Kamis, 09 Januari 2020

Dwidaya Tour Gelar Travel Fair, Resor Mewah Mulai Rp 3 Jutaan

 Travel agent Dwidaya Tour menggelar promosi wisata untuk traveler. Tahun ini, banyak aneka promo resor mewah yang menarik.

Travel Fair bertajuk 'Dwidaya Carnival' ini akan digelar di beberapa kota, seperti Jakarta, Surabaya dan Medan. Pada pameran kali ini, resor dan cruise menjadi salah satu daya tarik jualnya.

"Tahun ini kami menggandeng Club Med dan sejumlah operator cruise. Selain itu ada juga bank partner Citibank. Umumnya travel fair promosi tiket (pesawat) sekarang kami berinovasi ke resor dan cruise," ujar Chief Operation Officer Dwidaya Tour, Hendriyapto saat ditemui dalam Press Conference Dwidaya Carnival di Pondok Indah Mall, Jumat (26/7/2019).

Traveler dapat menikmati seperti resor Club Med Bali mulai Rp 3,6 juta, Club Med Phuket mulai Rp 6,9 juta, Bintan mulai Rp 7,1 juta hingga Maldives mulai Rp 28 jutaan.

Paket cruise yang ditawarkan ini pun selaras dengan ketertarikan generasi Y untuk berlayar. "Kini, generasi Y sudah mulai tertarik dengan cruise, meski daya beli Generasi X lebih tinggi, namun generasi selnjutnya mulai meningkat," papar Hendriyapto.

Menurut Hendriyapto, pasar cruise pun meningkat dengan pertumbuhan mencapai 30 persen. Dalam Dwidaya Carnival kali ini, ada sejumlah operator yang berpartisipasi, mulai dari Dream Cruises (mulai Rp 8 jutaan), Royal Caribbean (mulai Rp 15 jutaan), Princess Cruise (mulai Rp 9 jutaan) dan Celebrity Cruises mulai Rp 18 jutaan.

Tambah Hendri, pasar cruise pun paling banyak yang memulai perjalanan dari Singapura. Meski kini sudah banyak dari negara lain, namun Negeri Merlion masih jadi idaman.

"Favorit orang Indonesia (berlayar dengan cruise) kebanyakan berangkat dari Singapura," tambah dia.

Singapura pun dinilai memiliki infrastruktur penunjang kapal pesiar yang cukup baik. Mulai dari pelabuhan, hingga fasilitas sebelum keberangkatan, selama keberangkatan hingga kepulangan.

Selain itu, Dwidaya Tour juga menawarkan kemudahan lain dalam pameran wisata kali ini. Seperti cicilan 0 persen, cashback hingga Rp 5,5 juta hingga free koper untuk para traveler terpilih.

Banyuwangi Disiapkan Jadi Penerbangan Non-Terjadwal Pariwisata

Banyuwangi disiapkan jadi pilot project pengembangan general aviation alias penerbangan non-terjadwal untuk pengembangan pariwisata. Bagaimana nantinya?

Hal itu terungkap dalam seminar 'General Aviation for Tourism' yang digelar di Banyuwangi, Jumat (26/7/2019). Seminar itu dihadiri Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Mohamad Awaluddin, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan berbagai pelaku industri penerbangan di Indonesia.

"Tadi kita semua bersepakat menjadikan Banyuwangi sebagai pilot project untuk general aviation yang berbasis pariwisata. Ini bagus untuk Banyuwangi. Pesawat-pesawat non-terjDaal itu akan kita manfaatkan untuk kepentingan pariwisata. Nanti, base-nya di Bandara Banyuwangi," kata Menpar Arief Yahya.

General aviation dikenal dalam industri penerbangan yang meliputi layanan penerbangan non-terjadwal, biasanya untuk jenis pesawat berukuran kecil (light aircraft) dan helikopter.

Menurut Arief, penerbangan tak berjadwal ini akan menguntungkan bagi perkembangan pariwisata Banyuwangi. Karena pesawat-pesawat tersebut akan menghubungkan Banyuwangi dengan daerah sekitarnya, seperti Bali san Lombok.

"Kalau itu terjadi, maka akses kita akan mudah ke daerah lain seperti Bali, dan sebaliknya. Ini akan memudahkan Banyuwangi menarik wisatawan dari dan ke Bali, terutama wisatawan premium karena tarifnya yang tinggi," kata Arief.

Praktik semacam itu bisa dilihat di Maldives. Di sana, transportasinya adalah pesawat.

"Di Maldives, kemana-mana itu taksinya ya sea plane. Memang ini cocok digunakan untuk kawasan kepulauan. Bila di Banyuwangi berhasil, nanti akan kita copy ke kepulauan lain," kata Menpar.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut gembira rencana tersebut. General aviation akan membuka akses ke kawasan wisata yang potensial, namun masih terbatas aksesnya.

"Menurut saya ini pas untuk di Banyuwangi karena ada destinasi yang indah namun terbatas menjangkaunya. Misalnya di Taman Nasional Alas Purwo dan Meru Betiri. Dengan pesawat ini, tentunya akan semakin tumbuh destinasi baru di Banyuwangi," kata Anas.

Piknik Edukatif 150 Alumni SMA CT Arsa di Trans Studio Cibubur

Trans Studio Cibubur Theme Park memang asyik untuk liburan bersama. Kali ini para alumni SMA CT Arsa menikmati aneka wahana dan pertunjukan seru.

Sekitar 150 orang alumni Sekolah Menengah Atas Unggulan CT Arsa Foundation (SMA-U CTAF), dari Deli Serdang, Sumatera Utara, menikmati taman rekreasi indoor terbaru di Indonesia ini. Bertempat di Trans Park Cibubur, Jl Alternatif Cibubur, Depok, para alumni sekolah unggulan ini berkunjung Jumat (26/7/2019).

Kunjungan mereka didampingi oleh Pendiri Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung. Para remaja ini antusias menikmati rekreasi di Trans Studio Cibubur Theme Park.

Anita mengajak mereka yel-yel seru dan kompak sebelum kemudian menonton pertunjukan Stunt Show: SWAT Raid. Ini adalah pertunjukan penuh aksi dari para stunt man layaknya sebuah film action sungguhan.

Tanpa takut, para alumni SMA-U CTAF, naik ke panggung mencoba aksi adrenalin bersama para stunt man. Mereka dilompati stunt man, dilompati motor, dan diboncengi motor freestyler. Sehabis itu, barulah pertunjukan aksi dimulai.

Duarrr! Suara-suara ledakan dan aksi jumpalitan para aktor dengan cerita polisi menangkap penjahat ini, mendapat tepuk tangan meriah. Pertunjukan usai, mereka pun mencoba aneka wahana yang ada di Trans Studio Cibubur Theme Park.

Menurut Anita Tanjung, sepanjang 14 tahun kiprah CT Arsa Foundation sudah ada 7 angkatan alumni SMA Unggulan CT Arsa. Mereka adalah anak-anak berprestasi dari keluarga pra sejahtera di berbagai daerah.

Tamasya ke Trans Studio Cibubur Theme Park ini menjadi momen reuni dan mempererat silaturahmi. 95 Persen dari para alumni ini tersebar di 16 perguruan tinggi negeri seperti UI, ITB, UGM dan kuliah di luar negeri.

"Hari ini kita ajak ke (Trans Studio) Cibubur. Selain bermain, mereka juga bisa belajar di sini untuk melihat bahwa pintar saja belum cukup, tapi juga harus kreatif, inovatif dan enterpreneurial," ujar Anita.

Trans Studio Cibubur Theme Park memiliki 15 wahana dan pertunjukan seru. Di sinilah tempat para pekerja kreatif menghibur wisatawan dalam sebuah kawasan terpadu.

"Di sini mereka tidak cuma bersenang-senang, tapi juga belajar. CT Arsa Foundation punya misi memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan dan kesehatan," kata Anita.

Dwidaya Tour Gelar Travel Fair, Resor Mewah Mulai Rp 3 Jutaan

 Travel agent Dwidaya Tour menggelar promosi wisata untuk traveler. Tahun ini, banyak aneka promo resor mewah yang menarik.

Travel Fair bertajuk 'Dwidaya Carnival' ini akan digelar di beberapa kota, seperti Jakarta, Surabaya dan Medan. Pada pameran kali ini, resor dan cruise menjadi salah satu daya tarik jualnya.

"Tahun ini kami menggandeng Club Med dan sejumlah operator cruise. Selain itu ada juga bank partner Citibank. Umumnya travel fair promosi tiket (pesawat) sekarang kami berinovasi ke resor dan cruise," ujar Chief Operation Officer Dwidaya Tour, Hendriyapto saat ditemui dalam Press Conference Dwidaya Carnival di Pondok Indah Mall, Jumat (26/7/2019).

Traveler dapat menikmati seperti resor Club Med Bali mulai Rp 3,6 juta, Club Med Phuket mulai Rp 6,9 juta, Bintan mulai Rp 7,1 juta hingga Maldives mulai Rp 28 jutaan.

Paket cruise yang ditawarkan ini pun selaras dengan ketertarikan generasi Y untuk berlayar. "Kini, generasi Y sudah mulai tertarik dengan cruise, meski daya beli Generasi X lebih tinggi, namun generasi selnjutnya mulai meningkat," papar Hendriyapto.

Menurut Hendriyapto, pasar cruise pun meningkat dengan pertumbuhan mencapai 30 persen. Dalam Dwidaya Carnival kali ini, ada sejumlah operator yang berpartisipasi, mulai dari Dream Cruises (mulai Rp 8 jutaan), Royal Caribbean (mulai Rp 15 jutaan), Princess Cruise (mulai Rp 9 jutaan) dan Celebrity Cruises mulai Rp 18 jutaan.

Tambah Hendri, pasar cruise pun paling banyak yang memulai perjalanan dari Singapura. Meski kini sudah banyak dari negara lain, namun Negeri Merlion masih jadi idaman.

"Favorit orang Indonesia (berlayar dengan cruise) kebanyakan berangkat dari Singapura," tambah dia.

Singapura pun dinilai memiliki infrastruktur penunjang kapal pesiar yang cukup baik. Mulai dari pelabuhan, hingga fasilitas sebelum keberangkatan, selama keberangkatan hingga kepulangan.

Selain itu, Dwidaya Tour juga menawarkan kemudahan lain dalam pameran wisata kali ini. Seperti cicilan 0 persen, cashback hingga Rp 5,5 juta hingga free koper untuk para traveler terpilih.