Selasa, 07 Januari 2020

Uji Nyali di KL Tower, Menara Tertinggi di Malaysia

Selain Petronas Twin Tower, Malaysia juga punya KL Tower yang tak kalah menantang. Bisa sekalian uji nyali di menara ini!

Petronas Twin Tower biasanya jadi objek foto yang paling dicari ketika ke Kuala Lumpur Malaysia. Tapi saya punya satu lagi tempat yang pingiiiin banget saya kunjungi yaitu KL Tower, kepingin merayakan valentine bersama suami dan anak saya Nayla di sana sambil foto foto di atas menara yang memiliki urutan ke 6 tertinggi di dunia.

Gara gara saya lihat di acara Asia's Next top Model, para model berfoto di kotak kaca berbentuk kubus terbuat dari kaca transparant yang letaknya di atas KL Tower, menjorok ke luar. Di sana bisa melihat pemandangan kota Kuala Lumpur dari semua sisi bahkan dari bawah kaki kita (ini bagian yang paling seru dan bikin nyali ciut)

Makanya pas 14 Februari 2019 lalu, kita berangkat dari hotel tempat kami menginap di Bukit Bintang naik Grab car menuju KL Tower. Tempat yang dituju persis seperti kalau kita mau ke puncak, tinggi dan berkelok kelok, gak kebayang kalau naik kendaraan umum, turunnya jauuuh dari pintu masuk, yang harus ditempuh dengan jalan kaki bisa kuyus mendadak kita bertiga.

Sebelumnya karena saya takut salah beli lewat online (yang ternyata bisa jauh lebih murah) kita akhirnya beli tiket 3 buah, langsung di counternya, lumayan mehong, kalau di rupiahkan masing masing 340 ribu per orang.

Tapi semuanya terbayar dengan sensasi berfoto dalam Sky box di atas ketinggian kurleb 300 meter, Kebayang kan gimana rasanya, untuk menuju ke dalam box, kaki saya dan suami rasanya seperti digandulin bola baja yang ada rantainya, beraaaat banget, kita berdua seperti bayi yang baru belejar jalan, merembet pegangan sama besi yang adadi dinding kaca, sementara Nayla enteng saja melangkah sampai ke pinggir box kaca.

Pas foto sih gak terasa kalau lagi berdiri di atas ketinggian, walaupun kita berdua gak mau terlalu jauh ke tengah, dan begitu kelar, kalau gak malu rasanya saya pingin merangkak saja sambil nangis mewek, dengkul kemeretek ngilu gemetaran, ini Valentine model apa ya?

Ada dua box tempat foto, satu berlatar belakang Twin tower, satu lagi gedung gedung perkantoran lupa deh namanya. semua kita coba walaupun gemetaran, gak mau rugi, wong bayarnya mihil, apalagi hasil fotonya bagus dan bikin ngilu yang melihatnya ketika saya posting di sosial media.

Selanjutnya kami diantarkan Ke Sky Deck yang menyediakan teropong untuk melihat kota dan Twin Tower dari dekat, tapi rasanya gak perlu deh, tanpa teropong semuanya terlihat dekat dan jelas, pakai teropong malah saya bingung, gedung Twin Tower yang terbuat dari kaca kaca, seperti nempel di depan mata.

Sensasi naik ke tempat tinggi buat orang penakut seperti saya ini seperti jadi pemacu untuk mencoba di tempat lain seperti Burj Khalifa sebuah gedung pencakar langit di Dubai, Uni Emirat Arab, gedung yang memiliki ketinggian 828 meter ini terlihat lebih keren ketika dijadikan salah satu tempat syuting film Mission Impossible, Ghost Protocol.

Ngeri ngeri gimana gitu, melihat Tom Cruise gelantungan di dinding kacanya (walaupun itu bohongan), tapi pemandangan yang ditampilkan dari dalam kamarnya yang berada di lantai atas, baguuuus banget.

Belum lagi Dubai Aquarium & Underwater Zoo-nya yang berada di lantai dasar Mall of Dubai, sebuah mal terbesar di dunia yang merupakan bagian dari Burj khalifa, melihat tayangannya saja saya merinding, apalagi kalau melihat langsung ah seandainya bisa ke sana ya suatu saat nanti, Aamiin.

Pemerintah: Pembangunan Aksesbilitas Danau Toba Selesai 2020

Danau Toba di Sumatera Utara masuk dalam daftar 10 Destinasi Prioritas. Soal aksesbilitas ke sana, pemerintah tegaskan akan selesai di 2020.

Kepastian itu disampaikan Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara untuk meninjau kesiapan aksesibilitas di sekitar kawasan Danau Toba. Jokowi memulainya dengan melakukan peninjauan ke Pelabuhan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara yang sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada 2020.

"Jadi kita akan berkolaborasi dengan Kementerian PUPR terkait desain bangunan arsitektur Pelabuhan-pelabuhan Penyeberangan di Danau Toba," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi usai mendampingi Presiden meninjau Pelabuhan Muara di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, seperti dalam siaran pers yang diterima detikTravel, Rabu (31/7/2019).

Dari 12 Pelabuhan Penyeberangan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang dibangun Kementerian Perhubungan, empat di antaranya telah dilakukan pengembangan hingga 2019 dan akan selesai pada 2020 yaitu Pelabuhan Simanindo, Ambarita, Muara, dan Tigaras.

Sementara tiga pelabuhan lainnya yang mulai dibangun pada 2019 dan akan selesai pada 2020 yaitu Pelabuhan Marbun Toruan, Tongging dan Balige. Ada satu pelabuhan yang mulai dibangun pada 2018 dan telah selesai pada 2019 yaitu Pelabuhan Ajibata.

Total investasi untuk pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Penyeberangan di Danau Toba sampai dengan 2020 mencapai Rp469 miliar yang berasal dari APBN. Total dukungan investasi Kementerian Perhubungan dari sektor Perhubungan Darat untuk pengembangan KSPN Danau Toba sampai dengan tahun 2020 mencapai Rp 644,6 miliar.

Selain dari sektor perhubungan darat, di sektor perhubungan udara, Kemenhub juga akan memperpanjang runway Bandara Sibisa yang menjadi pintu masuk Kawasan Danau Toba dari 1200 meter menjadi 1900 meter, sehingga dapat didarati pesawat jenis ATR-72.

Terkait infrastruktur jalan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan pelebaran alur Tano Ponggol di Danau Toba Kabupaten Samosir. Pelebaran tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada wisatawan dapat mengelilingi Pulau Samosir menggunakan kapal pesiar berukuran besar.

"Sebelumnya alur Tano Ponggol mempunyai lebar rata-rata 25 meter dalam kondisi dangkal, untuk itu kita lebarkan menjadi 80 meter dan tambah kedalamannya sehingga kapal pesiar bisa keliling Pulau Samosir sepenuhnya. Saat ini progresnya sudah sekitar 74 persen dan insya Allah akhir tahun bisa diselesaikan," kata Basuki.

Proyek pelebaran alur Tano Ponggol dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan kegiatan utama adalah pelebaran dan pendalaman alur sehingga akan dapat dilewati oleh kapal pesiar.

Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran dari 25 meter menjadi 80 meter sepanjang 1,2 km dan ditambah kedalamannya dari 3 meter menjadi 8 meter. Pekerjaan tersebut akan memindahkan tanah sebanyak 571.562 m3 untuk mendapatkan elevasi dasar alur pada 897 mdpl. Kontrak pekerjaannya dimulai Desember 2017 dan akan selesai Desember 2019 dengan anggaran mencapai Rp 313 miliar.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memastikan pembangunan fasilitas pendukung pariwisata kawasan sekitar Danau Toba, Sumatera Utara, dari unsur atraksi, aksesibilitas, dan amenitas berjalan sesuai yang direncanakan.

"Dari pertama kali saya ke Danau Toba, muncul tagline 'Bersatu Untuk Danau Toba'. Dan hingga saat ini tetap saya rasakan. Para Bupati saya harap bisa menangkap momentum perhatian yang diberikan Presiden," kata Arief.