Rabu, 08 Januari 2020

Bisa, Wisata Sehari di Singapura

 Tak sedikit traveler Indonesia yang pelesir ke Singapura untuk liburan singkat. Wisata sehari di Singapura bisa kok.
Berkesempatan mengunjungi pusat kota Negara Singapura beberapa tahun yang lalu bersama rombongan teman-teman kuliah merupakan pengalaman pertama saya ke luar negeri dan merupakan pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan.

Saya sangat dibuat kagum oleh penataan kotanya yang sangat rapi dan nyaman untuk pejalan kaki dengan banyaknya tersedia Ruang Terbuka Hijau (RTH).  Perjalanan kami di kota Singapura dimulai dari perbatasan Negara Malaysia dan Singapura sekitar pukul 04.30 waktu Singapura.

Saat tiba di Imigrasi saya sedikit dibuat terheran-heran dengan pemandangan yang saya saksikan.  Saat kami duduk santai menunggu keberangkatan bus yang akan membawa kami ke kota Singapura, terlihat beberapa rombongan anak sekolah dan pekerja kantoran yang sedang terburu-buru. Bahkan ada yang setengah berlari dan bergegas turun dari bus menuju kantor imigrasi.

Menurut penjelasan dari travel guide kami, mereka adalah warga negara Malaysia yang bekerja dan bersekolah di Singapura. Mereka harus bergegas cepat karena akan melalui dua pintu imigrasi, perbatasan di Malaysia dan Imigrasi yang ada di Singapura. Saya salut dengan perjuangan mereka di subuh hari untuk bersekolah dan bekerja di negara maju seperti Singapura.

Setelah melewati perbatasan Johor - Singapura, rombongan kami pun tiba di Kota Singapura. Tidak heran jika negara ini menjadi salah satu kota terbaik di dunia. Penataan kotanya yang sangat asri dengan banyaknya pepohonan di setiap sudut-sudut jalan di kota ini.

Setelah berjalan-jalan di kota yang nyaman itu, tibalah kami di tujuan utama kami sebagai mahasiswa perencanaan wilayah dan kota. Kami pun kembali dibuat takjub di salah satu galeri kota, yaitu Urban Redevelopment Authorhity (URA).

Di galeri ini dapat disaksikan secara detail pembangunan seluruh kota Singapura dalam bentuk sebuah maket yang dibuat menyerupai sesungguhnya. Pembangunan kota Singapura berjalan sesuai dengan Zonasi Regulation ( ZR ) yang ditetapkan pemerintah setempat.

Setelah puas menyaksikan keindahan segala yang ada digaleri URA, perjalanan pun dilanjutkan. Perjalanan KKL kami diakhiri di sebuah tempat wisata yang menjadi tujuan hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Singapura dan menjadi landmark kota Singapura, yaitu patung Singa Merlion.

Bisa berjalan-jalan ke luar negeri merupakan hal yang sangat luar biasa karena kita bisa menyaksikan sesuatu hal yang baru yang tidak kita jumpai di negara sendiri.  Selain Singapura, kota lain yang tak kalah indahnya yaitu Negara Dubai di Uni Emirat Arab. Keindahan Negara Dubai sering saya saksikan melalui pemberitaan di televisi. Betapa makmurnya negara di tanah jazirah Arab itu.

Berkat kemakmurannya itulah sehingga banyak ditemui segala hal yang berbau kemewahan, kecanggihan, hingga hal-hal unik yang hanya bisa ditemui di Dubai.  Semoga suatu hari nanti impian saya bisa berkunjung ke Dubai be come true Ya Allah Amiin.

Karena hal yang sangat ingin saya lakukan saat berada di Dubai yaitu bisa mengabadikan setiap sudut tempat yang saya kunjungi agar bisa saya abadikan di blog pribadi saya, yang selama ini hanya saya saksikan melalui layar kaca televisi saja di rumah.

Pasti akan menjadi pengalaman hidup yang sangat indah untuk diceritakan kepada anak cucu nanti, bahwa mereka harus semangat dan giat belajar agar suatu hari nanti bisa berkunjung ke tempat-tempat indah yang ada di Dubai dan tidak ada duanya di dunia itu.

Selasa, 07 Januari 2020

Gunung Kerinci Erupsi, Ini Imbauan Buat Pendaki

Gunung Kerinci di Jambi mengalami erupsi. Para pendaki diimbau untuk tidak mendekat ke kawah dan puncak gunungnya.

Dalam informasi dari akun Instagram kabargeologi yang merupakan akun resmi Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Rabu (31/7/2019) Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci mencatat Gunung Kerinci mengalami erupsi pada pukul 12.48 WIB tadi.

Tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak (sekitar 4.605 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut dan timur.

Saat ini, Gunung Kerinci berada pada status Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) mengeluarkan beberapa imbauan, termasuk bagi wisatawan atau pendaki.

Pendaki tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak gunungnya di dalam radius 3 km dari kawah aktif. Masyarakat pun dilarang beraktivitas di dalam radius tersebut.

Jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci juga harus dihindari. Sebab, dinilai sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.

The Kaldera Nomadic Bikin Jokowi Betah Berlama-lama di Danau Toba

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpukau dengan keindahan Danau Toba saat kunjungan kerjanya, hampir seluruh destinasi di danau purba itu disambanginya. Termasuk juga The Kaldera Nomadic Escape yang dikunjungi pada hari kedua kunjungan kerjanya, Selasa (30/7/2019).

Sebuah destinasi kelas dunia yang dikembangkan oleh Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT). Lokasinya ada di lahan Zona Otorita Pariwisata Danau Toba, Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

"Alhamdulillah Bapak Presiden dan Ibu Iriana sangat terkesan dalam kunjungannya di The Kaldera Nomadic Escape. Di luar dugaan hingga 1 jam Bapak Presiden beserta rombongan berada di destinasi ini," kata Direktur Utama BOPDT Arie Prasetyo dalam keterangannya, Rabu (31/7/2019).

Jokowi beserta rombongan tiba di Kaldera pukul 12.10 WIB. Setibanya di sana, Jokowi langsung duduk menikmati hamparan indahnya Danau Toba dan perbukitan. Mantan Wali Kota Solo ini duduk di kursi besi dilengkapi dengan mejanya.

Sementara itu, beberapa menteri terkait dan kepala daerah setempat mengelilingi Jokowi membahas potensi wisata di Kaldera. Di sisi lain, Ibu Negara Iriana asik menunggu Jokowi yang tengah rapat ditemani istri bupati dan gubernur seraya menikmati indahnya pemandangan dari ketinggian.

Wajar jika Presiden Jokowi terkesan. Pasalnya The Kaldera Nomadic Escape bukanlah destinasi biasa. berdiri di kawasan The Kaldera Resort seluas 386,7 hektar, destinasi ini menawarkan sebuah petualangan di tengah indahnya Danau Toba. Fasilitasnya lengkap.

Di sana terdapat glamping modern rasa hotel bintang lima seluas 2 hektar. Amenitasnya ada camping ground tenda ala bohemian. Di dalam ada kasur, lengkap dengan kursi dan meja. Ada juga bubble tent, tenda dengan bagian atas transparan hingga area parkir untuk camper van.

Ada juga Kaldera Ampiteathre, dengan kapasitas 250 orang, Kaldera Plaza, Kaldera Stage, Kaldera Hill, dan juga toilet. Tidak hanya itu, The Kaldera juga memiliki cabin dari kaca. Dimana ketika pagi hari, pengunjung dapat langsung melihat matahari pagi yang menyinari perbukitan.

"The Kaldera memiliki view yang mempesona. Dari lokasi, kita bisa melihat indahnya Desa Wisata Sigapiton yang berlokasi di lembah di bawah The Kaldera, diapit bukit di kanan dan kiri dengan pemandangan Danau Toba dan Pulau Samosir di kejauhan. Udaranya sejuk khas pegunungan. Makanya Presiden Jokowi sangat betah di sini," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya yang meresmikan langsung The Kaldera Nomadic Escape pada 4 April 2019 lalu.