Senin, 13 Januari 2020

Bermain dengan Robot Nao dan Pepper di Trans Studio Cibubur

Pernah main dengan robot? Trans Studio Cibubur Theme Park memiliki robot yang diajak bicara, namanya Pepper dan Nao.

detikcom berkunjung ke Trans Studio Cibubur, Minggu (14/7/2019). Saat memasuki wahana Science Center di Trans Studio Cibubur Theme Park, wisatawan akan disambut oleh robot Pepper. Robot Pepper merupakan robot humanoid dikembangkan asalnya dari Prancis asalnya dari Jepang.

Robot Pepper berperan sebagai tour guide di Trans Studio Cibubur Theme Park untuk membantu para pengunjung mengetahui tata letak wahana Trans Studio Cibubur Theme Park. Selain itu dia bisa berinteraksi. Dia mempunyai mikrofon di atas kepala untuk berinteraksi dan ada speaker untuk merekam suara.

Robot pepper juga memiliki sensor kamera di atas kepalanya. Jadi, dia bisa melihat, mendengar dan merespon pertanyaan kita. Keren bukan?

Sama halnya dengan robot Pepper, kita juga akan menemui robot Nao. Perbedaannya robot Nao hanya memiliki tiga jari sedangkan Pepper memiliki lima jari. Mereka sama sama diprogram menggunakan kecerdasan buatan, untuk itu mereka bisa berinteraksi.

Jika robot Pepper hanya bisa bergerak dengan roda, robot Nao bisa bergerak seperti manusia yaitu 25 derajat. Robot Nao juga bisa bernyanyi dan menari lho!

Saat Anda terdeteksi di dekat Nao, maka Nao akan mencoba berkontak mata dengan Anda dan cahaya matanya akan berubah menjadi pink. Ketika matanya berubah menjadi biru, maka tandanya Nao sedang mendengarkan. Maka saat itu Anda bisa mulai berbicara dengan Nao.

Setelah berbunyi 'blip' mata Nao akan berubah menjadi hijau. Maka itu tandanya Nao sedang memproses apa yang kamu katakan. Setelah itu dia akan menjawab pertanyaanmu. Menarik bukan?

Ayo nikmati akhir pekan Anda di Trans Studio Theme Park Cibubur. Tiket Trans Studio Cibubur bisa dibeli secara online di aplikasi detikcom. Caranya, masuk ke aplikasi detikcom, klik 'Kategori', lalu pilih 'Trans Studio Cibubur'.

Tiket Trans Studio Cibubur juga bisa dibeli secara online di transstudiocibubur.com. Untuk harga tiket Trans Studio Cibubur adalah Rp 400.000 saat weekend, hari libur atau libur sekolah. Sedangkan untuk hari biasa harga tiketnya Rp 300 ribu.

Turbulensi Parah, Kepala Sampai Kejedot Kompartemen Kabin

 Pesawat Air Canada baru-baru ini mengalami turbulensi parah. 25 Penumpang cedera, sampai-sampai ada yang kejedot kompartemen kabin.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Minggu (14/7/2019) pesawat Boeing 777 Air Canada sedang terbang dari Toronto di Kanada menuju ke Sydney di Australia. Di tengah perjalanan, tepatnya di atas Samudera Pasifik terjadi turbulensi hebat.

"Pesawat dengan 268 penumpang mengalami turbulensi di ketinggian 36 ribu kaki (10 ribu meter) di atas Samudera Pasifik atau sekitar 900 km di sebelah barat daya Hawaii," tulis pernyataan Air Canada.

Pesawatnya kemudian mendarat darurat di bandara di Honolulu, Hawaii. Dilaporkan, 25 orang mengalami cedera ringan hingga dilarikan ke rumah sakit.

"Kepala saya sampai kejedot kompartemen kabin. Itu sungguh hal yang tak pernah saya kira dan belum pernah saya rasakan turbulensi sekuat itu," tutur salah seorang penumpang.

Pihak Air Canada menanggung seluruh biaya perawatan. Kabarnya, para penumpang sampai bermalam dulu di Honolulu hingga melanjutkan penerbangan di hari berikutnya. Setelah cuaca membaik dan penumpang yang terluka diobati.

Minggu, 12 Januari 2020

Mengenal Istilah 'Transfer In & Out' di Dunia Pemandu Wisata

Dalam dunia pemandu wisata ada istilah transfer 'in dan out' saat membawa wisatawan. Ini penjelasannya.

Menjadi pemandu wisata atau pramuwisata tak hanya membutuhkan keterampilan berbahasa asing saja, tapi lebih dari itu. Teknis itu pun dijelaskan dalam acara pelatihan anak baru oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta yang diikuti detikcom Rabu ini (17/7/2019).

Berawal di Stasiun Kereta Api Gambir, sekitar 32 peserta anggota HPI DKI Jakarta telah berkumpul sejak pukul 08.00 WIB sesuai kesepakatan. Turut hadir pula Ketua HPI DKI Jakarta, Revalino Tobing yang ikut mendampingi.

Dijelaskan oleh Revalino, acara pelatihan hari ini khusus diberikan oleh pihak HPI DKI Jakarta untuk menambah ilmu dari para pemandu wisata di luar kelas atau praktek lapangan langsung.

"Materi di diklat kita refresh, bukan di kelas tapi dalam bus, jadi langsung praktek," ujar Revalino.

Agar makin menjiwai, simulasi pun langsung dilakukan di Stasiun Gambir. Yang pertama dilakukan Transfer In atau penjemputan wisatawan di Stasiun Gambir ke bus.

"Skenario pertama Stasiun Gambir-Bandara Sorkarno Hatta T3 (transfer out). Wisatawan Denmark menumpang KA Taksaka dari Stasiun Yogyakarta menuju Stasiun Gambir lalu perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta," ujar Revalino.

Sambil simulasi, para pemandu pun diberi pelajaran bagaimana menyambut calon tamu yang akan mereka guide. Tak lupa juga paging board berisi profil seperti nama tamu, perusahaan penyedia jasa guide dan detil lainnya. Turut hadir juga pemandu wisata senior bernama Erwan yang ikut memberi penjelasan.

"Kita harus mengenal tamu kita sebelumnya, dari negara asal sampai fotonya. Jadi pas ketemu kita bisa langsung tahu dan gak canggung," ujar Erwan.

Setiba tamu di bandara, pemandu pun bisa menawarkan berbagai opsi seperti toilet, makan minum hingga kartu sim card dan lainnya. Namun, sekali lagi pemandu harus lebih peka memperlakukan tamunya.

"Kalau naik kereta misalnya, biasa tamu capek. Siapkan roti atau snack box saat mereka datang," ujar Erwan.

Setelah simulasi bertemu dengan tamu, para pemandu pun mengajak mereka ke bus yang telah menanti. Setelah memasukkan koper, tamu pun dibawa ke Bandara Soekarno Hatta T3. Di jalan, pemandu wisata pun bisa berinovasi dengan memberi informasi terkait tempat wisata yang dilewati dan lainnya.

"Di jalan bisa meng-guide soal tempat wisata yang dilewati. Jangan lupa juga ingatkan tamu akan hp dan barang bawaan lain sebelum meninggalkan bus," ujar Revalino.

Tiba di bandara, skenario pertama pun berakhir dengan Transfer Out tamu ke konter check-in pesawat. Pemandu pun dianjurkan untuk mengantar tamu hingga sebelum konter imigrasi.

"Mengantar tamu sampai sebelum imigrasi, full hospitality Indonesia," tutup Revalino.

Itulah pengertian dari Transfer In dan Transfer Out dalam dunia pemandu wisata. Mungkin berguna bagi traveler yang ingin belajar jadi pemandu wisata profesional.

Viral! Penumpang Geser Monitor Layar Sentuh di Pesawat Pakai Kaki

Baru-baru ini viral di Twitter, kelakuan penumpang pesawat yang bikin geram. Dia pakai kaki buat geser-geser monitor layar sentuh!

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Rabu (17/7/2019) adalah Alafair Burke, seorang penulis dari AS yang memposting hal tersebut di Twitter pribadinya. Bahkan videonya, sudah ditonton jutaan kali.

Dalam durasi 7 detik, terlihat seorang penumpang pesawat yang menggeser-geser monitor layar sentuh di dalam kabin pesawat menggunakan kaki. Duh!

Alafair menjelaskan, video itu dikirim oleh seorang temannya. Lantas, dia langsung memposting-nya di Twitter dan jadi viral.

Sayangnya, tidak dijelaskan itu terjadi pada penerbangan apa rute ke mana. Yang pasti, banyak netizen berkomentar dengan geram dan dinilai menjijikkan.

"Mengapa sampai dia harus membuka sepatu, apakah sulit menggunakan jari?" tulis seorang netizen.

"Saya jadi mikir-mikir untuk menyentuh monitor layar sentuh di pesawat," kata seorang netizen lainnya.

Monitor layar sentuh di pesawat, merupakan suatu hiburan atau dikenal dengan nama In-flight entertainment. Penumpang bisa menonton berbagai film, mendengarkan musik sampai main game.

Tapi ya, nggak pakai kaki juga buat menggeser layarnya kan?