Rabu, 08 Januari 2020

Tempat Nicholas Saputra Memandikan Gajah

Aktor Nicholas Saputra mengabadikan momen seekor gajah yang sedang mandi di Instagramnya. Dia menandakan lokasi gajahnya di Tangkahan. Tahu ada di mana?

Dalam Instagramnya, aktor Nicholas Saputra mengupload foto seekor gajah. Diintip detikcom, Selasa (30/7/2019) Nicholas menandakan lokasi gajah mandi ini di Tangkahan.

Dirangkum detikcom, Tangkahan merupakan wilayah yang berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tempat ini terkenal dengan julukan 'The Hidden Paradise in Sumatera'.

Tangkahan merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser. Memiliki alam yang rindang, sejuk, dan ragam flora dan fauna menjadi daya tarik Tangkahan.

Tak hanya alam yang rindang yang bisa kamu temui di Tangkahan, kehidupan gajah liar pun bisa kamu amati. Kamu bisa berinteraksi langsung dengan gajah-gajah yang berada di konservasi Tangkahan. Aktivitas memandikan gajah, juga menungganginya menjadi daya tarik di konservasi ini.

Untuk menuju ke Tangkahan, kamu bisa menggunakan mobil atau bus dan butuh waktu sekitar 4-5 jam menuju ke sini dari Bandara Kualanamu. Tak perlu khawatir, akses menuju tempat ini sangatlah mudah, karena kamu tidak akan menyeberang ke pulau dan hanya menempuh jalur darat saja.

Kepopuleran Tangkahan tidak hanya dikenal dalam negeri saja, namun juga dikunjungi oleh wisatawan asing. Panorama alam yang rindang dan udaranya yang sejuk, serta ragam flora dan fauna yang dimiliki Tangkhan membuat siapapun ingin datang dan berlama-lama di sini.

Selain keindahan alam dan isinya, ragam wahana juga bisa dinikmati wisatawan saat liburan ke Tangkahan. Seperti arung jeram di Sungai Alas, mengunjungi rehabilitasi orangutan Sumatera, mengamati beragam jenis burung, panjat tebing, mendaki gunung, juga berkemah.

Setelah lelah bermain dengan gajah ataupun menikmati alam, kamu bisa bersantai di pemandian air hujan atau menikmati sejuknya kolam air terjun. Paket lengkap bukan?

Dalam postingan Nicholas Saputra di Instagram, dia memberikan caption bertuliskan 'Morning routine, bathing the elephants #thegoodthingsinlife #tangkahan'. Dari fotonya terlihat seekor gajah sedang terbaring dengan santai di sungai, dengan belalai melilit gadingnya.

Postingan Nicholas ini pun mendapat ragam respon dari publik figure, seperti Hamish Daud, Raline Shah, Chitra Subyakto, dan Mira Lesmana.

Cara Kerja Mesin Pesawat, Ternyata Sederhana

Pasti ada di antara kita yang bertanya bagaimana pesawat bisa terbang? Dari teori, hanya ada empat langkah cara kerjanya.

Mesin jet adalah bagian penting untuk membuat pesawat terbang di udara. Mesin yang menempel di sayap itu tampak begitu canggih, tapi rupanya bekerja dengan prinsip sederhana.

Melansir CNN, Selasa (30/7/2019), seperti karburator motor, mesin jet pesawat terbang juga tentu menggunakan udara. Bedanya ada proses pengompresan di sini.

"Ada empat kata untuk menggambarkan mesin jet kami yakni menghisap, menekan, ledakan, menghembuskan," kata Michael McCree, seorang insinyur perbaikan mesin Trent XWB Rolls-Royce.

Langkah pertama adalah menghisap. Kipas di bagian depan mesin jet akan menghisap udara dan 80% dari udara akan melewati mesin dan meniupkan udara keluar dari belakang.

Itulah yang memberikan sebagian besar dorongan, yang mendorong pesawat ke depan. Kipas berputar melalui mesin inti yang mengambil 20% bagian udara lainnya dan mengompresnya. Proses pengompresan membuatnya semakin kecil.

Lalu, udara akan bercampur dengan bahan bakar dan kemudian dinyalakan melalui pengapian. Proses itulah yang menyebabkan adanya ledakan.

Bagian terakhir adalah saat kompresor semakin kecil maka turbinnya semakin besar yang menghasilkan lebih banyak tenaga. Udara akan melewati dan berputar di setiap langkahnya.

Wuuusshh! Pesawat pun terbang di langit melintasi benua dan mengantar para penumpang bepergian.

Ria Qorina, Penyelam Wanita Penjaga Laut Indonesia

Nama Ria Qorina mungkin masih asing di kuping traveler. Meski demikian, wanita ini menjaga laut Indonesia dan dikenal secara internasional.

Kenalkan, inilah Ria Qorina Lubis, seorang wanita yang bekerja di perusahaan IT di Jakarta. Sekilas, wanita ini tampak biasa saja, tapi di balik kesahajaannya, Ria adalah penjaga laut Indonesia.

Lebay nggak sih disebut penjaga laut Indonesia? Tidak sama sekali. Ria Qorina memulai perjalanannya sebagai penyelam pada tahun 2004. Sebelum tahun tersebut, Ria bahkan dikenal takut dengan air semenjak kecil.

"Awal tahun 2000-an suka nonton Discovery Channel. Suatu hari ngeliat enak banget pemandangan bawah laut, hening. Akhirnya tahun 2004 beranikan diri buat les renang dan diving ," cerita Ria.

Penyelaman pertama dilakukan Ria di Gili Trawangan dengan discovery diving. Discovery diving adalah penyelaman yang dilakukan bersama instruktur khusus bagi pemula.

Setelah menggeluti dunia penyelaman, Ria mulai bosan. Ia mencoba untuk mengawinkan selam dengan fotografi.

"Happy banget sama fotografi. Pertama kali posting di Media Sosial Multiplay. Dari sana banyak yang minta fotoku, ada yang bayar ada yang enggak. Kalau aku yang penting bilang dan kasih credit namaku," ujar Ria.

Semakin mahir dengan fotografi, Ria mengganti kamera poketnya dengan SLR. Ria makin spesifik dan mencintai fotografi makro atau hewan-hewan kecil seperti nudibranch.

Tapi kesukaan Ria mulai terganggu. Ia mulai gusar dengan semua tempat yang didatanginya.

"Sebagus apa pun tempatnya selalu menemukan sampah plastik. Saat itu belum kepikiran buat fotoin sampah. Karena banyak warga daerah yang kurang suka kalau nantinya tempat mereka sepi karena dituding banyak sampah," ungkap Ria.

Tiap kali menemukan sampah di lautan, Ria akan mengambilnya dan menyimpannya di Bouyancy Control Devices (BCD). Karena terus-menerus menemukan sampah, Ria akhirnya jengah dan mendokumentasikannya.

"Waktu di foto ada pro dan kontra. Tapi ya udah diposting aja di Friendster pertama kali. Kalau mencintai sesuatu kan maunya di-protect. Karena care (dengan laut) dari dulu, akhirnya motoin dan ambil sampah saat nyelam," lanjut Ria.

Dari kecintaannya menjaga laut Indonesia dari sampah, Ria akhirnya dikenal dan diundang ke berbagai kegiatan clean up pantai. Yang tak pernah hilang dari ingatan Ria adalah menyelam di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu.

"Waktu nyelam di sana nggak sengaja ketemu toren air, kasur, ban, tangga dan sampah-sampah lainnya. Gimana kita mau ambil itu sampah?" cerita Ria.

Kepulauan Seribu dianggap sebagai spot diving yang paling kotor saat itu. Namun kini wajah Kepulauan Seribu sudah mulai bersih, khususnya Pulau Pramuka. Para penduduk mulai sadar kalau penghasilan mereka didapat dari laut.

"Yang paling membuat jatuh cinta itu Lembeh. Karena Lembeh lebih banyak makro. Tapi Ambon juga bagus, cuma arusnya sangat kuat," jelas Ria.

Kecintaanya mengedukasi masyarakat tentang sampah membuahkan hasil. Beberapa waktu lalu, Ria diundang untuk bertemu dengan Menteri Susi Pudjiastuti untuk membicarakan soal laut Indonesia.

"Waktu ketemu Ibu Susi rasanya seperti mimpi. Apa yang dibicarakan Bu Susi soal laut berkesan. Apalagi Bu Susi pakai sekitar 20 foto saya saat bicara sampah di laut," kenang Ria.

Bukan cuma Menteri Susi Pudjiastuti yang kesemsem dengan hasil foto Ria. Karyanya bahkan sudah mendunia. Tahun ini, Ria menjadi satu-satunya peserta Indonesia yang ikut dalam International Ocean Art Festival 2019.

Kesempatan ini didapat dari hasil foto-foto Ria yang kebanyakan adalah nudibranch. "Hanya ada 4 orang yang akan diminta untuk direkam dalam wawancara. Indonesia salah satunya, ini suatu kehormatan," kata Ria.

Sudah sangat membanggakan ya? Kabar ini tak cuma mengandung kebahagiaan tapi juga kisah sedih. Karena Ria harus menanggung setengah biaya perjalanan sendiri. Ria harus mencari sendiri sponsor seperti pemerintahan.

"Akhirnya nggak jadi berangkat. Tapi karya-karyaku sudah di sana, itu saja sudah senang," ungkap Ria.

Ini bukan yang pertama kali karya Ria sampai di negeri orang. Sebelumnya, foto-foto Ria sudah masuk ke berbagai majalah, buku Internasional dan stasiun TV Nasional. Sebut saja Amazing Ambon, Divemag,Scuba Diver Australia Indonesia Magazine, The Journey sampai Travel Fotografi Magazine.

Pengajaran tentang sampah tak cuma disuarakan oleh Ria di Media Sosial dan fotografi. Ria juga disiplin dalam penggunaan sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari.

"Aku selalu bawa sedotan besi sendiri dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," jelas Ria.

Sudah menjelajahi bawah laut Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Ria masih terus menyelam dan menjaga laut Indonesia. Apa pesan-pesan Ria buat traveler millennial?

"Indonesia itu sangat indah. Jangan cuma orang bule, kita juga harus bisa menikmati Indonesia. Pergi diving, itu merubah hidup kita. Karena kita akan merasa sangat kecil di lautan. Jaga laut dari sampah plastik," tutup Ria.