Sabtu, 11 Januari 2020

Upacara Yadnya Kasada di Bromo Mampu Pikat Turis Asing

 Puncak Upacara Yadnya Kasada dipusatkan di Pura Poten, Kamis (18/7) dini hari. Sejak Rabu (17/7) sore, satu per satu perwakilan desa dari seluruh kawasan Tengger hadir membawa ongkek. Umumnya, ongkek berisi aneka hasil bumi sebagai persembahan atau sedekah.

Ritual tahunan ini membuat suasana sekitar Pura Poten di area lautan pasir, 'hidup' selama 24 jam. Tak hanya suku Tengger, banyak juga masyarakat sekitar dan wisatawan yang hadir. Sebagian dari pengunjung bahkan mendirikan tenda-tenda dan bermalam di sana. Beberapa di antaranya juga membuat perapian untuk mengusir dingin.

Keramaian pengunjung ini dimanfaatkan warga untuk mengais rezeki dengan menggelar dagangan di sekitar lokasi. Jadilah semacam pasar malam yang mayoritas diisi pedagang kuliner. Salah satu sumber menyebut, jumlah pedagang tahun ini membludak dua kali lipat dibanding tahun lalu.

"Yadnya Kasada memang event besar, khususnya bagi umat Hindu Tengger. Mereka berkumpul di Puri Poten untuk melakukan berbagai ritual. Seperti puja stuti para dukun pandita sekawasan Tengger, dan pemilihan para dukun atau pemuka adat, sekawasan Tengger," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Sinarto menambahkan, setelah semua ritual di Puri Poten selesai, dilanjut dengan melabuh sesembahan atau sedekah ke kawah Gunung Bromo. "Inilah ritual yang paling ditunggu dan menjadi daya tarik bagi wisatawan," ujarnya.

Untuk sampai ke puncak Bromo, masyarakat harus menempuh perjalanan lebih dari 1 Km. Melewati padang dan bukit pasir, hingga akhirnya sampai di anak tangga menuju titik tertinggi Gunung Bromo. Bagi wisatawan yang kelelahan, bisa naik kuda yang disewakan warga dari Puri Poten sampai anak tangga.

Staf Khusus Menpar Bidang Publikasi dan Media Don Kardono menjelaskan, melabuh sesembahan atau sedekah biasa dilakukan umat Hindu Tengger pada rangkaian Upacara Yadnya Kasada. Jenis sedekah pun bermacam-macam. Mulai dari hasil bumi seperti kentang dan kol, kebutuhan sehari-hari, hingga hewan ternak.

"Seiring berjalannya waktu, ritual ini menjadi atraksi menarik bagi wisatawan, karena ada sebagian warga yang berburu sedekah. Berbekal alat tangkap, mereka menyongsong semua sedekah yang dilempar ke arah kawah. Ada juga pengunjung yang melempar uang sehingga menjadi rebutan para pemburu sedekah tersebut," bebernya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menjelaskan, Bromo merupakan salah satu destinasi unggulan kelas dunia. Peminatnya bukan hanya wisatawan nusantara, tetapi juga mancanegara. Banyak sekali turis asing yang datang ke destinasi ini.

"Kini, dengan adanya Upacara Yadnya Kasada yang menjadi bagian dari Eksotika Bromo, tentu akan membuat kawasan wisata tersebut makin dikenal luas. Yang untung tentu bukan hanya Jawa Timur, tetapi juga Indonesia," jelasnya.

Kepala Bidang Pemasaran I Area Jawa Kemenpar Wawan Gunawan memastikan, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru didukung aksesibilitas yang baik. Amenitas juga siap sehingga wisatawan tidak perlu khawatir terkait komponen 3A.

"Kawasan ini biasa diakses melalui Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, dan dilanjutkan perjalanan darat ke Bromo sekitar 2,5 jam. Sementara untuk amenitas, tersedia banyak akomodasi di sekitar lokasi acara. Baik berupa hotel maupun home stay," tutur Wawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, Eksotika Bromo 2019 sangat pas bagi milenial. Selain artistik, ada banyak hal baru yang ditawarkan di sana. Milenial memiliki space sangat lebar untuk berkreasi.

"Dengan konsep instagramable, Eksotika Bromo akan menarik banyak wisatawan milenial, khususnya dari Asia. Terlebih, Asia memiliki potensi pasar milenial sebesar 57 persen. Eksotika Bromo menjadi event yang sayang untuk dilewatkan," tandasnya.

Jumat, 10 Januari 2020

Pendaki, Yuk Coba Jalur Baru Ke Puncak Lawu!

Puncak Lawu membuka jalur baru via Singolangu. Meski belum diresmikan, jalur ini sudah mencuri hati para pendaki.

Bagi anda yang suka menaklukkan puncak gunung dengan pendakian, wajib mencoba jalur baru di gunung Lawu. Jalur baru ini diberi nama jalur Singolangu, karena berada di Dusun Singilangu, Desa Sarangan Kecamatan Plaosan, Magetan.

"Memang untuk pendakian ke puncak Lawu ada jalur baru yang di buka untuk umum. Diberi nama jalur pendakian Singolangu yang berada di daerah Sarangan," ujar Kasi Kedaruratan dan logistik BPBD kabupaten Magetan Fery Yoga Sahputra, kepada detikcom di kantornya, Rabu (24/7/2019).

Lokasi jalur pendakian Singolangu ini kata Fery berjarak sekitar 10 Km dari jalur pendakian lama, Cemoro Sewu perbatasan Magetan Jawa Timur dengan Karanganyar Jawa tengah. Jalur ini, lanjut Fery, hanya berjarak sekitar 2 Km dari obyek wisata telaga Sarangan.

"Dari lokasi jalur Cemoro Sewu dengan jalur yang baru Singolangu ini sekitar 10 Km. Dekat dengan telaga sarangan lokasi pintu masuk," katanya.

Diungkapkan Fery jalur Singolangu ini memiliki jarak sekitar kurang lebih delapan kilometer hingga puncak Sendang Drajat, atau pos lima Gunung Lawu.

Dari pos lima sendang Drajat itu pendaki masih melanjutkan perjalanan sekitar dua kilometer menuju Hargo Dalem dan Hargo Dumilah sebagai puncaknya Gunung Lawu.

"Jaraknya sekitar delapan kilometer sampai puncak Sendang Drajat. Perjalanan waktu sekitar delapan sampai sembilan jam," ujarnya.

Tiap menuju lima pos yang ada memiliki ciri khas pemandangan masing-masing yang dapat membuat pendaki takjub. Misalnya hamparan Bunga Eidelweis hingga tembus ke Sendang Drajat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nedi warga setempat yang juga merupakan petugas BPBD yang ikut memantau lokasi pendakian Singolangu. Menurutnya jalur pendakian ke puncak Lawu via Singolangu memang masih baru dan belum di launching secara resmi.

"Untuk launching resmi belum tapi memang sudah dibuka insiatif warga bersama pihak perhutani juga BPBD dalam pemantauan," tutur Nedi.

Pria 35 tahun itu mengaku sejak di buka sekitar hampir dua bulan lalu setelah lebaran, jumlah pengunjung sudah mencapai seribu lebih.

"Pengunjung sudah seribu lebih sejak pasca lebaran. Karena libur sekolah jadi lumayan ramai," paparnya.

Mengenal Tashkent, Ibukota Uzbekistan yang Tenang

Ibukota suatu negara biasanya identik dengan hiruk-pikuk. Tapi tidak dengan Tashkent, ibukota Uzbekistan ini sangat tenang dan damai.

Seperti ibukota negara pada umumnya, jalanan utama di Kota Tashkent pada umumnya lebar, namun teramat jarang dipenuhi kendaraan, apalagi sampai terjadi kemacetan. Biasanya kemacetan hanya terjadi pada moment-moment tertentu seperti perayaan hari-hari besar misalnya.

Jarang pula terlihat hilir-mudik manusia dalam jumlah besar, mungkin karena memang jumlah penduduk di kota ini tidak sebanyak penduduk Jakarta.

Selain nyaris tidak adanya kemacetan dan polusi udara, Kota Tashkent juga terasa nyaman karena banyaknya taman-taman di dalam kota ini, tempat kita bisa bersantai dan menghirup udara segar.

Taman yang paling terkenal adalah Amir Timur Square karena di dalamnya terdapat patung tokoh tersebut. Kurang afdol bila kita mengunjungi Uzbekistan, khususnya Kota Tashkent, bila kita belum berfoto dengan patung Amir Timur sebagai latar belakangnya.

Kita juga dapat mengunjungi Independen Square yang terkenal dengan patung ibu yang setia menunggu anaknya pulang berperang. Di dekat patung ibu ini terdapat api menyala yang tak pernah padam kecuali pada saat hari perayaan tertentu, menggambarkan harapan yang tak pernah padam.

Traveler bisa mengunjungi beberapa museum yang ada di kota ini. Yang tak boleh dilewatkan adalah Museum Amir Timur, tokoh terkenal yang berasal dari Uzbekistan, seorang raja penakluk yang memiliki kekuasaan atas wilayah yang sangat luas.

Di museum itu kita bisa mengenal sepenggal sejarah masa lalu negara ini. Tak kalah menarik adalah bila kita mengunjungi Museum Korban Penindasan yang menggambarkan penderitaan yang dialami rakyat negeri ini saat berada di bawah kolonisasi kerajaan Rusia dan Negara Uni Soviet.

Bila ingin membeli makanan dan oleh-oleh khas negeri ini, traveler dapat mengunjungi pasar-pasar yang ada di Kota Tashkent. Selain gantungan kunci dan magnet kulkas, kita dapat membeli beberapa barang keramik dan peci maupun kain khas negeri ini.