Pemerintah sedang menyiapkan daftar investasi yang akan ditawarkan kepada Uni Arab Emirat. Pada 15 Desember nanti pemerintah Indonesia akan bertandang ke Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab untuk finalisasi kerja sama investasi ini.
Untuk itu Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengumpulkan pejabat-pejabat yang berkaitan dengan investasi ini. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil diundang karena Jawa Barat memang telah menawarkan paket investasi ke Arab. Paket investasi yang ditawarkan senilai Rp 113 triliun, dan dilaporkan ke Luhut untuk disampaikan ke pemerintah Uni Emirat Arab.
Mulai dari proyek Rebana (Cirebon, Patimban, dan Majalengka) hingga jalan tol Cigatas (Cileunyi, Garut, Tasikmalaya) disebut Emil masuk dalam paket investasi tersebut.
"Tadi persiapan tandatangan investasi di Abu Dhabi. Jawa Barat sendiri bawa paket investasi Rp 113 triliun. Ada proyek kota baru di Rebana, ada tol Cigatas Rp 50 triliun. Ada pusat konvensi dan waste to energy semua digabung," ucap Emil usai rapat di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).
Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menambahkan Uni Emirat Arab siap investasi ke beberapa proyek energi. Namun dia hanya menyebut proyek pembangkit listrik tenaga surya di Cirata.
"Sebenarnya kita udah siap tanda tangan. Ada 3 proyek, investasi di Pertamina, terus PLN bangun di Cirata pembangkit listrik tenaga surya, ketiga Inalum," ucap Budi Gunadi.
Luhut sendiri menambahkan bahwa pemerintah sudah siap membawa daftar proyek ke Abu Dhabi tanggal 15 Desember nanti untuk ditawarkan sekaligus difinalisasikan.
"Tadi udah semua beres, siap kita bawa ke Abu Dhabi tanggal 15. Proyeknya banyak lah, ada Pertamina, PLN, pendidikan, pertanian," ucap Luhut.
Soal besaran yang investasi yang dikucurkan oleh Uni Emirat Arab Luhut masih enggan menyebutkannya. Dia meminta semua sabar, biar Presiden Joko Widodo saja yang menyebutkan usai pertemuan dengan pemerintah Arab di Abu Dhabi.
"Ya kita tunggu finalnya aja ya nanti Januari lah. Angkanya nggak enak sebutin, cukup lumayan besar. Biar presiden aja Januari nanti yang umumkan," kata Luhut.
Taiwan dan Arab Minat Kembangkan Kilang Balongan
Pertamina mendapatkan investasi dari perusahaan Taiwan dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab untuk pengembangan di Kilang Balongan yang berada di Indramayu, Jawa Barat. Proyek itu dimulai awal 2020 dan ditargetkan beroperasi pada 2026.
Hal itu terungkap usia pertemuan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Rabu (27/11/2019). Pertemuan keduanya berlangsung satu jam.
Nicke mengatakan investasi tersebut untuk pengerjaan proyek Petrokimia yang diintegrasikan dengan Kilang Balongan. Pihaknya melakukan pengembangan dengan memperluas kapasitas kilang dan pabrik petrokimia.
"Ini proyek Petrokimia yang diintegrasikan dengan kilang yang saat ini kilangnya sudah ada eksisting. Namun kilang ini akan kita ekspansi kapasitasnya dan diintegrasikan dengan pabrik petrokimia beserta turunannya. Jadi ini akan jadi integrated refinery and petrochemical plant terbesar dan ini letaknya di Indramayu, Jabar," kata Nicke usai pertemuan.
Kilang Balongan saat ini mampu memproduksi minyak 125.000 barel per hari (bph). Dengan perluasan kapasitas, kata Nicke, Kilang Balongan bisa memproduksi hingga 350.000 bph.
"Kapasitasnya untuk refinery menjadi 350.000 barel per hari dan untuk petrochemical bisa 2,5 juta nafta," ungkap dia.
Ia mengaku sengaja bertemu Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk meminta dukungan terkait perizinan dan penempatan lokasi. Rencananya tahap konstruksi dilakukan awal tahun 2020 dan ditargetkan beroperasi 2026.
"Kami memerlukan perizinan juga penempatan lokasi. Awal operasinya tahun 2026 bertahap. Jadi nanti kebutuhan tenaga kerjanya ada untuk konstruksi dan tahap operasi. Untuk tahap konstruksi dimulai awal tahun (2020) dan untuk masa operasi dimulai 2026," ujar Nicke.