir berkat pentahelix yang kuat.

Untuk itu, ia meminta kepada pelaku wisata untuk melibatkan generasi milenial dalam mengembangkan pariwisata di daerah. "Nah untuk membedakan wisata Malang dan lainnya maka dibutuhkan sebuah konsep perjalanan wisata yang berbeda. Inilah yang kita angkat di FGD ini," ujar Vitria, dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).

Di samping itu story telling dalam memperkuat strategi pengembangan pariwisata Malang juga sama pentingnya. Dengan sebuah konsep story telling yang baik, maka akan semakin membuat wisatawan tertarik berwisata ke Kota Malang. Menurut Vitria, Malang harus memiliki sebuah cerita yang diangkat dengan baik dan itu akan menambah pengalaman dari wisatawan yang berkunjung.

"Ini yang menjadi pembeda antara wisata Malang dan daerah lainnya. Ada sebuah cerita unik dibalik setiap destinasi yang ditawarkan. Ini yang akan memantik rasa penasaran wisatawan," paparnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adyani mengatakan, Malang juga harus memanfaatkan digitalisasi. Kerjasama dengan berbagai platform perjalanan wisata digital mutlak dilakukan. Dengan itu akan semakin mempermudah wisatawan mencari paket terbaik yang diinginkannya.

"Di era digital, aplikasi yang menawarkan paket perjalanan wisata yang sangat banyak dan ditambah dengan fitur pay later semakin memudahkan kaum milenial dalam traveling. Ini harus dimanfaatkan dengan membangun kerjasama dengan berbagi platform tersebut. Karena wisatawan saat ini mencari perjalanan wisata yang menawarkan berbagai kemudahan," ujar Giri.

Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini menyebut jika FGD ini menyasar seluruh stakeholder pariwisata Malang. Terutama pengelola kampung wisata. Karena kampung wisata menjadi sebuah keunggulan yang dimiliki oleh Kota Malang.

"Di sini akan di kupas tuntas peningkatan pengembangan destinasi yang ada. Akan banyak diskusi serta terjun langsung mengatasi permasalahan yang ada. Dengan itu diharapkan akan mengupgrade kemampuan pelaku pariwisata yang ada di Malang," ucap Oneng.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sumber Daya Manusia (SDM) harus terus ditingkatkan baik jumlah maupun mutu. Minimal, SDM yang ada sesuai standar Masyarakat Ekonomi ASEAN, sehingga memiliki keunggulan komparatif jika dibandingkan dengan tenaga kerja dari negara lain.

"Kita harus menjadikan masyarakat garda terdepan pelayanan pariwisata. Karena harus berpacu melawan tuntutan pengembangan destinasi dan industri. Ingat hanya dengan cara yang tidak biasa kita bisa mendapatkan hasil yang luar biasa. Masyarakat harus tampil sehingga mereka pun ikut menjadi pelaku wisata dan bukan hanya penonton," kata Arief

Apalagi pariwisata mempunyai multiplier effect yang memberikan pengaruh yang kuat pada lingkungan sekitarnya. Dengan peran aktif masyarakat menjaga kearifan lokal tentunya akan semakin membuat wisatawan betah. Dengan itu dapat dipastikan akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.