Rabu, 11 Desember 2019

Ada Luhut di Balik Calon Wadirut PLN?

Darmawan Prasodjo bakal ditunjuk menjadi Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero). Darmawan saat ini duduk di kursi komisaris perusahaan listrik pelat merah tersebut.

Darmawan juga saat ini menjabat sebagai Deputi I Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Darmawan juga pernah bekerja dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat di KSP.

Lalu apakah ada usulan Luhut di balik penunjukan Darmawan menjadi Wadirut PLN?

Luhut tak menjawab gamblang. Menurutnya, Darmawan merupakan orang yang cocok untuk ditempatkan di PLN.

"Kalau orang itu qualified ya biarin aja," tuturnya di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Luhut juga menyamakan kualitas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang duduk di kursi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) dengan Darmawan. Keduanya dinilai tepat mengisi kursi di BUMN energi.

"Menurut saya pak Darmo (Darmawan) itu orangnya sangat qualified, Ahok juga akan sangat bagus itu biar aja di sana," katanya.

Kembali ditanya apakah Darmawan diusulkan olehnya menjadi Wadirut PLN, Luhut tak menjawab pasti.

"Saya yang usulkan atau tidak ngapain saya kasih tahu kamu," ujarnya.

Lalu apa kata Darmawan?

Sebelumnya beredar kabar, yang bakal mengisi posisi Wakil Direktur Utama PLN ialah Darmawan Prasodjo. Saat ini, Darmawan menjabat sebagai Komisaris PLN.

"Calon Wadirut Darmo (Darmawan Prasodjo)," kata salah seorang sumber di lingkungan Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (9/12/2019).

Saat dikonfirmasi, Darmawan meminta agar hal itu dikonfirmasi ke Kementerian BUMN. Ia mengaku belum ada komunikasi terkait hal tersebut.

"Mohon tanyakan ke BUMN. Tidak ada komunikasi ke saya mengenai hal tersebut," katanya kepada detikcom.

Saat kembali ditanya apakah benar-benar belum ada komunikasi dengan kementerian, ia membenarkan. Ia meminta agar ditanyakan kabar tersebut ke Kementerian BUMN.

"Mohon ditanyakan ke BUMN saja," tutupnya.

Untuk resminya, direksi dan komisaris akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Makan Sate Kambing, Luhut & Prabowo Ngobrol Kerja Sama RI-Arab

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengundang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto makan siang bersama. Luhut bercerita menu utama santap siang di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi itu adalah sate kambing.

"Tadi kita makan sate kambing. Pasti sambil ngobrol," ungkap Luhut ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Materi oborolan antara Luhut dan Prabowo antara lain tentang kerja sama industri pertahanan. Pasalnya, pihak Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab akan berkunjung ke Indonesia.

Oleh sebab itu, Luhut perlu berkoordinasi dengan sahabatnya tersebut.

"Tadi kita omongin pertahanan. Karena kan perwakilan kementerian pertahanan Uni Emirat Arab mau datang ya, maka kita koordinasi saja," jelas Luhut.

Dia menambahkan, ada kemungkinan Uni Emirat Arab mau menjalin kerja sama alat utama sistem persenjataan atau alutsista dengan Indonesia.

"Tadi sempat alutsista, mungkin dia (Uni Emirat Arab) mau masuk juga ke kita," tutur mantan Menko Polhukam itu.

Selasa, 10 Desember 2019

65% Suami-Istri Bercinta di Tengah Malam karena Tak Ada Waktu

Salah satu solusi yang bisa dilakukan pasangan sibuk agar kehidupan seksnya tetap berkualitas dan menyenangkan adalah menjadwalkan aktivitas bercinta. Tapi nyatanya, praktek lebih sulit dilakukan ketimbang teori. Masih banyak pasangan yang sulit mendapatkan momen bercinta sesuai waktu yang mereka inginkan.

Penelitian terbaru mengungkapkan, bagi lebih dari 1/3 orang, seks hanya bisa dilakukan ketika mereka punya waktu luang di tengah-tengah kesibukan menyelesaikan tugas di kantor dan mengurus keluarga. Namun seringkali tersedianya waktu luang tersebut tidak diimbangi dengan mood mereka untuk bercinta.

Lebih jauh lagi, sebanyak 23 persen mengatakan bahwa ketersediaan waktu pasangan menjadi faktor utama yang menentukan, kapan mereka harus atau bisa berhubungan seks. Hal ini membuat seks hanya dilakukan pada malam hari setelah pulang kantor. Alhasil, pasangan menikah cenderung 13 kali lebih sering bercinta di malam hari ketimbang sore atau siang.

Studi yang diadakan toko online penjual sex toys, Lovehoney juga mengungkapkan bahwa 65 persen dari 300 pasangan yang disurvei lebih banyak bercinta di malam hari. Rata-rata antara pukul 23.00 hingga 01.00 dini hari.

Sedangkan 20 persen responden lainnya mengatakan waktu favorit mereka untuk menikmati keintiman ada pagi hari, dan 10 persen di sore hari. Hanya 5 persen yang lebih memilih bercinta di siang hari.

Hasil polling juga menunjukkan hanya 28 persen pasangan yang berhubungan seks karena memang mereka benar-benar menginginkannya. Sedangkan sisanya, lebih memilih bercinta ketika mendapatkan waktu yang tepat ketimbang menunggu mood seks itu datang.

"(Hasil survei) ini menunjukkan dua hal: pertama, karena kehidupan kita luar biasa sibuk dan membuat stres. Kedua, kita tidak mejadikan seks sebagai prioritas. Seks cenderung ditempatkan sebagai hal terakhir yang hars dilakukan. Karenanya, seks dilakukan justru ketika kita sedang lelah," ujar pakar seks dan percintaan Tracey Cox, seperti dikutip dari Daily Mail.

Bercinta saat fisik dan pikiran sedang lelah, tentu tidak akan berdampak baik bagi kehidupan seks. Menurut Tracey, "Anda memerlukan energi dan waktu yang cukup untuk dapatkan seks yang berkualitas."

Berhubungan intim saat larut malam setelah Anda berjibaku dengan tugas kantor dan kemacetan, bukanlah waktu yang ideal untuk mendapatkan kepuasan seksual. Maka dari itu, akan lebih baik menyediakan waktu khusus untuk bercinta ketimbang memaksakan diri berhubungan seks sesering mungkin, namun kurang berkualitas.

"Mengatur waktu untuk bercinta di sore hari saat akhir pekan adalah ide yang bagus untuk mempertahankan kehangatan dan romantisme bagi hubungan pasangan jangka panjang, terutama wanita. Saat sore, secara hormonal tubuh kita siap dan mood untuk bercinta," terang Tracey.

Riset: Istri Lebih Dominan dari Suami = Jarang Bercinta

Sikap sehari-hari istri di rumah terhadap suami ternyata bisa menyebabkan kehidupan seks menjadi terganggu. Riset membuktikan istri yang lebih dominan dari suami cenderung jarang bercinta.

Penelitian itu dilakukan oleh tim dari Johns Hopkins University dan dimuat dalam Journal of Sex, Oktober 2011. Dalam penelitian tersebut yang menjadi responden adalah wanita dari enam negara di Afrika.

Dikutip dari Telegraph, saat diteliti, para responden ditanya soal kapan terakhir mereka melakukan hubungan intim. Responden juga diminta menjawab pertanyaan siapa yang memberikan keputusan terakhir dalam urusan kesehatan sampai masalah rumah tangga.

Setelah diteliti hasilnya wanita yang banyak mengambil keputusan jarang berbagi keintiman dengan pasangannya. "Semakin banyak keputusan dibuat oleh wanita, dibandingkan dengan yang mengambil keputusan bersama-sama, semakin jarang juga si wanita berhubungan seks," ujar pimpinan penelitian itu Michelle Hindin.

Penelitian tersebut juga menunjukkan semakin dominan dan tegas seorang wanita, dia 100 kali lebih jarang berhubungan seks. Namun para peneliti memberi catatan, hal di atas tidak selalu terjadi. Bisa juga karena si wanita memang mengontrol preferensi seksualnya.

"Memahami bagaimana posisi wanita dalam urusan rumah tangga mempengaruhi kehidupan seks mereka, penting untuk melindungi hak seksual wanita dan membantu mereka mendapatkan kehidupan seksual yang aman dan nyaman," jelas pendamping penelitian itu, Carie Muntifering.