Senin, 13 Januari 2020

Raja Ampat Juga Punya Danau Ubur-ubur Tak Menyengat

Bukan hanya Danau Kakaban di Derawan yang punya ubur-ubur tak menyengat. Raja Ampat juga punya!

Cerita tentang Misool, tidak akan pernah habis. Salah satu yang 'wow' adalah Danau Lenmakana, danau tempat ubur-ubur yang tidak menyengat (stingless jellyfish). Ada beberapa danau ubur-ubur yang tidak menyengat di Indonesia seperto Kakaban di Kalimantan, Misool di Papua Barat dan Labuan Bajo di NTT. Saya baru berkesempatan untuk mengunjungi yang di Misool.

Ketika island hoping, biasanya mendarat di pantai terlebih dahulu, tapi di sini, Anda langsung mendarat di kaki bukit batu karst yang tajamnya lumayan. Pendaratan ala melompat dengan pegangan seutas tali tambang, adalah kejutan pertama. Kejutan kedua, Anda harus trekking dulu untuk ketemu ubur-ubur ini, dengan medan yang lumayan curam, full batu karst.

Wajib pakai sepatu gunung, minimal sandal gunung, jangan sepatu kets biasa karena bakal jebol (sudah kami alami). Lebih baik lagi, kalau Anda memakai sarung tangan, karena salah pegang, kulit bisa mengelupas karena karang yang tajam.

Luar biasa juga perjuangan demi ketemu ubur-ubur. Sampai di puncak bukit, masih harus turun sedikit menuju danaunya. Airnya payau. Kami datang di awal bulan Juni, agak tidak tepat karena ubur-uburnya sedang musim bertelur (atau bahkan mati), sehingga posisi kebanyakan di bawah/dasar danau. Jika Anda datang di bulan Oktober-Februari, maka mereka sudah nampak sejak dari permukaan danau.

Jadilah kami harus berenang untuk mencari keberadaan mereka. Memakai mask dan snorkel, tapi dilarang memakai fin, karena kalau menendang ubur-ubur, mereka bisa mati, secara badan mereka sangat lunak. Syukur Alhamdulillah mereka sedikit baik dengan kami hahaha, karena ada lumayan banyak di kedalaman 1 meter dari permukaan.

Sayangnya karena kondisi air yang agak keruh, hasil foto menjadi tidak bagus. By the way anyway, lega juga bisa ketemu, warnanya orange, ukurannya kecil-kecil (menurut saya), badannya seperti tembus pandang, dan seperti jelly beneran: lunak lembut. Unyu-unyu!

Belanja di Madinah Lebih Murah, Mitos atau Fakta?

Belanja oleh-oleh lazim dilakukan jamaah haji dan umrah. Ribuan kios oleh-oleh menawarkan item khas Arab Saudi seperti kurma, sajadah, tasbih, dan lainnya.

Di kalangan jamaah haji dan umrah ada anggapan bahwa lebih baik belanja oleh-oleh di Madinah saja karena harganya lebih murah. Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Ada beberapa item yang lebih murah jika dibeli di Makkah, seperti baju, pashmina, maupun sajadah. Tetapi untuk produk makanan seperti kurma, dan coklat umumnya lebih murah di Madinah.

Lalu, dimana saja tempat belanja oleh-oleh yang haji dan umrah murah? Ini ada beberapa pilihannya:

1. Pasar Kurma Madinah

Pasar kurma Madinah terletak di dekat pintu 6 Masjid Nabawi. Tak jauh dari terminal bus. Di sini, banyak kios yang menawarkan kurma dan coklat dengan harga sangat miring. Kurma mentah yang berwarna kuning dijual seharga 10 Riyal per kilo. Coklat kerikil dijual seharga 10 Riyal per pack, atau 15 Riyal per 2 pack. Kurma Nabi atau kurma Ajwa kemasan kecil pun ada, harganya 10 Riyal.

2. Gerai Madina Made

Gerai Madina Made Terletak di dekat pintu 5 Masjid Nabawi, tak jauh dari Museum Quran. Tokonya terbilang kecil, namun lengkap dengan oleh-oleh unik yang jarang dijumpai di tempat lain, misalnya kurma Ajwa premium, dan kopi. Di Gerai Madina Made ini, kopi dijual dengan harga 15 Riyal. Di sini juga menjual sajadah dengan motif karpet hijau Raudah.

3. Siafa Dates

Siafa dates ini termasuk gerai oleh-oleh yang ramai dikunjungi jamaah haji dan umrah. Mayoritas produk yang dijual di gerai Siafa Dates adalah makanan. Di Makkah, lokasinya di Al Safwa Tower. Adapun di Madinah, gerai Siafa dates bisa dijumpai di kompleks Anwar Al Madinah Mall, dekat pintu 15. Di sini tersedia kurma Ajwa, kurma khalas, biskuit Mamool dan lain-lain . Ada pula kurma coklat rasa kelapa, dan rasa mawar. Produk Siafa dates dikemas dengan kemasan premium namun tetap dengan harga terjangkau.

Trans Studio Cibubur Kedatangan Banyak Turis, dari Cibubur Hingga Swedia

Pada akhir pekan, Trans Studio Cibubur Theme Park kedatangan banyak wisatawan. Mereka datang dari sekitar sampai jauh dari Eropa.

Pantauan detikcom, Minggu (14/7/2019) Trans Studio Cibubur Theme Park kedatangan banyak wisatawan yang dekat maupun yang jauh dari lokasi. Mereka sengaja datang untuk menikmati sensasi taman hiburan kelas dunia di Trans Studio Cibubur Theme Park.

Trans Studio Cibubur Theme Park buka mulai pukul 09.00 sampai pukul 21.00. Taman rekreasi indoor ini berada di Kompleks Trans Park Cibubur, Jalan Alternatif Cibubur, Kota Depok.

Sejak pagi, banyak wisatawan yang datang bersama keluarga ke Trans Studio Theme Park. Mereka berkumpul dan berfoto bersama keluarga. Seperti halnya Iin dari Cibubur yang datang bersama anak dan cucunya.

"Tinggalnya di sini gak jauh. Niatnya seneng-seneng aja sama anak-anak ini. Besok udah masuk sekolah," ujar Iin.

Lain halnya dengan Pak Edi yang datang dari Cimanggis dan membawa cucunya dari Swedia yang sedang berlibur.

"Kebetulan memang dia kan dari Swedia jadi liburan ke sini. Besok tanggal 15 dia kembali, sebelum kembali ke sini dulu," ujar Edi.

Edi mengaku biasanya dia berkunjung ke Trans Studio Bandung. Ia mengaku sangat terkesan dengan Trans Studio Cibubur Theme Park yang tak kalah mengagumkan.

"Lebih hebat dari yang di Trans Studio Bandung, lebih luas lebih keren dari yang di Bandung," ujarnya.

Kegembiraan para wisatawan sangat terlihat saat mereka mencoba wahana dan atraksi di Trans Studio Cibubur. Berbagai wahana dan atraksi siap menghibur Anda.

Ayo nikmati akhir pekan Anda di Trans Studio Theme Park Cibubur. Tiket Trans Studio Cibubur bisa dibeli secara online di aplikasi detikcom. Caranya, masuk ke aplikasi detikcom, klik 'Kategori', lalu pilih 'Trans Studio Cibubur'.

Tiket Trans Studio Cibubur juga bisa dibeli secara online di transstudiocibubur.com. Untuk harga tiket Trans Studio Cibubur adalah Rp 400.000 saat weekend, hari libur atau libur sekolah. Sedangkan untuk hari biasa harga tiketnya Rp 300 ribu.

Raja Ampat Juga Punya Danau Ubur-ubur Tak Menyengat

Bukan hanya Danau Kakaban di Derawan yang punya ubur-ubur tak menyengat. Raja Ampat juga punya!

Cerita tentang Misool, tidak akan pernah habis. Salah satu yang 'wow' adalah Danau Lenmakana, danau tempat ubur-ubur yang tidak menyengat (stingless jellyfish). Ada beberapa danau ubur-ubur yang tidak menyengat di Indonesia seperto Kakaban di Kalimantan, Misool di Papua Barat dan Labuan Bajo di NTT. Saya baru berkesempatan untuk mengunjungi yang di Misool.

Ketika island hoping, biasanya mendarat di pantai terlebih dahulu, tapi di sini, Anda langsung mendarat di kaki bukit batu karst yang tajamnya lumayan. Pendaratan ala melompat dengan pegangan seutas tali tambang, adalah kejutan pertama. Kejutan kedua, Anda harus trekking dulu untuk ketemu ubur-ubur ini, dengan medan yang lumayan curam, full batu karst.

Wajib pakai sepatu gunung, minimal sandal gunung, jangan sepatu kets biasa karena bakal jebol (sudah kami alami). Lebih baik lagi, kalau Anda memakai sarung tangan, karena salah pegang, kulit bisa mengelupas karena karang yang tajam.

Luar biasa juga perjuangan demi ketemu ubur-ubur. Sampai di puncak bukit, masih harus turun sedikit menuju danaunya. Airnya payau. Kami datang di awal bulan Juni, agak tidak tepat karena ubur-uburnya sedang musim bertelur (atau bahkan mati), sehingga posisi kebanyakan di bawah/dasar danau. Jika Anda datang di bulan Oktober-Februari, maka mereka sudah nampak sejak dari permukaan danau.

Jadilah kami harus berenang untuk mencari keberadaan mereka. Memakai mask dan snorkel, tapi dilarang memakai fin, karena kalau menendang ubur-ubur, mereka bisa mati, secara badan mereka sangat lunak. Syukur Alhamdulillah mereka sedikit baik dengan kami hahaha, karena ada lumayan banyak di kedalaman 1 meter dari permukaan.

Sayangnya karena kondisi air yang agak keruh, hasil foto menjadi tidak bagus. By the way anyway, lega juga bisa ketemu, warnanya orange, ukurannya kecil-kecil (menurut saya), badannya seperti tembus pandang, dan seperti jelly beneran: lunak lembut. Unyu-unyu!