Senin, 25 November 2019

Hore! Harga Mobil Sedan Bisa Bersaing lagi Berkat PPnBM

Aturan pajak kendaraan dihitung berdasarkan konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang akan mempengaruhi ekosistem pasar industri otomotif. Selama ini harga mobil dipengaruhi oleh kubikasi mesin dan modelnya seperti sedan yang harganya relatif mahal.

Kondisi tersebut dapat berubah nantinya dengan pajak baru yang tertuang dalam UU Nomor 73 Tahun 2019 terkait aturan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan roda empat.

"Itu yang kami harapkan dengan adanya pajak ini pasar sedan bisa berkembang karena selama ini sedan lebih tinggi," kata Deputy Director Sales Operations & Product Management PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan.

Ia berharap nantinya saat diterapkan dua tahun lagu harga mobil sedan bisa lebih murah. Meski begitu tak dapat dipastikan karena ada banyak faktor lain yang mempengaruhi harga.

"Nanti berdasarkan co2 kalau memang emisi gas buangnya rendah tentu harga semoga lebih kompetitif tapi kembali itu harga turun berapa baru nanti pelaksanaannya dihitung secara jelas," terang pria yang disapa Kari ini.

Walaupun diprediksi trennya akan naik, Kari meragukan hal itu akan mempengaruhi selera pasar. Saat ini seperti diketahui segmen SUV sedang tumbuh berkembang terlepas dari MPV yang telah menjadi ciri khas pasar Indonesia.

"Belum tentu juga karena banyak faktor, tren pasar tidak hanya dari sisi harga, kadang dari sisi penggunaannya, infrastruktur dan sebagainya," tutup Kari. https://bit.ly/34iJcua

Mercedes-Benz Serahkan Perawatan Mobil Presiden ke Istana

Dibuat khusus untuk dinas dan orang nomor satu di Indonesia bukan berarti mobil kepresidenan luput dari kebutuhan perawatan. Bedanya, ketika mobil pada umumnya datang ke bengkel, mobil presiden tak membutuhkan hal tersebut.

Urusan perawatan itu ditangani langsung oleh tim khusus di Istana Negara yang tentunya telah mewariskan keterampilan dari merek mobil terkait.

"Masalah perawatan karena ada unsur confidentiality tentu tidak harus datang ke bengkel kita, mereka punya tim sendiri yang sudah kita latih," kata Deputy Director Sales Operations & Product Management PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto saat ditemui di Cilandak, Jakarta Selatan.

Pelatihan itu pun sudah cukup sering dilakukan sebelum menggunakan mobil Mercedes-Benz di beberapa kegiatan kenegaraan. Sebagai contoh salah satunya adalah pengenalan fitur dan cara berkendara aman di unit-unit Mercedes-Benz yang bertugas.

Pelatihan sudah secara rutin misal sebelum pelantikan semua pengemudi juga kita latih pengenalan fitur, itu kita undang untuk training kepada paspampres atau pengemudi yang terlibat," ungkap Kari.

Terkait perawatannya, Mercedes-Benz sendiri mengatakan mobil presiden ditangani sama seperti mobil lainnya. Setiap konsumen mobil Mercedes-Benz mendapatkan pelayanan yang sama dari pabrikan Jerman tersebut.

"Semua customer kita perhatikan. Tentu jadi catatan bagi kami misal ada keluhan dari customer umum pun kita akan secepat mugkin menangani itu," pungkas Kari. https://bit.ly/33aKJRC

Toyota Genjot Mobil Listrik di RI Tahun Depan

 Tahun 2020 merupakan batu loncatan penting industri mobil listrik di Indonesia sebab di tahun 2021 skema PPnBM mengalami penyesuaian. Seperti telah disampaikan sebelumnya, pajak kendaraan di tahun 2021 akan disesuaikan berdasarkan gas buangnya sehingga mobil listrik akan menjadi pilihan lebih menarik.

"Tahun depan mulai mobil-mobil yang elektrifikasi akan mulai masuk karena 2021 regulasi akan mulai berubah. Jadi tahun depan 2020 setahun sebelumnya semua brand termasuk Toyota kita ingin juga mengedukasi karena porsi masih kecil. Mengedukasi pasar supaya makin tambah populer," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy saat dijumpai di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/11/2019).

"Kita harus terus menerus memberikan edukasi salah satunya produk baru. Jadi 2020 akan terus kita jalankan dan lebih baik lagi," tambahnya.

Toyota sendiri mengakui bahwa proporsi penjualan mobil listrik hingga tahun 2019 baru mencapai 0,2 persen dari total. Namun di tahun 2020 diprediksi akan tumbuh menjadi 0,5 persen dan berlanjut seterusnya.

"Terus terang belum begitu banyak ya di Toyota sendiri baru 0,1 sampai 0,2 persen kita masih mengarah harapannya 0,5 persen. Pelan-pelan lah naiknya," harap Anton.

Tidak hanya mempersiapkan mobil baru, Toyota juga memulai memberikan dukungan kesiapan baterai mobil listrik di Indonesia. Harapannya adalah menggandeng perusahaan baterai listrik untuk berinvestasi produksi baterai listrik di Indonesia.

"Siapapun yang mau investasi kita ajak diskusi baik dari negara manapun perusahaan manapun kita open sekali. Di luar negeri pun di China Toyota dan BYD bekerja sama karena fokus kita sekarang adalah melokalisasi baterai, karena Toyota bukan pabrik baterai jadi harus kerjasama dengan pihak lain," tutup Anton. https://bit.ly/2DfP2k5

Aturan Pajak Baru Bisa Bikin Harga Mobil Listrik Turun

Harmonisasi pajak kendaraan sudah diterbitkan pemerintah. Pajak mobil elektrifikasi pun dipastikan bisa lebih enteng.

"Bisa naik turun 5-20 persen tergantung jenis kendaraannya. Cuma finalnya belum keluar PP-nya masih kita hitung," ujar Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto saat bincang-bincang santai dengan wartawan dari Indonesia di Sapporo, Hokkaido, Jepang seperti dilaporkan wartawan detikcom Dadan Kuswaraharja, Sabtu (27/10/2019).

Dia menambahkan mobil seperti Camry hybrid diprediksi akan turun cukup banyak harganya namun untuk C-HR penyesuaiannya sepertinya tidak akan banyak. Toyota ternyata 'mensubsidi' harga C-HR agar lebih terjangkau untuk masyarakat.

"C-HR kan itu kami menyebutnya memberi inisiatif supaya harga lebih menarik terutama untuk calon konsumen muda," ujarnya.

Berkat insentif itu terlihat dari hasil penjualan C-HR hybrid yang lebih signifikan dibanding model lainnya. "70 persen C-HR yang terjual adalah model hybrid," ujarnya.

Hal ini sekaligus menepis anggapan kalau mobil C-HR hybrid tergolong mahal untuk segmennya, karena orang sering membandingkan mobil ini dengan Honda HR-V yang jauh lebih murah. "Padahal C-HR ini membuka segmen baru yang lebih niche," ujar pria penyuka ramen ini.

Dalam aturan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang baru diteken mobil hybrid di bawah 3.000 cc memiliki pajak antara 2-8 persen tergantung konsumsi BBM dan emisi bahan bakarnya.

Untuk mobil hybrid dengan konsumsi BBM melebihi 23 km per liter mendapatkan pajak 2 persen, antara 18,5 sampai 23 km per liter pajaknya 5 persen dan untuk mobil dengan konsumsi BBM 15,5 sampai 18,4 km per liter pajaknya 8 persen. https://bit.ly/33jiYpQ