Dalam dunia pemandu wisata ada istilah transfer 'in dan out' saat membawa wisatawan. Ini penjelasannya.
Menjadi pemandu wisata atau pramuwisata tak hanya membutuhkan keterampilan berbahasa asing saja, tapi lebih dari itu. Teknis itu pun dijelaskan dalam acara pelatihan anak baru oleh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta yang diikuti detikcom Rabu ini (17/7/2019).
Berawal di Stasiun Kereta Api Gambir, sekitar 32 peserta anggota HPI DKI Jakarta telah berkumpul sejak pukul 08.00 WIB sesuai kesepakatan. Turut hadir pula Ketua HPI DKI Jakarta, Revalino Tobing yang ikut mendampingi.
Dijelaskan oleh Revalino, acara pelatihan hari ini khusus diberikan oleh pihak HPI DKI Jakarta untuk menambah ilmu dari para pemandu wisata di luar kelas atau praktek lapangan langsung.
"Materi di diklat kita refresh, bukan di kelas tapi dalam bus, jadi langsung praktek," ujar Revalino.
Agar makin menjiwai, simulasi pun langsung dilakukan di Stasiun Gambir. Yang pertama dilakukan Transfer In atau penjemputan wisatawan di Stasiun Gambir ke bus.
"Skenario pertama Stasiun Gambir-Bandara Sorkarno Hatta T3 (transfer out). Wisatawan Denmark menumpang KA Taksaka dari Stasiun Yogyakarta menuju Stasiun Gambir lalu perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta," ujar Revalino.
Sambil simulasi, para pemandu pun diberi pelajaran bagaimana menyambut calon tamu yang akan mereka guide. Tak lupa juga paging board berisi profil seperti nama tamu, perusahaan penyedia jasa guide dan detil lainnya. Turut hadir juga pemandu wisata senior bernama Erwan yang ikut memberi penjelasan.
"Kita harus mengenal tamu kita sebelumnya, dari negara asal sampai fotonya. Jadi pas ketemu kita bisa langsung tahu dan gak canggung," ujar Erwan.
Setiba tamu di bandara, pemandu pun bisa menawarkan berbagai opsi seperti toilet, makan minum hingga kartu sim card dan lainnya. Namun, sekali lagi pemandu harus lebih peka memperlakukan tamunya.
"Kalau naik kereta misalnya, biasa tamu capek. Siapkan roti atau snack box saat mereka datang," ujar Erwan.
Setelah simulasi bertemu dengan tamu, para pemandu pun mengajak mereka ke bus yang telah menanti. Setelah memasukkan koper, tamu pun dibawa ke Bandara Soekarno Hatta T3. Di jalan, pemandu wisata pun bisa berinovasi dengan memberi informasi terkait tempat wisata yang dilewati dan lainnya.
"Di jalan bisa meng-guide soal tempat wisata yang dilewati. Jangan lupa juga ingatkan tamu akan hp dan barang bawaan lain sebelum meninggalkan bus," ujar Revalino.
Tiba di bandara, skenario pertama pun berakhir dengan Transfer Out tamu ke konter check-in pesawat. Pemandu pun dianjurkan untuk mengantar tamu hingga sebelum konter imigrasi.
"Mengantar tamu sampai sebelum imigrasi, full hospitality Indonesia," tutup Revalino.
Itulah pengertian dari Transfer In dan Transfer Out dalam dunia pemandu wisata. Mungkin berguna bagi traveler yang ingin belajar jadi pemandu wisata profesional.
Viral! Penumpang Geser Monitor Layar Sentuh di Pesawat Pakai Kaki
Baru-baru ini viral di Twitter, kelakuan penumpang pesawat yang bikin geram. Dia pakai kaki buat geser-geser monitor layar sentuh!
Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Rabu (17/7/2019) adalah Alafair Burke, seorang penulis dari AS yang memposting hal tersebut di Twitter pribadinya. Bahkan videonya, sudah ditonton jutaan kali.
Dalam durasi 7 detik, terlihat seorang penumpang pesawat yang menggeser-geser monitor layar sentuh di dalam kabin pesawat menggunakan kaki. Duh!
Alafair menjelaskan, video itu dikirim oleh seorang temannya. Lantas, dia langsung memposting-nya di Twitter dan jadi viral.
Sayangnya, tidak dijelaskan itu terjadi pada penerbangan apa rute ke mana. Yang pasti, banyak netizen berkomentar dengan geram dan dinilai menjijikkan.
"Mengapa sampai dia harus membuka sepatu, apakah sulit menggunakan jari?" tulis seorang netizen.
"Saya jadi mikir-mikir untuk menyentuh monitor layar sentuh di pesawat," kata seorang netizen lainnya.
Monitor layar sentuh di pesawat, merupakan suatu hiburan atau dikenal dengan nama In-flight entertainment. Penumpang bisa menonton berbagai film, mendengarkan musik sampai main game.
Tapi ya, nggak pakai kaki juga buat menggeser layarnya kan?