Senin, 25 November 2019

Mobil Mercy untuk Tamu Negara Pelantikan Jokowi Sewanya Gratis

Sebanyak 18 unit Mercedes-Benz disiapkan untuk tamu negara saat pelantikan Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin besok. Sekretariat Presiden (Setpres) mengatakan tidak dibebankan biaya sewa dari pihak penyewa, Mercedes Benz Indonesia.

"Khusus penyiapan kendaraan VVIP dan Cadangan VVIP, Sekretariat Presiden telah bekerja sama dengan Mercedes-Benz Indonesia dan mendapatkan dukungan kendaraan tanpa dikenai biaya sewa," ujar Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Erlin Suastini dalam keterangan persnya, Sabtu (18/10/2019).

Adapun kendaraan tersebut terdiri dari 11 unit seri S450 dan 1 unit cadangan S450, serta 6 unit seri E300.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono sebelumnya mengatakan anggaran mobil untuk tamu negara sekitar Rp 1 miliar. Maksudnya, anggaran tersebut dipakai untuk kendaraan pendukung tamu negara yang berjumlah 66 unit.

"Selain menyiapkan mobil VVIP, Sekretariat Presiden juga menyiapkan 66 unit kendaraan pendukung tamu negara dengan anggaran sebesar Rp 1 miliar," ujar Erlin.

Mobil-mobil Mercy sempat diparkir di halaman Istana Negara. Mobil keluaran Jerman itu akan ditumpangi PM Australia Scott Morrisson, PM Malaysia Mahathir Mohamad hingga Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Orias Petrus Moedak dari Kupang, Freeport Jadi Dirut Inalum
Kementerian BUMN memutuskan menunjuk mantan Wakil Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Orias Petrus Moedak  menjadi Direktur Utama PT Inalum (Persero) atau bos holding pertambangan. Orias menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang sebelumnya ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi wakil Menteri BUMN.

Orias sebenarnya bisa dibilang bukan orang baru di Inalum. Sebelum di Freeport Indonesia, pria kelahiran Kupang 26 Agustus 1967 tersebut pernah berkarir di sejumlah perusahaan.  https://bit.ly/33ewnzt

Salah satunya di Erns & Young. Di sana, ia bekerja sebagai senior auditor.

Pekerjaan itu ia jalani  selama tiga tahun terhitung dari 1991-1994.  Selepas dari perusahaan tersebut, ia melanjutkan karirnya di Bahana Securities sebagai keuangan.

Pekerjaan tersebut ia jalani selama tujuh tahun terhitung dari 1994-2001. Pada 2014-2016, ia memutuskan untuk melanjutkan petualangan karirnya menjadi direktur keuangan PT Pelabuhan Indonesia II.

Namun keberadaannya di BUMN tersebut tak lama. Ia kemudian berlabuh menjadi CEO di PT Pelabuhan Indonesia III pada 2016-2017.

Ia hanya bertahan selama satu tahun di perusahaan tersebut. Ia kemudian ditunjuk menjadi direktur utama PT Bukit Asam hingga akhirnya berlabuh menjadi direktur keuangan Inalum.

Tak lama berselang, ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Utama PT Freeport Indonesia, hingga kemudian ditunjuk menjadi dirut Inalum. https://bit.ly/37EFFbN

Toyota Genjot Mobil Listrik di RI Tahun Depan

 Tahun 2020 merupakan batu loncatan penting industri mobil listrik di Indonesia sebab di tahun 2021 skema PPnBM mengalami penyesuaian. Seperti telah disampaikan sebelumnya, pajak kendaraan di tahun 2021 akan disesuaikan berdasarkan gas buangnya sehingga mobil listrik akan menjadi pilihan lebih menarik.

"Tahun depan mulai mobil-mobil yang elektrifikasi akan mulai masuk karena 2021 regulasi akan mulai berubah. Jadi tahun depan 2020 setahun sebelumnya semua brand termasuk Toyota kita ingin juga mengedukasi karena porsi masih kecil. Mengedukasi pasar supaya makin tambah populer," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy saat dijumpai di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/11/2019).

"Kita harus terus menerus memberikan edukasi salah satunya produk baru. Jadi 2020 akan terus kita jalankan dan lebih baik lagi," tambahnya.

Toyota sendiri mengakui bahwa proporsi penjualan mobil listrik hingga tahun 2019 baru mencapai 0,2 persen dari total. Namun di tahun 2020 diprediksi akan tumbuh menjadi 0,5 persen dan berlanjut seterusnya.

"Terus terang belum begitu banyak ya di Toyota sendiri baru 0,1 sampai 0,2 persen kita masih mengarah harapannya 0,5 persen. Pelan-pelan lah naiknya," harap Anton.

Tidak hanya mempersiapkan mobil baru, Toyota juga memulai memberikan dukungan kesiapan baterai mobil listrik di Indonesia. Harapannya adalah menggandeng perusahaan baterai listrik untuk berinvestasi produksi baterai listrik di Indonesia.

"Siapapun yang mau investasi kita ajak diskusi baik dari negara manapun perusahaan manapun kita open sekali. Di luar negeri pun di China Toyota dan BYD bekerja sama karena fokus kita sekarang adalah melokalisasi baterai, karena Toyota bukan pabrik baterai jadi harus kerjasama dengan pihak lain," tutup Anton. https://bit.ly/2QNadSz

Aturan Pajak Baru Bisa Bikin Harga Mobil Listrik Turun

Harmonisasi pajak kendaraan sudah diterbitkan pemerintah. Pajak mobil elektrifikasi pun dipastikan bisa lebih enteng.

"Bisa naik turun 5-20 persen tergantung jenis kendaraannya. Cuma finalnya belum keluar PP-nya masih kita hitung," ujar Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat bincang-bincang santai dengan wartawan dari Indonesia di Sapporo, Hokkaido, Jepang seperti dilaporkan wartawan detikcom Dadan Kuswaraharja, Sabtu (27/10/2019).

Dia menambahkan mobil seperti Camry hybrid diprediksi akan turun cukup banyak harganya namun untuk C-HR penyesuaiannya sepertinya tidak akan banyak. Toyota ternyata 'mensubsidi' harga C-HR agar lebih terjangkau untuk masyarakat.

"C-HR kan itu kami menyebutnya memberi inisiatif supaya harga lebih menarik terutama untuk calon konsumen muda," ujarnya.

Berkat insentif itu terlihat dari hasil penjualan C-HR hybrid yang lebih signifikan dibanding model lainnya. "70 persen C-HR yang terjual adalah model hybrid," ujarnya.

Hal ini sekaligus menepis anggapan kalau mobil C-HR hybrid tergolong mahal untuk segmennya, karena orang sering membandingkan mobil ini dengan Honda HR-V yang jauh lebih murah. "Padahal C-HR ini membuka segmen baru yang lebih niche," ujar pria penyuka ramen ini.

Dalam aturan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang baru diteken mobil hybrid di bawah 3.000 cc memiliki pajak antara 2-8 persen tergantung konsumsi BBM dan emisi bahan bakarnya.

Untuk mobil hybrid dengan konsumsi BBM melebihi 23 km per liter mendapatkan pajak 2 persen, antara 18,5 sampai 23 km per liter pajaknya 5 persen dan untuk mobil dengan konsumsi BBM 15,5 sampai 18,4 km per liter pajaknya 8 persen. https://bit.ly/2DhmLJG