Kamis, 09 Januari 2020

Piknik Edukatif 150 Alumni SMA CT Arsa di Trans Studio Cibubur

Trans Studio Cibubur Theme Park memang asyik untuk liburan bersama. Kali ini para alumni SMA CT Arsa menikmati aneka wahana dan pertunjukan seru.

Sekitar 150 orang alumni Sekolah Menengah Atas Unggulan CT Arsa Foundation (SMA-U CTAF), dari Deli Serdang, Sumatera Utara, menikmati taman rekreasi indoor terbaru di Indonesia ini. Bertempat di Trans Park Cibubur, Jl Alternatif Cibubur, Depok, para alumni sekolah unggulan ini berkunjung Jumat (26/7/2019).

Kunjungan mereka didampingi oleh Pendiri Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung. Para remaja ini antusias menikmati rekreasi di Trans Studio Cibubur Theme Park.

Anita mengajak mereka yel-yel seru dan kompak sebelum kemudian menonton pertunjukan Stunt Show: SWAT Raid. Ini adalah pertunjukan penuh aksi dari para stunt man layaknya sebuah film action sungguhan.

Tanpa takut, para alumni SMA-U CTAF, naik ke panggung mencoba aksi adrenalin bersama para stunt man. Mereka dilompati stunt man, dilompati motor, dan diboncengi motor freestyler. Sehabis itu, barulah pertunjukan aksi dimulai.

Duarrr! Suara-suara ledakan dan aksi jumpalitan para aktor dengan cerita polisi menangkap penjahat ini, mendapat tepuk tangan meriah. Pertunjukan usai, mereka pun mencoba aneka wahana yang ada di Trans Studio Cibubur Theme Park.

Menurut Anita Tanjung, sepanjang 14 tahun kiprah CT Arsa Foundation sudah ada 7 angkatan alumni SMA Unggulan CT Arsa. Mereka adalah anak-anak berprestasi dari keluarga pra sejahtera di berbagai daerah.

Tamasya ke Trans Studio Cibubur Theme Park ini menjadi momen reuni dan mempererat silaturahmi. 95 Persen dari para alumni ini tersebar di 16 perguruan tinggi negeri seperti UI, ITB, UGM dan kuliah di luar negeri.

"Hari ini kita ajak ke (Trans Studio) Cibubur. Selain bermain, mereka juga bisa belajar di sini untuk melihat bahwa pintar saja belum cukup, tapi juga harus kreatif, inovatif dan enterpreneurial," ujar Anita.

Trans Studio Cibubur Theme Park memiliki 15 wahana dan pertunjukan seru. Di sinilah tempat para pekerja kreatif menghibur wisatawan dalam sebuah kawasan terpadu.

"Di sini mereka tidak cuma bersenang-senang, tapi juga belajar. CT Arsa Foundation punya misi memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan dan kesehatan," kata Anita.

Dwidaya Tour Gelar Travel Fair, Resor Mewah Mulai Rp 3 Jutaan

 Travel agent Dwidaya Tour menggelar promosi wisata untuk traveler. Tahun ini, banyak aneka promo resor mewah yang menarik.

Travel Fair bertajuk 'Dwidaya Carnival' ini akan digelar di beberapa kota, seperti Jakarta, Surabaya dan Medan. Pada pameran kali ini, resor dan cruise menjadi salah satu daya tarik jualnya.

"Tahun ini kami menggandeng Club Med dan sejumlah operator cruise. Selain itu ada juga bank partner Citibank. Umumnya travel fair promosi tiket (pesawat) sekarang kami berinovasi ke resor dan cruise," ujar Chief Operation Officer Dwidaya Tour, Hendriyapto saat ditemui dalam Press Conference Dwidaya Carnival di Pondok Indah Mall, Jumat (26/7/2019).

Traveler dapat menikmati seperti resor Club Med Bali mulai Rp 3,6 juta, Club Med Phuket mulai Rp 6,9 juta, Bintan mulai Rp 7,1 juta hingga Maldives mulai Rp 28 jutaan.

Paket cruise yang ditawarkan ini pun selaras dengan ketertarikan generasi Y untuk berlayar. "Kini, generasi Y sudah mulai tertarik dengan cruise, meski daya beli Generasi X lebih tinggi, namun generasi selnjutnya mulai meningkat," papar Hendriyapto.

Menurut Hendriyapto, pasar cruise pun meningkat dengan pertumbuhan mencapai 30 persen. Dalam Dwidaya Carnival kali ini, ada sejumlah operator yang berpartisipasi, mulai dari Dream Cruises (mulai Rp 8 jutaan), Royal Caribbean (mulai Rp 15 jutaan), Princess Cruise (mulai Rp 9 jutaan) dan Celebrity Cruises mulai Rp 18 jutaan.

Tambah Hendri, pasar cruise pun paling banyak yang memulai perjalanan dari Singapura. Meski kini sudah banyak dari negara lain, namun Negeri Merlion masih jadi idaman.

"Favorit orang Indonesia (berlayar dengan cruise) kebanyakan berangkat dari Singapura," tambah dia.

Singapura pun dinilai memiliki infrastruktur penunjang kapal pesiar yang cukup baik. Mulai dari pelabuhan, hingga fasilitas sebelum keberangkatan, selama keberangkatan hingga kepulangan.

Selain itu, Dwidaya Tour juga menawarkan kemudahan lain dalam pameran wisata kali ini. Seperti cicilan 0 persen, cashback hingga Rp 5,5 juta hingga free koper untuk para traveler terpilih.

Ke Bakkara, Mahasiswa Malaysia Kagumi Kehidupan Sisingamangaraja

Anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kemenpar, Rode Ayu Wahyuningputri mengatakan predikat Sisingamangaraja sebagai seorang pejuang yang tidak mau berkompromi dengan penjajah menjadi top of mind anak-anak muda Malaysia saat berkunjung ke Bakkara.

Hal itu terekam jelas saat live in di homestay sekitar Danau Toba yang dihadiri puluhan mahasiswa Universiti Teknologi Mara, Melaka, Malaysia.

"Storytelling yang paling kuat dan mengena memang Sisingamangaraja. Semua yang ada di Bakkara pasti punya keterkaitan emosional dengan Sisingamangaraja," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/7/2019).

Aroma Sisingamangaraja sangat terasa di Bakkara. Di sana ada Tombak Sulu-sulu, sebuah gua batu yang dalam keyakinan sebagian orang Batak Toba yang merupakan muasal kelahiran Sisingamangaraja.

Menurut Lead Surveyor Tim Live in Marbun, Bob Moningka dalam folklore yang berkembang di masyarakat Humbahas, disebutkan di sanalah ibunda Sisingamangaraja I, yakni Boru Pasaribu menerima 'wahyu' dari Tuhan. Boru Pasaribu kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak menjadi seorang raja di Bakkara.

"Anak laki-laki itu kemudian diberi nama Manghuntal. Manghuntal inilah yang dikenal sebagai Sisingamangaraja I. Dari sinilah trah Sisingamangaraja dimulai. Mereka memerintah negeri Bakkara. Trah ini berakhir pada Sisingamangaraja XII yang gugur di tangan Belanda pada 1907," terangnya

Secara fisik, Tombak Sulu-sulu termasuk unik. Destinasinya merupakan batuan karst yang telah berumur 250 juta tahun. Semuanya terbentuk akibat pergeseran lempeng bumi. Uniknya, destinasi tersebut dililit akar-akar pohon besar yang menjuntai. Pohon itu dalam bahasa lokal disebut pohon sangka madeha.

Adapun destinasi serupa disebut Aek Sipangolu atau air kehidupan diyakini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Menurut Kepercayaan penduduk setempat, dengan berdoa sebelum meminum, mencuci muka, mandi atau melakukan ritual kecil di Aek Sipangolu, penyakit dalam tubuh akan terangkat dan hilang. Masalah akan berkurang dan kehidupan akan semakin membaik.

Aek Sipangolu juga merupakan bagian dari perjalanan sejarah kerajaan Sisingamangaraja XII. Kabarnya, Aek Sipangolu berasal dari bekas kaki Gajah Putih milik Raja Sisingamangaraja yang kehausan karena perjalanan panjang mereka dari Manduamas-Barus. Danau Toba yang jauh di kaki gunung yang terjal tidak dapat dijangkau.

Raja Sisingamangaraja kemudian berdoa dan menancapkan tombaknya ke bekas pijakan kaki gajah putihnya.

"Seketika, air keluar dan mengalir hingga saat ini. Story telling seperti ini bisa men-drive milenial Malaysia untuk datang ke Bakkara," ujar Pembimbing Inspire Travel and Tourism Learning Center Jakarta Krisanti Kurniawan.

Kompleks Istana Sisingamangaraja (I-XII) punya cerita lain lagi. Di kompleks istana tersebut terdapat sejumlah situs budaya yang berkaitan dengan dinasti Raja Sisingamangaraja. Antara lain, Makam Sisingamangaraja XI, batu siungkap-ungkapon, tikar 7 lapis, rumah bolon dan bale pasogit yang merupakan rumah ibadah Sisingamangaraja dan pengikutnya.

Beragam pose foto langsung direkam mahasiswa Universiti Teknologi Mara, Melaka, Malaysia. Potongan video pendek juga ikut dibuat. Dan semuanya, langsung diviralkan ke dunia maya.

"Mereka adalah mahasiswa pilihan. Saya memang meminta mereka untuk produksi konten foto, video dan tulisan seputar Bakkara. Banyak masukan bagus. Input positif. Dan saya yakin ini bisa dijadikan masukan untuk mengajak traveller Malaysia ke Bakkara sekaligus membangun pasriwisata di sekitaran Danau Toba," ujar Puan Azwin, Dosen Pendamping mahasiswa Universiti Teknologi Mara, Melaka, Malaysia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi semua kreativitas Dosen Pendamping dan mahasiswa Universiti Teknologi Mara, Melaka, Malaysia. Menurutnya, Bakkara yang ada di sekitar Danau Toba menjadi hidup, serta bisa mendatang berkah bagi warga sekitar.