Selasa, 07 Januari 2020

Pemerintah: Pembangunan Aksesbilitas Danau Toba Selesai 2020

Danau Toba di Sumatera Utara masuk dalam daftar 10 Destinasi Prioritas. Soal aksesbilitas ke sana, pemerintah tegaskan akan selesai di 2020.

Kepastian itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara untuk meninjau kesiapan aksesibilitas di sekitar kawasan Danau Toba. Jokowi memulainya dengan melakukan peninjauan ke Pelabuhan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara yang sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada 2020.

"Jadi kita akan berkolaborasi dengan Kementerian PUPR terkait desain bangunan arsitektur Pelabuhan-pelabuhan Penyeberangan di Danau Toba," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai mendampingi Presiden meninjau Pelabuhan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, seperti dalam siaran pers yang diterima detikTravel, Rabu (31/7/2019).

Dari 12 Pelabuhan Penyeberangan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang dibangun Kementerian Perhubungan, empat di antaranya telah dilakukan pengembangan hingga 2019 dan akan selesai pada 2020 yaitu Pelabuhan Simanindo, Ambarita, Muara, dan Tigaras.

Sementara tiga pelabuhan lainnya yang mulai dibangun pada 2019 dan akan selesai pada 2020 yaitu Pelabuhan Marbun Toruan, Tongging dan Balige. Ada satu pelabuhan yang mulai dibangun pada 2018 dan telah selesai pada 2019 yaitu Pelabuhan Ajibata.

Total investasi untuk pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Penyeberangan di Danau Toba sampai dengan 2020 mencapai Rp469 miliar yang berasal dari APBN. Total dukungan investasi Kementerian Perhubungan dari sektor Perhubungan Darat untuk pengembangan KSPN Danau Toba sampai dengan tahun 2020 mencapai Rp 644,6 miliar.

Selain dari sektor perhubungan darat, di sektor perhubungan udara, Kemenhub juga akan memperpanjang runway Bandara Sibisa yang menjadi pintu masuk Kawasan Danau Toba dari 1200 meter menjadi 1900 meter, sehingga dapat didarati pesawat jenis ATR-72.

Terkait infrastruktur jalan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol di Danau Toba Kabupaten Samosir. Pelebaran tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan dapat mengelilingi Pulau Samosir menggunakan kapal pesiar berukuran besar.

"Sebelumnya alur Tano Ponggol mempunyai lebar rata-rata 25 meter dalam kondisi dangkal, untuk itu kita lebarkan menjadi 80 meter dan tambah kedalamannya sehingga kapal pesiar bisa keliling Pulau Samosir sepenuhnya. Saat ini progresnya sudah sekitar 74 persen dan insya Allah akhir tahun bisa diselesaikan," kata Basuki.

Proyek pelebaran alur Tano Ponggol dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan kegiatan utama adalah pelebaran dan pendalaman alur sehingga akan dapat dilewati oleh kapal pesiar.

Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran dari 25 meter menjadi 80 meter sepanjang 1,2 km dan ditambah kedalamannya dari 3 meter menjadi 8 meter. Pekerjaan tersebut akan memindahkan tanah sebanyak 571.562 m3 untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 897 mdpl. Kontrak pekerjaannya dimulai Desember 2017 dan akan selesai Desember 2019 dengan anggaran mencapai Rp 313 miliar.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan pembangunan fasilitas pendukung pariwisata kawasan sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, dari unsur atraksi, aksesibilitas, dan amenitas berjalan sesuai yang direncanakan.

"Dari pertama kali saya ke Danau Toba, muncul tagline 'Bersatu Untuk Danau Toba'. Dan hingga saat ini tetap saya rasakan. Para Bupati saya harap bisa menangkap momentum perhatian yang diberikan Presiden," kata Arief.

Banyak Tak Terawat, 40 Rumah Gorga di Samosir akan Ditata Ulang

Kampung Ulos Hutaraja dijamin lebih cantik dan eksotis. Kampung ini akan segera dibenahi secara menyeluruh. Nuansa tradisional akan lebih ditonjolkan. Kampung Ulos Hutaraja akan didorong sebagai suaka budaya.

Pembenahan dilakukan untuk mendukung Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Salah satu fokusnya berada di Kampung Ulos Hutaraja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Pangaruruan, Samosir, Sumatera Utara. Desa wisata tersebut memiliki banyak potensi, seperti rumah adat Gorga dan kerajinan ulos. Dan, penataan kembali kawasan dimulai dari 40 rumah Gorga.

"Kampung Ulos Hutaraja akan ditata ulang. Salah satunya 40 rumah Gorga. Kawasan ini didorong jadi semacam kota pusaka. Dengan begitu, Kampung Ulos Hutaraja tersebut akan sepenuhnya menjalankan fungsinya sebagai destinasi wisata unggulan," ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Rabu (30/7/2019).

Rehabilitas diberikan kepada 40 rumah Gorga karena beberapa latar belakang. Ada rumah Gorga yang kondisinya dinilai sudah tidak layak huni lagi. Selain faktor usia, kondisinya juga tidak terawat baik. Lalu, beberapa rumah Gorga sudah berganti style menjadi modern dan kekinian. Basuki menambahkan, fungsi rumah Gorga akan dikembalikan sepenuhnya.

"Rehabilitasi rumah-rumah Gorga ini dilakukan. Fungsinya sebagai warisan tradisi dan budaya harus dikembalikan sepenuhnya. Apalagi, beberapa rumah Gorga sudah beralih modern. Nantinya rumah ini akan dikembalikan seutuhnya. Dengan begitu, wisatawan akan mendapatkan experience terbaik di sini," lanjut Basuki.

Melakukan penataan ulang menyeluruh, berbagai infrastruktur tambahan akan diberikan. Salah satunya, penataan konsep sanitasi bagi Kampung Ulos Hutaraja. Kawasan ini akan dilengkapi toilet bersih.

"Perbaikannya menyeluruh. Penambahan fasilitas pasti dilakukan. Potensinya besar, apalagi di sini salah satu penghasil ulos berkualitas. Nantinya perbaikan juga diarahkan untuk mendukung pelestarian ulos tersebut. Dengan begitu, transformasi pengetahuan ulos dan keahlian masyarakat berkelanjutan," terang Basuki lagi.

Sebagai penghasil ulos, ada beragam motif yang dihasilkan di sini. Selain ulos Batak Toba, masyarakat Kampung Ulos Hutaraja juga menghasilkan motif khas Suku Karo. Proses produksinya dilakukan secara manual, lalu proses pewarnaannya alami.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, proses penataan ulang Kampung Ulos Hutaraja akan positif bagi pariwisata secara keseluruhan.

"Penataan ulang Kampung Ulos Hutaraja sangat bagus. Wisatawan akan mendapatkan dan menikmati sisi eksotis destinasi ini secara penuh. Kalau sudah ditata ulang dan menguatkan nuansa tradisionalnya, maka destinasi ini akan semakin instagramable. Pasti ada banyak wisatawan yang berkunjung, apalagi posisinya strategis," jelas Arief.

Kampung Ulos Hutaraja berada di tepi jalan lintas Pangururan-Tomok. Lebih menarik lagi, aksesibilitas kawasan ini akan ditopang akses jalan Pangururan-Naingggolan. Sisa pengembangan jalan lingkar sepanjang 21 Km tersebut akan dibenahi. Lebar ruas jalan tersebut akan dinaikan menjadi 7 Meter. Sebelumnya, jalan lingkar Samosir sepanjang 146 Km sudah tersambung, dilebarkan, diaspal.

"Kawasan Kampung Ulos Hutaraja akan semakin maju ke depannya. Produktivitas masyarakatnya naik seiring pergerakan wisatawannya. Dengan kemudahan aksesibilitasnya, arus wisatawan akan semakin optimal. Ujungnya, tentu masyarakat yang menikmati value ekonomi dari seluruh aktivitas ini," tutup Arief.