Taman Nasional Lore Lindu di Sulawesi Tengah dikenal akan patung purbanya. Namun, di sana juga ada savana indah.
Padang Savana, terlihat membentang luas, cuaca sejuk puncak gunung kian terasa disetiap hela nafas, aroma khas tetesan embun, bercampur lembabnya tanah Lembah Napu menjadi candu. Dinginnya udara menggeretak gigi di dataran tinggi Kawasan Lore yang menyimpan banyak keindahan. Landskapnya menjadi surga, bukit-bukit layered tampak memukau seperti lukisan.
Sebagi kawasan cagar wisata megalitikum, banyak peninggalan prasejarah bisa kita temukan tersebar dibeberapa titik lokasi yang masuk dalam kawasan cagar wisata Lore. Perjalanan pun akan selalu dimanjakan dengan pemandangan alamnya yang memukau, salah satunya adalah kawasan hutan pinus.
Menikmati kicau burung khas hutan pinus dan jangkrik si pemilik suara krik-krik di antara pohon pinus yang tampak kokoh berdiri. Terlihat wadah terbuat dari botol plastik bekas yang melekat di batang-batang pohon Pinus sebagai wadah untuk menampung getahnya yang terlihat kental berwarna kuning pekat dan lengket.
Di balik getah mengandung nilai ekonomi bagi masyarakat setempat yang nantinya akan diexport sebagai bahan baku gondorukem yang mempunyai kegunaan lain yang bernilai ekonomis tinggi yaitu sebagai pelapis kertas, bahan additive, tinta printing, industri ban, isolasi alat elektronik, cat, vernis, plastik, sabun, semir sepatu, keramik, lem dan lain-lain.
Tercium aroma kopi napu yang siap diseruput menemani dinginnya udara hutan pinus lembah napu. Setiap akhir pekan kawasan hutan Pinus lembah napu akan selalu ramai pengunjung , camping menjadi salah satu aktifitas yang digemari untuk meninggalkan sejenak aktifitas dan padatnya rutinitas kehidupan kota.
Cara ini dianggap paling mujarab, bersama aplikasi tiket.com yang selalu menemani di setiap perjalanan untuk menemukan kemudahan booking tiket dan hotel.
Konon Pulau di Singkawang Ini Adalah yang Terkecil di Dunia
Singkawang di Kalimantan Barat dikenal sebagai kota yang sarat toleransi. Selain itu juga ada pulau yang kabarnya terkecil di dunia.
Kalau Anda ditanya, apa nama pulau terbesar di dunia, mungkin Anda akan mudah menjawabnya dan bahkan mudah menemukannya di peta, sebutlah Pulau Greenland. Semisal Anda ditanya apa nama pulau terbesar di Indonesia, mungkin juga Anda akan mudah menjawab Pulau Kalimantan. Akan tetapi, kalau Anda ditanya apa nama pulau terkecil di dunia atau pulau terkecil di Indonesia, apakah Anda bisa menjawabnya?
Jawaban atas kedua pertanyaan itu sama, yaitu Pulau Simping. Ya, Pulau Simping merupakan pulau terkecil di Indonesia sekaligus di dunia yang diakui oleh PBB. Pulau yang terletak di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat ini memiliki luas kurang dari setengah hektare.
Untuk menuju pulau ini, kita dapat menempuh perjlanan dalam waktu sekitar 2 jam dari pusat Kota Pontianak. Jika kita bayangkan, pulau terkecil dan terbesar di Indonesia terletak berdampingan, yaitu pulau Simping dan pulau Kalimantan.
Dengan luas yang sangat kecil, pulau ini dikelilingi oleh batu-baru besar, bagian tengah-tengah pulau ditumbuhi pepohonan yang sangat besar, lalu terdapat juga sebuah klenteng kecil di bagian pinggir pulau. Konon, dulunya pulau ini dihuni oleh beberapa penduduk etnis Tionghoa, lalu ditinggalkan karena pulau ini mengalami abrasi. Pada akhirnya, abrasi yang terus-menerus itu yang menyebabkan pulau ini menjadi mengecil.
Pemandangan pulau yang dulunya bernama pulau Kelapa Dua ini dapat dilihat dari sebuah pantai bernama pantai Sedau. Di pantai ini terdapat jembatan penghubung menuju pulau Simping. Akan tetapi, ketika saya ke sana, kondisi jembatannya cukup memperihatinkan karena jembatan ini sudah runtuh di bagian tengahnya, menyisakan dua bagian jembatan yang tidak saling terhubung.
Alhasil, dengan ambisi saya pun berusaha mencapai pulau tersebut dengan berjalan melompati satu per satu reruntuhan jembatan yang masih muncul di permukaan demi mencapai sisi jembatan satunya, mengingat jaraknya yang tidak terlalu jauh dari pantai Sedau, yaitu sekitar 30-40 meter dan kondisi pantainya yang tidak terlalu dalam. Sayangnya, reruntuhan tersebut sangatlah licin karena ditumbuhi lumut. Saya pun akhirnya mengurungkan niat saya untuk mencapai pulau tersebut. Sungguh disayangkan.