Jumat, 20 Desember 2019

Tarian Sakral Meriahkan Pembukaan Nusa Penida Festival

Ribuan penari rejang renteng memeriahkan pembukaan Nusa Penida Festival 2019. Mereka kompak menarikan tarian sakral yang bermakna sebagai ucapan syukur.

Tarian ini diawali dengan menghaturkan persembahan kepada Tuhan. Setelah itu binatang ayam dan bebek yang sudah disucikan dilarung ke laut.

Tak berselang lama tabuhan gamelan mulai mengalun mengiringi para ibu-ibu yang memakai kebaya putih dipadukan kamen kuning atau oranye. Mereka menari dengan gemulai mengikuti iringan gamelan.

Uniknya saat para ibu-ibu menari ini cuaca di pantai Banjar Nyuh, Nusa Penida, Klungkung tiba-tiba menjadi mendung. Namun, saat para penari selesai menari cuaca kembali panas terik.

Salah satu turis asal Prancis, Laure mengaku terkesan dengan tarian massal ini. Dia mengaku kagum dengan pesona budaya di Indonesia.

"Tariannya bagus, kostumnya juga apik, tadi saya juga diberi tukik untuk ikut melepasnya ke laut. Sangat keren, terima kasih," ujar Laure yang berlibur ke Indonesia selama sebulan penuh ini, Minggu (6/10/2019).

Acara Nusa Penida Festival ini digelar pada 5-8 Oktober 2019. Selama festival berlangsung acara dimeriahkan dengan musik hingga lomba tradisional maupun live DJ.

Traveller juga bisa mencicipi makanan tradisional khas Nusa Penida yang bernama ledok atau bubur yang berbahan dari ketela. Traveller juga bisa berbelanja tenun hingga asesoris di festival ini.

Pembukaan festival ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Wagub Bali Tjokorda Oka Ardhana Sukawati (Cok Ace), staf ahli Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, dan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Suwirta menuturkan prosesi mempersembahkan banten sebagai bentuk syukur.

"Kita selalu ngaturaken pekelem (larung laut), disetiap tengah-tengah festival kita selalu disertai tarian sakral, dulu rejang renteng, rejang dewa, baris jangkang, dan sebagainya. Semua tari sakral karena ini sebagai bagian ngaturaken pakelem dan sebagai bagian ke penguasa alam agar kita diberikan kekuatan alam, kebetulan nyambung dengan visi gubernur Bali nangun sat kerthi loka Bali salah satunya membersihkan menjaga alam terutama segara atau samudra itu sendiri, kita juga mendukung pergub tentang pelestarian tari sakral sehingga tarian sakral tadi mengiringi pekelem yang kita aturkan tadi," jelasnya.

Dia menambahkan festival ini sebagai ajang promosi wisata di Nusa Penida. Diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara maupun domestik makin meningkat.

"Kita mempertahankan label Nusa Penida dengan KSPN, KKP, dan sebagainya. Kemudian kita pertahankan dan tingkatkan dan kita lakukan rebranding terus jangan sampai kita turun promosi. Harapan kunjungan lebih ramai dan kesejahteraan masyarakat, tinggal bagaimana masyarakat Nusa Penida bersyukur, selalu ingat sepi walaupun dalam keadaan ramai," pesan Suwirta.

Betoh So'on, Stonehenge van Java dari Bondowoso

Di Inggris ada situs bebatuan kuno nan misterius bernama Stonehenge. Nah, traveler sudah tahu kalau di Bondowoso, Jawa Timur ada pula destinasi wisata serupa yang tak kalah misterius?

Stonehenge, yang belum diketahui persis apa fungsinya di masa silam, berada di Amesbury di Wiltshire, Inggris. Situs batu raksasa bertumpuk ini telah masuk jadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.

Nah, tak perlu jauh-jauh ke Inggris untuk melihat situs bebatuan serupa. Salah satu destinasi wisata yang punya kemiripan dengan Stonehenge bisa kamu temui di Bondowoso.

Situs Stonehenge-nya Bondowoso ini tepatnya terletak di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Bondowoso, Jawa Timur. Kawasan ini berjarak sekitar 40 km atau dua jam perjalanan dari pusat kota.

'Betoh So'on'. Demikian penduduk setempat menyebut bukit berbatu setinggi 15-30 meter yang tersusun rapi menumpuk secara vertikal tersebut.

Nama itu sendiri terindikasi diambil dari bahasa lokal warga setempat, yaitu Madura. Betoh (batu), So'on (sunggi, atau membawa barang ditaruh di kepala). Jadi, Batu So'on kira-kira bermakna batu yang bertumpuk-tumpuk seperti disunggi.

Dalam catatan detikcom, Betoh So'on juga tak kalah misteriusnya dengan Stonehenge. Belum diketahui persis kenapa bebatuan di Bondowoso ini bisa bertumpuk. Baru ada perkiraan bahwa batu-batu itu tersusun alami ribuan tahun lalu.

Selain Betoh So'on, kawasan Solor sendiri memanjakan traveler dengan panorama jelita. Dalam beberapa waktu terakhir, kelengkapan fasilitas penunjang pun terus dihadirkan. Tentunya agar para wisatawan kian betah main ke destinasi wisata yang kini juga disebut sebagai "Stonehenge van Java" ini.

Kamis, 19 Desember 2019

Tempat Jajan Unik di Bandung: Warung Misbar

Bandung memang punya pesonanya sendiri. Selain alam yang cantik, pilihan kulinernya pun beragam. Salah satu yang unik dan bisa dicoba: Warung Misbar.

Istilah misbar atau gerimis bubar identik dengan pertunjukan film layar tancap yang terkenal beberapa tahun yang lampau. Saat pertunjukan tengah berlangsung dan hujan turun, maka penonton pun bubar karena pertunjukan layar tancap biasanya diadakan di lapangan terbuka.

Warung Misbar sendiri memang mengusung konsep tempat makan bernuansa bioskop dengan judul film dan gambar tokoh perfilman yang ngetop pada masanya. Dari pintu masuk pengunjung seolah-olah tengah dibawa memasuki gedung bioskop.

Sesampainya di dalam, di sebelah kiri terdapat berbagai pilihan makanan yang terhidang secara prasmanan sehingga pengunjung bisa melihat dan memilih sendiri makanan yang akan disantap.

Aneka sayur dan lauk nampak menarik seperti sayur asem, aneka tumisan, lalap, ayam, ikan, tahu, tempe, jengkol, hingga udang  semuanya nampak menggoda. Tidak ketinggalan nasi juga tersedia dalam 3 pilihan yaitu nasi putih, nasi liwet dan nasi kencur.

Setelah memilih, pengunjung bisa membayar di kasir sambil memesan minum. Minuman berupa teh hangat disediakan gratis.

Warung Misbar memiliki tempat duduk cukup banyak. Pengunjung bisa memilih lokasi duduk yang dirasa paling nyaman. Semua tempat duduk berupa bangku kayu dan meja.

Sementara di bagian tengah, terdapat layar besar dengan bangku semen mengelilingi layar tempat pengunjung bisa nonton bareng. Sore itu layar besar tengah menyiarkan pertandingan sepak bola.

Toilet, tempat cuci tangan dan musholla juga tersedia di sini. Tempat parkir juga cukup luas. Terletak di di Jalan RE Martadinata No 28A  (Jl Riau), di antara beberapa factory outlet dan toko oleh-oleh yang ada di sepanjang jalan membuat warung ini menjadi lokasi yang pas untuk beristirahat dan menikmati makanan setelah lelah berkeliling.

Sebelum ke Dieng, Coba Mampir ke Spot Cantik Ini

Dieng jadi salah satu destinasi liburan favorit traveler. Sebelum ke Dieng, kamu bisa coba mampir ke Jalur Temanggung-Wonosobo yang cantik ini.

Hai traveler, bagaimana kabar liburanmu kali ini? Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan berbagai keindahan alam yang mewarnainya.

Salah satu destinasi wisata alam yang terkenal yaitu Dieng. Rute perjalanan bisa ditempuh lewat jalur kota ataupun jalur alternatif.

Bagi traveler yang suntuk dengan kemacetan, pastinya akan memilih untuk melewati jalur alternatif. Sebelum sampai ke Dieng, traveller dapat melewati Jalan Temanggung-Wonosobo yang terkenal dengan keindahan alamnya.

Dari arah Yogyakarta perjalanan dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan. Sepanjang jalan Temanggung-Wonosobo kita akan menemui hamparan perkebunan tembakau yang menyejukkan mata.

Udara di sana sejuk namun juga dapat dikatakan dingin. Maka dari itu, disarankan bagi traveller untuk mengenakan pakaian yang sesuai dengan medan yang ada paling tidak mengenakan jaket.

Tak hanya itu, para traveler juga akan disuguhi kegagahan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang jaraknya tidak cukup jauh dari rute yang ditempuh. Sebelum melanjutkan perjalanan lebih jauh, ada baiknya traveller memarkirkan kendaraannya sejenak dan menikmati kecantikan alam yang disuguhkan oleh Jawa Tengah ini.

Untuk mendapatkan spot foto terbaik, traveler bisa mengambil angle pada sisi kiri perjalanan dan tepat di depan gunung. Dari situ akan nampak hamparan perkebunan tembakau dengan latar belakang Gunung Sindoro yang sangat jelas di depan mata.

Keadaan musim juga menjadi penentu keindahan yang disuguhkan sepanjang Jalan Temanggung-Wonosobo. Traveler akan mendapatkan suguhan lebih ketika melakukan perjalanan pada musim penghujan.

Mengingat jalanan naik dan berliku, ketika melihat ke bawah kita akan diberi bonus melihan keindahan kabut selama perjalanan, bagikan berjalan di atas awan. Terlepas dari itu, perjalanan pada musim kemarau maupun penghujan tentunya memiliki kelebihan masing-masing. Selamat berlibur!