Sabtu, 21 Desember 2019

Liburan Murah di Pulau Seribu: Budget Rp 1 Juta Bisa!

Tak perlu biaya mahal untuk bisa liburan di Kepulauan Seribu. Budget kurang dari Rp 1 juta pun sudah bisa untuk melihat jernihnya air di sana.

Berlokasi tak jauh dari Jakarta atau tepatnya kurang dari dua jam perjalanan laut via kapal, Kepulauan Seribu atau Pulau Seribu menjadi opsi bagi traveler yang rindu laut.

Pantai pasir putih hingga air laut nan jernih, adalah apa yang akan traveler temui di sana. Berhubung jaraknya dekat, traveler pun tak usah pusing soal biaya untuk liburan ke sana.

detikcom pun sempat mengobrol dengan Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kasudinparbud) Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia soal berapa biaya yang diperlukan untuk liburan di sana. Pilihannya ada dua.

"Kalau mau liburan ke Kepulauan Seribu mau ke pulau penduduk atau resort, pilihannya juga macam-macam," ujar Cucu.

Apabila traveler ingin liburan ke pulau penduduk, biayanya memang lebih murah ketimbang ke pulau resort yang memang lebih mahal. Semua kembali ke pilihan dan kocek traveler.

"Kalau homestay 600-700 rupiah (per malam), kalau resort segmennya menengah. Bisa tembus Rp 1 juta," terang Cucu.

Sedangkan untuk ongkos perjalanan, tersedia dua pilihan moda transportasi. Yang pertama adalah speedboat dari Dermaga Marina Ancol yang cepat dan bertarif lumayan, hingga kapal Dishub yang lebih murah dari Muara Angke.

"Low cost di Angke Rp 50 ribuan sekali trip, kalau dari Marina Rp 300 PP," terang Cucu.

Kalau diestimasi dari biaya terendah atau backpacker, total butuh bujet sebesar Rp 700 ribu untuk menghabiskan satu malam di Kepulauan Seribu. Kalau pintar cari homestay yang biayanya murah, malah mungkin bisa kurang dari Rp 500 ribu per malam.

Hanya kalau mau menginap di Pulau Resort seperti Pulau Macan atau Pulau Bidadari, tentunya biaya bisa membengkak cukup jauh. Untuk itu, ada baiknya traveler mencari tahu perihal harga akomodasi tiap pulau resort yang berbeda satu sama lain.

Bagaimana? Liburan ke Pulau Seribu tak perlu mahal kan?

Cerita Para Agus Berjumpa Sang Naga Purba

Para Agus di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT sudah melewati hari kedua. Salah satu ceritanya adalah tentang pertemuan mereka dengan sang naga purba alias komodo.

Di hari kedua, para pemenang 'Program Rejeki Nama Agus' mengunjungi Pulau Padar untuk mengejar sunrise. Berikutnya mereka melancong ke Pantai Pink Padar dan setelah itu ke Taman Nasional komodo.

"Seru banget. Pertama kali ke Labuan bajo dan menginap di pinisi terus pagi-pagi bisa ngejar sunrise ke Padar dan sunset juga," kata salah seorang Agus, Patricia Agustine (21), Selasa (1/10/2019).

"Keseharian hidup di kota kan dan kemudian dibawa ke alam berhari-hari jadi sebuah pengalaman berharga," imbuh dia.

Bagaimana kesannya setelah berjumpa naga purba Komodo dari jarak dekat? Ia sebenarnya khawatir, tapi perasaan itu teredam berkat para ranger yang senantiasa sigap.

"Kita bisa melihat komodo ada tiga ekor. Takut sebenernya kenapa-kenapa gitu. Ternyata si ranger keren banget ngamaninnya."

"Jadi ada kejadian serem banget, ada bule deket sama komodo dan ada ranger yang tanggap yang langsung memperingatkannya agar tak terjadi suatu hal tak diinginkan," ucapnya.

Puas dengan perjalanan dan pengalaman yang tak bisa didapatkannya di kota besar, Patricia pun menegaskan, "Aku akan balik lagi buat eksplor lebih banyak."

Agus yang lain, yakni Setiyoko Agus (29), berkata bahwa liburannya bersama detikcom dan tiket.com kali ini adalah yang paling asik. Apa alasannya?

"Karena nggak terlalu banyak destinasi jadi lebih santai. Hari pertama drop dan kedua terbayar di Padar. Enak banget di sana buat dinikmati meski banyak orang dan bocor buat foto," kata Setiyoko.

"Paling spesial di Padar karena nggak ada di tempat lain. Gugusan pulau menjulang dan punya bibir pantai putih. Di tempat lain hanya pantai yang landai," ucapnya.

Setiyoko sedemikian terkesan dengan Pulau Padar walaupun sudah dua kali ke Labuan Bajo dan sekitarnya. Kalau terhadap Taman Nasional Komodo, bagaimana? Oke juga, "Tapi kalau tiba-tiba beringas aku langsung lari nyari pohon."

Para Agus yang beruntung ini berlibur di Labuan Bajo dari tanggal 29 September-2 Oktober 2019. Program Rejeki Nama Agus yang dipersembahkan oleh detikcom dan tiketcom ini telah diselenggarakan sejak Agustus 2019 lalu. Program diakhiri dengan acara 'Agus OTW Labuan Bajo'.

Jumat, 20 Desember 2019

Bukan Klenteng, Ini Masjid Cheng Hoo

Jangan kaget kalau datang ke Masjid Cheng Hoo di Pasuruan. Masjid ini dibangun dengan sentuhan tionghoa, mirip klenteng.

Untuk kamu yang suka mengunjungi wisata religi, tidak ada salahnya mampir ke Masjid Cheng Hoo yang terletak di jalan Raya Kasri, Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Masjid yang bercirikhaskan berwarna merah ini tak pernah sepi dikunjungi oleh pengunjung baik dari dalam kota maupun luar kota.

Jika di hari sabtu dan minggu, kamu akan melihat banyak bus luar provinsi yang membawa rombongan wisatawan yang ingin sekedar berpoto maupun melaksanakan sholat dan beristirahat di Masjid Cheng Hoo.

Masjid yang didirikan untuk mengenang perjuangan seorang Laksamana asal Negara China dalam menyebarkan agama islam di Indonesia ini diresmikan pada tahun 2oo8.

Masjid ini memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan kolaborasi tiga budaya yakni Jawa, Arab, dan Tionghoa. Bila dilihat secara sepintas, Masjid Cheng Hoo menyerupai bangunan pagoda yang berwarna merah dan akan terlihat semakin cantik jika berkunjung ke Masjid ini saat malam hari.

Masjid Cheng Hoo terdiri dari dua lantai. Untuk kebutuhan berwudhu dan kamar mandi tersedia di lantai satu. Jika kamu kesulitan untuk melaksanakan sholat di lantai dua, di lantai satu tersedia juga ruangan untuk melaksanakan sholat. Dan jika kamu ingin menikmati ornamen kaligrafi dan ingin melihat lagi keindahan Masjid Cheng Hoo bisa naik ke lantai dua.

Tak hanya itu, di pekarangan belakang Masjid Cheng Hoo juga ada tersedia pusat perbelanjaan oleh-oleh dan makanan. Untuk kamu yang sedang haus dan lapar saat berkunjung ke Masjid Cheng Hoo bisa langsung ke pekarangan belakang untuk menghilangkan lapar dan dahaga.

Untuk kamu yang akan berkunjung ke Masjid Cheng Hoo cukup sediakan uang dua ribu rupiah untuk yang mengendarai motor maka kamu bisa beristirahat dan menikmati keindahan Masjid Cheng Hoo.

Masjid yang terletak di Pandaan ini bisa kamu tempuh dengan waktu 1 jam 12 menit jika menggunakan motor. Jadi tidak ada salahnya untuk kamu menjadikan Masjid Cheng Hoo sebagai referensi kunjungan wisata religi.

Wisata Kuliner Wajib di Pekanbaru, Bakwan Sumatera

Indonesia kaya dengan wisata kuliner khas daerah. Weekend di Pekanbaru, kamu harus coba bakwan Sumatera.

Bakwan sumatera merupakan kuliner unik legendaris yang berada di Pekanbaru. Terletak di jl Sumatera Gg Rupat, Bakwan Sumatera ini sudah ada sejak tahun 1977.

Awalnya ide diciptakan Bakwan Sumatera ini dicetuskan oleh Bapak H. latief Gavar dan Ibu HJ Nurbiah latief, ternyata hasil kreasinya di sukai oleh masyarakat.

Uniknya Bakwan Sumatera ini berbeda dari bakwan pada umumnya, yang menggunakan tepung dan aneka sayuran seperti wortel, kol, daun bawang dan tauge. Bakwan sumatera ini terbuat dari tepung dan kentang yang dipotong dadu saja, dibentuk seperti mangkok kecil dan yang lebih istimewa lagi dimakan bersama kuah mpek-mpek.

Rasa asin gurih dari bakwan berpadu dengan kuah asam pedas cukup menggugah selera para penikmat kuliner. Tak heran pengunjungnya selalu membludak baik dari warga setempat maupun wisatawan, apalagi disaat makan siang atau weekend.

Harga per potong Bakwan Sumatera ini 3.000 rupiah dan rasanya tak cukup makan hanya satu potong. Pengunjung biasanya menghabiskan minimal 5 potong Bakwan Sumatera sekali berkunjung. Selain Bakwan Sumatera juga menjual makanan lain seperti Indomie dll.

Bila berkunjung ke Pekanbaru jangan lupa untuk mampir dan mencicipinya, jika mau dibawa sebagai oleh oleh mereka juga menyediakan yang mentahnya dan bisa digoreng sendiri di rumah. Untuk menjaga kualitas rasa, maka usaha keluarga ini hanya ada di Jl. Sumatera tersebut. Jadi jangan lupa berkunjung ya!