Selasa, 07 Januari 2020

Banyak Tak Terawat, 40 Rumah Gorga di Samosir akan Ditata Ulang

Kampung Ulos Hutaraja dijamin lebih cantik dan eksotis. Kampung ini akan segera dibenahi secara menyeluruh. Nuansa tradisional akan lebih ditonjolkan. Kampung Ulos Hutaraja akan didorong sebagai suaka budaya.

Pembenahan dilakukan untuk mendukung Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Salah satu fokusnya berada di Kampung Ulos Hutaraja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Pangaruruan, Samosir, Sumatera Utara. Desa wisata tersebut memiliki banyak potensi, seperti rumah adat Gorga dan kerajinan ulos. Dan, penataan kembali kawasan dimulai dari 40 rumah Gorga.

"Kampung Ulos Hutaraja akan ditata ulang. Salah satunya 40 rumah Gorga. Kawasan ini didorong jadi semacam kota pusaka. Dengan begitu, Kampung Ulos Hutaraja tersebut akan sepenuhnya menjalankan fungsinya sebagai destinasi wisata unggulan," ungkap Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Rabu (30/7/2019).

Rehabilitas diberikan kepada 40 rumah Gorga karena beberapa latar belakang. Ada rumah Gorga yang kondisinya dinilai sudah tidak layak huni lagi. Selain faktor usia, kondisinya juga tidak terawat baik. Lalu, beberapa rumah Gorga sudah berganti style menjadi modern dan kekinian. Basuki menambahkan, fungsi rumah Gorga akan dikembalikan sepenuhnya.

"Rehabilitasi rumah-rumah Gorga ini dilakukan. Fungsinya sebagai warisan tradisi dan budaya harus dikembalikan sepenuhnya. Apalagi, beberapa rumah Gorga sudah beralih modern. Nantinya rumah ini akan dikembalikan seutuhnya. Dengan begitu, wisatawan akan mendapatkan experience terbaik di sini," lanjut Basuki.

Melakukan penataan ulang menyeluruh, berbagai infrastruktur tambahan akan diberikan. Salah satunya, penataan konsep sanitasi bagi Kampung Ulos Hutaraja. Kawasan ini akan dilengkapi toilet bersih.

"Perbaikannya menyeluruh. Penambahan fasilitas pasti dilakukan. Potensinya besar, apalagi di sini salah satu penghasil ulos berkualitas. Nantinya perbaikan juga diarahkan untuk mendukung pelestarian ulos tersebut. Dengan begitu, transformasi pengetahuan ulos dan keahlian masyarakat berkelanjutan," terang Basuki lagi.

Sebagai penghasil ulos, ada beragam motif yang dihasilkan di sini. Selain ulos Batak Toba, masyarakat Kampung Ulos Hutaraja juga menghasilkan motif khas Suku Karo. Proses produksinya dilakukan secara manual, lalu proses pewarnaannya alami.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menjelaskan, proses penataan ulang Kampung Ulos Hutaraja akan positif bagi pariwisata secara keseluruhan.

"Penataan ulang Kampung Ulos Hutaraja sangat bagus. Wisatawan akan mendapatkan dan menikmati sisi eksotis destinasi ini secara penuh. Kalau sudah ditata ulang dan menguatkan nuansa tradisionalnya, maka destinasi ini akan semakin instagramable. Pasti ada banyak wisatawan yang berkunjung, apalagi posisinya strategis," jelas Arief.

Kampung Ulos Hutaraja berada di tepi jalan lintas Pangururan-Tomok. Lebih menarik lagi, aksesibilitas kawasan ini akan ditopang akses jalan Pangururan-Naingggolan. Sisa pengembangan jalan lingkar sepanjang 21 Km tersebut akan dibenahi. Lebar ruas jalan tersebut akan dinaikan menjadi 7 Meter. Sebelumnya, jalan lingkar Samosir sepanjang 146 Km sudah tersambung, dilebarkan, diaspal.

"Kawasan Kampung Ulos Hutaraja akan semakin maju ke depannya. Produktivitas masyarakatnya naik seiring pergerakan wisatawannya. Dengan kemudahan aksesibilitasnya, arus wisatawan akan semakin optimal. Ujungnya, tentu masyarakat yang menikmati value ekonomi dari seluruh aktivitas ini," tutup Arief.

Pameran Pariwisata Florata 2019 Resmi Dibuka

Pameran Pariwisata Festival Seni dan Budaya Florata resmi dibuka, Selasa (30/7/2019) malam. Event ini akan berlangsung hingga 2 Agustus 2019, di Lapangan Kampung Ujung, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Nuansa budaya sangat terasa dalam pembukaan. Salah satu yang menarik perhatian adalah prosesi penerimaan peserta. Yaitu dari Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, dan Kabupaten Lembata. Termasuk menerima peserta Familiarization Trip Media & TA/TO Timor Leste.

Penerimaan dilakukan dengan cara adat. Empat tetua dari Manggarai Barat membawa minuman daerah dalam botol. Juga seekor ayam berwarna putih. Pemberian itu diterima perwakilan peserta.

Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong mengatakan event ini adalah sarana promosi. Khususnya promosi seni dan budaya Labuan Bajo.

"Event ini kita jadikan sebagai sarana promosi seni dan budaya. Serta menjadi upaya untuk meningkatkan wisatawan. Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara," tutur Maria dalam keterangannya, Rabu (31/7/2019).

Pameran Pariwisata Festival Seni dan Budaya Florata sendiri adalah event tahunan di kawasan Flores-Lembata. Event ini diharapkan bisa melestarikan dan menjaga nilai-nilai budaya Flores dan Lembata, termasuk juga NTT.

"Melalui Pameran Pariwisata Festival Seni dan Budaya Florata, kita juga mengupayakan peningkatan seni dan budaya NTT. Sehingga lebih kreatif. Dan mampu membuka membuka pasar secara luas. Kita ingin memberdayakan masyarakat melalui seni budaya. Mendorong dan memicu budaya dan memperkaya seni budaya daerah," jelasnya.

Maria Geong menambahkan, Pameran Pariwisata Festival Seni dan Budaya Florata membuat Labuan Bajo semakin kaya atraksi.

"Di bulan Juli 2019, kita punya 2 acara besar. Pertama turnamen tinju internasional Piala Presiden. Dan kedua Festival Seni dan Budaya Florata. Atraksi-atraksi ini bisa menghibur wisatawan," katanya.

Kabid Pemasaran Area II di Asdep Pemasaran I Regional III Kemenpar Hendry Noviardi, berharap event ini bisa turut memberikan hiburan buat masyarakat dan wisatawan.

"Kita ingin semua bisa menikmati event ini. Bisa bersenang-senang. Karena Festival Seni dan Budaya Florata ini memang menghadirkan banyak keseruan. Agendanya juga banyak dan terbuka. Semua bisa menikmatinya," tutur Hendry.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, mengatakan pameran pariwisata di Labuan Bajo akan memperkuat branding Wonderful Indonesia.

"Karena kegiatan ini juga mempromosikan destinasi pariwisata prioritas Labuan Bajo - Flores. Oleh karena itu, sejumlah industri kota libatkan. Mereka akan menawarkan berbagai destinasi dan juga atraksi seperti diving," ujar Ricky.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap pameran pariwisata di Labuan Bajo ini bisa berdampak positif buat masyarakat. Khususnya secara ekonomi.

"Event yang bagus adalah yang bisa memberikan impact positif buat masyarakat. Terutama secara ekonomi. Pameran pariwisata di Labuan Bajo ini memiliki potensi itu. Hanya saya berharap dapat digali lebih optimal. Sehingga masyarakat yang merasakan hasilnya juga lebih banyak," katanya.